<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>FA Sambut Baik Penyelidikan UEFA terhadap Kasus Rasis Fans Montenegro</title><description>FA menyambut baik keputusan UEFA yang melakukan penyeledikan terhadap dugaan perilaku rasis di laga Montenegro vs Inggris.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/03/27/51/2035432/fa-sambut-baik-penyelidikan-uefa-terhadap-kasus-rasis-fans-montenegro</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/03/27/51/2035432/fa-sambut-baik-penyelidikan-uefa-terhadap-kasus-rasis-fans-montenegro"/><item><title>FA Sambut Baik Penyelidikan UEFA terhadap Kasus Rasis Fans Montenegro</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/03/27/51/2035432/fa-sambut-baik-penyelidikan-uefa-terhadap-kasus-rasis-fans-montenegro</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/03/27/51/2035432/fa-sambut-baik-penyelidikan-uefa-terhadap-kasus-rasis-fans-montenegro</guid><pubDate>Rabu 27 Maret 2019 06:19 WIB</pubDate><dc:creator>Bagas Abdiel</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/27/51/2035432/fa-sambut-baik-penyelidikan-uefa-terhadap-kasus-rasis-fans-montenegro-Ppg6nmih7R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raheem Sterling (Foto: Twitter Raheem Sterling)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/27/51/2035432/fa-sambut-baik-penyelidikan-uefa-terhadap-kasus-rasis-fans-montenegro-Ppg6nmih7R.jpg</image><title>Raheem Sterling (Foto: Twitter Raheem Sterling)</title></images><description>PODGORICA &amp;ndash; Federasi Sepakbola Inggris (FA) menyambut baik keputusan Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) yang melakukan penyeledikan terhadap dugaan perilaku rasis di laga Montenegro vs Inggris pada Kualifikasi Piala Eropa 2020. Montenegro yang bertindak sebagai tuan rumah dianggap melakukan pelecehan rasis kepada para pemain Inggris.
Pernyataan telah dibuat FA yang menggambarkan dugaan perilaku rasis terhadap para pemainnya seperti Danny Rose, Callum Hudson-Odoi, dan Raheem Sterling. FA menyebut tindakan para penggemar Montenegro sebagai sikap yang menjijikan dan menyambut baik sikap FA atas insiden tersebut.

Sebelumnya UEFA mendakwa Montenegro terhadap lima insiden, salah satu yang utama adalah soal rasisme. Sementara empat lainnya adalah menyalakan kembang api, melempar benda-benda, gangguan kerumanan, dan pemblokiran tangga.
&amp;ldquo;Pada Senin malam, para pemain Inggris menjadi sasaran nyanyian rasis yang menjijikan saat bermain di Kualifikasi Piala Eropa 2020 di Montenegro. Ini tidak dapat diterima di setiap level permainan dan kami menyambut keputusan UEFA hari ini untuk mengambil tindakan disiplin,&amp;rdquo; ungkap pernyataan FA.
Baca juga UEFA Dakwa Montenegro atas Kasus Rasisme kepada Pemain Inggris
&amp;ldquo;Fokus utama kami adalah mendukung UEFA dengan penyelidikan mereka dan para pemain serta staf yang terlibat. Masalah yang kami lihat tadi malam tidak terisolasi di negara tertentu, meskipun kemajuan di sepakbola Inggris masih memiliki insiden diskriminasi ini,&amp;rdquo; tambah pernyataan tersebut.
Lebih lanjut, FA juga menyoroti pentingnya menggabungkan antara sanksi dan pendidikan sebagai solusi insiden tersebut. Hal ini pun dilakukan kubu Inggris yang memiliki masalah sama terhadap kasus rasisme.

&amp;ldquo;Pengalaman kami adalah menggabungkan sanksi dan pendidikan. Sementara bekerja bersama juru kampanya seperti Kick It Out dan kemajuan nyata dapat terjadi. Tetapi masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan,&amp;rdquo; lanjut pernyataan tersebut.
Pada laga tersebut Inggris sukses memenangi laga kontra Montenegro dengan skor 5-1. Dewan Kontrol, Etika, dan Disiplin UEFA akan mendengarkan kasus ini pada 16 Mei 2019.</description><content:encoded>PODGORICA &amp;ndash; Federasi Sepakbola Inggris (FA) menyambut baik keputusan Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) yang melakukan penyeledikan terhadap dugaan perilaku rasis di laga Montenegro vs Inggris pada Kualifikasi Piala Eropa 2020. Montenegro yang bertindak sebagai tuan rumah dianggap melakukan pelecehan rasis kepada para pemain Inggris.
Pernyataan telah dibuat FA yang menggambarkan dugaan perilaku rasis terhadap para pemainnya seperti Danny Rose, Callum Hudson-Odoi, dan Raheem Sterling. FA menyebut tindakan para penggemar Montenegro sebagai sikap yang menjijikan dan menyambut baik sikap FA atas insiden tersebut.

Sebelumnya UEFA mendakwa Montenegro terhadap lima insiden, salah satu yang utama adalah soal rasisme. Sementara empat lainnya adalah menyalakan kembang api, melempar benda-benda, gangguan kerumanan, dan pemblokiran tangga.
&amp;ldquo;Pada Senin malam, para pemain Inggris menjadi sasaran nyanyian rasis yang menjijikan saat bermain di Kualifikasi Piala Eropa 2020 di Montenegro. Ini tidak dapat diterima di setiap level permainan dan kami menyambut keputusan UEFA hari ini untuk mengambil tindakan disiplin,&amp;rdquo; ungkap pernyataan FA.
Baca juga UEFA Dakwa Montenegro atas Kasus Rasisme kepada Pemain Inggris
&amp;ldquo;Fokus utama kami adalah mendukung UEFA dengan penyelidikan mereka dan para pemain serta staf yang terlibat. Masalah yang kami lihat tadi malam tidak terisolasi di negara tertentu, meskipun kemajuan di sepakbola Inggris masih memiliki insiden diskriminasi ini,&amp;rdquo; tambah pernyataan tersebut.
Lebih lanjut, FA juga menyoroti pentingnya menggabungkan antara sanksi dan pendidikan sebagai solusi insiden tersebut. Hal ini pun dilakukan kubu Inggris yang memiliki masalah sama terhadap kasus rasisme.

&amp;ldquo;Pengalaman kami adalah menggabungkan sanksi dan pendidikan. Sementara bekerja bersama juru kampanya seperti Kick It Out dan kemajuan nyata dapat terjadi. Tetapi masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan,&amp;rdquo; lanjut pernyataan tersebut.
Pada laga tersebut Inggris sukses memenangi laga kontra Montenegro dengan skor 5-1. Dewan Kontrol, Etika, dan Disiplin UEFA akan mendengarkan kasus ini pada 16 Mei 2019.</content:encoded></item></channel></rss>
