<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>7 Fakta di Balik Kehadiran Milomir Seslija di Arema FC, Nomor 3 Paling Kontroversial</title><description>Berikut tujuh fakta kehadiran Milomir Seslija di Arema FC musim ini.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/01/12/49/2003588/7-fakta-di-balik-kehadiran-milomir-seslija-di-arema-fc-nomor-3-paling-kontroversial</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/01/12/49/2003588/7-fakta-di-balik-kehadiran-milomir-seslija-di-arema-fc-nomor-3-paling-kontroversial"/><item><title>7 Fakta di Balik Kehadiran Milomir Seslija di Arema FC, Nomor 3 Paling Kontroversial</title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/01/12/49/2003588/7-fakta-di-balik-kehadiran-milomir-seslija-di-arema-fc-nomor-3-paling-kontroversial</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/01/12/49/2003588/7-fakta-di-balik-kehadiran-milomir-seslija-di-arema-fc-nomor-3-paling-kontroversial</guid><pubDate>Sabtu 12 Januari 2019 18:10 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/12/49/2003588/7-fakta-di-balik-kehadiran-milomir-seslija-di-arema-fc-nomor-3-paling-kontroversial-5f84jYUKDy.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Pelatih Arema FC, Milomir Seslija (Foto: Avirsita Midaada/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/12/49/2003588/7-fakta-di-balik-kehadiran-milomir-seslija-di-arema-fc-nomor-3-paling-kontroversial-5f84jYUKDy.jpeg</image><title>Pelatih Arema FC, Milomir Seslija (Foto: Avirsita Midaada/Okezone)</title></images><description>MALANG &amp;ndash; Arema FC resmi menunjuk pelatih anyar untuk kompetisi 2019 adalah Milomir Seslija yang mengisi tongkat pelatih kepala tim kebanggaan masyarakat Malang. Namun di balik penunjukkan Milo -sapaan akrabnya- ada sejumlah fakta menarik dibaliknya. Berikut sejumlah fakta terkait penunjukkan Milo.

7. Pelatih&amp;nbsp; 'Balik Kucing'

Nama Milomir Seslija sebenarnya tak asing bagi masyarakat Malang, mengingat Milomir sendiri pernah menukangi dua tim Arema baik Arema FC dan Arema Indonesia. Di tahun 2011, pelatih asal Bosnia ini pernah tercatat menukangi tim Arema Indonesia di kompetisi Indonesia Premier League. Hanya bertahan 3 bulan di Arema Indonesia, Milo kemudian kembali ke negaranya. Sempat vakum Milo kemudian menukangi tim FK Slavija Sarajevo di Liga Premier Bosnia di tahun 2013.

Dua tahun meninggalkan Malang, Milo 'balik kucing' menukangi Arema FC di ajang Indonesia Soccer Championship tahun 2016. Lepas dari Arema FC, Milo sempat menukangi Persiba Balikpapan dan Madura United di tahun 2017 dan 2018. Namun di dua klub itu Milo tak lama hanya beberapa bulan saja.

Mengawali tahun 2019, Milo kembali ke Malang dengan menjalani kontrak bersama Arema FC. &amp;ldquo;Hati saya ada di sini (Malang),&amp;rdquo; ujar Milomir Seslija saat menanggapi pertanyaan mengapa balik kucing kedua kalinya ke Malang.

6. Mengalahkan Tiga Pelatih Lainnya

Sudah menjadi rahasia umum bila nama Milomir Seslija bukan kandidat  tunggal pelatih Arema FC. Manajemen bahkan terang &amp;ndash; terangan masih  menjalin komunikasi dengan beberapa pelatih.

&amp;ldquo;Sudah ada komunikasi dengan empat pelatih sebenarnya. Sepekan  terakhir ini kami komunikasinya,&amp;rdquo; ungkap General Manager Arema FC, Ruddy  Widodo menjelang akhir tahun 2018 lalu.

Selain Milo, ketiga nama lainnya yakni pelatih Arema FC musim lalu  Milan Petrovic, pelatih asal Brasil Wanderley Junior, dan satu pelatih  lokal Rahmad Darmawan.

5. Keputusan Pelatih Kepala Ada di Pemain?

Jika biasanya pertimbangan pelatih ada di tangan manajemen tim, di   Arema FC hal itu tak berarti. Beberapa kali General Manager Arema FC   Ruddy Widodo menyatakan penunjukkan pelatih kepala merupakan masukan   dari pemain dan asisten pelatih.

&amp;ldquo;Sekali lagi kami dalam memutuskan pelatih kepala berdasarkan hasil   diskusi dengan asisten pelatih dan pemain. Jadi pemain dan asisten   pelatih inginnya bagaimana,&amp;rdquo; ungkap Ruddy akhir tahun 2018.

Hal yang sama ia ulangi saat perkenalan Milomir Seslija sebagai pelatih pada Rabu 9 Januari 2019 di Kantor Arema FC.

4. Sempat Menolak Mendatangkan Hamka Hamzah

Meski nantinya akan bekerjasama di musim 2019, ternyata hubungan    Milomir Seslija dengan kapten Arema FC Hamka Hamzah pernah menghangat.

Saat itu Milo sebagai pelatih Arema FC tahun 2016, namun manajemen memutuskan untuk mendatangkan Hamka.

Rencana kedatangan Hamka ini sontak ditolak mentah &amp;ndash; mentah oleh    Milo, ia khawatir Hamka akan banyak mencampuri urusan tim terutama di    soal strategi dan formasi.

Milo pun sempat mengancam akan mundur dari pelatih bila manajemen tetap nekat mendatangkan Hamka.

Namun langkah mendatangkan Hamka tetap bulat, ia tetap datang. Milo    yang sempat terlibat perselisihan berlahan &amp;lsquo;mengalah&amp;rsquo; lantaran pemain    asal Makassar ini mampu membuktikan kemampuannya.


3. Pelatih yang Gemar Psywar ke Lawan

Disamping membumbungkan harapan bagi Aremania, pendukung Arema FC, kedatangan Milo juga menarik perhatian awak media.

Hal ini lantaran secara track record merupakan pribadi yang gemar     melempar psywar atau perang komentar ke lawan sebelum dan setelah     pertandingan.

Satu komentarnya saat masih menukangi Arema FC, ia menyebut Persipura     Jayapura sebagai juara siluman di ajang Indonesia Soccer  Championship    (ISC) 2016.

Milo menilai wasit kala itu banyak berpihak ke Persipura saat timnya     bertanding di Stadion Mandala, Jayapura jelang detik &amp;ndash; detik  penentuan    juara ISC.

Tak hanya itu Milo juga sempat terlibat perang mulut dengan Bambang     Nurdiansyah yang kala itu membesut Bhayangkara FC di ajang ISC 2016.

Banur, panggilan akrab Bambang Nurdiansyah kala itu menyebut Milo     pelatih rewel karena banyak mengeluh keputusan wasit yang dianggap     merugikan timnya kala Bhayangkara FC bertanding melawan Arema FC.

2. Tak Suka Pemainnya Makan Nasi Goreng

Setiap pelatih meman memiliki hak untuk memperlakukan pemain      asuhannya. Bagi Milo pun demikian, pelatih berlisensi UEFA PRO 2009 tak      suka melihat dan mendengar anak asuhnya memakan nasi goreng, sebelum      pertandingan.

Hal ini kembali ia ungkapkan ke awak media saat sesi perkenalan Rabu 9 Januari 2019.

&amp;ldquo;Beberapa peraturan tetap harus diatur dan ditaati oleh pemain,&amp;rdquo; tegasnya.

Namun Milo membantah bila ia alergi dengan masakan khas Indonesia      ini. &amp;ldquo;Harus kamu tahu saya juga nasi goreng. Saya hanya membolehkan      pemain nasi goreng saat hari raya saja,&amp;rdquo; tegasnya kembali.

Meski demikian ia tak melarang bila pemainnya menyukai makanan tradisional tertentu karena menghargai budaya lokal di Indonesia.

1. Pelatih yang Ramah dan Lucu

Sekilas sosok Milo memang tampak kaku, namun hal itu melebur setelah       kita berinteraksi dengan pria kelahiran Sarajevo, Bosnia ini.

Meski secara komunikasi ia belum memahami arti bahasa Indonesia, ia       tetap mencoba menyimak secara antusias. Bahkan beberapa kosakata    bahasa    Indonesia yang ia ketahui ia sebutkan  semisal &amp;lsquo;nasi goreng&amp;rsquo;,    &amp;lsquo;enak&amp;rsquo;,    terima kasih&amp;rsquo;.

Bahkan Milo beberapa kali juga sempat melemparkan candaan ke awak media dalam sesi perkenalan dirinya.

Di sisi latihan perdana Arema FC pun Milo dengan sabar melayani permintaan foto dari para pendukung Arema FC.

</description><content:encoded>MALANG &amp;ndash; Arema FC resmi menunjuk pelatih anyar untuk kompetisi 2019 adalah Milomir Seslija yang mengisi tongkat pelatih kepala tim kebanggaan masyarakat Malang. Namun di balik penunjukkan Milo -sapaan akrabnya- ada sejumlah fakta menarik dibaliknya. Berikut sejumlah fakta terkait penunjukkan Milo.

7. Pelatih&amp;nbsp; 'Balik Kucing'

Nama Milomir Seslija sebenarnya tak asing bagi masyarakat Malang, mengingat Milomir sendiri pernah menukangi dua tim Arema baik Arema FC dan Arema Indonesia. Di tahun 2011, pelatih asal Bosnia ini pernah tercatat menukangi tim Arema Indonesia di kompetisi Indonesia Premier League. Hanya bertahan 3 bulan di Arema Indonesia, Milo kemudian kembali ke negaranya. Sempat vakum Milo kemudian menukangi tim FK Slavija Sarajevo di Liga Premier Bosnia di tahun 2013.

Dua tahun meninggalkan Malang, Milo 'balik kucing' menukangi Arema FC di ajang Indonesia Soccer Championship tahun 2016. Lepas dari Arema FC, Milo sempat menukangi Persiba Balikpapan dan Madura United di tahun 2017 dan 2018. Namun di dua klub itu Milo tak lama hanya beberapa bulan saja.

Mengawali tahun 2019, Milo kembali ke Malang dengan menjalani kontrak bersama Arema FC. &amp;ldquo;Hati saya ada di sini (Malang),&amp;rdquo; ujar Milomir Seslija saat menanggapi pertanyaan mengapa balik kucing kedua kalinya ke Malang.

6. Mengalahkan Tiga Pelatih Lainnya

Sudah menjadi rahasia umum bila nama Milomir Seslija bukan kandidat  tunggal pelatih Arema FC. Manajemen bahkan terang &amp;ndash; terangan masih  menjalin komunikasi dengan beberapa pelatih.

&amp;ldquo;Sudah ada komunikasi dengan empat pelatih sebenarnya. Sepekan  terakhir ini kami komunikasinya,&amp;rdquo; ungkap General Manager Arema FC, Ruddy  Widodo menjelang akhir tahun 2018 lalu.

Selain Milo, ketiga nama lainnya yakni pelatih Arema FC musim lalu  Milan Petrovic, pelatih asal Brasil Wanderley Junior, dan satu pelatih  lokal Rahmad Darmawan.

5. Keputusan Pelatih Kepala Ada di Pemain?

Jika biasanya pertimbangan pelatih ada di tangan manajemen tim, di   Arema FC hal itu tak berarti. Beberapa kali General Manager Arema FC   Ruddy Widodo menyatakan penunjukkan pelatih kepala merupakan masukan   dari pemain dan asisten pelatih.

&amp;ldquo;Sekali lagi kami dalam memutuskan pelatih kepala berdasarkan hasil   diskusi dengan asisten pelatih dan pemain. Jadi pemain dan asisten   pelatih inginnya bagaimana,&amp;rdquo; ungkap Ruddy akhir tahun 2018.

Hal yang sama ia ulangi saat perkenalan Milomir Seslija sebagai pelatih pada Rabu 9 Januari 2019 di Kantor Arema FC.

4. Sempat Menolak Mendatangkan Hamka Hamzah

Meski nantinya akan bekerjasama di musim 2019, ternyata hubungan    Milomir Seslija dengan kapten Arema FC Hamka Hamzah pernah menghangat.

Saat itu Milo sebagai pelatih Arema FC tahun 2016, namun manajemen memutuskan untuk mendatangkan Hamka.

Rencana kedatangan Hamka ini sontak ditolak mentah &amp;ndash; mentah oleh    Milo, ia khawatir Hamka akan banyak mencampuri urusan tim terutama di    soal strategi dan formasi.

Milo pun sempat mengancam akan mundur dari pelatih bila manajemen tetap nekat mendatangkan Hamka.

Namun langkah mendatangkan Hamka tetap bulat, ia tetap datang. Milo    yang sempat terlibat perselisihan berlahan &amp;lsquo;mengalah&amp;rsquo; lantaran pemain    asal Makassar ini mampu membuktikan kemampuannya.


3. Pelatih yang Gemar Psywar ke Lawan

Disamping membumbungkan harapan bagi Aremania, pendukung Arema FC, kedatangan Milo juga menarik perhatian awak media.

Hal ini lantaran secara track record merupakan pribadi yang gemar     melempar psywar atau perang komentar ke lawan sebelum dan setelah     pertandingan.

Satu komentarnya saat masih menukangi Arema FC, ia menyebut Persipura     Jayapura sebagai juara siluman di ajang Indonesia Soccer  Championship    (ISC) 2016.

Milo menilai wasit kala itu banyak berpihak ke Persipura saat timnya     bertanding di Stadion Mandala, Jayapura jelang detik &amp;ndash; detik  penentuan    juara ISC.

Tak hanya itu Milo juga sempat terlibat perang mulut dengan Bambang     Nurdiansyah yang kala itu membesut Bhayangkara FC di ajang ISC 2016.

Banur, panggilan akrab Bambang Nurdiansyah kala itu menyebut Milo     pelatih rewel karena banyak mengeluh keputusan wasit yang dianggap     merugikan timnya kala Bhayangkara FC bertanding melawan Arema FC.

2. Tak Suka Pemainnya Makan Nasi Goreng

Setiap pelatih meman memiliki hak untuk memperlakukan pemain      asuhannya. Bagi Milo pun demikian, pelatih berlisensi UEFA PRO 2009 tak      suka melihat dan mendengar anak asuhnya memakan nasi goreng, sebelum      pertandingan.

Hal ini kembali ia ungkapkan ke awak media saat sesi perkenalan Rabu 9 Januari 2019.

&amp;ldquo;Beberapa peraturan tetap harus diatur dan ditaati oleh pemain,&amp;rdquo; tegasnya.

Namun Milo membantah bila ia alergi dengan masakan khas Indonesia      ini. &amp;ldquo;Harus kamu tahu saya juga nasi goreng. Saya hanya membolehkan      pemain nasi goreng saat hari raya saja,&amp;rdquo; tegasnya kembali.

Meski demikian ia tak melarang bila pemainnya menyukai makanan tradisional tertentu karena menghargai budaya lokal di Indonesia.

1. Pelatih yang Ramah dan Lucu

Sekilas sosok Milo memang tampak kaku, namun hal itu melebur setelah       kita berinteraksi dengan pria kelahiran Sarajevo, Bosnia ini.

Meski secara komunikasi ia belum memahami arti bahasa Indonesia, ia       tetap mencoba menyimak secara antusias. Bahkan beberapa kosakata    bahasa    Indonesia yang ia ketahui ia sebutkan  semisal &amp;lsquo;nasi goreng&amp;rsquo;,    &amp;lsquo;enak&amp;rsquo;,    terima kasih&amp;rsquo;.

Bahkan Milo beberapa kali juga sempat melemparkan candaan ke awak media dalam sesi perkenalan dirinya.

Di sisi latihan perdana Arema FC pun Milo dengan sabar melayani permintaan foto dari para pendukung Arema FC.

</content:encoded></item></channel></rss>
