<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>3 Alasan Mourinho Cocok Jadi Komentator Sepakbola</title><description>Berikut ini adalah tiga alasan yang membuat Mourinho cocok menjadi pandit sepakbola.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/03/28/51/2036320/3-alasan-mourinho-cocok-jadi-komentator-sepakbola</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/03/28/51/2036320/3-alasan-mourinho-cocok-jadi-komentator-sepakbola"/><item><title>3 Alasan Mourinho Cocok Jadi Komentator Sepakbola</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/03/28/51/2036320/3-alasan-mourinho-cocok-jadi-komentator-sepakbola</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/03/28/51/2036320/3-alasan-mourinho-cocok-jadi-komentator-sepakbola</guid><pubDate>Kamis 28 Maret 2019 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/28/51/2036320/3-alasan-mourinho-cocok-jadi-komentator-sepakbola-yn1GqbuQm5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jose Mourinho (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/28/51/2036320/3-alasan-mourinho-cocok-jadi-komentator-sepakbola-yn1GqbuQm5.jpg</image><title>Jose Mourinho (Foto: AFP)</title></images><description>SEJAK dipecat dari jabatannya sebagai Manajer Manchester United, hingga saat ini Jose Mourinho belum menangani tim mana pun. Sebelum ini, Mourinho sempat dikabarkan bakal menangani Real Madrid. Akan tetapi, manajemen Madrid malah kembali menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih kepala.
Kendati demikian, Mourinho nyatanya masih sering lalu-lalang di dunia sepakbola meski tak menjabat sebagai pelatih. Pasalnya, kini ia berprofesi sebagai pandit (pengamat). Di profesi barunya ini, kehadiran Mourinho nyatanya mendapat sambutan positif. Berikut ini adalah tiga alasan yang membuat Mourinho cocok menjadi pandit sepakbola.
3. Memiliki Pengetahuan Teknis

Sebelum merintis karier sebagai pelatih, Mourinho merupakan seorang pesepakbola profesional. Kendati begitu, harus disayangkan karena karier Mourinho sebagai pemain tak berjalan mulus. Peruntungan yang berbeda pun ia mendapatkan kala menjadi pelatih. Memiliki kemampuan dalam membaca permainan, membuat Mourinho menjadi pelatih yang disegani.
Meski hari-hari terakhirnya di Man United tak berjalan mulus, namun hal itu tetap tak menghilangkan fakta bahwa Mourinho adalah seorang yang ahli dalam hal taktik. Kondisi itulah yang dianggap banyak pihak membuat Mourinho layak menekuni profesi sebagai pandit. Dengan berbagai pengetahuan yang dimilikinya, komentar yang dilontarkan The Special One pun jelas bukan omong kosong belaka.
2. Pengalaman Buruk di Masa-Masa Terakhirnya

Nama Mourinho sebagai pelatih mulai melejit kala mengantarkan FC  Porto menjuarai Piala UEFA 2002-2003 (sekarang Piala Eropa) dan Liga  Champions satu musim berikutnya dengan tim yang sama. Setelah itu,  Mourinho pun hijrah ke Chelsea dan mengukirkan berbagai prestasi. Bisa  dibilang mendatangkan Mourinho adalah jaminan bagi sebuah tim untuk  memenangkan kejuaraan. Tak ayal, julukan The Special One pun disematkan  kepadanya.
Kendati demikian, catatan emas Mourinho tersebut harus sirna dalam  beberapa waktu belakangan. Mourinho kini justru lebih dikenal dengan  sosok yang bakal dipecat pada musim ketiganya menangani sebuah tim.  Kasus yang melatarbelakangi hal itu pun tak jauh berbeda, selain karena  dianggap gagal membawa tim berprestasi, Mourinho juga kerap dikabarkan  berseteru dengan para pemainnya. Hal itulah yang membuat banyak pihak  menilai Mourinho lebih baik menjadi pandit saja ketimbang melatih.
1. Memiliki Pola Pikir yang Unik dan Cerdas

Selama berkarier sebagai pelatih, bagi sebagian pihak Mourinho memang   bukan sosok yang bersahabat. Pasalnya, komentar-komentar yang   dikeluarkan Mourinho dalam konferensi pers kerap mengandung kontroversi   dan bahkan sering pula dianggap sombong.
Kendati demikian, hal itu tak menghilangkan fakta bahwa setiap   komentar yang diutarakan Mourinho selalu menarik perhatian. Pria asal   Portugal itu dianggap memiliki pola pikir yang unik dan cerdas. Itulah   mengapa banyak pihak menantikan komentar-komentar dari mulutnya. Dengan   kondisi seperti itu, profesi sebagai pandit dianggap sangat cocok bagi   Mourinho karena ia bisa mengomentari berbagai pertandingan.</description><content:encoded>SEJAK dipecat dari jabatannya sebagai Manajer Manchester United, hingga saat ini Jose Mourinho belum menangani tim mana pun. Sebelum ini, Mourinho sempat dikabarkan bakal menangani Real Madrid. Akan tetapi, manajemen Madrid malah kembali menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih kepala.
Kendati demikian, Mourinho nyatanya masih sering lalu-lalang di dunia sepakbola meski tak menjabat sebagai pelatih. Pasalnya, kini ia berprofesi sebagai pandit (pengamat). Di profesi barunya ini, kehadiran Mourinho nyatanya mendapat sambutan positif. Berikut ini adalah tiga alasan yang membuat Mourinho cocok menjadi pandit sepakbola.
3. Memiliki Pengetahuan Teknis

Sebelum merintis karier sebagai pelatih, Mourinho merupakan seorang pesepakbola profesional. Kendati begitu, harus disayangkan karena karier Mourinho sebagai pemain tak berjalan mulus. Peruntungan yang berbeda pun ia mendapatkan kala menjadi pelatih. Memiliki kemampuan dalam membaca permainan, membuat Mourinho menjadi pelatih yang disegani.
Meski hari-hari terakhirnya di Man United tak berjalan mulus, namun hal itu tetap tak menghilangkan fakta bahwa Mourinho adalah seorang yang ahli dalam hal taktik. Kondisi itulah yang dianggap banyak pihak membuat Mourinho layak menekuni profesi sebagai pandit. Dengan berbagai pengetahuan yang dimilikinya, komentar yang dilontarkan The Special One pun jelas bukan omong kosong belaka.
2. Pengalaman Buruk di Masa-Masa Terakhirnya

Nama Mourinho sebagai pelatih mulai melejit kala mengantarkan FC  Porto menjuarai Piala UEFA 2002-2003 (sekarang Piala Eropa) dan Liga  Champions satu musim berikutnya dengan tim yang sama. Setelah itu,  Mourinho pun hijrah ke Chelsea dan mengukirkan berbagai prestasi. Bisa  dibilang mendatangkan Mourinho adalah jaminan bagi sebuah tim untuk  memenangkan kejuaraan. Tak ayal, julukan The Special One pun disematkan  kepadanya.
Kendati demikian, catatan emas Mourinho tersebut harus sirna dalam  beberapa waktu belakangan. Mourinho kini justru lebih dikenal dengan  sosok yang bakal dipecat pada musim ketiganya menangani sebuah tim.  Kasus yang melatarbelakangi hal itu pun tak jauh berbeda, selain karena  dianggap gagal membawa tim berprestasi, Mourinho juga kerap dikabarkan  berseteru dengan para pemainnya. Hal itulah yang membuat banyak pihak  menilai Mourinho lebih baik menjadi pandit saja ketimbang melatih.
1. Memiliki Pola Pikir yang Unik dan Cerdas

Selama berkarier sebagai pelatih, bagi sebagian pihak Mourinho memang   bukan sosok yang bersahabat. Pasalnya, komentar-komentar yang   dikeluarkan Mourinho dalam konferensi pers kerap mengandung kontroversi   dan bahkan sering pula dianggap sombong.
Kendati demikian, hal itu tak menghilangkan fakta bahwa setiap   komentar yang diutarakan Mourinho selalu menarik perhatian. Pria asal   Portugal itu dianggap memiliki pola pikir yang unik dan cerdas. Itulah   mengapa banyak pihak menantikan komentar-komentar dari mulutnya. Dengan   kondisi seperti itu, profesi sebagai pandit dianggap sangat cocok bagi   Mourinho karena ia bisa mengomentari berbagai pertandingan.</content:encoded></item></channel></rss>
