<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Iniesta saat Beralih dari Fans Madrid ke Barcelona</title><description>Iniesta kecil mengaku pernah menjadi fans dari Real Madrid.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/11/27/46/1983584/cerita-iniesta-saat-beralih-dari-fans-madrid-ke-barcelona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/11/27/46/1983584/cerita-iniesta-saat-beralih-dari-fans-madrid-ke-barcelona"/><item><title>Cerita Iniesta saat Beralih dari Fans Madrid ke Barcelona</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/11/27/46/1983584/cerita-iniesta-saat-beralih-dari-fans-madrid-ke-barcelona</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/11/27/46/1983584/cerita-iniesta-saat-beralih-dari-fans-madrid-ke-barcelona</guid><pubDate>Selasa 27 November 2018 17:41 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/11/27/46/1983584/cerita-iniesta-saat-beralih-dari-fans-madrid-ke-barcelona-TpRtXq8y0H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Iniesta sempat mengidolai rival abadi Barcelona, Real Madrid. (Foto: Marca)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/11/27/46/1983584/cerita-iniesta-saat-beralih-dari-fans-madrid-ke-barcelona-TpRtXq8y0H.jpg</image><title>Iniesta sempat mengidolai rival abadi Barcelona, Real Madrid. (Foto: Marca)</title></images><description>KOBE &amp;ndash; Andres Iniesta dikenal sebagai legenda hidup Barcelona. Selama 16 tahun (2002-2018) membela tim senior Barcelona, gelandang 34 tahun itu mempersembahkan 30 trofi bagi publik Estadio Camp Nou.
Namun, siapa sangka, ternyata Iniesta kecil sempat tumbuh sebagai fans atau mengidolai rival abadi Barcelona, Real Madrid. Selain mengidolai klub lokal di daerahnya, Albacete, Iniesta kecil mencintai Los Blancos &amp;ndash;julukan Madrid.

Alasannya jelas karena di akhir 1980-an hingga awal 1990-an, Madrid begitu mendominasi Liga Spanyol. Akan tetapi, rasa cinta Iniesta terhadap Madrid luntur setelah klub lokal yang diidolainya, Albacete, dihajar Barcelona dengan skor 1-7!
BACA JUGA: Varane Main, Madrid Tak Pernah Menang dalam 7 Laga Terakhir
Momen itu terjadi di jornada 31 Liga Spanyol 1991-1992, yang mana Hristo Stoichkov yang notabene legenda Barcelona mencetak empat gol di laga tersebut. Setelah kemenangan telak tersebut, Iniesta pun beralih mengidolai Barcelona.
Karena itu, saat mendapat tawaran untuk bergabung dengan tim U-17 Barcelona pada 1996, Iniesta tidak menolak. Setelah merintis selama enam tahun di tim junior, Iniesta akhirnya dipromosikan ke tim utama pada 2002 dan sukses besar bersama klub yang bermarkas di Estadio Camp Nou itu.

&amp;ldquo;Pada suatu hari, Barcelona menghantam kami (Albacete) dengan tujuh gol. Saat itu saya sangat marah dan mulai dari situlah saya mulai ragu terhadap Madrid,&amp;rdquo; kata Iniesta mengutip dari Marca, Selasa (27/11/2018).</description><content:encoded>KOBE &amp;ndash; Andres Iniesta dikenal sebagai legenda hidup Barcelona. Selama 16 tahun (2002-2018) membela tim senior Barcelona, gelandang 34 tahun itu mempersembahkan 30 trofi bagi publik Estadio Camp Nou.
Namun, siapa sangka, ternyata Iniesta kecil sempat tumbuh sebagai fans atau mengidolai rival abadi Barcelona, Real Madrid. Selain mengidolai klub lokal di daerahnya, Albacete, Iniesta kecil mencintai Los Blancos &amp;ndash;julukan Madrid.

Alasannya jelas karena di akhir 1980-an hingga awal 1990-an, Madrid begitu mendominasi Liga Spanyol. Akan tetapi, rasa cinta Iniesta terhadap Madrid luntur setelah klub lokal yang diidolainya, Albacete, dihajar Barcelona dengan skor 1-7!
BACA JUGA: Varane Main, Madrid Tak Pernah Menang dalam 7 Laga Terakhir
Momen itu terjadi di jornada 31 Liga Spanyol 1991-1992, yang mana Hristo Stoichkov yang notabene legenda Barcelona mencetak empat gol di laga tersebut. Setelah kemenangan telak tersebut, Iniesta pun beralih mengidolai Barcelona.
Karena itu, saat mendapat tawaran untuk bergabung dengan tim U-17 Barcelona pada 1996, Iniesta tidak menolak. Setelah merintis selama enam tahun di tim junior, Iniesta akhirnya dipromosikan ke tim utama pada 2002 dan sukses besar bersama klub yang bermarkas di Estadio Camp Nou itu.

&amp;ldquo;Pada suatu hari, Barcelona menghantam kami (Albacete) dengan tujuh gol. Saat itu saya sangat marah dan mulai dari situlah saya mulai ragu terhadap Madrid,&amp;rdquo; kata Iniesta mengutip dari Marca, Selasa (27/11/2018).</content:encoded></item></channel></rss>
