<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mourinho Masih Kesal dengan Perlakuan Man United</title><description>Mourinho ingin Man United mendukungnya seperti Liverpool ataupun Man City menyokong Klopp dan Guardiola.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/05/03/45/2050889/mourinho-masih-kesal-dengan-perlakuan-man-united</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/05/03/45/2050889/mourinho-masih-kesal-dengan-perlakuan-man-united"/><item><title>Mourinho Masih Kesal dengan Perlakuan Man United</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/05/03/45/2050889/mourinho-masih-kesal-dengan-perlakuan-man-united</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/05/03/45/2050889/mourinho-masih-kesal-dengan-perlakuan-man-united</guid><pubDate>Jum'at 03 Mei 2019 06:40 WIB</pubDate><dc:creator>Andika Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/03/45/2050889/mourinho-masih-kesal-dengan-perlakuan-man-united-3E6eDtIeiz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jose Mourinho (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/03/45/2050889/mourinho-masih-kesal-dengan-perlakuan-man-united-3E6eDtIeiz.jpg</image><title>Jose Mourinho (Foto: AFP)</title></images><description>MANCHESTER &amp;ndash; Eks Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, ternyata masih menyimpan kekesalan kepada The Red Devils &amp;ndash;julukan Man United. Pelatih berpaspor Portugal itu kesal karena kurang mendapatkan dukungan dari jajaran direksi Man United terutama soal transfer pemain.
Mourinho melihat hal yang berbeda didapatkan dua rekan seprofesinya yakni Josep Guardiola (Manchester City) dan Jurgen Klopp (Liverpool). Kedua pelatih itu dipandang Mourinho mendapatkan dukungan penuh dari klub masing-masing.

Mereka mendapatkan pemain yang diinginkan untuk membangun tim yang tangguh. Sementara itu, Mourinho tak mendapatkan pemain yang diinginkannya sehingga meyulitkan ia untuk meningkatkan performa Man United pada musim 2018-2019.
BACA JUGA: Madrid Teradang Gaji Besar yang Diminta Pogba
Performa Man United yang terus menurun membuat Mourinho akhirnya dipecat pada Desember 2018. Menilik pada pengalaman di Man United maka Mourinho hanya mau pindah ke tim yang mendukungnya secara penuh terutama dalam masalah transfer pemain.

&amp;ldquo;Saya ingin pergi ke klub dan berada dalam kondisi untuk melakukan apa yang Jurgen (Klopp) dan Pep lakukan. Jika Anda melihat tim (Liverpool) sekarang, berapa banyak dari mereka yang bertahan sejak Jurgen tiba? beberapa,&amp;rdquo; ujar Mourinho, seperti yang dikutip dari Talksport, Jumat (3/5/2019).
&amp;ldquo;Dan ketika Pep tidak senang dengan bek sayap yang dia miliki (di Man City pada 2016-2017) kemudian pada musim panas berikutnya membeli empat bek penuh yang dia sukai. Ketika dia membeli satu kiper seperti Claudio Bravo dan tidak senang dengannya, musim berikutnya dia membeli Ederson,&amp;rdquo; tambahnya.
Posisi Mourinho di Man United telah digantikan Ole Gunnar Solskjaer. Bersama Solskjaer, Man United sempat terlihat bangkit tetapi sekarang The Red Devils tengah mengalami panceklik kemenangan dalam empat pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi musim ini. Performa Man United sekarang tak jauh berbeda dari saat-saat terakhir era Mourinho. Patut ditunggu apakah nasib Solskjaer akan serupa Mourinho atau tidak.
</description><content:encoded>MANCHESTER &amp;ndash; Eks Pelatih Manchester United, Jose Mourinho, ternyata masih menyimpan kekesalan kepada The Red Devils &amp;ndash;julukan Man United. Pelatih berpaspor Portugal itu kesal karena kurang mendapatkan dukungan dari jajaran direksi Man United terutama soal transfer pemain.
Mourinho melihat hal yang berbeda didapatkan dua rekan seprofesinya yakni Josep Guardiola (Manchester City) dan Jurgen Klopp (Liverpool). Kedua pelatih itu dipandang Mourinho mendapatkan dukungan penuh dari klub masing-masing.

Mereka mendapatkan pemain yang diinginkan untuk membangun tim yang tangguh. Sementara itu, Mourinho tak mendapatkan pemain yang diinginkannya sehingga meyulitkan ia untuk meningkatkan performa Man United pada musim 2018-2019.
BACA JUGA: Madrid Teradang Gaji Besar yang Diminta Pogba
Performa Man United yang terus menurun membuat Mourinho akhirnya dipecat pada Desember 2018. Menilik pada pengalaman di Man United maka Mourinho hanya mau pindah ke tim yang mendukungnya secara penuh terutama dalam masalah transfer pemain.

&amp;ldquo;Saya ingin pergi ke klub dan berada dalam kondisi untuk melakukan apa yang Jurgen (Klopp) dan Pep lakukan. Jika Anda melihat tim (Liverpool) sekarang, berapa banyak dari mereka yang bertahan sejak Jurgen tiba? beberapa,&amp;rdquo; ujar Mourinho, seperti yang dikutip dari Talksport, Jumat (3/5/2019).
&amp;ldquo;Dan ketika Pep tidak senang dengan bek sayap yang dia miliki (di Man City pada 2016-2017) kemudian pada musim panas berikutnya membeli empat bek penuh yang dia sukai. Ketika dia membeli satu kiper seperti Claudio Bravo dan tidak senang dengannya, musim berikutnya dia membeli Ederson,&amp;rdquo; tambahnya.
Posisi Mourinho di Man United telah digantikan Ole Gunnar Solskjaer. Bersama Solskjaer, Man United sempat terlihat bangkit tetapi sekarang The Red Devils tengah mengalami panceklik kemenangan dalam empat pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi musim ini. Performa Man United sekarang tak jauh berbeda dari saat-saat terakhir era Mourinho. Patut ditunggu apakah nasib Solskjaer akan serupa Mourinho atau tidak.
</content:encoded></item></channel></rss>
