<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Hal yang Wajib Diperbaiki Guardiola Bersama Man City</title><description>Berikut 5 Hal yang Wajib Diperbaiki Guardiola Bersama Man City</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/12/27/51/1996540/5-hal-yang-wajib-diperbaiki-guardiola-bersama-man-city</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/12/27/51/1996540/5-hal-yang-wajib-diperbaiki-guardiola-bersama-man-city"/><item><title>5 Hal yang Wajib Diperbaiki Guardiola Bersama Man City</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/12/27/51/1996540/5-hal-yang-wajib-diperbaiki-guardiola-bersama-man-city</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/12/27/51/1996540/5-hal-yang-wajib-diperbaiki-guardiola-bersama-man-city</guid><pubDate>Kamis 27 Desember 2018 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Admiraldy Eka Saputra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/27/51/1996540/5-hal-yang-wajib-diperbaiki-guardiola-bersama-man-city-bnQnxA2C6q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelatih Manchester City, Josep Guardiola (Foro: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/27/51/1996540/5-hal-yang-wajib-diperbaiki-guardiola-bersama-man-city-bnQnxA2C6q.jpg</image><title>Pelatih Manchester City, Josep Guardiola (Foro: AFP)</title></images><description>MANCHESTER City mendapat hasil buruk pada dua laga terakhir mereka di kompetisi Liga Inggris musim ini. Setelah takluk 2-3 dari Crystal Palace akhir pekan kemarin, pasukan Josep Guardiola kembali menelan pil pahit saat bertandang ke markas Leicester City, Rabu 26 Desember 2018 malam WIB.
Hasil buruk pada dua laga terakhir jelas sangat merugikan bagi sang juara bertahan. Pasalnya, bukan hanya semakin sulit mengejar Liverpool di puncak klasemen, kekalahan itu juga membuat Sergio Aguero dan kolega harus rela kehilangan tempat kedua karena digeser Tottenham Hotspur.
Menilik pada hal tersebut, kali ini Okezone akan membahas mengenai hal yang wajib diperbaiki Guardiola bersama Man City. Melansir dari Sporskeeda, Kamis(27/12/2018), berikut lima hal yang wajib diperbaiki Man City jika ingin menjaga asa untuk mempertahankan gelar
5. Kembali ke Strategi Bertahan Sebelumnya

Hingga pekan ke-14, Man City dan Liverpool menjadi tim dengan pertahanan terbaik di ajang Liga Inggris. Lini pertahanan mereka yang dipimpin Aymeric Laporte membuat gawang Man City sulit dibobol tim lawan. Tercatat, mereka hanya kebobolan enam gol dimana dua diantaranya adalah penalti.
Hal itu jelas terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan penampilan mereka belakangan ini. Man City harus rela gawangnya dibobol sembilan kali dari lima laga terakhir yang mereka mainkan. Pertahanan lambat untuk menghalau umpan-umpan silang juga kerap menjadi santapan empuk lawan.
Menilik pada hal itu, disiplin dalam menerapkan strategi bertahan jelas harga mati yang harus skuad Guardiola lakukan jika mereka ingin menjaga peluang untuk mempertahankan gelar juara musim ini.
4. Memastikan Peran Ederson

Salah satu faktor yang membuat Man City menjadi jawara musim lalu  adalah penampilan cemerlang penjaga gawang mereka, Ederson. Kiper  berpaspor Brasil itu bekerja sangat maksimal di bawah mistar gawang Man  City.
Akan tetapi, hal itu justru tidak terlalu terlihat musim ini. Banyak  yang mengatakan kehadiran Claudio Bravo di bangku cadangan membuat  Ederson termotivasi untuk bermain maksimal musim lalu. Sementara saat  ini, Bravo yang tengah dalam pemulihan cedera tak lagi menjadi ancaman  bagi Ederson.
Maka, tugas Guardiola adalah untuk melakukan komunikasi lebih dengan  Ederson agar sang pemain bisa kembali pada performa terbaiknya.3. Mengevaluasi Sektor Kiri Pertahanan

Man City mendatangkan Benjamin Mendy seharga &amp;pound; 52 juta atau sekira   Rp980 miliar dari AS Monaco pada awal musim lalu. Dia adalah alasan   besar mengapa Guardiola menyingkirkan semua bek kiri yang dia temui di   klub dalam satu gerakan; Aleksander Kolarov, dan Gael Clichy.
Sayangnya, penggawa Timnas Prancis itu kurang beruntung karena   cedera. Dia hanya membuat 15 penampilan dalam satu setengah musim   bersama Man City. Keputusan Guardiola yang hanya menyisakan satu bek   kiri ternyata membuatnya berada di posisi sulit saat ini.
Mendy sendiri kemungkinan baru akan kembali dari cederanya pada   Februari tahun depan, sementara Fabian Delph yang selama ini mengisi   kekosongan Mendy, tidak bisa tampil membela MN City di laga selanjutnya   karena hukuman kartu merah.
2. Meningkatkan Tempo Permainan

Tim yang dipegang Guardiola dikenal dengan tempo permainan yang    tinggi dan serangan-serangan cepat. Barcelona menjadi salah satu contoh.    Umpan-umpan cepat, serta rotasi pemain di lapangan selalu bisa  membuat   pemain lawan keluar dari posisi bertahan mereka.
Guardiola pernah melakukan hal serupa bersama Man City musim lalu.    Keberadaan Kyle Walker, Danio, dan Mendy membuat Guardiola mampu    menjadikan Man City berbahaya dengan serangan-serangan cepat mereka.
Saat ini, Guardiola perlu kembali menerapkan tempo permainan cepat    yang ia gunakan saat membawa Man City menjadi juara pada musim lalu.    Tidak tanggung-tanggung, kala itu Man City bahkan mampu menyentuh 100    poin dan mencetak 106 gol.
1. Temukan Cara Bermain Tanpa Fernandinho

Banyaknya pemain dengan kualitas mumpuni membuat Guardiola sulit     untuk menentukan siapa yang harus mengisi skuad utama. Kevin De Bruyne,     David Silva, Sergio Aguero, Raheem Sterling, Ederson, Otamendi,  hingga    walker berada pada performa terbaik mereka musim lalu.
Kendati begitu, jangan lupakan nama Fernandinho di lini tengah.     Pemain berpaspor Brasil itu kerap memegang peranan penting dalam tim.     Akan tetapi, mengingat usianya yang sudah memasuki 33 tahun, Guardiola     diimbau untuk segera mencari pengganti sang pemain. Eks pelatih   Borussia   Dortmund itu juga diharapkan bisa mencari cara bermain tanpa   kehadiran   Fernandinho.</description><content:encoded>MANCHESTER City mendapat hasil buruk pada dua laga terakhir mereka di kompetisi Liga Inggris musim ini. Setelah takluk 2-3 dari Crystal Palace akhir pekan kemarin, pasukan Josep Guardiola kembali menelan pil pahit saat bertandang ke markas Leicester City, Rabu 26 Desember 2018 malam WIB.
Hasil buruk pada dua laga terakhir jelas sangat merugikan bagi sang juara bertahan. Pasalnya, bukan hanya semakin sulit mengejar Liverpool di puncak klasemen, kekalahan itu juga membuat Sergio Aguero dan kolega harus rela kehilangan tempat kedua karena digeser Tottenham Hotspur.
Menilik pada hal tersebut, kali ini Okezone akan membahas mengenai hal yang wajib diperbaiki Guardiola bersama Man City. Melansir dari Sporskeeda, Kamis(27/12/2018), berikut lima hal yang wajib diperbaiki Man City jika ingin menjaga asa untuk mempertahankan gelar
5. Kembali ke Strategi Bertahan Sebelumnya

Hingga pekan ke-14, Man City dan Liverpool menjadi tim dengan pertahanan terbaik di ajang Liga Inggris. Lini pertahanan mereka yang dipimpin Aymeric Laporte membuat gawang Man City sulit dibobol tim lawan. Tercatat, mereka hanya kebobolan enam gol dimana dua diantaranya adalah penalti.
Hal itu jelas terlihat sangat kontras jika dibandingkan dengan penampilan mereka belakangan ini. Man City harus rela gawangnya dibobol sembilan kali dari lima laga terakhir yang mereka mainkan. Pertahanan lambat untuk menghalau umpan-umpan silang juga kerap menjadi santapan empuk lawan.
Menilik pada hal itu, disiplin dalam menerapkan strategi bertahan jelas harga mati yang harus skuad Guardiola lakukan jika mereka ingin menjaga peluang untuk mempertahankan gelar juara musim ini.
4. Memastikan Peran Ederson

Salah satu faktor yang membuat Man City menjadi jawara musim lalu  adalah penampilan cemerlang penjaga gawang mereka, Ederson. Kiper  berpaspor Brasil itu bekerja sangat maksimal di bawah mistar gawang Man  City.
Akan tetapi, hal itu justru tidak terlalu terlihat musim ini. Banyak  yang mengatakan kehadiran Claudio Bravo di bangku cadangan membuat  Ederson termotivasi untuk bermain maksimal musim lalu. Sementara saat  ini, Bravo yang tengah dalam pemulihan cedera tak lagi menjadi ancaman  bagi Ederson.
Maka, tugas Guardiola adalah untuk melakukan komunikasi lebih dengan  Ederson agar sang pemain bisa kembali pada performa terbaiknya.3. Mengevaluasi Sektor Kiri Pertahanan

Man City mendatangkan Benjamin Mendy seharga &amp;pound; 52 juta atau sekira   Rp980 miliar dari AS Monaco pada awal musim lalu. Dia adalah alasan   besar mengapa Guardiola menyingkirkan semua bek kiri yang dia temui di   klub dalam satu gerakan; Aleksander Kolarov, dan Gael Clichy.
Sayangnya, penggawa Timnas Prancis itu kurang beruntung karena   cedera. Dia hanya membuat 15 penampilan dalam satu setengah musim   bersama Man City. Keputusan Guardiola yang hanya menyisakan satu bek   kiri ternyata membuatnya berada di posisi sulit saat ini.
Mendy sendiri kemungkinan baru akan kembali dari cederanya pada   Februari tahun depan, sementara Fabian Delph yang selama ini mengisi   kekosongan Mendy, tidak bisa tampil membela MN City di laga selanjutnya   karena hukuman kartu merah.
2. Meningkatkan Tempo Permainan

Tim yang dipegang Guardiola dikenal dengan tempo permainan yang    tinggi dan serangan-serangan cepat. Barcelona menjadi salah satu contoh.    Umpan-umpan cepat, serta rotasi pemain di lapangan selalu bisa  membuat   pemain lawan keluar dari posisi bertahan mereka.
Guardiola pernah melakukan hal serupa bersama Man City musim lalu.    Keberadaan Kyle Walker, Danio, dan Mendy membuat Guardiola mampu    menjadikan Man City berbahaya dengan serangan-serangan cepat mereka.
Saat ini, Guardiola perlu kembali menerapkan tempo permainan cepat    yang ia gunakan saat membawa Man City menjadi juara pada musim lalu.    Tidak tanggung-tanggung, kala itu Man City bahkan mampu menyentuh 100    poin dan mencetak 106 gol.
1. Temukan Cara Bermain Tanpa Fernandinho

Banyaknya pemain dengan kualitas mumpuni membuat Guardiola sulit     untuk menentukan siapa yang harus mengisi skuad utama. Kevin De Bruyne,     David Silva, Sergio Aguero, Raheem Sterling, Ederson, Otamendi,  hingga    walker berada pada performa terbaik mereka musim lalu.
Kendati begitu, jangan lupakan nama Fernandinho di lini tengah.     Pemain berpaspor Brasil itu kerap memegang peranan penting dalam tim.     Akan tetapi, mengingat usianya yang sudah memasuki 33 tahun, Guardiola     diimbau untuk segera mencari pengganti sang pemain. Eks pelatih   Borussia   Dortmund itu juga diharapkan bisa mencari cara bermain tanpa   kehadiran   Fernandinho.</content:encoded></item></channel></rss>
