<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Faktor yang Buat Madrid Gagal Raih Trofi Musim Ini</title><description>Empat faktor ini bisa mengagalkan upaya Madrid meraih trofi di musim 2018-2019.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/01/14/46/2004120/4-faktor-yang-buat-madrid-gagal-raih-trofi-musim-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/01/14/46/2004120/4-faktor-yang-buat-madrid-gagal-raih-trofi-musim-ini"/><item><title>4 Faktor yang Buat Madrid Gagal Raih Trofi Musim Ini</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/01/14/46/2004120/4-faktor-yang-buat-madrid-gagal-raih-trofi-musim-ini</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/01/14/46/2004120/4-faktor-yang-buat-madrid-gagal-raih-trofi-musim-ini</guid><pubDate>Senin 14 Januari 2019 13:08 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/14/46/2004120/4-faktor-yang-buat-madrid-gagal-raih-trofi-musim-ini-Ooj36hXUEd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Skuad Real Madrid (Foto: Twitter Real Madrid)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/14/46/2004120/4-faktor-yang-buat-madrid-gagal-raih-trofi-musim-ini-Ooj36hXUEd.jpg</image><title>Skuad Real Madrid (Foto: Twitter Real Madrid)</title></images><description>KIPRAH Real Madrid di musim 2018-2019 memang jauh dari kata memuaskan. Hal tersebut terbukti dengan serangkaian hasil minor yang harus didapat Los Merengues &amp;ndash;julukan Madrid&amp;ndash; di sepanjang musim ini.
Puncaknya, manajemen Madrid pun memecat Julen Lopetegui sebagai pelatih dan digantikan oleh Santiago Solari. Bersama Solari, performa Madrid sempat mengalami peningkatan. Tapi itu hanya sementara, Madrid kembali tampil inkonsisten.
Sejumlah fakta tersebut membuat banyak kalangan percaya bahwa Madrid bakal menutup musim ini dengan tanpa meraih satu pun gelar. Terlebih ada setidaknya empat faktor yang mendukung prediksi tersebut.
Berikut empat faktor yang buat Madrid gagal meraih trofi musim ini, seperti dikutip Okezone dari Sporskeeda, Senin (14/1/2019):
 
4. Penampilan yang Buruk

Pada saat masih dibesut oleh Zinedine Zidane, Madrid sempat disebut-sebut sebagai salah satu klub dengan gaya bermain yang luar biasa. Penampilan impresif tersebut pun berdampak dengan keberhasilan mereka menjuarai Liga Champions dalam tiga musim beruntun.
Akan tetapi setelah Zidane hengkang, ditambah perginya Cristiano Ronaldo, membuat penampilan Madrid jauh dari kata menjanjikan. Gaya bermain mengandalkan serangan balik cepat yang jadi ciri khas Madrid tak terlihat di musim ini.
Bahkan gaya bermain Madrid di musim ini cenderung tidak jelas. Mereka acap kali kebingungkan ketika mendapatkan bola di area pertahanan lawan.3. Pelatih yang Tidak Berpengalaman

Keputusan Madrid menunjuk Solari sebagai juru taktik memang bisa  disebut sebagai sebuah perjudian. Sebab sebagai seorang pelatih, karier  pria berkebangsaan Argentina tersebut memang terhitung sangat minim.
Ya, Solari hanya sempat merasakan sebagai pelatih tim junior Madrid, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai pelatih kepala Los Merengues &amp;ndash;julukan Madrid. Dengan kurang pengalaman, banyak yang yakin bahwa  Solari takkan memiliki perjalanan karier yang panjang di Madrid.
Pada saat ini saja, Solari pun merasakan besarnya tekanan sebagai  juru takik Madrid. Jika dirinya gagal memenuhi ekspektasi dari para  Madridista serta manajemen, bukan tak mungkin Solari bakal bernasib sama  dengan Lopetegui.2. Krisis Berkepanjangan

Mungkin para pemain Madrid membantah adanya krisis yang terjadi di   ruang ganti mereka. Tapi performa di atas lapangan sama sekali tidak   mencerminkan hal tersebut. Terlihat jelas para pemain nampak tidak   benar-benar fokus terhadap pertandingan.
Adanya krisis kepercayaan kepada sesama rekan setim, serta banyaknya   spekulasi mengenai masa depan sejumlah pemain jadi faktor lain yang  bisa  menyebabkan kegagalan Madrid meraih trofi di musim ini.
Situasi tersebut semakin pelik, dengan fakta bahwa Madrid saat ini   dibesut oleh juru taktik minim pengalaman untuk menanggani ego para   pemain-pemainnya sendiri.1. Kepergian Cristiano Ronaldo

Hengkangnya Ronaldo dari Estadio Santiago Bernabeu pada musim panas    tahun lalu, mungkin menjadi faktor utama di balik performa buruk yang    acap kali ditunjukkan Madrid di sepanjang musim ini. Pasalnya sosok    Ronaldo memang memiliki peran krusial di Madrid dalam beberapa tahun    terakhir.
Ya, selain memang menjadi salah satu pemain yang sangat diandalkan,    Ronaldo juga selalu berhasil memotivasi para pemain lain agar bisa    mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Kini tanpa adanya Ronaldo, Madrid    seakan-akan kehilangan sosok pemimpin mereka di lapangan.
Gareth Bale yang awalnya diproyeksikan menjadi andalan baru Madrid,    nyatanya masih terus tampil inkonsisten. Hal tersebut juga semakin    diperparah dengan cedera yang acap kali diderita oleh bintang Timnas    Wales itu.</description><content:encoded>KIPRAH Real Madrid di musim 2018-2019 memang jauh dari kata memuaskan. Hal tersebut terbukti dengan serangkaian hasil minor yang harus didapat Los Merengues &amp;ndash;julukan Madrid&amp;ndash; di sepanjang musim ini.
Puncaknya, manajemen Madrid pun memecat Julen Lopetegui sebagai pelatih dan digantikan oleh Santiago Solari. Bersama Solari, performa Madrid sempat mengalami peningkatan. Tapi itu hanya sementara, Madrid kembali tampil inkonsisten.
Sejumlah fakta tersebut membuat banyak kalangan percaya bahwa Madrid bakal menutup musim ini dengan tanpa meraih satu pun gelar. Terlebih ada setidaknya empat faktor yang mendukung prediksi tersebut.
Berikut empat faktor yang buat Madrid gagal meraih trofi musim ini, seperti dikutip Okezone dari Sporskeeda, Senin (14/1/2019):
 
4. Penampilan yang Buruk

Pada saat masih dibesut oleh Zinedine Zidane, Madrid sempat disebut-sebut sebagai salah satu klub dengan gaya bermain yang luar biasa. Penampilan impresif tersebut pun berdampak dengan keberhasilan mereka menjuarai Liga Champions dalam tiga musim beruntun.
Akan tetapi setelah Zidane hengkang, ditambah perginya Cristiano Ronaldo, membuat penampilan Madrid jauh dari kata menjanjikan. Gaya bermain mengandalkan serangan balik cepat yang jadi ciri khas Madrid tak terlihat di musim ini.
Bahkan gaya bermain Madrid di musim ini cenderung tidak jelas. Mereka acap kali kebingungkan ketika mendapatkan bola di area pertahanan lawan.3. Pelatih yang Tidak Berpengalaman

Keputusan Madrid menunjuk Solari sebagai juru taktik memang bisa  disebut sebagai sebuah perjudian. Sebab sebagai seorang pelatih, karier  pria berkebangsaan Argentina tersebut memang terhitung sangat minim.
Ya, Solari hanya sempat merasakan sebagai pelatih tim junior Madrid, sebelum akhirnya ditunjuk sebagai pelatih kepala Los Merengues &amp;ndash;julukan Madrid. Dengan kurang pengalaman, banyak yang yakin bahwa  Solari takkan memiliki perjalanan karier yang panjang di Madrid.
Pada saat ini saja, Solari pun merasakan besarnya tekanan sebagai  juru takik Madrid. Jika dirinya gagal memenuhi ekspektasi dari para  Madridista serta manajemen, bukan tak mungkin Solari bakal bernasib sama  dengan Lopetegui.2. Krisis Berkepanjangan

Mungkin para pemain Madrid membantah adanya krisis yang terjadi di   ruang ganti mereka. Tapi performa di atas lapangan sama sekali tidak   mencerminkan hal tersebut. Terlihat jelas para pemain nampak tidak   benar-benar fokus terhadap pertandingan.
Adanya krisis kepercayaan kepada sesama rekan setim, serta banyaknya   spekulasi mengenai masa depan sejumlah pemain jadi faktor lain yang  bisa  menyebabkan kegagalan Madrid meraih trofi di musim ini.
Situasi tersebut semakin pelik, dengan fakta bahwa Madrid saat ini   dibesut oleh juru taktik minim pengalaman untuk menanggani ego para   pemain-pemainnya sendiri.1. Kepergian Cristiano Ronaldo

Hengkangnya Ronaldo dari Estadio Santiago Bernabeu pada musim panas    tahun lalu, mungkin menjadi faktor utama di balik performa buruk yang    acap kali ditunjukkan Madrid di sepanjang musim ini. Pasalnya sosok    Ronaldo memang memiliki peran krusial di Madrid dalam beberapa tahun    terakhir.
Ya, selain memang menjadi salah satu pemain yang sangat diandalkan,    Ronaldo juga selalu berhasil memotivasi para pemain lain agar bisa    mengeluarkan kemampuan terbaik mereka. Kini tanpa adanya Ronaldo, Madrid    seakan-akan kehilangan sosok pemimpin mereka di lapangan.
Gareth Bale yang awalnya diproyeksikan menjadi andalan baru Madrid,    nyatanya masih terus tampil inkonsisten. Hal tersebut juga semakin    diperparah dengan cedera yang acap kali diderita oleh bintang Timnas    Wales itu.</content:encoded></item></channel></rss>
