<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Buffon Mengaku Sempat Depresi di Awal Berkostum Juventus </title><description>Gianluigi Buffon mengaku sempat tidak mau bermain gara-gara merasa panik dan depresi.&amp;nbsp;</description><link>https://bola.okezone.com/read/2019/01/09/51/2001829/buffon-mengaku-sempat-depresi-di-awal-berkostum-juventus</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2019/01/09/51/2001829/buffon-mengaku-sempat-depresi-di-awal-berkostum-juventus"/><item><title>Buffon Mengaku Sempat Depresi di Awal Berkostum Juventus </title><link>https://bola.okezone.com/read/2019/01/09/51/2001829/buffon-mengaku-sempat-depresi-di-awal-berkostum-juventus</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2019/01/09/51/2001829/buffon-mengaku-sempat-depresi-di-awal-berkostum-juventus</guid><pubDate>Rabu 09 Januari 2019 05:29 WIB</pubDate><dc:creator>Wikanto Arungbudoyo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/01/09/51/2001829/buffon-mengaku-sempat-depresi-di-awal-berkostum-juventus-RzUWVUyZ34.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gianluigi Buffon sempat depresi semasa membela Juventus (Foto: Gianluigi Buffon/Twitter)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/01/09/51/2001829/buffon-mengaku-sempat-depresi-di-awal-berkostum-juventus-RzUWVUyZ34.jpg</image><title>Gianluigi Buffon sempat depresi semasa membela Juventus (Foto: Gianluigi Buffon/Twitter)</title></images><description>PARIS &amp;ndash; Meski sekarang sudah memperkuat Paris Saint-Germain (PSG), Gianluigi Buffon masih belum bisa melupakan kenangan selama membela panji Juventus. Penjaga gawang berpaspor Italia itu mengungkapkan dirinya sempat dihinggapi depresi serta kepanikan saat melakoni awal kariernya bersama Si Nyonya Tua.
Gigi Buffon berkostum Juventus selama kurang lebih 17 tahun setelah memecahkan rekor transfer kiper termahal dunia dari Parma. Namun, ia mengakui sempat dihinggapi depresi dan kepanikan di awal-awal tahun bersama Juventus.
(Baca juga: Buffon Klaim Juventus sebagai Tim Terkuat Saat Ini)

Tekanan mental itu membuat Buffon sempat meminta tidak diturunkan pada suatu pertandingan di Liga Italia saat berusia 25 tahun. Kiper yang kini berumur 40 tahun itu mengakui tekanan mental tersebut merupakan titik balik dalam kariernya bersama Tim Zebra.
&amp;ldquo;Untuk beberapa bulan, semuanya kehilangan arti. Sepertinya tidak ada orang yang peduli tentang pribadi saya karena mereka lebih peduli pada profesi saya. Rasanya seperti semua orang menanyakan soal Buffon, bukan Gigi,&amp;rdquo; tutur Gianluigi Buffon, dilansir dari BBC, Rabu (9/1/2019).
&amp;ldquo;Suatu waktu saya meminta pelatih kiper Ivano Bordon untuk menyuruh Antonio Chimenti (kiper cadangan) melakukan pemanasan dan bermain. Saat itu saya benar-benar panik dan tidak punya keinginan untuk bermain. Jika tidak melalui pengalaman seperti itu, saya mungkin tidak akan pernah bisa keluar dari momen buruk,&amp;rdquo; imbuh pengoleksi 656 penampilan bersama Juventus itu.

Untung saja rasa depresi itu bisa diatasi sehingga Gianluigi Buffon melegenda sebagai kiper berkelas dunia. Ia mengantarkan Juventus meraih sembilan trofi Liga Italia dalam 17 tahun, termasuk tujuh kali beruntun sejak musim 2011-2012.</description><content:encoded>PARIS &amp;ndash; Meski sekarang sudah memperkuat Paris Saint-Germain (PSG), Gianluigi Buffon masih belum bisa melupakan kenangan selama membela panji Juventus. Penjaga gawang berpaspor Italia itu mengungkapkan dirinya sempat dihinggapi depresi serta kepanikan saat melakoni awal kariernya bersama Si Nyonya Tua.
Gigi Buffon berkostum Juventus selama kurang lebih 17 tahun setelah memecahkan rekor transfer kiper termahal dunia dari Parma. Namun, ia mengakui sempat dihinggapi depresi dan kepanikan di awal-awal tahun bersama Juventus.
(Baca juga: Buffon Klaim Juventus sebagai Tim Terkuat Saat Ini)

Tekanan mental itu membuat Buffon sempat meminta tidak diturunkan pada suatu pertandingan di Liga Italia saat berusia 25 tahun. Kiper yang kini berumur 40 tahun itu mengakui tekanan mental tersebut merupakan titik balik dalam kariernya bersama Tim Zebra.
&amp;ldquo;Untuk beberapa bulan, semuanya kehilangan arti. Sepertinya tidak ada orang yang peduli tentang pribadi saya karena mereka lebih peduli pada profesi saya. Rasanya seperti semua orang menanyakan soal Buffon, bukan Gigi,&amp;rdquo; tutur Gianluigi Buffon, dilansir dari BBC, Rabu (9/1/2019).
&amp;ldquo;Suatu waktu saya meminta pelatih kiper Ivano Bordon untuk menyuruh Antonio Chimenti (kiper cadangan) melakukan pemanasan dan bermain. Saat itu saya benar-benar panik dan tidak punya keinginan untuk bermain. Jika tidak melalui pengalaman seperti itu, saya mungkin tidak akan pernah bisa keluar dari momen buruk,&amp;rdquo; imbuh pengoleksi 656 penampilan bersama Juventus itu.

Untung saja rasa depresi itu bisa diatasi sehingga Gianluigi Buffon melegenda sebagai kiper berkelas dunia. Ia mengantarkan Juventus meraih sembilan trofi Liga Italia dalam 17 tahun, termasuk tujuh kali beruntun sejak musim 2011-2012.</content:encoded></item></channel></rss>
