<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Eks Pemain yang Sukses Besar saat Jadi Pelatih, Nomor 2 Jalani Masa Istirahat</title><description>Berikut kelima sosok yang sukses sebagai pemain dan juga pelatih.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/10/18/51/1965606/5-eks-pemain-yang-sukses-besar-saat-jadi-pelatih-nomor-2-jalani-masa-istirahat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/10/18/51/1965606/5-eks-pemain-yang-sukses-besar-saat-jadi-pelatih-nomor-2-jalani-masa-istirahat"/><item><title>5 Eks Pemain yang Sukses Besar saat Jadi Pelatih, Nomor 2 Jalani Masa Istirahat</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/10/18/51/1965606/5-eks-pemain-yang-sukses-besar-saat-jadi-pelatih-nomor-2-jalani-masa-istirahat</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/10/18/51/1965606/5-eks-pemain-yang-sukses-besar-saat-jadi-pelatih-nomor-2-jalani-masa-istirahat</guid><pubDate>Kamis 18 Oktober 2018 11:35 WIB</pubDate><dc:creator>Bagas Abdiel</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/18/51/1965606/5-eks-pemain-yang-sukses-besar-saat-jadi-pelatih-nomor-2-jalani-masa-istirahat-0DZqiTrhGj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane (Foto: Sportskeeda)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/18/51/1965606/5-eks-pemain-yang-sukses-besar-saat-jadi-pelatih-nomor-2-jalani-masa-istirahat-0DZqiTrhGj.jpg</image><title>Carlo Ancelotti dan Zinedine Zidane (Foto: Sportskeeda)</title></images><description>SEBAGAI seorang pemain top tak banyak dari mereka yang membuat transisi apik ketika beralih karier sebagai pelatih. Banyak dari mereka telah gagal. Sejarah memberi tahu bahwa kesuksesan pemain tidak menjadi mereka akan sukses besar sebagai pelatih.
Tetapi ada pula yang berhasil memainkan peran sebagai pemain juga pelatih. Maka dari itu, kali ini Okezone akan mencoba membahas kelima sosok yang sukses sebagai pemain dan juga pelatih. Berikut kelima nama pemain tersebut.
5. Luis Enrique
Luis Enrique bisa dibilang meraih sukses terbaiknya sebagao pemain saat memperkuat Barcelona. Ia memenangkan dua gelar liga dan sejumlah kompetisi setelah membuat perpindahan kontroversial dari Real Madrid.
Setelah pensiun dari pertandingan pada 2004, ia menangani Barcelona B setelah Guardiola di promosikan ke posisi teratas. Setelah dua musim berlalu, ia mengambil langkah pertamanya sebagai pelatih tim senior dengan membela AS Roma. Akan tetapi Enrique hanya mampu bertahan selama satu musim penuh setelah Roma gagal lolos ke kompetisi Eropa.
Satu tahun keluar dari permainan, ia menikmati satu musim di Celta Vigo dan berhasil mengantarkan mereka berada di 10 besar Liga Spanyol. Raihan itu membuatnya kembali ke Barcelona dan melanjutkan jejak Guardiola menangani Barcelona.
Pada musim pertamanya ia pun berhasil membawa Blaugrana meraih treble winner seperti halnya Guardiola. Selama tiga musim berkarier bersama Barcelona, ia memenangkan sembilan trofi sebelum akhirnya mundur dari Camp Nou pada 2017.
Saat ini, Enrique tengah menangani Timnas Spanyol dan membawa kebangkitan di tengah kekacauan La Furia Roja &amp;ndash;julukan Timnas Spanyol- di Piala Dunia 2018. Pada tiga pertandingan pertamanya, Spanyol sukses mengalahkan semifinalis Piala Dunia Inggris di Wembley dan membantai finalis Piala Dunia 2018 yakni Kroasia.
4. Diego Simeone
Simeone salah seorang pelatih yang mampu membuktikan diri menjadi  yang terbaik sebagai seorang yang menangani sebuah tim. Hal itu  dibuktikan dengan masa baktinya selama tujuh tahun yang gemilang bersama  Atletico Madrid.
Simeone adalah pemain yang brilian dan menikmati kesuksesan di  Atletico Madrid, Inter Milan dan Lazio. Begitu pun dengan karier bersama  Tim Nasional (Timnas) Argentina. Setelah pensiun ia sempat menangani  River Plate sebelum akhirnya kembali ke Atletico pada Desember 2011  sebagai pelatih.
Menghadapi kekuatan rival sekota yakni Madrid serta Barcelona tentu  bukan perkara mudah. Tetapi Simeone mampu membuktikannya dengan selalu  merepotkan dua tim raksasa Spanyol sekaligus Eropa tersebut.
Selama waktunya di Atletico, ia telah memenangkan gelar liga, Piala  Spanyol, Piala Super Spanyol, dan dua mahkota Liga Eropa serta dua Piala  Super Eropa. Mereka juga sangat dekat untuk memenangkan dua gela Liga  Champions sebelum pupus ditangan Real Madrid.
3. Carlo Ancelotti
Ancelotti juga dikenal sebagai seorang pemain sepakbola sukses, ia   juga dikenal dengan kariernya yang apik menjadi pelatih. Setelah singgah   ke berbagai tim seperti Reggiana, Parma, dan Juventus, kemudian   Ancelotti menikmati begitu banyak kesuksesan di AC Milan sebagai seorang   pelatih.
Bersama Milan, ia berhasil memenangkan dua mahkota Liga Champions,   satu gelar Liga Italia dan sejumlah piala. Berikutnya bersama Chelsea,   ia mampu memenangkan Liga Inggris, dua kali Piala FA di musim   pertamanya.
Setelah dari Inggris, ia menuju ke Paris bersama tim Paris   Saint-Germain (PSG). Destinasi berikutnya adalah bersama Real Madrid, di   mana ia membawa gelar Liga Champions yang sudah didambakan klub sejak   2002. Setelah dari Madrid, ia memiliki mantra singkat di Bayern Munich   dan kini bertugas di Napoli.
2. Zinedine Zidane
Tidak diragukan lagi, Zidane adalah pemain hebat dunia yang pensiun    pada 2006. Setelah itu, ia memutuskan untuk melanjutkan karier sebagai    pelatih dengan menjabat sebagai Direktur Sporting Club serta asisten    Carlo Ancelotti ketika Real Madrid memenangkan Liga Champions  kesepuluh.
Kehebatannya bersama tim junior Madrid mengantarkannya ke level    senior untuk menggantikan Rafael Benitez pada Januari 2016. Tak    disangka, Zidane mampu menjalankan tugasnya dengan baik selama dua    setengah tahun.
Ia berhasil memenangkan sembilan trofi termasuk tiga gelar Liga    Champions berturut-turut. Sebuah prestasi yang belum pernah dicapai    sebelumnya sejak format kompetisi berubah. Zidane juga memenangkan  satu    gelar liga, Piala Super Spanyol, dua Piala Dunia Antar Klub, dan dua    Piala Super Eropa.
Dengan kesuksesan yang ia miliki, Zidane membuat langkah mengejutkan    dengan mundur dari Madrid pada akhir musim lalu. Kini ia tengah    menjalani masa isitirahat, tetapi banyak klub juga yang memberinya    tawaran.
1. Pep Guardiola
Guardiola bisa dibilang sebagai seorang pelatih yang didambakan pada     saat ini. Setelah 10 tahun berkarier sebagai pemain di klub,  Guardiola    membuat langkah pertama sebagai pelatih bersama tim  Barcelona B.
Dia adalah pelatih yang meraih kesuksesan secara instan. Di mana ia     langsung mendapat promos ke tim senior dengan menangani beberapa   talenta   besar seperti Lionel Messi, Xavi, dan Andres Iniesta selama   empat   tahun. Ia berhasil memenangkan tiga gelar Liga Spanyol, dua   Piala Eropa,   dua Piala Spanyol, dua Piala Super Eropa dan dua Piala   Dunia Antar   Klub.
Setelah itu, ia mencoba peruntungan ke klub Jerman bersama Bayern     Munich. Ia pun membuat hasil yang mengesankan dengan membawa tiga gelar     Liga Jerman. Dari sana ia menuju ke Manchester City. Meski musim     pertamanya kurang memuaskan, tetapi pada musim berikutnya, ia bersama     Man City tampil luar biasa dengan memenangkan gelar liga dan meraih 100     poin.
</description><content:encoded>SEBAGAI seorang pemain top tak banyak dari mereka yang membuat transisi apik ketika beralih karier sebagai pelatih. Banyak dari mereka telah gagal. Sejarah memberi tahu bahwa kesuksesan pemain tidak menjadi mereka akan sukses besar sebagai pelatih.
Tetapi ada pula yang berhasil memainkan peran sebagai pemain juga pelatih. Maka dari itu, kali ini Okezone akan mencoba membahas kelima sosok yang sukses sebagai pemain dan juga pelatih. Berikut kelima nama pemain tersebut.
5. Luis Enrique
Luis Enrique bisa dibilang meraih sukses terbaiknya sebagao pemain saat memperkuat Barcelona. Ia memenangkan dua gelar liga dan sejumlah kompetisi setelah membuat perpindahan kontroversial dari Real Madrid.
Setelah pensiun dari pertandingan pada 2004, ia menangani Barcelona B setelah Guardiola di promosikan ke posisi teratas. Setelah dua musim berlalu, ia mengambil langkah pertamanya sebagai pelatih tim senior dengan membela AS Roma. Akan tetapi Enrique hanya mampu bertahan selama satu musim penuh setelah Roma gagal lolos ke kompetisi Eropa.
Satu tahun keluar dari permainan, ia menikmati satu musim di Celta Vigo dan berhasil mengantarkan mereka berada di 10 besar Liga Spanyol. Raihan itu membuatnya kembali ke Barcelona dan melanjutkan jejak Guardiola menangani Barcelona.
Pada musim pertamanya ia pun berhasil membawa Blaugrana meraih treble winner seperti halnya Guardiola. Selama tiga musim berkarier bersama Barcelona, ia memenangkan sembilan trofi sebelum akhirnya mundur dari Camp Nou pada 2017.
Saat ini, Enrique tengah menangani Timnas Spanyol dan membawa kebangkitan di tengah kekacauan La Furia Roja &amp;ndash;julukan Timnas Spanyol- di Piala Dunia 2018. Pada tiga pertandingan pertamanya, Spanyol sukses mengalahkan semifinalis Piala Dunia Inggris di Wembley dan membantai finalis Piala Dunia 2018 yakni Kroasia.
4. Diego Simeone
Simeone salah seorang pelatih yang mampu membuktikan diri menjadi  yang terbaik sebagai seorang yang menangani sebuah tim. Hal itu  dibuktikan dengan masa baktinya selama tujuh tahun yang gemilang bersama  Atletico Madrid.
Simeone adalah pemain yang brilian dan menikmati kesuksesan di  Atletico Madrid, Inter Milan dan Lazio. Begitu pun dengan karier bersama  Tim Nasional (Timnas) Argentina. Setelah pensiun ia sempat menangani  River Plate sebelum akhirnya kembali ke Atletico pada Desember 2011  sebagai pelatih.
Menghadapi kekuatan rival sekota yakni Madrid serta Barcelona tentu  bukan perkara mudah. Tetapi Simeone mampu membuktikannya dengan selalu  merepotkan dua tim raksasa Spanyol sekaligus Eropa tersebut.
Selama waktunya di Atletico, ia telah memenangkan gelar liga, Piala  Spanyol, Piala Super Spanyol, dan dua mahkota Liga Eropa serta dua Piala  Super Eropa. Mereka juga sangat dekat untuk memenangkan dua gela Liga  Champions sebelum pupus ditangan Real Madrid.
3. Carlo Ancelotti
Ancelotti juga dikenal sebagai seorang pemain sepakbola sukses, ia   juga dikenal dengan kariernya yang apik menjadi pelatih. Setelah singgah   ke berbagai tim seperti Reggiana, Parma, dan Juventus, kemudian   Ancelotti menikmati begitu banyak kesuksesan di AC Milan sebagai seorang   pelatih.
Bersama Milan, ia berhasil memenangkan dua mahkota Liga Champions,   satu gelar Liga Italia dan sejumlah piala. Berikutnya bersama Chelsea,   ia mampu memenangkan Liga Inggris, dua kali Piala FA di musim   pertamanya.
Setelah dari Inggris, ia menuju ke Paris bersama tim Paris   Saint-Germain (PSG). Destinasi berikutnya adalah bersama Real Madrid, di   mana ia membawa gelar Liga Champions yang sudah didambakan klub sejak   2002. Setelah dari Madrid, ia memiliki mantra singkat di Bayern Munich   dan kini bertugas di Napoli.
2. Zinedine Zidane
Tidak diragukan lagi, Zidane adalah pemain hebat dunia yang pensiun    pada 2006. Setelah itu, ia memutuskan untuk melanjutkan karier sebagai    pelatih dengan menjabat sebagai Direktur Sporting Club serta asisten    Carlo Ancelotti ketika Real Madrid memenangkan Liga Champions  kesepuluh.
Kehebatannya bersama tim junior Madrid mengantarkannya ke level    senior untuk menggantikan Rafael Benitez pada Januari 2016. Tak    disangka, Zidane mampu menjalankan tugasnya dengan baik selama dua    setengah tahun.
Ia berhasil memenangkan sembilan trofi termasuk tiga gelar Liga    Champions berturut-turut. Sebuah prestasi yang belum pernah dicapai    sebelumnya sejak format kompetisi berubah. Zidane juga memenangkan  satu    gelar liga, Piala Super Spanyol, dua Piala Dunia Antar Klub, dan dua    Piala Super Eropa.
Dengan kesuksesan yang ia miliki, Zidane membuat langkah mengejutkan    dengan mundur dari Madrid pada akhir musim lalu. Kini ia tengah    menjalani masa isitirahat, tetapi banyak klub juga yang memberinya    tawaran.
1. Pep Guardiola
Guardiola bisa dibilang sebagai seorang pelatih yang didambakan pada     saat ini. Setelah 10 tahun berkarier sebagai pemain di klub,  Guardiola    membuat langkah pertama sebagai pelatih bersama tim  Barcelona B.
Dia adalah pelatih yang meraih kesuksesan secara instan. Di mana ia     langsung mendapat promos ke tim senior dengan menangani beberapa   talenta   besar seperti Lionel Messi, Xavi, dan Andres Iniesta selama   empat   tahun. Ia berhasil memenangkan tiga gelar Liga Spanyol, dua   Piala Eropa,   dua Piala Spanyol, dua Piala Super Eropa dan dua Piala   Dunia Antar   Klub.
Setelah itu, ia mencoba peruntungan ke klub Jerman bersama Bayern     Munich. Ia pun membuat hasil yang mengesankan dengan membawa tiga gelar     Liga Jerman. Dari sana ia menuju ke Manchester City. Meski musim     pertamanya kurang memuaskan, tetapi pada musim berikutnya, ia bersama     Man City tampil luar biasa dengan memenangkan gelar liga dan meraih 100     poin.
</content:encoded></item></channel></rss>
