<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Ayah-Anak yang Sukses Berkarier di Liga Spanyol</title><description>Berikut ini adalah lima pasangan ayah-anak yang memiliki karier apik di Liga Spanyol.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/03/27/46/2035799/5-ayah-anak-yang-sukses-berkarier-di-liga-spanyol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/03/27/46/2035799/5-ayah-anak-yang-sukses-berkarier-di-liga-spanyol"/><item><title>5 Ayah-Anak yang Sukses Berkarier di Liga Spanyol</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/03/27/46/2035799/5-ayah-anak-yang-sukses-berkarier-di-liga-spanyol</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/03/27/46/2035799/5-ayah-anak-yang-sukses-berkarier-di-liga-spanyol</guid><pubDate>Rabu 27 Maret 2019 19:35 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/27/46/2035799/5-ayah-anak-yang-sukses-berkarier-di-liga-spanyol-n2OGNtHNX7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Johan Cruyff (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/27/46/2035799/5-ayah-anak-yang-sukses-berkarier-di-liga-spanyol-n2OGNtHNX7.jpg</image><title>Johan Cruyff (Foto: AFP)</title></images><description>SEBAGAI olaharaga yang paling populer di dunia, tak mengherankan jika sepakbola selalu digemari dari generasi ke generasi. Bahkan, tak jarang pula seseorang berkarier sebagai pesepakbola lantaran mengikuti jejak pendahulunya.
Salah satu contoh yang paling terkenal berasal dari Italia, di mana Paolo Maldini mengikuti jejak sang ayah Cesare Maldini untuk merumput dan menjadi legenda AC Milan. Tak hanya di Italia, kasus ayah-anak yang memiliki karier sama sebagai pesepakbola juga cukup banyak terjadi di Liga Spanyol. Berikut ini adalah lima pasangan ayah-anak yang memiliki karier apik di Liga Spanyol.
5. Carlos dan Sergio Busquets

Jauh sebelum Sergio Busquets berkarier sebagai pesepakbola, sang ayah Carlos Busquets telah merasakan atmosfer lapangan hijau lebih dulu. Berbeda dengan Busquets yang notabene adalah gelandang, Carlos merupakan seorang penjaga gawang.
Carlos direkrut oleh Barcelona setelah kepergian Andoni Zubizareta. Pada medio 1994-1996 di bawah asuhan Johan Cruyff, Carlos menjadi pilihan utama untuk mengawal gawang Blaugrana. Meski torehan Carlos bersama Barca kala itu terbilang apik, namun catatannya kini kalah jauh dari sang anak. Seperti diketahui, sejak naik ke tim utama Barca pada 2008, Busquets selalu menampilkan performa positif dan membantu mereka memenangkan banyak gelar. Bahkan hingga kini jasa Busquets masih dipakai.

4. Periko dan Xabi Alonso

Bisa dibilang dua pemain asal Basque yang paling sukses di dunia  sepakbola adalah pasangan ayah-anak Periko dan Xabi Alonso. Periko  merupakan pemain yang mengantarkan Real Sociedad dan Barcelona meraih  gelar juara Liga Spanyol pada medio 1980-an. Setelah pensiun, Periko pun  melanjutkan karier sebagai pelatih.
Meski prestasi Periko bisa dibilang apik, namun torehan yang dimiliki  sang anak Xabi Alonso nyatanya lebih luar biasa. Tidak hanya sekadar  memenangi Liga Spanyol bersama Real Madrid, namun Alonso juga membawa  Timnas Spanyol menjadi juara dunia. Alonso mungkin bisa dibilang sebagai  salah satu gelandang paling hebat yang pernah dimiliki Spanyol.
3. Johan dan Jordi Cruyff

Johan Cruyff merupakan salah satu sosok yang paling penting dalam   sejarah Barcelona. Pasalnya, Cruyff tidak hanya mengantarkan El Barca   berjaya saat masih menjadi pemain, namun juga ketika pria asal Belanda   itu menjabat sebagai pelatih.
Cruyff merupakan pria yang sangat mencintai Barcelona, hingga ia   memberi nama anaknya yang sangat kental dengan rasa Catalan, yakni Jordi   Cruyff. Sama halnya dengan sang ayah, Jordi juga bermain untuk   Barcelona. Kendati begitu, ia juga mencatatkan penampilan bersama klub   lain, seperti Deportivo Alaves dan Espanyol. Meski nama Jordi tak bisa   menyaingi prestasi ayahnya, namun ia mampu mencatatkan penampilan lebih   banyak di pentas Liga Spanyol ketimbang sang ayah
2. Miguel dan Pepe Reina

Pasangan ayah-anak lainnya yang juga memiliki karier apik adalah    Miguel dan Pepe Reina. Miguel bergabung dengan Barcelona pada 1966 dan    bertahan selama tujuh musim di sana sebelum akhirnya hengkang ke    Atletico Madrid. Selama berkarier sebagai pesepakbola, Miguel pernah    menerima penghargaan Zamora, sebagai penjaga gawang yang kebobolan    paling sedikit dalam satu musim kompetisi Liga Spanyol.
Sama halnya dengan sang ayah, Reina pun memilih berkarier sebagai    penjaga gawang. Luar biasanya, apa yang ditorehkan Reina mampu melebihi    sang ayah, seperti yang dilakukan Xabi Alonso dan Sergio Busquets.   Reina  merupakan bagian dari Timnas Spanyol kala memenangai Piala Eropa   2008  dan 2012 serta Piala Dunia 2010.
1. Mazinho, Thiago, dan Rafinha Alcantara

Apabila pada umumnya seorang ayah hanya memiliki satu putera yang     sukses di dunia sepakbola, maka hal itu nampaknya tak berlaku bagi     Mazinho. Mantan penggawa Timnas Brasil itu memiliki dua putera yang     ternyata punya bakat sepakbola luar biasa, yaitu Thiago dan Rafinha     Alcantara. Baik Thiago dan Rafinha lahir sebelum Mazinho hengkang dari     Brasil ke Spanyol untuk bergabung dengan Valencia.
Meski demikian, masa kecil Thiago dan Rafinha banyak dihabiskan di     Spanyol dan mereka berdua bergabung dengan akademi Barcelona. Thiago     berkarier di Barca hingga 2013 dan mencatatkan 68 penampilan  sebelum     hengkang ke Bayern Munich. Sedangkan Rafinha, hingga saat ini masih     bertahan di Barca. Sayangnya, Rafinha kerap terserang cedera yang     membuat perkembangan kariernya terhambat.</description><content:encoded>SEBAGAI olaharaga yang paling populer di dunia, tak mengherankan jika sepakbola selalu digemari dari generasi ke generasi. Bahkan, tak jarang pula seseorang berkarier sebagai pesepakbola lantaran mengikuti jejak pendahulunya.
Salah satu contoh yang paling terkenal berasal dari Italia, di mana Paolo Maldini mengikuti jejak sang ayah Cesare Maldini untuk merumput dan menjadi legenda AC Milan. Tak hanya di Italia, kasus ayah-anak yang memiliki karier sama sebagai pesepakbola juga cukup banyak terjadi di Liga Spanyol. Berikut ini adalah lima pasangan ayah-anak yang memiliki karier apik di Liga Spanyol.
5. Carlos dan Sergio Busquets

Jauh sebelum Sergio Busquets berkarier sebagai pesepakbola, sang ayah Carlos Busquets telah merasakan atmosfer lapangan hijau lebih dulu. Berbeda dengan Busquets yang notabene adalah gelandang, Carlos merupakan seorang penjaga gawang.
Carlos direkrut oleh Barcelona setelah kepergian Andoni Zubizareta. Pada medio 1994-1996 di bawah asuhan Johan Cruyff, Carlos menjadi pilihan utama untuk mengawal gawang Blaugrana. Meski torehan Carlos bersama Barca kala itu terbilang apik, namun catatannya kini kalah jauh dari sang anak. Seperti diketahui, sejak naik ke tim utama Barca pada 2008, Busquets selalu menampilkan performa positif dan membantu mereka memenangkan banyak gelar. Bahkan hingga kini jasa Busquets masih dipakai.

4. Periko dan Xabi Alonso

Bisa dibilang dua pemain asal Basque yang paling sukses di dunia  sepakbola adalah pasangan ayah-anak Periko dan Xabi Alonso. Periko  merupakan pemain yang mengantarkan Real Sociedad dan Barcelona meraih  gelar juara Liga Spanyol pada medio 1980-an. Setelah pensiun, Periko pun  melanjutkan karier sebagai pelatih.
Meski prestasi Periko bisa dibilang apik, namun torehan yang dimiliki  sang anak Xabi Alonso nyatanya lebih luar biasa. Tidak hanya sekadar  memenangi Liga Spanyol bersama Real Madrid, namun Alonso juga membawa  Timnas Spanyol menjadi juara dunia. Alonso mungkin bisa dibilang sebagai  salah satu gelandang paling hebat yang pernah dimiliki Spanyol.
3. Johan dan Jordi Cruyff

Johan Cruyff merupakan salah satu sosok yang paling penting dalam   sejarah Barcelona. Pasalnya, Cruyff tidak hanya mengantarkan El Barca   berjaya saat masih menjadi pemain, namun juga ketika pria asal Belanda   itu menjabat sebagai pelatih.
Cruyff merupakan pria yang sangat mencintai Barcelona, hingga ia   memberi nama anaknya yang sangat kental dengan rasa Catalan, yakni Jordi   Cruyff. Sama halnya dengan sang ayah, Jordi juga bermain untuk   Barcelona. Kendati begitu, ia juga mencatatkan penampilan bersama klub   lain, seperti Deportivo Alaves dan Espanyol. Meski nama Jordi tak bisa   menyaingi prestasi ayahnya, namun ia mampu mencatatkan penampilan lebih   banyak di pentas Liga Spanyol ketimbang sang ayah
2. Miguel dan Pepe Reina

Pasangan ayah-anak lainnya yang juga memiliki karier apik adalah    Miguel dan Pepe Reina. Miguel bergabung dengan Barcelona pada 1966 dan    bertahan selama tujuh musim di sana sebelum akhirnya hengkang ke    Atletico Madrid. Selama berkarier sebagai pesepakbola, Miguel pernah    menerima penghargaan Zamora, sebagai penjaga gawang yang kebobolan    paling sedikit dalam satu musim kompetisi Liga Spanyol.
Sama halnya dengan sang ayah, Reina pun memilih berkarier sebagai    penjaga gawang. Luar biasanya, apa yang ditorehkan Reina mampu melebihi    sang ayah, seperti yang dilakukan Xabi Alonso dan Sergio Busquets.   Reina  merupakan bagian dari Timnas Spanyol kala memenangai Piala Eropa   2008  dan 2012 serta Piala Dunia 2010.
1. Mazinho, Thiago, dan Rafinha Alcantara

Apabila pada umumnya seorang ayah hanya memiliki satu putera yang     sukses di dunia sepakbola, maka hal itu nampaknya tak berlaku bagi     Mazinho. Mantan penggawa Timnas Brasil itu memiliki dua putera yang     ternyata punya bakat sepakbola luar biasa, yaitu Thiago dan Rafinha     Alcantara. Baik Thiago dan Rafinha lahir sebelum Mazinho hengkang dari     Brasil ke Spanyol untuk bergabung dengan Valencia.
Meski demikian, masa kecil Thiago dan Rafinha banyak dihabiskan di     Spanyol dan mereka berdua bergabung dengan akademi Barcelona. Thiago     berkarier di Barca hingga 2013 dan mencatatkan 68 penampilan  sebelum     hengkang ke Bayern Munich. Sedangkan Rafinha, hingga saat ini masih     bertahan di Barca. Sayangnya, Rafinha kerap terserang cedera yang     membuat perkembangan kariernya terhambat.</content:encoded></item></channel></rss>
