<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Xavi: Hanya Inter dan Chelsea yang Bisa Hentikan Kesempurnaan Barcelona</title><description>Inter dan Chelsea jadi dua tim yang sanggup menghentikan kesempurnaan Barcelona di Liga Champions.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/05/23/261/2059431/xavi-hanya-inter-dan-chelsea-yang-bisa-hentikan-kesempurnaan-barcelona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/05/23/261/2059431/xavi-hanya-inter-dan-chelsea-yang-bisa-hentikan-kesempurnaan-barcelona"/><item><title>Xavi: Hanya Inter dan Chelsea yang Bisa Hentikan Kesempurnaan Barcelona</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/05/23/261/2059431/xavi-hanya-inter-dan-chelsea-yang-bisa-hentikan-kesempurnaan-barcelona</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/05/23/261/2059431/xavi-hanya-inter-dan-chelsea-yang-bisa-hentikan-kesempurnaan-barcelona</guid><pubDate>Kamis 23 Mei 2019 12:34 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/23/261/2059431/xavi-hanya-inter-dan-chelsea-yang-bisa-hentikan-kesempurnaan-barcelona-EAv5iyK3AP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Barcelona saat menjamu Chelsea di leg II semifinal Liga Champions 2018-2019. (Foto: Daily Mail) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/23/261/2059431/xavi-hanya-inter-dan-chelsea-yang-bisa-hentikan-kesempurnaan-barcelona-EAv5iyK3AP.jpg</image><title>Barcelona saat menjamu Chelsea di leg II semifinal Liga Champions 2018-2019. (Foto: Daily Mail) </title></images><description>DOHA &amp;ndash; Pesepakbola legenda asal Spanyol, Xavi Hernandez, mengagumi kedigdayaan Barcelona saat diarsiteki Josep Guardiola dalam kurun 2008-2012. Dalam pandangan Xavi, hanya ada dua klub yang dapat menghentikan kesempurnaan Barcelona saat itu, yakni Inter Milan dan Chelsea.
Baik Inter dan Chelsea sempat menyingkirkan Blaugrana &amp;ndash;julukan Barcelona&amp;ndash; racikan Guardiola di semifinal Liga Champions. Nerazzurri &amp;ndash;julukan Milan&amp;ndash; lebih dulu melakukannya di edisi 2009-2010. Setelah melalui dua pertandingan, Inter asuhan Jose Mourinho menang agregat 3-2.

(Mourinho bawa Inter Milan juara Liga Champions 2009-2010)
Kemudian di edisi 2011-2012, The Blues &amp;ndash;julukan Chelsea&amp;ndash; asuhan Roberto Di Matteo menang 3-2 atas Barcelona di semifinal. Di luar dua kekalahan itu, Barcelona yang ditangani Guardiola selalu menjadi yang terbaik di Liga Champions.
BACA JUGA: Rakitic Sebut Kehadiran De Jong Tak Ancam Posisinya di Barcelona
Pada Liga Champions 2008-2009, Lionel Messi dan kawan-kawan mengalahkan Manchester United 2-0 di partai puncak. Dua musim kemudian, Barcelona lagi-lagi menundukkan Man United kali ini dengan skor 3-1.
Setelah final edisi 2010-2011 berakhir, tangan pelatih Man United saat itu, Sir Alex Ferguson, terlihat bergetar. Saat ditanya mengapa bergetar, Fergie &amp;ndash;sapaan akrab Ferguson&amp;ndash; mengaku baru pertama kali melihat tim bermain seimpresif Barcelona.

(Ferguson saat mendapatkan penghormatan dari pemain-pemain Barcelona)
&amp;ldquo;Barcelona era Guardiola adalah yang terbaik, superior ketimbang tim lain. Kami memenangi dua trofi hanya dalam empat musim. Inter dan Chelsea mengeliminasi kami, namun saya yakin Messi dan kawan-kawan bisa kembali memenangi trofi Liga Champions,: kata Xavi yang terlibat dalam kesuksesan Barcelona di atas, mengutip dari Calciomercato, Kamis (23/5/2019).</description><content:encoded>DOHA &amp;ndash; Pesepakbola legenda asal Spanyol, Xavi Hernandez, mengagumi kedigdayaan Barcelona saat diarsiteki Josep Guardiola dalam kurun 2008-2012. Dalam pandangan Xavi, hanya ada dua klub yang dapat menghentikan kesempurnaan Barcelona saat itu, yakni Inter Milan dan Chelsea.
Baik Inter dan Chelsea sempat menyingkirkan Blaugrana &amp;ndash;julukan Barcelona&amp;ndash; racikan Guardiola di semifinal Liga Champions. Nerazzurri &amp;ndash;julukan Milan&amp;ndash; lebih dulu melakukannya di edisi 2009-2010. Setelah melalui dua pertandingan, Inter asuhan Jose Mourinho menang agregat 3-2.

(Mourinho bawa Inter Milan juara Liga Champions 2009-2010)
Kemudian di edisi 2011-2012, The Blues &amp;ndash;julukan Chelsea&amp;ndash; asuhan Roberto Di Matteo menang 3-2 atas Barcelona di semifinal. Di luar dua kekalahan itu, Barcelona yang ditangani Guardiola selalu menjadi yang terbaik di Liga Champions.
BACA JUGA: Rakitic Sebut Kehadiran De Jong Tak Ancam Posisinya di Barcelona
Pada Liga Champions 2008-2009, Lionel Messi dan kawan-kawan mengalahkan Manchester United 2-0 di partai puncak. Dua musim kemudian, Barcelona lagi-lagi menundukkan Man United kali ini dengan skor 3-1.
Setelah final edisi 2010-2011 berakhir, tangan pelatih Man United saat itu, Sir Alex Ferguson, terlihat bergetar. Saat ditanya mengapa bergetar, Fergie &amp;ndash;sapaan akrab Ferguson&amp;ndash; mengaku baru pertama kali melihat tim bermain seimpresif Barcelona.

(Ferguson saat mendapatkan penghormatan dari pemain-pemain Barcelona)
&amp;ldquo;Barcelona era Guardiola adalah yang terbaik, superior ketimbang tim lain. Kami memenangi dua trofi hanya dalam empat musim. Inter dan Chelsea mengeliminasi kami, namun saya yakin Messi dan kawan-kawan bisa kembali memenangi trofi Liga Champions,: kata Xavi yang terlibat dalam kesuksesan Barcelona di atas, mengutip dari Calciomercato, Kamis (23/5/2019).</content:encoded></item></channel></rss>
