<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Capello: Kepergian Alisson Jadi Penyebab Keterpurukan Roma</title><description>Alisson memiliki peran sentral di kubu Roma, sehingga kepergiannya menurunkan kualitas Giallorossi.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/04/22/51/2046510/capello-kepergian-alisson-jadi-penyebab-keterpurukan-roma</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/04/22/51/2046510/capello-kepergian-alisson-jadi-penyebab-keterpurukan-roma"/><item><title>Capello: Kepergian Alisson Jadi Penyebab Keterpurukan Roma</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/04/22/51/2046510/capello-kepergian-alisson-jadi-penyebab-keterpurukan-roma</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/04/22/51/2046510/capello-kepergian-alisson-jadi-penyebab-keterpurukan-roma</guid><pubDate>Senin 22 April 2019 15:42 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/22/51/2046510/capello-kepergian-alisson-jadi-penyebab-keterpurukan-roma-DWRa3vt8Yj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alisson kini membela Liverpool. (Foto: @LFC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/22/51/2046510/capello-kepergian-alisson-jadi-penyebab-keterpurukan-roma-DWRa3vt8Yj.jpg</image><title>Alisson kini membela Liverpool. (Foto: @LFC)</title></images><description>ROMA &amp;ndash; Pelatih kawakan asal Italia, Fabio Capello, mengungkapkan penyebab mengapa AS Roma mengalami penurunan performa musim ini. Kepergian Alisson Becker pada musim panas 2018 dinilai Capello jadi pangkal masalah menurunnya performa Giallorossi &amp;ndash;julukan Roma&amp;ndash; musim ini.
&amp;ldquo;Roma harus membayar keputusan mereka menjual Alisson. Mereka lemah di pertahanan dan beberapa pemain muda mereka tidak bermain sesuai ekspektasi,&amp;rdquo; kata Capello mengutip dari Calciomercato, Senin (22/4/2019).

Capello memang tidak asal bicara, statistik menunjukkan semuanya. Ketika membela Roma di musim terakhirnya (2017-2018), Alisson tampik bak benteng kukuh. Dari 37 penampilan di Liga Italia 2017-2018, gawang Roma kawalan Alisson hanya kemasukan 28 kali, dan mencatatkan 17 clean sheet.
BACA JUGA: Hindari Nasib Sial, Roma Larang Seluruh Pemainnya Foto Bareng Drake
Alhasil di akhir musim, Roma racikan Eusebio Di Francesco finis di posisi tiga dengan koleksi 77 poin. Berkat performa brilian itu, kiper Tim Nasional (Timnas) Brasil itu diboyong Liverpool pada musim panas 2018 seharga 62,5 juta euro atau sekira Rp990,1 miliar.
Bagaimana dengan musim ini? Rob Olsen dan Antonio Mirante yang bergantian mengisi posisi Alisson gagal memberikan keamanan maksimal. Terbukti hingga pekan 33, gawang Roma sudah kebobolan 46 kali.

Akibat kemasukan banyak bola, Roma pun tertahan di posisi lima dengan koleksi 55 angka. Roma saat ini masih berjuang keras untuk finis di posisi empat besar demi mentas di Fase Grup Liga Champions 2019-2020.</description><content:encoded>ROMA &amp;ndash; Pelatih kawakan asal Italia, Fabio Capello, mengungkapkan penyebab mengapa AS Roma mengalami penurunan performa musim ini. Kepergian Alisson Becker pada musim panas 2018 dinilai Capello jadi pangkal masalah menurunnya performa Giallorossi &amp;ndash;julukan Roma&amp;ndash; musim ini.
&amp;ldquo;Roma harus membayar keputusan mereka menjual Alisson. Mereka lemah di pertahanan dan beberapa pemain muda mereka tidak bermain sesuai ekspektasi,&amp;rdquo; kata Capello mengutip dari Calciomercato, Senin (22/4/2019).

Capello memang tidak asal bicara, statistik menunjukkan semuanya. Ketika membela Roma di musim terakhirnya (2017-2018), Alisson tampik bak benteng kukuh. Dari 37 penampilan di Liga Italia 2017-2018, gawang Roma kawalan Alisson hanya kemasukan 28 kali, dan mencatatkan 17 clean sheet.
BACA JUGA: Hindari Nasib Sial, Roma Larang Seluruh Pemainnya Foto Bareng Drake
Alhasil di akhir musim, Roma racikan Eusebio Di Francesco finis di posisi tiga dengan koleksi 77 poin. Berkat performa brilian itu, kiper Tim Nasional (Timnas) Brasil itu diboyong Liverpool pada musim panas 2018 seharga 62,5 juta euro atau sekira Rp990,1 miliar.
Bagaimana dengan musim ini? Rob Olsen dan Antonio Mirante yang bergantian mengisi posisi Alisson gagal memberikan keamanan maksimal. Terbukti hingga pekan 33, gawang Roma sudah kebobolan 46 kali.

Akibat kemasukan banyak bola, Roma pun tertahan di posisi lima dengan koleksi 55 angka. Roma saat ini masih berjuang keras untuk finis di posisi empat besar demi mentas di Fase Grup Liga Champions 2019-2020.</content:encoded></item></channel></rss>
