<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Eks Pemain Man United yang Merumput di MLS, Nomor 1 Paling Tarik Perhatian</title><description>Berikut ini adalah lima mantan pemain Man United yang merumput di MLS.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/04/10/51/2041731/5-eks-pemain-man-united-yang-merumput-di-mls-nomor-1-paling-tarik-perhatian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/04/10/51/2041731/5-eks-pemain-man-united-yang-merumput-di-mls-nomor-1-paling-tarik-perhatian"/><item><title>5 Eks Pemain Man United yang Merumput di MLS, Nomor 1 Paling Tarik Perhatian</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/04/10/51/2041731/5-eks-pemain-man-united-yang-merumput-di-mls-nomor-1-paling-tarik-perhatian</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/04/10/51/2041731/5-eks-pemain-man-united-yang-merumput-di-mls-nomor-1-paling-tarik-perhatian</guid><pubDate>Rabu 10 April 2019 19:41 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/04/10/51/2041731/5-eks-pemain-man-united-yang-merumput-di-mls-nomor-1-paling-tarik-perhatian-IjxZpMhXmW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Zlatan Ibrahimovic saat membela Man United (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/04/10/51/2041731/5-eks-pemain-man-united-yang-merumput-di-mls-nomor-1-paling-tarik-perhatian-IjxZpMhXmW.jpg</image><title>Zlatan Ibrahimovic saat membela Man United (Foto: AFP)</title></images><description>DALAM beberapa tahun belakangan pertumbuhan MLS bisa dibilang telah meningkat pesat. Pasalnya, MLS kini tak lagi dipandang sebagai liga yang hanya menampung para pemain tua. Sejumlah pesepakbola muda potensial pun dewasa ini mulai bermunculan dari MLS.
Salah satu faktor yang membuat MLS mengalami peningkatan pesat tentunya tak lepas dari kehadiran para pemain top Eropa di sana. Dan Manchester United bisa dinilang berperan cukup besar dalam mengembangkan MLS. Sebagaimana diketahui, Setan Merah adalah salah satu klub terbesar di dunia dengan basis penggemar raksasa. Sehingga, para mantan pemain Man United yang pindah ke Amerika, memberikan dampak yang besar pada liga.
Berikut ini adalah lima mantan pemain Man United yang merumput di MLS:
 
5. George Best

Salah satu pemain Man United yang paling pertama hijrah ke Amerika Serikat adalah George Best. Setelah membela Man United dalam medio 1963-1974, Best sempat dipinjamkan selama satu musim ke Stockport dan kemudian bergabung dengan Cork Celtic FC. Barulah pada 1976 ia hengkang ke Amerika untuk bergabung dengan Los Angeles Aztecs.
Pada saat itu, olahraga sepakbola di Amerika memang belum sepopuler sekarang. Akan tetapi, kehadiran Best di sana bisa dibilang sebagai pelopor untuk mempopulerkan sepakbola. Terlebih lagi, selama membela Man United Best telah mengukirkan berbagai prestasi dan mencatatkan performa gemilang.
4. Tim Howard

Tim Howard mencatatkan sejarah sebagai orang Amerika pertama yang  bergabung dengan Manchester United. Perekrutan Howard itu terjadi pada  2003. Kejadian ini sedikit banyak telah mengubah wajah sepakbola  Amerika, yang mana kualitas para pemain mereka mulai diakui dunia.
Pada musim debutnya, Howard berhasil mengantarkan Man United  menjuarai Piala FA. Meski setelah itu posisi Howard di tim utama Man  United digeser oleh kehadiran Edwin Van Der Sar, namun kiprahnya di  ajang Liga Inggris tetap tidak mati. Karena Howard kemudian bergabung  dengan Everton dan menjadi penjaga gawang utama di sana. Setelah selama  10 musim membela Everton, Howard kembali ke MLS untuk bergabung dengan  Colorado Rapids.
3. Wayne Rooney

Pada musim panas 2018 Wayne Rooney meninggalkan kompetisi Liga   Inggris untuk bergabung dengan DC United di MLS. Pada saat-saat   terakhirnya di Liga Inggris, banyak yang beranggapan kalau pencetak gol   terbanyak sepanjang sejarah Man United telah habis masa emasnya dan tak   mampu lagi mencatatkan namanya di papan skor.
Kendati demikian, pandangan miring tersebut berhasil dipatahkan   Rooney. Karena bersama DC United, Rooney menemukan kembali ketajamannya.   Selain itu, Rooney juga berhasil mengangkat DC United yang sebelumnya   terjerembab di dasar klasemen MLS. Kehadiran Rooney di DC United juga   memberi semangat dan motivasi kepada para pemain muda.
2. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic bergabung dengan Man United pada musim panas 2016    saat usianya 35 tahun. Pada awal kedatangannya, Ibra mengatakan kalau   ia  akan menjadi Dewa di Manchester. Hal itu benar saja terjadi, karena    meski tak lagi muda, di musim debutnya ia berhasil mencetak 17 gol  dan   membantu Man United mendapatkan tiga trofi.
Sayangnya, cedera membuat Ibrahimovic terpinggirkan dari skuad Setan    Merah. Ia pun kemudian bergabung dengan LA Galaxy pada 2018 kala   usianya  37 tahun. Luar biasanya, Ibra tetap menunjukkan tajinya sebagai   seorang  striker. Pada laga debutnya di LA Galaxy, ia mencetak gol   spektakuler  dari jarak 40 yard. Selain itu, di musim perdananya ia pun   sukses  membukukan 26 gol dalam 30 penampilan. Kehadiran Ibra di MLS  tak  ayal  membuat banyak orang semakin antusias menyaksikan kompetisi   tersebut.  Popularitas MLS kian melesat dengan hadirnya Ibra.
1. David Beckham

Banyak pihak menilai bahwa yang dilakukan David Beckham pada 2007     dengan meninggalkan Real Madrid dan bergabung bersama LA Galaxy adalah     suatu langkah mundur. Akan tetapi, pad kenyataannya kehadiran Beckham   di   LA Galaxy justru membuat popularitas MLS meningkat pesat.
Selain sosok Beckham yang memang komersil dan mampu menarik banyak     penggemar melalui iklan dan sebagainya, kemampuan olah bola pria asal     Inggris itu juga masih memberikan dampak besar bagi klubnya. Selama     berseragam LA Galaxy, Beckham total mempersembahkan lima trofi.
Beckham bisa dibilang telah sukses memperkenalkan MLS kepada dunia.     Karena setelahnya, cukup banyak pesepakbola top Eropa yang mengikuti     jejaknya bermain di MLS, hingga akhirnya menjadi kompetisi yang     prestisius seperti sekarang ini.
</description><content:encoded>DALAM beberapa tahun belakangan pertumbuhan MLS bisa dibilang telah meningkat pesat. Pasalnya, MLS kini tak lagi dipandang sebagai liga yang hanya menampung para pemain tua. Sejumlah pesepakbola muda potensial pun dewasa ini mulai bermunculan dari MLS.
Salah satu faktor yang membuat MLS mengalami peningkatan pesat tentunya tak lepas dari kehadiran para pemain top Eropa di sana. Dan Manchester United bisa dinilang berperan cukup besar dalam mengembangkan MLS. Sebagaimana diketahui, Setan Merah adalah salah satu klub terbesar di dunia dengan basis penggemar raksasa. Sehingga, para mantan pemain Man United yang pindah ke Amerika, memberikan dampak yang besar pada liga.
Berikut ini adalah lima mantan pemain Man United yang merumput di MLS:
 
5. George Best

Salah satu pemain Man United yang paling pertama hijrah ke Amerika Serikat adalah George Best. Setelah membela Man United dalam medio 1963-1974, Best sempat dipinjamkan selama satu musim ke Stockport dan kemudian bergabung dengan Cork Celtic FC. Barulah pada 1976 ia hengkang ke Amerika untuk bergabung dengan Los Angeles Aztecs.
Pada saat itu, olahraga sepakbola di Amerika memang belum sepopuler sekarang. Akan tetapi, kehadiran Best di sana bisa dibilang sebagai pelopor untuk mempopulerkan sepakbola. Terlebih lagi, selama membela Man United Best telah mengukirkan berbagai prestasi dan mencatatkan performa gemilang.
4. Tim Howard

Tim Howard mencatatkan sejarah sebagai orang Amerika pertama yang  bergabung dengan Manchester United. Perekrutan Howard itu terjadi pada  2003. Kejadian ini sedikit banyak telah mengubah wajah sepakbola  Amerika, yang mana kualitas para pemain mereka mulai diakui dunia.
Pada musim debutnya, Howard berhasil mengantarkan Man United  menjuarai Piala FA. Meski setelah itu posisi Howard di tim utama Man  United digeser oleh kehadiran Edwin Van Der Sar, namun kiprahnya di  ajang Liga Inggris tetap tidak mati. Karena Howard kemudian bergabung  dengan Everton dan menjadi penjaga gawang utama di sana. Setelah selama  10 musim membela Everton, Howard kembali ke MLS untuk bergabung dengan  Colorado Rapids.
3. Wayne Rooney

Pada musim panas 2018 Wayne Rooney meninggalkan kompetisi Liga   Inggris untuk bergabung dengan DC United di MLS. Pada saat-saat   terakhirnya di Liga Inggris, banyak yang beranggapan kalau pencetak gol   terbanyak sepanjang sejarah Man United telah habis masa emasnya dan tak   mampu lagi mencatatkan namanya di papan skor.
Kendati demikian, pandangan miring tersebut berhasil dipatahkan   Rooney. Karena bersama DC United, Rooney menemukan kembali ketajamannya.   Selain itu, Rooney juga berhasil mengangkat DC United yang sebelumnya   terjerembab di dasar klasemen MLS. Kehadiran Rooney di DC United juga   memberi semangat dan motivasi kepada para pemain muda.
2. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic bergabung dengan Man United pada musim panas 2016    saat usianya 35 tahun. Pada awal kedatangannya, Ibra mengatakan kalau   ia  akan menjadi Dewa di Manchester. Hal itu benar saja terjadi, karena    meski tak lagi muda, di musim debutnya ia berhasil mencetak 17 gol  dan   membantu Man United mendapatkan tiga trofi.
Sayangnya, cedera membuat Ibrahimovic terpinggirkan dari skuad Setan    Merah. Ia pun kemudian bergabung dengan LA Galaxy pada 2018 kala   usianya  37 tahun. Luar biasanya, Ibra tetap menunjukkan tajinya sebagai   seorang  striker. Pada laga debutnya di LA Galaxy, ia mencetak gol   spektakuler  dari jarak 40 yard. Selain itu, di musim perdananya ia pun   sukses  membukukan 26 gol dalam 30 penampilan. Kehadiran Ibra di MLS  tak  ayal  membuat banyak orang semakin antusias menyaksikan kompetisi   tersebut.  Popularitas MLS kian melesat dengan hadirnya Ibra.
1. David Beckham

Banyak pihak menilai bahwa yang dilakukan David Beckham pada 2007     dengan meninggalkan Real Madrid dan bergabung bersama LA Galaxy adalah     suatu langkah mundur. Akan tetapi, pad kenyataannya kehadiran Beckham   di   LA Galaxy justru membuat popularitas MLS meningkat pesat.
Selain sosok Beckham yang memang komersil dan mampu menarik banyak     penggemar melalui iklan dan sebagainya, kemampuan olah bola pria asal     Inggris itu juga masih memberikan dampak besar bagi klubnya. Selama     berseragam LA Galaxy, Beckham total mempersembahkan lima trofi.
Beckham bisa dibilang telah sukses memperkenalkan MLS kepada dunia.     Karena setelahnya, cukup banyak pesepakbola top Eropa yang mengikuti     jejaknya bermain di MLS, hingga akhirnya menjadi kompetisi yang     prestisius seperti sekarang ini.
</content:encoded></item></channel></rss>
