<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Pelatih Tercepat yang Berikan Trofi Pertama untuk Madrid</title><description>Berikut 5 Pelatih Tercepat yang Berikan Trofi Pertama untuk Madrid.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/12/24/46/1995410/5-pelatih-tercepat-yang-berikan-trofi-pertama-untuk-madrid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/12/24/46/1995410/5-pelatih-tercepat-yang-berikan-trofi-pertama-untuk-madrid"/><item><title>5 Pelatih Tercepat yang Berikan Trofi Pertama untuk Madrid</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/12/24/46/1995410/5-pelatih-tercepat-yang-berikan-trofi-pertama-untuk-madrid</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/12/24/46/1995410/5-pelatih-tercepat-yang-berikan-trofi-pertama-untuk-madrid</guid><pubDate>Senin 24 Desember 2018 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Rivan Nasri Rachman</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/12/24/46/1995410/5-pelatih-tercepat-yang-berikan-trofi-pertama-untuk-madrid-7FZVrpIJk1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Miguel Munoz (kanan). (Foto: Sportskeeda)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/12/24/46/1995410/5-pelatih-tercepat-yang-berikan-trofi-pertama-untuk-madrid-7FZVrpIJk1.jpg</image><title>Miguel Munoz (kanan). (Foto: Sportskeeda)</title></images><description>MADRID &amp;ndash; Real Madrid adalah salah satu klub terbesar di dunia. Berbagai trofi pernah klub itu rasakan, dari trofi Liga Spanyol, Copa del Rey, Liga Champions, Piala Dunia klub, dan masih banyak lagi gelar juara yang mampu diraih Madrid. Dengan melihat hal tersebut, maka meraih gelar setiap musimnya adalah suatu keharusan, dan jika gagal maka akan ada efek akibatnya. Sebut saja seperti pemecatan pelatih yang saat itu sedang menangani Los Blancos &amp;ndash;julukan Madrid.
Tentu melatih Madrid bukanlah perkara yang mudah. Karenanya banyak juru taktik yang langsung ditendang dari kursi kepelatihan lantaran gagal memberikan hasil positif untuk tim yang bermarkas di Estadio Santiago Bernabeu tersebut. Akan tetapi ada juga pelatih yang justru dengan cepat memberikan gelar juara untuk Madrid. Untuk itu Okezone kali ini akan memberikan daftar pelatih-pelatih Madrid yang mampu meraih gelar juaranya dengan cepat.
Berikut lima pelatihtercepat yang berikan trofi untuk Madrid, mengutip dari Sportskeeda:
5. Zinedine Zidane (4 Bulan 24 Hari)

Ketika Zidane ditunjuk menjadi pelatih Madrid pada 4 Januari 2016, banyak yang tak berekspetassi bahwa dirinya bisa memberikan sebuah gelar. Karena pada saat itu Madrid tengah terpuruk sejak ditinggalkan Rafa Benitez. Akan tetapi nyatanya pelatih berkebangsaan Prancis itu mampu memberikan sebuah gelar yang amat prestisius untuk Los Blancos, apalagi kalau bukan trofi Liga Champions 2015-2016.
Hanya butuh kurang lebih lima bulan atau tepatnya 4 bulan 24 hari bagi Zidane untuk mendapatkan gelar pertamanya bersama Madrid sebagai pelatih utama tim tersebut. Zidane mampu menampilkan kualitasnya sebagai salah satu pelatih terbaik saat ini, karena ia bisa membuat Madrid meraih gelar Liga Champions. Bukannya hanya 2015-2016 saja, namun dua musim selanjutnya Zidane juga membawa Madrid menjuarai kompetisi antarklub Eropa tersebut.4. Carlos Queiroz (2 Bulan 2 Hari)

Carlos Queiroz melatih Madrid apda musim 2003. Sebelum ditunjuk untuk menangani Madrid yang saat itu berisikan pemain-pemain megabintang seperti Zidane, Raul Gonzalez, Roberto Carlos, dan Luis Figo, Ronaldo de Lima, Queiroz sedang menjabat sebagai asisten pelatih Sir Alex Ferguson di Manchester United.
Queiroz yang baru ditunjuk menjadi juru taktik El Real &amp;ndash;julukan Madrid&amp;ndash; itu ternyata langsung dihadapkan dengan pertandingan penting, yakni Final Piala Super Spanyol 2003-2004. Kala itu Madrid berhadapan dengan RCD Mallorca dan berhasil menang dengan agregat akhir 4-2. Dengan kemenangan itu, Queiroz pun mendapatkan trofi pertamanya bersama Madrid. Namun sayang pada akhir musim 2003-2004, pelatih yang saat ini sedang menangan Tim Nasional (Timnas) Iran tersebut hanya mampu membawa Madrid berada di peringkat keempat.3. Jupp Heynckes (1 Bulan, 28 Hari)

Heynckes pernah melatih Madrid, tepatnya di musim 1997-1998. Ya, pelatih berkebangsaan Jerman itu hanya semusim saja menangani Madrid, namun berkat kemampuannya dalam meracik strategi, ia Heynckes pun mampu menghadirkan gelar juaranya dengan cepat.
Sama seperti Queiroz, Heynckes mendapatkan trofi pertamanya dari kompetisi Piala Super Spanyol. Heynckes membawa Madrid menang atas Barcelona dengan agregat skor 5-3 di final kompetisi tersebut. Di akhir musim, Heynckes juga memberikan gelar trofi Liga Champions untuk Madrid. Namun entah kenapa meski sudah memberikan dua gelar presitius tersebut, Heynckes tetap didepak dari Madrid.2. Santiago Solari (1 Bulan 9 Hari)

Awal musim 2018-2019 menjadi tahun yang amat sulit bagi Los Merengues &amp;ndash;julukan Madrid. Bagaimana tidak, Madrid yang kala itu masih ditangani Julen Lopetegui terseok-seok di papan klasemen Liga Spanyol. Bahkan Madrid sempat tak pernah merasakan kemenangan di beberapa pertandingan. Karena tak ingin hal tersebut terus berlanjut, manajemen Madrid pun akhirnya memecat Lopetegui dan menunjuk Santiago Solari.
Terpilihnya Solari di tengah-tengah musim kompetisi lantas tak membuat pelatih berpaspor Argentina itu kesulitan. Solari berhasil memberikan hasil positif di empat pertandingan awalnya bersama Madrid, walaupun masih ada beberapa kekurangan yang terlihat. Lalu yang paling membanggakan, Solari berhasil membawa Madrid menjuara trofi Piala Dunia Klub 2018 saat dirinya baru melatih Sergio Ramos dan kawan-kawan selama satu bulan dan sembilan hari saja. Trofi tersebut menjadi gelar pertama Solari untuk Madrid, patut ditunggu apakah dirinya bisa menambahkan lagi koleksi juaranya di akhir musim 2018-2019.1. Miguel Munoz (1 Bulan 5 Hari)

Munoz adalah legenda bagi Madrid. Tak hanya sebagai seorang pemain, namun juga sebagai pelatih klub tersebut. Munoz mampu memberikan berbagai gelar juara untuk Madrid, baik itu saat menjadi pemain ataupun ketika sudah ditunjuk sebagai seorang pelatih.
Menariknya, Munoz yang memutuskan pensiun dari Madrid pada musim 1958, kembali lagi ke klub tersebut namun dengan status menjadi pelatih. Ia berhasil mengangkat gelar juara pertamanya saat menjadi pelatih Madrid pada musim 1959-1960. Tepatnya di kompetisi Liga Champions dengan hanya membutuhkan waktu satu bulan lima hari saja. Munoz membawa Madrid mengalahkan Eintracht Frankfurt dengan skor 7-3. Berkat prestasinya itu, Munoz pun menjadi orang pertama yang bisa memenangkan Liga Champions dengan status pemain dan juga pelatih. Kini rekor tersebut sudah dipegang oleh tujuh orang lainnya.</description><content:encoded>MADRID &amp;ndash; Real Madrid adalah salah satu klub terbesar di dunia. Berbagai trofi pernah klub itu rasakan, dari trofi Liga Spanyol, Copa del Rey, Liga Champions, Piala Dunia klub, dan masih banyak lagi gelar juara yang mampu diraih Madrid. Dengan melihat hal tersebut, maka meraih gelar setiap musimnya adalah suatu keharusan, dan jika gagal maka akan ada efek akibatnya. Sebut saja seperti pemecatan pelatih yang saat itu sedang menangani Los Blancos &amp;ndash;julukan Madrid.
Tentu melatih Madrid bukanlah perkara yang mudah. Karenanya banyak juru taktik yang langsung ditendang dari kursi kepelatihan lantaran gagal memberikan hasil positif untuk tim yang bermarkas di Estadio Santiago Bernabeu tersebut. Akan tetapi ada juga pelatih yang justru dengan cepat memberikan gelar juara untuk Madrid. Untuk itu Okezone kali ini akan memberikan daftar pelatih-pelatih Madrid yang mampu meraih gelar juaranya dengan cepat.
Berikut lima pelatihtercepat yang berikan trofi untuk Madrid, mengutip dari Sportskeeda:
5. Zinedine Zidane (4 Bulan 24 Hari)

Ketika Zidane ditunjuk menjadi pelatih Madrid pada 4 Januari 2016, banyak yang tak berekspetassi bahwa dirinya bisa memberikan sebuah gelar. Karena pada saat itu Madrid tengah terpuruk sejak ditinggalkan Rafa Benitez. Akan tetapi nyatanya pelatih berkebangsaan Prancis itu mampu memberikan sebuah gelar yang amat prestisius untuk Los Blancos, apalagi kalau bukan trofi Liga Champions 2015-2016.
Hanya butuh kurang lebih lima bulan atau tepatnya 4 bulan 24 hari bagi Zidane untuk mendapatkan gelar pertamanya bersama Madrid sebagai pelatih utama tim tersebut. Zidane mampu menampilkan kualitasnya sebagai salah satu pelatih terbaik saat ini, karena ia bisa membuat Madrid meraih gelar Liga Champions. Bukannya hanya 2015-2016 saja, namun dua musim selanjutnya Zidane juga membawa Madrid menjuarai kompetisi antarklub Eropa tersebut.4. Carlos Queiroz (2 Bulan 2 Hari)

Carlos Queiroz melatih Madrid apda musim 2003. Sebelum ditunjuk untuk menangani Madrid yang saat itu berisikan pemain-pemain megabintang seperti Zidane, Raul Gonzalez, Roberto Carlos, dan Luis Figo, Ronaldo de Lima, Queiroz sedang menjabat sebagai asisten pelatih Sir Alex Ferguson di Manchester United.
Queiroz yang baru ditunjuk menjadi juru taktik El Real &amp;ndash;julukan Madrid&amp;ndash; itu ternyata langsung dihadapkan dengan pertandingan penting, yakni Final Piala Super Spanyol 2003-2004. Kala itu Madrid berhadapan dengan RCD Mallorca dan berhasil menang dengan agregat akhir 4-2. Dengan kemenangan itu, Queiroz pun mendapatkan trofi pertamanya bersama Madrid. Namun sayang pada akhir musim 2003-2004, pelatih yang saat ini sedang menangan Tim Nasional (Timnas) Iran tersebut hanya mampu membawa Madrid berada di peringkat keempat.3. Jupp Heynckes (1 Bulan, 28 Hari)

Heynckes pernah melatih Madrid, tepatnya di musim 1997-1998. Ya, pelatih berkebangsaan Jerman itu hanya semusim saja menangani Madrid, namun berkat kemampuannya dalam meracik strategi, ia Heynckes pun mampu menghadirkan gelar juaranya dengan cepat.
Sama seperti Queiroz, Heynckes mendapatkan trofi pertamanya dari kompetisi Piala Super Spanyol. Heynckes membawa Madrid menang atas Barcelona dengan agregat skor 5-3 di final kompetisi tersebut. Di akhir musim, Heynckes juga memberikan gelar trofi Liga Champions untuk Madrid. Namun entah kenapa meski sudah memberikan dua gelar presitius tersebut, Heynckes tetap didepak dari Madrid.2. Santiago Solari (1 Bulan 9 Hari)

Awal musim 2018-2019 menjadi tahun yang amat sulit bagi Los Merengues &amp;ndash;julukan Madrid. Bagaimana tidak, Madrid yang kala itu masih ditangani Julen Lopetegui terseok-seok di papan klasemen Liga Spanyol. Bahkan Madrid sempat tak pernah merasakan kemenangan di beberapa pertandingan. Karena tak ingin hal tersebut terus berlanjut, manajemen Madrid pun akhirnya memecat Lopetegui dan menunjuk Santiago Solari.
Terpilihnya Solari di tengah-tengah musim kompetisi lantas tak membuat pelatih berpaspor Argentina itu kesulitan. Solari berhasil memberikan hasil positif di empat pertandingan awalnya bersama Madrid, walaupun masih ada beberapa kekurangan yang terlihat. Lalu yang paling membanggakan, Solari berhasil membawa Madrid menjuara trofi Piala Dunia Klub 2018 saat dirinya baru melatih Sergio Ramos dan kawan-kawan selama satu bulan dan sembilan hari saja. Trofi tersebut menjadi gelar pertama Solari untuk Madrid, patut ditunggu apakah dirinya bisa menambahkan lagi koleksi juaranya di akhir musim 2018-2019.1. Miguel Munoz (1 Bulan 5 Hari)

Munoz adalah legenda bagi Madrid. Tak hanya sebagai seorang pemain, namun juga sebagai pelatih klub tersebut. Munoz mampu memberikan berbagai gelar juara untuk Madrid, baik itu saat menjadi pemain ataupun ketika sudah ditunjuk sebagai seorang pelatih.
Menariknya, Munoz yang memutuskan pensiun dari Madrid pada musim 1958, kembali lagi ke klub tersebut namun dengan status menjadi pelatih. Ia berhasil mengangkat gelar juara pertamanya saat menjadi pelatih Madrid pada musim 1959-1960. Tepatnya di kompetisi Liga Champions dengan hanya membutuhkan waktu satu bulan lima hari saja. Munoz membawa Madrid mengalahkan Eintracht Frankfurt dengan skor 7-3. Berkat prestasinya itu, Munoz pun menjadi orang pertama yang bisa memenangkan Liga Champions dengan status pemain dan juga pelatih. Kini rekor tersebut sudah dipegang oleh tujuh orang lainnya.</content:encoded></item></channel></rss>
