<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Pemain Bintang yang Hina sang Mantan Klub</title><description>Berikut 5 Pemain Bintang yang Hina sang Mantan Klub</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/02/11/51/2016520/5-pemain-bintang-yang-hina-sang-mantan-klub</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/02/11/51/2016520/5-pemain-bintang-yang-hina-sang-mantan-klub"/><item><title>5 Pemain Bintang yang Hina sang Mantan Klub</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/02/11/51/2016520/5-pemain-bintang-yang-hina-sang-mantan-klub</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/02/11/51/2016520/5-pemain-bintang-yang-hina-sang-mantan-klub</guid><pubDate>Senin 11 Februari 2019 19:56 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/02/11/51/2016520/5-pemain-bintang-yang-hina-sang-mantan-klub-QHlBbmu1Jf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Zlatan Ibrahimovic dan Lionel Messi (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/02/11/51/2016520/5-pemain-bintang-yang-hina-sang-mantan-klub-QHlBbmu1Jf.jpg</image><title>Zlatan Ibrahimovic dan Lionel Messi (Foto: Reuters)</title></images><description>PERPISAHAN memang identik jauh dari kata damai. Setidaknya inilah yang kadang terjadi dalam hubungan antara seorang atlet sepakbola dengan klub lamanya. Melakoni karier di lapangan hijau sebagai bagian dari klub, masalah kecil hingga perpecahan berbuntut perceraian pernah dirasakan para pemain dunia.
Kali ini, Okezone telah menghimpun kasus perpisahan dengan bumbu drama yang dialami lima pemain dunia dengan dominasi dari Barcelona. Mulai Ibrahimovic hingga Messi, berikut lima pesepakbola yang mengejek sang mantan, dikutip dari Sportskeeda, Senin (11/1/2019).
5. Mario Balotelli

Mario Balotelli sempat menjadi salah satu andalan di lini depan Liverpoo. Tetapi siapa disangka perpisahannya dengan klub berjuluk The Reds itu menuai bermacam kontroversi. Diantaranya adalah ungkapan sang pemain yang mengatakan jika dirinya tidak pernah nyaman bermain untuk klub yang bermarkas di Anfield tersebut.
&quot;Terlepas dari para penggemar, yang fantastis, dan beberapa pemain yang sangat cocok dengan saya, saya tidak suka berada di sana (Liverpool). Saya punya dua pelatih, dengan Rodgers dan Klopp untuk waktu yang singkat, tetapi baik metode maupun kepribadian mereka tidak meninggalkan saya dengan kesan yang baik,&amp;rdquo; ujar Ballotelli.4. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic mengakui jika membela Barcelona merupakan salah  satu mimpinya sebagai pemain sepakbola. Akan tetapi, sejak kehadiran  Lionel Messi, pemain asal Swedia itu mengaku tak lagi nyaman bermain  dengan tim asal Katalan tersebut. Ia merasa Messi telah membuatnya  kehilangan di skuad utama Barca.
&amp;ldquo;Aku punya mimpi untuk datang ke Barcelona. Tapi setelah itu aku  berpikir bahwa mungkin kamu harus menjaga mimpimu, daripada  mewujudkannya,&amp;rdquo; ujar Ibrahimovic
&amp;ldquo;Itu dimulai dengan baik tetapi kemudian Lionel Messi mulai  berbicara. Dia ingin bermain di tengah, bukan di sayap, sehingga sistem  berubah dari 4-3-3 menjadi 4-5-1. Saya dikorbankan dan tidak lagi  memiliki kebebasan di lapangan yang saya butuhkan untuk berhasil,&amp;rdquo;  tambahnya.3. Neymar
&amp;nbsp;
Siapa tak kenal Neymar. Bintang sepakbola asal Brasil itu sebelumnya digadang menjadi andalan Barcelona dan menjadi suksesor Lionel Messi. Namun, hubungan manis Neymar dan Blaugrana hanya bertahan empat musim. Pemain berusia 25 tahun itu hengkang ke Paris Saint-Germain (PSG) pada 2017 dengan status pemain termahal dunia sekaligus memberikan luka bagi Barcelona.
&amp;ldquo;Tidak ada yang ingin saya sampaikan untuk para petinggi klub. Meski saya akui saya kecewa dengan mereka. Saya menghabiskan empat tahun di sana dan sangat bahagia. Saya mulai bahagia, menghabiskan empat tahun bahagia dan pergi bahagia. Tetapi tidak dengan mereka (pejabat klub),&amp;rdquo; ujar Neymar.2. Dani Alves
&amp;nbsp;
Dani Alves menjadi salah satu fullback terbaik yang dimiliki  Barcelona pada masanya. Pemain asal Brasil itu bahkan menjadi salah satu  pemain bertahan yang kerap merepotkan lini pertahanan lawan. Berbagai  tropi bersama Blaugrana pun telah didapatnya.
Akan tetapi, setelah delapan musim berada di Barca, Alves akhirnya  memutuskan untuk hengkang setelah merasa pihan manajemen tak lagi  menghargai keberadaannya di dalam tim.
&amp;ldquo;Selama tiga musim terakhir saya, saya selalu mendengar bahwa mereka  akan melepas saya ke klub lain, tetapi manajer tidak pernah mengatakan  apa pun kepada saya. Mereka sangat salah dan tidak berterima kasih.  Mereka tidak menghormati saya,&amp;rdquo; ujar Alves.
&quot;Saya hanya ditawari untuk memperbarui ketika larangan transfer FIFA  masuk. Saat itulah saya pergi dan menandatangani kesepakatan dengan  klausul pemutusan hubungan kerja. Mereka yang menjalankan Barcelona hari  ini (manajemen) tidak tahu bagaimana memperlakukan pemain,&amp;rdquo; tukasnya.1. Pepe
&amp;nbsp;
Pepe menghabiskan 10 tahun bersama Real Madrid, sebuah waktu yang   terbilang lama dalam menjaga keharmonisan dengan klub. Namun, pemain   asal Portugal itu merasa Madrid tak lagi menghargainya lantaran hanya   memberikan perpanjangan kontrak selama satu tahun saja. Mengetahui hal   tersebut, Pepe pun memutuskan hengkang dari Santiago Bernabeu pada 2017   kemarin.
&amp;ldquo;Madrid tidak menawarkan saya dua tahun untuk kontrak baru, mereka   hanya menawari saya satu tahun, jadi jelas bahwa saya tidak akan   melanjutkan dengan Real Madrid. Ada cara untuk berbicara dan   bernegosiasi tetapi klub tidak bertindak dengan benar. Itu mengganggu   saya,&amp;rdquo; ujar Pepe.</description><content:encoded>PERPISAHAN memang identik jauh dari kata damai. Setidaknya inilah yang kadang terjadi dalam hubungan antara seorang atlet sepakbola dengan klub lamanya. Melakoni karier di lapangan hijau sebagai bagian dari klub, masalah kecil hingga perpecahan berbuntut perceraian pernah dirasakan para pemain dunia.
Kali ini, Okezone telah menghimpun kasus perpisahan dengan bumbu drama yang dialami lima pemain dunia dengan dominasi dari Barcelona. Mulai Ibrahimovic hingga Messi, berikut lima pesepakbola yang mengejek sang mantan, dikutip dari Sportskeeda, Senin (11/1/2019).
5. Mario Balotelli

Mario Balotelli sempat menjadi salah satu andalan di lini depan Liverpoo. Tetapi siapa disangka perpisahannya dengan klub berjuluk The Reds itu menuai bermacam kontroversi. Diantaranya adalah ungkapan sang pemain yang mengatakan jika dirinya tidak pernah nyaman bermain untuk klub yang bermarkas di Anfield tersebut.
&quot;Terlepas dari para penggemar, yang fantastis, dan beberapa pemain yang sangat cocok dengan saya, saya tidak suka berada di sana (Liverpool). Saya punya dua pelatih, dengan Rodgers dan Klopp untuk waktu yang singkat, tetapi baik metode maupun kepribadian mereka tidak meninggalkan saya dengan kesan yang baik,&amp;rdquo; ujar Ballotelli.4. Zlatan Ibrahimovic

Zlatan Ibrahimovic mengakui jika membela Barcelona merupakan salah  satu mimpinya sebagai pemain sepakbola. Akan tetapi, sejak kehadiran  Lionel Messi, pemain asal Swedia itu mengaku tak lagi nyaman bermain  dengan tim asal Katalan tersebut. Ia merasa Messi telah membuatnya  kehilangan di skuad utama Barca.
&amp;ldquo;Aku punya mimpi untuk datang ke Barcelona. Tapi setelah itu aku  berpikir bahwa mungkin kamu harus menjaga mimpimu, daripada  mewujudkannya,&amp;rdquo; ujar Ibrahimovic
&amp;ldquo;Itu dimulai dengan baik tetapi kemudian Lionel Messi mulai  berbicara. Dia ingin bermain di tengah, bukan di sayap, sehingga sistem  berubah dari 4-3-3 menjadi 4-5-1. Saya dikorbankan dan tidak lagi  memiliki kebebasan di lapangan yang saya butuhkan untuk berhasil,&amp;rdquo;  tambahnya.3. Neymar
&amp;nbsp;
Siapa tak kenal Neymar. Bintang sepakbola asal Brasil itu sebelumnya digadang menjadi andalan Barcelona dan menjadi suksesor Lionel Messi. Namun, hubungan manis Neymar dan Blaugrana hanya bertahan empat musim. Pemain berusia 25 tahun itu hengkang ke Paris Saint-Germain (PSG) pada 2017 dengan status pemain termahal dunia sekaligus memberikan luka bagi Barcelona.
&amp;ldquo;Tidak ada yang ingin saya sampaikan untuk para petinggi klub. Meski saya akui saya kecewa dengan mereka. Saya menghabiskan empat tahun di sana dan sangat bahagia. Saya mulai bahagia, menghabiskan empat tahun bahagia dan pergi bahagia. Tetapi tidak dengan mereka (pejabat klub),&amp;rdquo; ujar Neymar.2. Dani Alves
&amp;nbsp;
Dani Alves menjadi salah satu fullback terbaik yang dimiliki  Barcelona pada masanya. Pemain asal Brasil itu bahkan menjadi salah satu  pemain bertahan yang kerap merepotkan lini pertahanan lawan. Berbagai  tropi bersama Blaugrana pun telah didapatnya.
Akan tetapi, setelah delapan musim berada di Barca, Alves akhirnya  memutuskan untuk hengkang setelah merasa pihan manajemen tak lagi  menghargai keberadaannya di dalam tim.
&amp;ldquo;Selama tiga musim terakhir saya, saya selalu mendengar bahwa mereka  akan melepas saya ke klub lain, tetapi manajer tidak pernah mengatakan  apa pun kepada saya. Mereka sangat salah dan tidak berterima kasih.  Mereka tidak menghormati saya,&amp;rdquo; ujar Alves.
&quot;Saya hanya ditawari untuk memperbarui ketika larangan transfer FIFA  masuk. Saat itulah saya pergi dan menandatangani kesepakatan dengan  klausul pemutusan hubungan kerja. Mereka yang menjalankan Barcelona hari  ini (manajemen) tidak tahu bagaimana memperlakukan pemain,&amp;rdquo; tukasnya.1. Pepe
&amp;nbsp;
Pepe menghabiskan 10 tahun bersama Real Madrid, sebuah waktu yang   terbilang lama dalam menjaga keharmonisan dengan klub. Namun, pemain   asal Portugal itu merasa Madrid tak lagi menghargainya lantaran hanya   memberikan perpanjangan kontrak selama satu tahun saja. Mengetahui hal   tersebut, Pepe pun memutuskan hengkang dari Santiago Bernabeu pada 2017   kemarin.
&amp;ldquo;Madrid tidak menawarkan saya dua tahun untuk kontrak baru, mereka   hanya menawari saya satu tahun, jadi jelas bahwa saya tidak akan   melanjutkan dengan Real Madrid. Ada cara untuk berbicara dan   bernegosiasi tetapi klub tidak bertindak dengan benar. Itu mengganggu   saya,&amp;rdquo; ujar Pepe.</content:encoded></item></channel></rss>
