<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tinggalkan Liga Inggris, Fabregas: Itu Keputusan Sulit</title><description>Fabregas mengatakan tidak mudah meninggalkan kompetisi Liga Inggris setelah melalui waktu yang panjang.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/01/17/51/2005831/tinggalkan-liga-inggris-fabregas-itu-keputusan-sulit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/01/17/51/2005831/tinggalkan-liga-inggris-fabregas-itu-keputusan-sulit"/><item><title>Tinggalkan Liga Inggris, Fabregas: Itu Keputusan Sulit</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/01/17/51/2005831/tinggalkan-liga-inggris-fabregas-itu-keputusan-sulit</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/01/17/51/2005831/tinggalkan-liga-inggris-fabregas-itu-keputusan-sulit</guid><pubDate>Kamis 17 Januari 2019 16:49 WIB</pubDate><dc:creator>Bagas Abdiel</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/17/51/2005831/tinggalkan-liga-inggris-fabregas-itu-keputusan-sulit-m0mPsFndBL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cesc Fabregas (Foto: Laman resmi AS Monaco)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/17/51/2005831/tinggalkan-liga-inggris-fabregas-itu-keputusan-sulit-m0mPsFndBL.jpg</image><title>Cesc Fabregas (Foto: Laman resmi AS Monaco)</title></images><description>MONAKO &amp;ndash; Gelandang AS Monaco, Cesc Fabregas, mengatakan tidak mudah meninggalkan kompetisi Liga Inggris setelah melalui waktu yang panjang. Perjalanannya selama 13 tahun pun akhirnya terhenti pada pertengahah musim ini.
Pemain berpaspor Spanyol itu memutuskan hengkang dari Chelsea untuk memulai kehidupan barunya pada 2019. Awal Januari ini, Fabregas pun memilih untuk bergabung bersama AS Monaco untuk melakoni kompetisi Liga Prancis.

Ia mengatakan keputusan untuk meninggalkan Inggris adalah sesuatu yang sulit. Bahkan ia sendiri merasa seperti orang Inggris, walaupun berkewarganegaraan Spanyol. Tetapi keputusannya untuk hengkang dirasa Fabregas sudah tepat.
Baca juga Casemiro: Madrid Selalu Berjuang untuk Menang 
&amp;ldquo;Saya pikir itu adalah saat yang tepat untuk meninggalkan Liga Inggris setelah 501 pertandingan di Inggris. Sangat sulit setelah 13 tahun saya memenangkan banyak trofi di depan banyak penggemar. Bahkan kadang-kadang saya merasa lebih seperti orang Inggris ketimbang Spanyol,&amp;rdquo; ungkap Fabregas, mengutip dari Marca, Kamis (17/1/2019).

AS Monaco menjadi pelabuhan berikutnya yang kini ditangani mantan rekannya sendiri yakni Thierry Henry. Ia akan membantu klub tersebut untuk bangkit yang kini tengah terpuruk di zona degradasi Liga Prancis 2018-2019.
&amp;ldquo;Saya sudah memikirkannya, mengevaluasi pilihan saya. Itu adalah keputusan terbaik (untuk saya). Liga Prancis adalah salah satu liga terbaik di Eropa,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>MONAKO &amp;ndash; Gelandang AS Monaco, Cesc Fabregas, mengatakan tidak mudah meninggalkan kompetisi Liga Inggris setelah melalui waktu yang panjang. Perjalanannya selama 13 tahun pun akhirnya terhenti pada pertengahah musim ini.
Pemain berpaspor Spanyol itu memutuskan hengkang dari Chelsea untuk memulai kehidupan barunya pada 2019. Awal Januari ini, Fabregas pun memilih untuk bergabung bersama AS Monaco untuk melakoni kompetisi Liga Prancis.

Ia mengatakan keputusan untuk meninggalkan Inggris adalah sesuatu yang sulit. Bahkan ia sendiri merasa seperti orang Inggris, walaupun berkewarganegaraan Spanyol. Tetapi keputusannya untuk hengkang dirasa Fabregas sudah tepat.
Baca juga Casemiro: Madrid Selalu Berjuang untuk Menang 
&amp;ldquo;Saya pikir itu adalah saat yang tepat untuk meninggalkan Liga Inggris setelah 501 pertandingan di Inggris. Sangat sulit setelah 13 tahun saya memenangkan banyak trofi di depan banyak penggemar. Bahkan kadang-kadang saya merasa lebih seperti orang Inggris ketimbang Spanyol,&amp;rdquo; ungkap Fabregas, mengutip dari Marca, Kamis (17/1/2019).

AS Monaco menjadi pelabuhan berikutnya yang kini ditangani mantan rekannya sendiri yakni Thierry Henry. Ia akan membantu klub tersebut untuk bangkit yang kini tengah terpuruk di zona degradasi Liga Prancis 2018-2019.
&amp;ldquo;Saya sudah memikirkannya, mengevaluasi pilihan saya. Itu adalah keputusan terbaik (untuk saya). Liga Prancis adalah salah satu liga terbaik di Eropa,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
