<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pelatih Malaysia Akui Jadikan Bola Mati Sebagai Senjata Saat Hadapi Indonesia</title><description>Dua gol Malaysia ke gawang Indonesia berasal dari skema bola mati</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/02/21/51/2020829/pelatih-malaysia-akui-jadikan-bola-mati-sebagai-senjata-saat-hadapi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/02/21/51/2020829/pelatih-malaysia-akui-jadikan-bola-mati-sebagai-senjata-saat-hadapi-indonesia"/><item><title>Pelatih Malaysia Akui Jadikan Bola Mati Sebagai Senjata Saat Hadapi Indonesia</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/02/21/51/2020829/pelatih-malaysia-akui-jadikan-bola-mati-sebagai-senjata-saat-hadapi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/02/21/51/2020829/pelatih-malaysia-akui-jadikan-bola-mati-sebagai-senjata-saat-hadapi-indonesia</guid><pubDate>Kamis 21 Februari 2019 04:53 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/21/51/2020829/pelatih-malaysia-akui-jadikan-bola-mati-sebagai-senjata-saat-hadapi-indonesia-Gwtmm802Yo.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Timnas Indonesia ditahan 2-2 oleh Malaysia di Piala AFF U-22 2019 (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/21/51/2020829/pelatih-malaysia-akui-jadikan-bola-mati-sebagai-senjata-saat-hadapi-indonesia-Gwtmm802Yo.jpeg</image><title>Timnas Indonesia ditahan 2-2 oleh Malaysia di Piala AFF U-22 2019 (Foto: PSSI)</title></images><description>PNOM PENH &amp;ndash; Timnas Indonesia kembali meraih hasil imbang di fase grup Piala AFF U-22 2019. Bertemu Malaysia di matchday kedua, Witan Sulaiman dan rekan-rekan gagal meraih poin penuh usai diimbangi sang lawan 2-2 pada laga yang dilangsungkan di Olympic Stadium, Rabu 20 Februari 2019 malam WIB.
Dua gol Indonesia pada laga itu masing-masing dicetak oleh Marinus Wanewar (53&amp;rsquo;) dan Witan Sulaiman (77&amp;rsquo;). Sayang, Indonesia gagal mempertahankan keunggulan mereka. Malaysia mampu mencuri dua gol yang semua tercipta dari skema bola mati.

Pelatih Malaysia, Ong Kim Swee, mengakui jika bola-bola mati memang menjadi senjata timnya untuk menghadapi pasukan Indra Sjafri. Ia mengaku harus menyederhanakan permainan Malaysia, dan memaksimalkan kelebihan dari pemainnya, yakni menciptakan gol melalui peluang bola mati.
Baca juga: Indra Sjafri Kecewa Timnas Indonesia U-22 Gagal Antisipasi Bola Mati Malaysia
&quot;Itu yang coba kami asah (skema bola mati), karena itu adalah kelebihan mereka. Semua tahu bahwa kami tidak memiliki pemain secara lengkap saat ini. Dengan kondisi seperti itu, maka tidak bisa untuk kami memainkan sepakbola yang bagus, kami butuh melakukan apa yang kami lakukan. Jadi dua bola mati tersebut adalah contoh yang bagus bahwa mereka bisa tampil berbeda,&amp;rdquo; ujar Ong Kim Wee, melansir dari laman Goal, Kamis (21/2/2019).

Hasil ini membuat pasukan Garuda Muda berada di peringkat kedua klasemen sementara Grup B dengan koleksi dua poin. Sementara puncak klasemen ditempati tim tuan rumah, Kamboja yang sukses menyapu dua laga dengan kemenangan.
</description><content:encoded>PNOM PENH &amp;ndash; Timnas Indonesia kembali meraih hasil imbang di fase grup Piala AFF U-22 2019. Bertemu Malaysia di matchday kedua, Witan Sulaiman dan rekan-rekan gagal meraih poin penuh usai diimbangi sang lawan 2-2 pada laga yang dilangsungkan di Olympic Stadium, Rabu 20 Februari 2019 malam WIB.
Dua gol Indonesia pada laga itu masing-masing dicetak oleh Marinus Wanewar (53&amp;rsquo;) dan Witan Sulaiman (77&amp;rsquo;). Sayang, Indonesia gagal mempertahankan keunggulan mereka. Malaysia mampu mencuri dua gol yang semua tercipta dari skema bola mati.

Pelatih Malaysia, Ong Kim Swee, mengakui jika bola-bola mati memang menjadi senjata timnya untuk menghadapi pasukan Indra Sjafri. Ia mengaku harus menyederhanakan permainan Malaysia, dan memaksimalkan kelebihan dari pemainnya, yakni menciptakan gol melalui peluang bola mati.
Baca juga: Indra Sjafri Kecewa Timnas Indonesia U-22 Gagal Antisipasi Bola Mati Malaysia
&quot;Itu yang coba kami asah (skema bola mati), karena itu adalah kelebihan mereka. Semua tahu bahwa kami tidak memiliki pemain secara lengkap saat ini. Dengan kondisi seperti itu, maka tidak bisa untuk kami memainkan sepakbola yang bagus, kami butuh melakukan apa yang kami lakukan. Jadi dua bola mati tersebut adalah contoh yang bagus bahwa mereka bisa tampil berbeda,&amp;rdquo; ujar Ong Kim Wee, melansir dari laman Goal, Kamis (21/2/2019).

Hasil ini membuat pasukan Garuda Muda berada di peringkat kedua klasemen sementara Grup B dengan koleksi dua poin. Sementara puncak klasemen ditempati tim tuan rumah, Kamboja yang sukses menyapu dua laga dengan kemenangan.
</content:encoded></item></channel></rss>
