<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Pesepakbola dengan Gaji Tertinggi di Inggris, Sanchez Kecil Hidup Menderita</title><description>Sanchez menjalani hidup yang menderita saat kecil, sebelum sukses seperti sekarang.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/03/16/51/2030557/jadi-pesepakbola-dengan-gaji-tertinggi-di-inggris-sanchez-kecil-hidup-menderita</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/03/16/51/2030557/jadi-pesepakbola-dengan-gaji-tertinggi-di-inggris-sanchez-kecil-hidup-menderita"/><item><title>Jadi Pesepakbola dengan Gaji Tertinggi di Inggris, Sanchez Kecil Hidup Menderita</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/03/16/51/2030557/jadi-pesepakbola-dengan-gaji-tertinggi-di-inggris-sanchez-kecil-hidup-menderita</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/03/16/51/2030557/jadi-pesepakbola-dengan-gaji-tertinggi-di-inggris-sanchez-kecil-hidup-menderita</guid><pubDate>Sabtu 16 Maret 2019 08:05 WIB</pubDate><dc:creator>Djanti Virantika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/03/15/51/2030557/jadi-pesepakbola-dengan-gaji-tertinggi-di-inggris-sanchez-kecil-hidup-menderita-RZZHOAoCqK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sanchez kini membela Manchester United. (Foto: REUTERS/Paul Childs)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/03/15/51/2030557/jadi-pesepakbola-dengan-gaji-tertinggi-di-inggris-sanchez-kecil-hidup-menderita-RZZHOAoCqK.jpg</image><title>Sanchez kini membela Manchester United. (Foto: REUTERS/Paul Childs)</title></images><description>NAMA Alexis Sanchez tentu sudah tak asing lagi di telinga para pencinta sepakbola. Pemain asal Cile ini telah menjelma menjadi pesepakbola top dunia. Beberapa tim papan atas di Eropa pun pernah disinggahi Sanchez, mulai dari Barcelona hingga Manchester United.
Karier Sanchez di dunia sepakbola memang terbilang sukses. Berkat kemampuannya yang gemilang dalam mengolah si kulit bundar, pemain berusia 30 tahun tersebut saat ini menyandang status sebagai pemain dengan gaji termahal di Liga Inggris. Gajinya di Man United kini mencapai 500 ribu poundsterling atau sekira Rp6,5 miliar per pekan.

(Sanchez semasa kecil)
Dengan gaji yang fantastis tersebut, hidup Sanchez tentu saja bak bagai di surga. Ia bisa memiliki semua yang diinginkannya. Tapi siapa sangka, sebelum hidup bergelimang harta seperti saat ini, Sanchez kecil sangat menderita. Ia perlu bekerja keras untuk bisa mengumpulkan pundi-pundi uang.
Kehidupan Sanchez kecil memang jauh dari kata sempurna. Tak hanya secara finansial, Sanchez juga kekurangan kasih sayang. Pria yang lahir pada 19 Desember 1988 ini harus hidup menderita lantaran ditinggal pergi oleh sang ayah, Gullermo Soto, sejak masih kecil. Sang ayah yang pengangguran memutuskan untuk meninggalkan istrinya, Martina Sanchez, serta anak-anaknya beberapa bulan setelah kelahiran Sanchez. Masalah ekonomi jadi alasan utamanya.

Seperginya sang ayah, ibu Sanchez harus berjuang seorang diri. Mulai dari menjual ikan hingga bunga dijalani sang ibu hanya demi menghidupkan anak-anaknya. Meski sang adik serta kakak Martina memberi bantuan, kehidupan Sanchez tetap tak berkecukupan.
Mendapati kondisi ini, Martina akhirnya meminta bantuan kepada saudaranya, Jose Delaigue. Bantuan yang ditawarkan Delaigue saat itu adalah mengadopsi salah satu anak Martina. Akhirnya, Martina memutuskan untuk menitipkan Sanchez kepada sang paman. Di bawah asuhan sang paman, kehidupan Sanchez pun tak benar-benar membaik lantaran kondisi finansial Delaigue yang juga kurang baik.

(Sanchez saat baru bergabung tim sekolah sepakbola)
Tetapi, sang paman tetap berusaha mengasuh Sanchez sebaik mungkin. Ia bahkan memperkenalkan Sanchez ke dunia sepakbola dengan memasukkannya ke sekolah sepakbola bernama Club Arauco. Dari sanalah Sanchez akhirnya bisa menjelma menjadi superstar di dunia sepakbola seperti saat ini. Kehidupannya telah berbanding terbalik 100 derajat. Orang-orang kini memuji dan menjadikannya sebagai panutan.</description><content:encoded>NAMA Alexis Sanchez tentu sudah tak asing lagi di telinga para pencinta sepakbola. Pemain asal Cile ini telah menjelma menjadi pesepakbola top dunia. Beberapa tim papan atas di Eropa pun pernah disinggahi Sanchez, mulai dari Barcelona hingga Manchester United.
Karier Sanchez di dunia sepakbola memang terbilang sukses. Berkat kemampuannya yang gemilang dalam mengolah si kulit bundar, pemain berusia 30 tahun tersebut saat ini menyandang status sebagai pemain dengan gaji termahal di Liga Inggris. Gajinya di Man United kini mencapai 500 ribu poundsterling atau sekira Rp6,5 miliar per pekan.

(Sanchez semasa kecil)
Dengan gaji yang fantastis tersebut, hidup Sanchez tentu saja bak bagai di surga. Ia bisa memiliki semua yang diinginkannya. Tapi siapa sangka, sebelum hidup bergelimang harta seperti saat ini, Sanchez kecil sangat menderita. Ia perlu bekerja keras untuk bisa mengumpulkan pundi-pundi uang.
Kehidupan Sanchez kecil memang jauh dari kata sempurna. Tak hanya secara finansial, Sanchez juga kekurangan kasih sayang. Pria yang lahir pada 19 Desember 1988 ini harus hidup menderita lantaran ditinggal pergi oleh sang ayah, Gullermo Soto, sejak masih kecil. Sang ayah yang pengangguran memutuskan untuk meninggalkan istrinya, Martina Sanchez, serta anak-anaknya beberapa bulan setelah kelahiran Sanchez. Masalah ekonomi jadi alasan utamanya.

Seperginya sang ayah, ibu Sanchez harus berjuang seorang diri. Mulai dari menjual ikan hingga bunga dijalani sang ibu hanya demi menghidupkan anak-anaknya. Meski sang adik serta kakak Martina memberi bantuan, kehidupan Sanchez tetap tak berkecukupan.
Mendapati kondisi ini, Martina akhirnya meminta bantuan kepada saudaranya, Jose Delaigue. Bantuan yang ditawarkan Delaigue saat itu adalah mengadopsi salah satu anak Martina. Akhirnya, Martina memutuskan untuk menitipkan Sanchez kepada sang paman. Di bawah asuhan sang paman, kehidupan Sanchez pun tak benar-benar membaik lantaran kondisi finansial Delaigue yang juga kurang baik.

(Sanchez saat baru bergabung tim sekolah sepakbola)
Tetapi, sang paman tetap berusaha mengasuh Sanchez sebaik mungkin. Ia bahkan memperkenalkan Sanchez ke dunia sepakbola dengan memasukkannya ke sekolah sepakbola bernama Club Arauco. Dari sanalah Sanchez akhirnya bisa menjelma menjadi superstar di dunia sepakbola seperti saat ini. Kehidupannya telah berbanding terbalik 100 derajat. Orang-orang kini memuji dan menjadikannya sebagai panutan.</content:encoded></item></channel></rss>
