<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wenger, Pelatih yang Dongkrak Karier Thierry Henry</title><description>Karier Henry terdongkrak semenjak dimainkan sebagai penyerang tengah oleh Arsene Wenger.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/05/18/51/2057018/wenger-pelatih-yang-dongkrak-karier-thierry-henry</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/05/18/51/2057018/wenger-pelatih-yang-dongkrak-karier-thierry-henry"/><item><title>Wenger, Pelatih yang Dongkrak Karier Thierry Henry</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/05/18/51/2057018/wenger-pelatih-yang-dongkrak-karier-thierry-henry</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/05/18/51/2057018/wenger-pelatih-yang-dongkrak-karier-thierry-henry</guid><pubDate>Sabtu 18 Mei 2019 13:55 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/17/51/2057018/wenger-pelatih-yang-dongkrak-karier-thierry-henry-TKUp8t4jvJ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Henry (kiri) saat diperkenalkan Wenger sebagai pemain Arsenal. (Foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/17/51/2057018/wenger-pelatih-yang-dongkrak-karier-thierry-henry-TKUp8t4jvJ.jpg</image><title>Henry (kiri) saat diperkenalkan Wenger sebagai pemain Arsenal. (Foto: Istimewa)</title></images><description>THIERRY Henry dikenal sebagai salah satu penyerang tajam pada masanya. Dalam pola apa pun, pesepakbola berpaspor Prancis itu selalu ditempatkan sebagai penyerang tengah, terutama saat membela Arsenal.
Akan tetapi, sebelum membela Arsenal, Henry lebih banyak dimainkan sebagai winger kiri. Hal itu dijalani Henry tatkala membela AS Monaco (1994-1999) dan Juventus (1999). Ketika dimainkan sebagai winger, jumlah gol Henry tak terlalu tinggi.
Ambil contoh saat membela Juventus. Henry hanya mengoleksi tiga gol dari 20 pertandingan di paruh kedua musim 1998-1999. Baru pada musim panas 1999-2000, Henry merasakan nikmatnya beroperasi sebagai penyerang tengah.
Pada musim panas 1999, Arsenal memutuskan membeli Henry dari Juventus seharga 16,1 juta euro atau sekira Rp260 miliar. Pelatih Arsenal saat itu, Arsene Wenger, tidak ragu membeli Henry yang hanya mencetak tiga gol dalam 20 pertandingan bersama si Nyonya Tua.
Saat itu, Wenger melihat potensi besar di dalam Henry. Pelatih asal Prancis itu optimis Henry dapat tampil jauh lebih tajam jika dimainkan sebagai penyerang. Benar saja, koleksi gol Henry benar-benar terdongkrak semenjak dimainkan di posisi ujung tombak.

Di musim pertama membela Arsenal (1999-2000), Henry mencetak 17 gol dari 31 penampilan Liga Inggris. Jumlah itu merupakan yang terbanyak ketimbang musim-musim sebelumnya mentas sebagai profesional (Henry memulai karier sebagai pesepakbola profesional pada 1994).
Ketajaman Henry pun terus dilanjutkan pada musim-musim berikutnya. Berturut-turut, Henry mencetak 17 gol pada Liga Inggris 2000-2001, 2001-2002 (33), 2002-2003 (24), 2003-2004 (30), 2004-2005 (25), 2005-2006 (27) dan 2006-2007 (10).
Jumlah gol Henry pada 2006-2007 terhtung rendah karena pada musim tersebut, penyerang yang kini berusia 41 tahun itu mengalami cedera panjang. Berkat kesuksesan di atas, Henry pun menyabet gelar top skor Liga Inggris, tepatnya pada 2003-2004, 2004-2005 dan 2005-2006.
Sekarang yang jadi pertanyaan, dari mana Wenger bisa menggali potensi terbaik dari Henry? Wenger sempat berstatus sebagai pelatih Monaco dalam kurun 1987-1994. Dalam periode itu, Henry masih berjuang di level junior dan Wenger tak pernah lepas memantau perkembangan pesepakbola yang identik dengan nomor punggung 14 tersebut.

Saat itu di tim junior Monaco, Henry mentas sebagai penyerang. Karier Henry di level junior pun terhitung moncer, sehingga Wenger tak ragu memainkannya sebagai ujung tombak saat didatangkan ke Arsenal pada bursa transfer musim panas 1999.
Sewaktu junior, Henry memiliki referensi perihal siapa penyerang favoritnya. Marco van Basten dan George Weah jadi idola penyerang keturunan Guadeloupe tersebut. Ketika tumbuh remaja, Henry mengidolai Ronaldo Luis dan Romario Faria. Melihat sederet fakta di atas, tak heran Henry muncul sebagai penyerang nomor wahid pada masanya.</description><content:encoded>THIERRY Henry dikenal sebagai salah satu penyerang tajam pada masanya. Dalam pola apa pun, pesepakbola berpaspor Prancis itu selalu ditempatkan sebagai penyerang tengah, terutama saat membela Arsenal.
Akan tetapi, sebelum membela Arsenal, Henry lebih banyak dimainkan sebagai winger kiri. Hal itu dijalani Henry tatkala membela AS Monaco (1994-1999) dan Juventus (1999). Ketika dimainkan sebagai winger, jumlah gol Henry tak terlalu tinggi.
Ambil contoh saat membela Juventus. Henry hanya mengoleksi tiga gol dari 20 pertandingan di paruh kedua musim 1998-1999. Baru pada musim panas 1999-2000, Henry merasakan nikmatnya beroperasi sebagai penyerang tengah.
Pada musim panas 1999, Arsenal memutuskan membeli Henry dari Juventus seharga 16,1 juta euro atau sekira Rp260 miliar. Pelatih Arsenal saat itu, Arsene Wenger, tidak ragu membeli Henry yang hanya mencetak tiga gol dalam 20 pertandingan bersama si Nyonya Tua.
Saat itu, Wenger melihat potensi besar di dalam Henry. Pelatih asal Prancis itu optimis Henry dapat tampil jauh lebih tajam jika dimainkan sebagai penyerang. Benar saja, koleksi gol Henry benar-benar terdongkrak semenjak dimainkan di posisi ujung tombak.

Di musim pertama membela Arsenal (1999-2000), Henry mencetak 17 gol dari 31 penampilan Liga Inggris. Jumlah itu merupakan yang terbanyak ketimbang musim-musim sebelumnya mentas sebagai profesional (Henry memulai karier sebagai pesepakbola profesional pada 1994).
Ketajaman Henry pun terus dilanjutkan pada musim-musim berikutnya. Berturut-turut, Henry mencetak 17 gol pada Liga Inggris 2000-2001, 2001-2002 (33), 2002-2003 (24), 2003-2004 (30), 2004-2005 (25), 2005-2006 (27) dan 2006-2007 (10).
Jumlah gol Henry pada 2006-2007 terhtung rendah karena pada musim tersebut, penyerang yang kini berusia 41 tahun itu mengalami cedera panjang. Berkat kesuksesan di atas, Henry pun menyabet gelar top skor Liga Inggris, tepatnya pada 2003-2004, 2004-2005 dan 2005-2006.
Sekarang yang jadi pertanyaan, dari mana Wenger bisa menggali potensi terbaik dari Henry? Wenger sempat berstatus sebagai pelatih Monaco dalam kurun 1987-1994. Dalam periode itu, Henry masih berjuang di level junior dan Wenger tak pernah lepas memantau perkembangan pesepakbola yang identik dengan nomor punggung 14 tersebut.

Saat itu di tim junior Monaco, Henry mentas sebagai penyerang. Karier Henry di level junior pun terhitung moncer, sehingga Wenger tak ragu memainkannya sebagai ujung tombak saat didatangkan ke Arsenal pada bursa transfer musim panas 1999.
Sewaktu junior, Henry memiliki referensi perihal siapa penyerang favoritnya. Marco van Basten dan George Weah jadi idola penyerang keturunan Guadeloupe tersebut. Ketika tumbuh remaja, Henry mengidolai Ronaldo Luis dan Romario Faria. Melihat sederet fakta di atas, tak heran Henry muncul sebagai penyerang nomor wahid pada masanya.</content:encoded></item></channel></rss>
