<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Pembelian Terburuk Chelsea Sepanjang Sejarah, Nomor 3 Terbukti Gunakan Kokain</title><description>Berikut daftar lima pemain terburuk untuk Chelsea.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/11/29/45/1984426/5-pembelian-terburuk-chelsea-sepanjang-sejarah-nomor-3-terbukti-gunakan-kokain</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/11/29/45/1984426/5-pembelian-terburuk-chelsea-sepanjang-sejarah-nomor-3-terbukti-gunakan-kokain"/><item><title>5 Pembelian Terburuk Chelsea Sepanjang Sejarah, Nomor 3 Terbukti Gunakan Kokain</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/11/29/45/1984426/5-pembelian-terburuk-chelsea-sepanjang-sejarah-nomor-3-terbukti-gunakan-kokain</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/11/29/45/1984426/5-pembelian-terburuk-chelsea-sepanjang-sejarah-nomor-3-terbukti-gunakan-kokain</guid><pubDate>Kamis 29 November 2018 11:33 WIB</pubDate><dc:creator>Bagas Abdiel</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/29/45/1984426/5-pembelian-terburuk-chelsea-sepanjang-sejarah-nomor-3-terbukti-gunakan-kokain-Igh5A9MXt1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Fernando Torres (Foto: Sportskeeda)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/29/45/1984426/5-pembelian-terburuk-chelsea-sepanjang-sejarah-nomor-3-terbukti-gunakan-kokain-Igh5A9MXt1.jpg</image><title>Fernando Torres (Foto: Sportskeeda)</title></images><description>KLUB asal Inggris, Chelsea, telah memenangkan 28 piala utama dalam sejarah 113 tahun mereka dengan diantaranya meraih enam gelar Liga Inggris, delapan Piala FA, lima Piala Liga, satu Liga Champions serta masih banyak yang lainnya. Keberhasilan mereka selama bertahun-tahun tidak lepas dari adanya para pemain legenda mereka seperti Frank Lampard, Bobby Tambling, Didier Drogba dan pemain Chelsea ternama lainnya.
Akan tetapi tidak semua pemain ternyata merupakan orang yang ikonik bagi sejarah klub. Beberapa kesepakatan telah berubah menjadi bencana yang ingin dilupakan oleh Chelsea. Kali ini Okezone akan mencoba membahas hal tersebut. Berikut daftar lima pemain terburuk untuk klub berjuluk The Blues itu.
5. Fernando Torres
Torres menjadi salah satu pemain yang dibeli dengan harga mahal saat Chelsea membelinya dari Liverpool seharga 52,65 juta poundsterling atau sekira Rp969 miliar. Ia didatangkan pada Januari 2011 setelah memiliki empat musim yang sangat baik bersama Liverpool. Banyak harapan dari Torres saat bertugas di Chelsea. Namun harapan tersebut tidak mampu terwujud.
Gol pertama Torres untuk Chelsea baru datang setelah ia bermain selama 903 menit kala menghadapi Chelsea. Itu pun menjadi satu-satunya gol untuk Torres dalam 18 penampilannya untuk klub pada musim itu.
Pada masa baktinya di Stamford Bridge, pemain berpaspor Spanyol itu sepertinya mendapat beban karena harganya yang tinggi. Dia pun menjadi sasaran cemoohan para penggemar ketika ia hanya mampu mencetak 20 gol dalam keseluruhan kariernya di Chelsea. Kehadiran Drogba dan penampilannya yang buruk membuat ia selalu duduk di kursi cadangan.
4. Andriy Shevchenko
Banyak harapan untuk pundak Shevchenko setelah ia didatangkan Chelsea  dari AC Milan. Kedatangannya kala itu memecahkan rekor biaya tertinggi  untuk klub Liga Inggris seharga 39,49 juta poundsterling atau sekira  Rp727 miliar.
Shevchenko memulai debutnya dengan klub di pertandingan Community  Shield melawan Liverpool. Pemain berpapsor Ukraina itu mencetak  satu-satunya gol dalam kekalahan Chelsea dari Liverpool dengan skor 1-2.  Namun setelah itu, Shevchenko berjuang keras untuk beradaptasi dengan  permainan Liga Inggris yang memiliki permainan cepat.
Ia memiliki performa buruk bersama Chelsea setelah hanya mampu  mencetak delapan gol selama tiga tahun masa baktinya. Gaji tinggi yang  ia miliki pun tak mampu membuat performanya mumpuni. Meski penampilannya  buruk, Shevchenko membuat penampilan 76 pertandingan di klub dan  akhirnya dipinjamkan kembali ke Milan pada 2008.
Shevchenko pun kembali ke Chelsea untuk satu tahun tersisa dalam  kontraknya. Tetapi ia pun segera pergi dari Chelsea dan hijrah ke Dynamo  Kyiv serta dinobatkan sebagai pemain terbaik di Liga Ukraina pada tahun  yang sama.
3. Adrian Mutu
Adrian Mutu adalah pemain paling kontroversial dalam sejarah Chelsea   ketika didatangkan dari Parma. Pemain berpaspor Rumania itu memiliki   awal yang cukup baik di Stamford Bridge, tetapi tak lama penampilannya   merosot terutama karena kurangnya kesempatan bermain.
Gianfranco Zola meninggalkan Chelsea untuk digantikan Mutu, tetapi ia   tidak bisa meneruskan kecemerlangan pendahulunya karena hubungannya   yang kurang baik bersama pelatih saat itu yakni Jose Mourinho.
Hal itu semakin diperparah ketika pada September 2004 ia gagal dalam   tes narkoba untuk kokain yang dibenarkan oleh kubu The Blues pada   Oktober. FA pun memberi hukuman larangan tujuh bulan bermain dan denda   20 ribu poundsterling.
Setelah meninggalkan Chelsea, ia kembali ke bentuk performa   terbaiknya bersama Juventus dan Fiorentina. Ia memainkan total 145   pertandingan dan mencetak gol 61 gol pada momen tersebut.
2. Shaun Wright-Phillips
Wright-Phillips bisa dibilang pemain Inggris paling beruntung kala    bergabung bersama Chelsea pada 2005 dari Manchester City. Namun setelah    memiliki penampilan apik bersama Man City, ia gagal memberikan    kontribusi yang sangat baik untuk Chelsea.
Kepindahannya dari Man City ke London terbukti menjadi risiko dan ia    memiliki penampilan tidak menentu di musim pertamany. Ia hanya tampil    sebagai starting sebanyak 15 kali di sisi Chelsea yang saat itu tampil    dominan. Ia juga akhirnya kehilangan posisi di skuad Timnas Inggris    untuk Piala Dunia 2006 di Jerman.
Wright-Phillips membuat total 81 penampilan di klub dan mencetak gol    dengan angka yang menyedihkan yakni 4 gol. Kegagalan pemain berposisi    sayap itu segera dijual kembali oleh Chelsea ke Man City dan menyesali    keputusan mendatangkan Wright-Phillips.
1. Winston Bogarde
Bogarde bisa menempati daftar teratas di dunia sepakbola untuk     kategori sebagai pemain terburuk. Dia ditandatangani oleh Gianluca     Vialli pada 2000. Pemain asal Belanda itu tiba dengan status bebas     transfer. Bogarde bergabung dengan Chelsea pada usia 29 tahun dan     mendapatkan gaji 40 ribu poundsterling per minggu. Situasi ini sebelum     Chelsea menjadi sangat kaya di bawah kepemilikan Abramovich.
Tapi setelah Claudio Ranieri mengambil alh kepelatihan Stamford     Bridge, ia menegaskan Bogarde tidak ada dalam rencana bagiannya. Meski     begitu, Bogarde tetap bertahan dan bersikeras menghormati kontraknya  di    Chelsea. Pihak The Blues berusaha memaksanya keluar dengan     menempatkannya di tim muda dan cadangan. Tetapi Bogarde dengan penuh     semangat muncul untuk latihan setiap hari.
Pada 2005 ia pensiun pada usia 34 tahun setelah gagal mendapatkan     kesepkatan baru dengan klub dan juga gagal menemukan klub baru. Saat ini     ia cukup membuat kejutan dengan menjadi asisten pelatih tim muda   Ajax.
</description><content:encoded>KLUB asal Inggris, Chelsea, telah memenangkan 28 piala utama dalam sejarah 113 tahun mereka dengan diantaranya meraih enam gelar Liga Inggris, delapan Piala FA, lima Piala Liga, satu Liga Champions serta masih banyak yang lainnya. Keberhasilan mereka selama bertahun-tahun tidak lepas dari adanya para pemain legenda mereka seperti Frank Lampard, Bobby Tambling, Didier Drogba dan pemain Chelsea ternama lainnya.
Akan tetapi tidak semua pemain ternyata merupakan orang yang ikonik bagi sejarah klub. Beberapa kesepakatan telah berubah menjadi bencana yang ingin dilupakan oleh Chelsea. Kali ini Okezone akan mencoba membahas hal tersebut. Berikut daftar lima pemain terburuk untuk klub berjuluk The Blues itu.
5. Fernando Torres
Torres menjadi salah satu pemain yang dibeli dengan harga mahal saat Chelsea membelinya dari Liverpool seharga 52,65 juta poundsterling atau sekira Rp969 miliar. Ia didatangkan pada Januari 2011 setelah memiliki empat musim yang sangat baik bersama Liverpool. Banyak harapan dari Torres saat bertugas di Chelsea. Namun harapan tersebut tidak mampu terwujud.
Gol pertama Torres untuk Chelsea baru datang setelah ia bermain selama 903 menit kala menghadapi Chelsea. Itu pun menjadi satu-satunya gol untuk Torres dalam 18 penampilannya untuk klub pada musim itu.
Pada masa baktinya di Stamford Bridge, pemain berpaspor Spanyol itu sepertinya mendapat beban karena harganya yang tinggi. Dia pun menjadi sasaran cemoohan para penggemar ketika ia hanya mampu mencetak 20 gol dalam keseluruhan kariernya di Chelsea. Kehadiran Drogba dan penampilannya yang buruk membuat ia selalu duduk di kursi cadangan.
4. Andriy Shevchenko
Banyak harapan untuk pundak Shevchenko setelah ia didatangkan Chelsea  dari AC Milan. Kedatangannya kala itu memecahkan rekor biaya tertinggi  untuk klub Liga Inggris seharga 39,49 juta poundsterling atau sekira  Rp727 miliar.
Shevchenko memulai debutnya dengan klub di pertandingan Community  Shield melawan Liverpool. Pemain berpapsor Ukraina itu mencetak  satu-satunya gol dalam kekalahan Chelsea dari Liverpool dengan skor 1-2.  Namun setelah itu, Shevchenko berjuang keras untuk beradaptasi dengan  permainan Liga Inggris yang memiliki permainan cepat.
Ia memiliki performa buruk bersama Chelsea setelah hanya mampu  mencetak delapan gol selama tiga tahun masa baktinya. Gaji tinggi yang  ia miliki pun tak mampu membuat performanya mumpuni. Meski penampilannya  buruk, Shevchenko membuat penampilan 76 pertandingan di klub dan  akhirnya dipinjamkan kembali ke Milan pada 2008.
Shevchenko pun kembali ke Chelsea untuk satu tahun tersisa dalam  kontraknya. Tetapi ia pun segera pergi dari Chelsea dan hijrah ke Dynamo  Kyiv serta dinobatkan sebagai pemain terbaik di Liga Ukraina pada tahun  yang sama.
3. Adrian Mutu
Adrian Mutu adalah pemain paling kontroversial dalam sejarah Chelsea   ketika didatangkan dari Parma. Pemain berpaspor Rumania itu memiliki   awal yang cukup baik di Stamford Bridge, tetapi tak lama penampilannya   merosot terutama karena kurangnya kesempatan bermain.
Gianfranco Zola meninggalkan Chelsea untuk digantikan Mutu, tetapi ia   tidak bisa meneruskan kecemerlangan pendahulunya karena hubungannya   yang kurang baik bersama pelatih saat itu yakni Jose Mourinho.
Hal itu semakin diperparah ketika pada September 2004 ia gagal dalam   tes narkoba untuk kokain yang dibenarkan oleh kubu The Blues pada   Oktober. FA pun memberi hukuman larangan tujuh bulan bermain dan denda   20 ribu poundsterling.
Setelah meninggalkan Chelsea, ia kembali ke bentuk performa   terbaiknya bersama Juventus dan Fiorentina. Ia memainkan total 145   pertandingan dan mencetak gol 61 gol pada momen tersebut.
2. Shaun Wright-Phillips
Wright-Phillips bisa dibilang pemain Inggris paling beruntung kala    bergabung bersama Chelsea pada 2005 dari Manchester City. Namun setelah    memiliki penampilan apik bersama Man City, ia gagal memberikan    kontribusi yang sangat baik untuk Chelsea.
Kepindahannya dari Man City ke London terbukti menjadi risiko dan ia    memiliki penampilan tidak menentu di musim pertamany. Ia hanya tampil    sebagai starting sebanyak 15 kali di sisi Chelsea yang saat itu tampil    dominan. Ia juga akhirnya kehilangan posisi di skuad Timnas Inggris    untuk Piala Dunia 2006 di Jerman.
Wright-Phillips membuat total 81 penampilan di klub dan mencetak gol    dengan angka yang menyedihkan yakni 4 gol. Kegagalan pemain berposisi    sayap itu segera dijual kembali oleh Chelsea ke Man City dan menyesali    keputusan mendatangkan Wright-Phillips.
1. Winston Bogarde
Bogarde bisa menempati daftar teratas di dunia sepakbola untuk     kategori sebagai pemain terburuk. Dia ditandatangani oleh Gianluca     Vialli pada 2000. Pemain asal Belanda itu tiba dengan status bebas     transfer. Bogarde bergabung dengan Chelsea pada usia 29 tahun dan     mendapatkan gaji 40 ribu poundsterling per minggu. Situasi ini sebelum     Chelsea menjadi sangat kaya di bawah kepemilikan Abramovich.
Tapi setelah Claudio Ranieri mengambil alh kepelatihan Stamford     Bridge, ia menegaskan Bogarde tidak ada dalam rencana bagiannya. Meski     begitu, Bogarde tetap bertahan dan bersikeras menghormati kontraknya  di    Chelsea. Pihak The Blues berusaha memaksanya keluar dengan     menempatkannya di tim muda dan cadangan. Tetapi Bogarde dengan penuh     semangat muncul untuk latihan setiap hari.
Pada 2005 ia pensiun pada usia 34 tahun setelah gagal mendapatkan     kesepkatan baru dengan klub dan juga gagal menemukan klub baru. Saat ini     ia cukup membuat kejutan dengan menjadi asisten pelatih tim muda   Ajax.
</content:encoded></item></channel></rss>
