<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Penyebab Barcelona Hancurkan Liverpool di Leg I Semifinal Liga Champions 2018-2019</title><description>Berikut empat penyebab Barcelona hancurkan Liverpool di leg I semifinal Liga Champions 2018-2019</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/05/03/261/2051018/4-penyebab-barcelona-hancurkan-liverpool-di-leg-i-semifinal-liga-champions-2018-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/05/03/261/2051018/4-penyebab-barcelona-hancurkan-liverpool-di-leg-i-semifinal-liga-champions-2018-2019"/><item><title>4 Penyebab Barcelona Hancurkan Liverpool di Leg I Semifinal Liga Champions 2018-2019</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/05/03/261/2051018/4-penyebab-barcelona-hancurkan-liverpool-di-leg-i-semifinal-liga-champions-2018-2019</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/05/03/261/2051018/4-penyebab-barcelona-hancurkan-liverpool-di-leg-i-semifinal-liga-champions-2018-2019</guid><pubDate>Jum'at 03 Mei 2019 12:48 WIB</pubDate><dc:creator>Djanti Virantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/05/03/261/2051018/4-penyebab-barcelona-hancurkan-liverpool-di-leg-i-semifinal-liga-champions-2018-2019-bemCXhJOE9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para pemain Barcelona. (Foto: Sportskeeda)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/05/03/261/2051018/4-penyebab-barcelona-hancurkan-liverpool-di-leg-i-semifinal-liga-champions-2018-2019-bemCXhJOE9.jpg</image><title>Para pemain Barcelona. (Foto: Sportskeeda)</title></images><description>PIL pahit harus ditelan Liverpool kala bertandang ke markas Barcelona melakoni laga leg I babak semifinal Liga Champions 2018-2019 pada Kamis 2 Mei 2019 dini hari WIB. Tim asuhan Jurgen Klopp takluk dari tuan rumah dengan skor telak 0-3.
Kekalahan ini tentu saja menjadi pukulan besar untuk Liverpool. Sebab, asa mereka menjadi semakin mengecil untuk melenggang ke babak final Liga Champions musim ini. Padahal, Liverpool sendiri diketahui memiliki ambisi besar untuk bisa mengangkat trofi si Kuping Besar demi menebus kegagalan mereka pada musim lalu.
Tetapi, langkah Liverpool diadang oleh klub raksasa asal Spanyol, Barcelona. Banyak pihak pun memprediksi Liverpool bakal kembali kesulitan untuk menaklukkan tim asuhan Ernesto Valverde itu di leg II yang berlangsung di Anfield Stadium pada Rabu 8 Mei 2019 dini hari WIB. Penampilan minor Liverpool di laga leg I jadi penyebab dari pandangan tersebut.
Penyebab kekalahan telak Liverpool di leg I pun masih jadi perbincangan hangat saat ini. Kali ini, Okezone bakal turut membahas hal tersebut. Sebagaimana dikutip dari Sportskeeda, Jumat (3/5/2019), berikut empat penyebab Barcelona hancurkan Liverpool di leg I semifinal Liga Champions 2018-2019.
4. Barcelona Tampil Luar Biasa di Kandang
Barcelona memang memiliki rekor yang begitu baik saat tampil di kandang. Di ajang Liga Champions sendiri, mereka berhasil tampil perkasa dan tak terkalahkan dalam enam tahun terakhir saat bermain di Stadion Camp Nou. Tim asuhan Ernesto Valverde itu pun kembali menunjukkan ketangguhannya saat menjamu Liverpool pada Kamis dini hari WIB.

Kekalahan terakhir yang didapat Barcelona saat bermain di Camp Nou pada ajang Liga Champions terjadi pada musim 2012-2013. Merek harus menahan pilu lantaran takluk dari Bayern Munich 0-3 di babak semifinal. Setelah itu, mereka terus tampil gemilang.
Sebelum Liverpool, Manchester United telah lebih dahulu merasakan keangkeran Stadion Camp Nou. Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu takluk 0-3 dari Blaugrana &amp;ndash;julukan Barcelona. Klopp sendiri sempat sesumbar bisa menaklukkan Barcelona di Camp Nou yang telah menjadi benteng kuat tim lawan. Tetapi, Klopp akhirnya harus menelan kembali kata-katanya seusai laga.3. Taktik Brilian Valverde
Penyebab lain yang memicu kemenangan Barcelona atas Liverpool adalah taktik brilian dari Ernesto Valverde. Pelatih berusia 55 tahun itu dinilai memiliki strategi yang gemilang sehingga berhasil mengantarkan Barcelona merengkuh berbagai gelar juara. Musim ini, Lionel Messi dan kawan-kawan bahkan telah memastikan diri memiliki satu trofi dari ajang Liga Spanyol.
Valverde telah sukses melatih Barcelona dalam dua musim terakhir. Sayang, sosoknya jarang mendapat pujian besar karena selalu kalah tenar dari mantan pelatih Barcelona, Josep Guardiola. Pelatih Manchester City itu selalu disebut-sebut lebih baik ketimbang Valverde. Padahal, kenyataannya tak demikian. Valverde sebenarnya memiliki persentase kemenangan yang jauh lebih baik dari Guardiola. Tentu saja, semua ini terjadi karena strategi yang diterapkannya selalu cerdas.

Hal ini ditunjukkan pula oleh Valverde kala menjamu Liverpool. Di babak pertama, ia benar-benar memperkuat lini belakang Barcelona demi menghentikan pergerakan Mohamed Salah dan Sadio Mane yang mengesankan. Hal ini pun berbuah manis karena Barcelona unggul 1-0 di babak pertama.
Strategi brilian Valverde tak berhenti sampai di situ. Keputusannya menggantikan Philippe Coutinho yang tidak efektif dengan Nelson Semedo di babak pertama juga mendapat pujian karena telah memberi ruang besar kepada pemain lainnya. Sergi Roberto berhasil menjaga pertahanan dengan baik. Alhasil, kemenangan pun diraih Barcelona dengan skor 3-0.2. Liverpool Gagal Memanfaatkan Peluang
Kekalahan Liverpool di laga leg I tak serta-merta diraih karena Barcelona yang tampil mengesankan. Mereka juga harus menelan pilu karena gagal memanfaatkan peluang yang ada. The Reds &amp;ndash;julukan Liverpool&amp;ndash; sebenarnya layak mendapat sesuatu dari pertandingan ini karena secara statistik mereka dapat tampil mengesankan.

Tim asuhan Klopp dengan luar biasa mengalahkan Barcelona pada penguasaan bola. Mereka juga total melakukan tembakan ke gawang Barcelona sebanyak 10 kali, di mana empat di antaranya tepat sasaran. Sementara Barcelona, mereka hanya memiliki lima tembakan ke gawang Liverpool.
Sayang, kondisi ini tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Liverpool. Beberapa peluang masih bisa dihalau dengan mudah oleh Marc-Andre ter Stegen.1. Lionel Messi
Penyebab terakhir tentu saja karena peran besar megabintang Barcelona, Lionel Messi. Pemain asal Argentina itu memang tampil begitu ciamik pada laga tersebut. Saking trengginasnya penampilan Messi, bek tertangguh Liverpool, Virgil van Dijk, tampak kewalahan menjaganya.

Meski telah memberi penjagaan yang ketat, gawang Liverpool nyatanya tetap dapat dibobol oleh Messi. Pada laga yang berlangsung di Camp Nou, Kamis dini hari itu, ia mencetak dua gol ke gawang Alisson Becker pada menit ke-72 dan 82.
Usai laga digelar, pujian pun menghujani Messi, salah satunya dari pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Ia menyebut Messi sebagai &amp;lsquo;unstoppable&amp;rsquo;. Tak hanya saat melawan Liverpool, kontribusi besar sendiri dapat ditorehkan pemain berjuluk La Pulga itu di laga-laga lainnya bersama Barcelona. Musim ini, Messi telah mencetak 48 gol dari 45 pertandingan. Ia pun memiliki peluang untuk meraih Sepatu Emas Eropa, Sepatu Emas Liga Champions, dam Ballon dOr 2019.</description><content:encoded>PIL pahit harus ditelan Liverpool kala bertandang ke markas Barcelona melakoni laga leg I babak semifinal Liga Champions 2018-2019 pada Kamis 2 Mei 2019 dini hari WIB. Tim asuhan Jurgen Klopp takluk dari tuan rumah dengan skor telak 0-3.
Kekalahan ini tentu saja menjadi pukulan besar untuk Liverpool. Sebab, asa mereka menjadi semakin mengecil untuk melenggang ke babak final Liga Champions musim ini. Padahal, Liverpool sendiri diketahui memiliki ambisi besar untuk bisa mengangkat trofi si Kuping Besar demi menebus kegagalan mereka pada musim lalu.
Tetapi, langkah Liverpool diadang oleh klub raksasa asal Spanyol, Barcelona. Banyak pihak pun memprediksi Liverpool bakal kembali kesulitan untuk menaklukkan tim asuhan Ernesto Valverde itu di leg II yang berlangsung di Anfield Stadium pada Rabu 8 Mei 2019 dini hari WIB. Penampilan minor Liverpool di laga leg I jadi penyebab dari pandangan tersebut.
Penyebab kekalahan telak Liverpool di leg I pun masih jadi perbincangan hangat saat ini. Kali ini, Okezone bakal turut membahas hal tersebut. Sebagaimana dikutip dari Sportskeeda, Jumat (3/5/2019), berikut empat penyebab Barcelona hancurkan Liverpool di leg I semifinal Liga Champions 2018-2019.
4. Barcelona Tampil Luar Biasa di Kandang
Barcelona memang memiliki rekor yang begitu baik saat tampil di kandang. Di ajang Liga Champions sendiri, mereka berhasil tampil perkasa dan tak terkalahkan dalam enam tahun terakhir saat bermain di Stadion Camp Nou. Tim asuhan Ernesto Valverde itu pun kembali menunjukkan ketangguhannya saat menjamu Liverpool pada Kamis dini hari WIB.

Kekalahan terakhir yang didapat Barcelona saat bermain di Camp Nou pada ajang Liga Champions terjadi pada musim 2012-2013. Merek harus menahan pilu lantaran takluk dari Bayern Munich 0-3 di babak semifinal. Setelah itu, mereka terus tampil gemilang.
Sebelum Liverpool, Manchester United telah lebih dahulu merasakan keangkeran Stadion Camp Nou. Tim asuhan Ole Gunnar Solskjaer itu takluk 0-3 dari Blaugrana &amp;ndash;julukan Barcelona. Klopp sendiri sempat sesumbar bisa menaklukkan Barcelona di Camp Nou yang telah menjadi benteng kuat tim lawan. Tetapi, Klopp akhirnya harus menelan kembali kata-katanya seusai laga.3. Taktik Brilian Valverde
Penyebab lain yang memicu kemenangan Barcelona atas Liverpool adalah taktik brilian dari Ernesto Valverde. Pelatih berusia 55 tahun itu dinilai memiliki strategi yang gemilang sehingga berhasil mengantarkan Barcelona merengkuh berbagai gelar juara. Musim ini, Lionel Messi dan kawan-kawan bahkan telah memastikan diri memiliki satu trofi dari ajang Liga Spanyol.
Valverde telah sukses melatih Barcelona dalam dua musim terakhir. Sayang, sosoknya jarang mendapat pujian besar karena selalu kalah tenar dari mantan pelatih Barcelona, Josep Guardiola. Pelatih Manchester City itu selalu disebut-sebut lebih baik ketimbang Valverde. Padahal, kenyataannya tak demikian. Valverde sebenarnya memiliki persentase kemenangan yang jauh lebih baik dari Guardiola. Tentu saja, semua ini terjadi karena strategi yang diterapkannya selalu cerdas.

Hal ini ditunjukkan pula oleh Valverde kala menjamu Liverpool. Di babak pertama, ia benar-benar memperkuat lini belakang Barcelona demi menghentikan pergerakan Mohamed Salah dan Sadio Mane yang mengesankan. Hal ini pun berbuah manis karena Barcelona unggul 1-0 di babak pertama.
Strategi brilian Valverde tak berhenti sampai di situ. Keputusannya menggantikan Philippe Coutinho yang tidak efektif dengan Nelson Semedo di babak pertama juga mendapat pujian karena telah memberi ruang besar kepada pemain lainnya. Sergi Roberto berhasil menjaga pertahanan dengan baik. Alhasil, kemenangan pun diraih Barcelona dengan skor 3-0.2. Liverpool Gagal Memanfaatkan Peluang
Kekalahan Liverpool di laga leg I tak serta-merta diraih karena Barcelona yang tampil mengesankan. Mereka juga harus menelan pilu karena gagal memanfaatkan peluang yang ada. The Reds &amp;ndash;julukan Liverpool&amp;ndash; sebenarnya layak mendapat sesuatu dari pertandingan ini karena secara statistik mereka dapat tampil mengesankan.

Tim asuhan Klopp dengan luar biasa mengalahkan Barcelona pada penguasaan bola. Mereka juga total melakukan tembakan ke gawang Barcelona sebanyak 10 kali, di mana empat di antaranya tepat sasaran. Sementara Barcelona, mereka hanya memiliki lima tembakan ke gawang Liverpool.
Sayang, kondisi ini tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh pemain Liverpool. Beberapa peluang masih bisa dihalau dengan mudah oleh Marc-Andre ter Stegen.1. Lionel Messi
Penyebab terakhir tentu saja karena peran besar megabintang Barcelona, Lionel Messi. Pemain asal Argentina itu memang tampil begitu ciamik pada laga tersebut. Saking trengginasnya penampilan Messi, bek tertangguh Liverpool, Virgil van Dijk, tampak kewalahan menjaganya.

Meski telah memberi penjagaan yang ketat, gawang Liverpool nyatanya tetap dapat dibobol oleh Messi. Pada laga yang berlangsung di Camp Nou, Kamis dini hari itu, ia mencetak dua gol ke gawang Alisson Becker pada menit ke-72 dan 82.
Usai laga digelar, pujian pun menghujani Messi, salah satunya dari pelatih Liverpool, Jurgen Klopp. Ia menyebut Messi sebagai &amp;lsquo;unstoppable&amp;rsquo;. Tak hanya saat melawan Liverpool, kontribusi besar sendiri dapat ditorehkan pemain berjuluk La Pulga itu di laga-laga lainnya bersama Barcelona. Musim ini, Messi telah mencetak 48 gol dari 45 pertandingan. Ia pun memiliki peluang untuk meraih Sepatu Emas Eropa, Sepatu Emas Liga Champions, dam Ballon dOr 2019.</content:encoded></item></channel></rss>
