<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Pelajaran yang Bisa Diambil dari Hidup Cristiano Ronaldo, Nomor 1 Sumber Motivasi</title><description>Berikut adalah lima pelajaran yang bisa diambil dari hidup Cristiano Ronaldo.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/10/03/47/1959294/5-pelajaran-yang-bisa-diambil-dari-hidup-cristiano-ronaldo-nomor-1-sumber-motivasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/10/03/47/1959294/5-pelajaran-yang-bisa-diambil-dari-hidup-cristiano-ronaldo-nomor-1-sumber-motivasi"/><item><title>5 Pelajaran yang Bisa Diambil dari Hidup Cristiano Ronaldo, Nomor 1 Sumber Motivasi</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/10/03/47/1959294/5-pelajaran-yang-bisa-diambil-dari-hidup-cristiano-ronaldo-nomor-1-sumber-motivasi</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/10/03/47/1959294/5-pelajaran-yang-bisa-diambil-dari-hidup-cristiano-ronaldo-nomor-1-sumber-motivasi</guid><pubDate>Rabu 03 Oktober 2018 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/10/03/47/1959294/5-pelajaran-yang-bisa-diambil-dari-hidup-cristiano-ronaldo-nomor-1-sumber-motivasi-5mSUgY9tfz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cristiano Ronaldo (Foto: Laman resmi Juventus)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/10/03/47/1959294/5-pelajaran-yang-bisa-diambil-dari-hidup-cristiano-ronaldo-nomor-1-sumber-motivasi-5mSUgY9tfz.jpg</image><title>Cristiano Ronaldo (Foto: Laman resmi Juventus)</title></images><description>CRISTIANO Ronaldo merupakan salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada sepanjang sejarah. Bersama rival abadinya, Lionel Messi, dalam satu dekade terakhir Ronaldo selalu mendominasi penganugerahan trofi Ballon d&amp;rsquo;Or. Meski begitu, bukan berarti Ronaldo tak pernah dikritik.
Baik kritik maupun pujian telah silih berganti menghiasi karier Ronaldo sebagai seorang pesepaknola. Hal itulah yang kemudian membuatnya terus berkembang hingga bisa berada di titik seperti sekarang ini. Berikut adalah lima pelajaran yang bisa diambil dari hidup Cristiano Ronaldo.
5. Tak pernah mau kalah dari para haters

Seiring dengan timbulnya kesuksesan yang diraih oleh Cristiano Ronaldo, maka semakin banyak pula orang-orang yang membenci CR7. Banyak yang mengatakan kalau Ronaldo bukanlah pesepakbola dengan bakat alami seperti halnya Lionel Messi ataupun Pele. Akan tetapi, Ronaldo selalu mampu membungkam para pembencinya tersebut dengan prestasi.
Ronaldo menyadari bahwa banyak orang yang tidak suka dengan dirinya. Kendati demikian, Ronaldo tak pernah ingin dikalahkan oleh orang-orang seperti itu. Maka dari itu, Ronaldo selalu berusaha dan berjuang sebaik-baiknya untuk membuktikan diri dan membungkam para pembencinya tersebut.
4. Percaya diri

Cristiano Ronaldo mengungkapkan bahwa dalam pikirannya ia selalu merasa kalau dirinya adalah yang terbaik. Pemikiran tersebut dinilai Ronaldo sebagai sesuatu yang penting guna memotivasi dirinya. Meski pemikiran tersebut kerap dikaitkan dengan egoisme dan arogansi, namun bagi Ronaldo pemikiran itulah yang terbaik.
Tentunya Ronaldo tidak akan bisa menjadi pemain hebat jika tidak memiliki pemikiran seperti itu. Selalu merasa rendah diri dan tidak lebih baik dari pemain lain, jelas bukan menunjukkan mental seorang pemenang. Maka dari itu, sejak dalam diri dan pikiran, Ronaldo selalu menanamkan kalau ia bisa menjadi yang terbaik.
3. Selalu mencari tantangan baru

Di usia 33 tahun, Cristiano Ronaldo masih saja berada di puncak  kariernya sebagai seorang pesepakbola. Hal ini tentunya berbeda dengan  kebanyakan pesepakbola top lainnya. Nama-nama seperti Andres Iniesta,  Fernando Torres, Ronaldinho, hingga David Beckham, ketika memasuki usia  33 tahun mereka pergi dari persepakbolaan Eropa dan menuju Amerika atau  China.
Bahkan, tak jarang pula pesepakbola top yang sudah berusia 33 tahun  malah menjadi penghangat bangku cadangan lantaran mengalami penurunan  performa. Akan tetapi, Ronaldo justru sebaliknya. Baginya, faktor usia  seolah tak berlaku. Di usia 33 tahun, Ronaldo tetap mampu menampilkan  performa terbaiknya. Ronaldo meninggalkan Real Madrid dan bergabung  dengan raksasa Italia, Juventus, untuk menjadi tokoh utama di sana. Pola  hidup yang sehat membuat karier Ronaldo berumur panjang.
2. Menjadi rekan dan pemimpin sekaligus

Tak banyak pesepakbola yang mampu mengikuti jejak Cristiano Ronaldo   sebagai pemimpin sekaligus rekan bagi teman-temannya di lapangan.   Kepemimpinan Ronaldo jelas terlihat kala bersama Timnas Portugal. Akan   tetapi, Ronaldo bukanlah tipe pemimpin yang hanya bisa mengatur saja,   namun juga merangkul rekan-rekannya untuk tumbuh.
Hal itulah yang kemudian menjadikan Ronaldo sebagai sosok yang   disegani oleh rekan-rekannya. Ronaldo juga kerap tampil sebagai   penyelamat bagi timnya dengan gol yang diciptakannya. Gelaran Piala   Eropa 2016 adalah bukti di mana Ronaldo benar-benar menjadi seorang   protagonis.
1. Tak pernah merasa puas

Cristiano Ronaldo merupakan tipe orang yang tak pernah puas dengan    apa yang telah dicapainya. Dalam artian, bukan berarti Ronaldo merupakan    seorang yang serakah. Akan tetapi, Ronaldo selalu berusaha lebih baik    dan lebih baik lagi dari apa yang telah ia lakukan sebelumnya.
Hal ini pun terbayar dengan banyaknya penghargaan dan trofi yang    diterima oleh Ronaldo setiap musimnya. Meski Ronaldo telah memenangi    torfi atau kejuaraan tertentu, namun ia tak puas diri atau merasa    dirinya sudah menjadi yang terhebat. Ronaldo malah berusaha lebih baik    lagi agar bisa mendapat hasil lebih maksimal.</description><content:encoded>CRISTIANO Ronaldo merupakan salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada sepanjang sejarah. Bersama rival abadinya, Lionel Messi, dalam satu dekade terakhir Ronaldo selalu mendominasi penganugerahan trofi Ballon d&amp;rsquo;Or. Meski begitu, bukan berarti Ronaldo tak pernah dikritik.
Baik kritik maupun pujian telah silih berganti menghiasi karier Ronaldo sebagai seorang pesepaknola. Hal itulah yang kemudian membuatnya terus berkembang hingga bisa berada di titik seperti sekarang ini. Berikut adalah lima pelajaran yang bisa diambil dari hidup Cristiano Ronaldo.
5. Tak pernah mau kalah dari para haters

Seiring dengan timbulnya kesuksesan yang diraih oleh Cristiano Ronaldo, maka semakin banyak pula orang-orang yang membenci CR7. Banyak yang mengatakan kalau Ronaldo bukanlah pesepakbola dengan bakat alami seperti halnya Lionel Messi ataupun Pele. Akan tetapi, Ronaldo selalu mampu membungkam para pembencinya tersebut dengan prestasi.
Ronaldo menyadari bahwa banyak orang yang tidak suka dengan dirinya. Kendati demikian, Ronaldo tak pernah ingin dikalahkan oleh orang-orang seperti itu. Maka dari itu, Ronaldo selalu berusaha dan berjuang sebaik-baiknya untuk membuktikan diri dan membungkam para pembencinya tersebut.
4. Percaya diri

Cristiano Ronaldo mengungkapkan bahwa dalam pikirannya ia selalu merasa kalau dirinya adalah yang terbaik. Pemikiran tersebut dinilai Ronaldo sebagai sesuatu yang penting guna memotivasi dirinya. Meski pemikiran tersebut kerap dikaitkan dengan egoisme dan arogansi, namun bagi Ronaldo pemikiran itulah yang terbaik.
Tentunya Ronaldo tidak akan bisa menjadi pemain hebat jika tidak memiliki pemikiran seperti itu. Selalu merasa rendah diri dan tidak lebih baik dari pemain lain, jelas bukan menunjukkan mental seorang pemenang. Maka dari itu, sejak dalam diri dan pikiran, Ronaldo selalu menanamkan kalau ia bisa menjadi yang terbaik.
3. Selalu mencari tantangan baru

Di usia 33 tahun, Cristiano Ronaldo masih saja berada di puncak  kariernya sebagai seorang pesepakbola. Hal ini tentunya berbeda dengan  kebanyakan pesepakbola top lainnya. Nama-nama seperti Andres Iniesta,  Fernando Torres, Ronaldinho, hingga David Beckham, ketika memasuki usia  33 tahun mereka pergi dari persepakbolaan Eropa dan menuju Amerika atau  China.
Bahkan, tak jarang pula pesepakbola top yang sudah berusia 33 tahun  malah menjadi penghangat bangku cadangan lantaran mengalami penurunan  performa. Akan tetapi, Ronaldo justru sebaliknya. Baginya, faktor usia  seolah tak berlaku. Di usia 33 tahun, Ronaldo tetap mampu menampilkan  performa terbaiknya. Ronaldo meninggalkan Real Madrid dan bergabung  dengan raksasa Italia, Juventus, untuk menjadi tokoh utama di sana. Pola  hidup yang sehat membuat karier Ronaldo berumur panjang.
2. Menjadi rekan dan pemimpin sekaligus

Tak banyak pesepakbola yang mampu mengikuti jejak Cristiano Ronaldo   sebagai pemimpin sekaligus rekan bagi teman-temannya di lapangan.   Kepemimpinan Ronaldo jelas terlihat kala bersama Timnas Portugal. Akan   tetapi, Ronaldo bukanlah tipe pemimpin yang hanya bisa mengatur saja,   namun juga merangkul rekan-rekannya untuk tumbuh.
Hal itulah yang kemudian menjadikan Ronaldo sebagai sosok yang   disegani oleh rekan-rekannya. Ronaldo juga kerap tampil sebagai   penyelamat bagi timnya dengan gol yang diciptakannya. Gelaran Piala   Eropa 2016 adalah bukti di mana Ronaldo benar-benar menjadi seorang   protagonis.
1. Tak pernah merasa puas

Cristiano Ronaldo merupakan tipe orang yang tak pernah puas dengan    apa yang telah dicapainya. Dalam artian, bukan berarti Ronaldo merupakan    seorang yang serakah. Akan tetapi, Ronaldo selalu berusaha lebih baik    dan lebih baik lagi dari apa yang telah ia lakukan sebelumnya.
Hal ini pun terbayar dengan banyaknya penghargaan dan trofi yang    diterima oleh Ronaldo setiap musimnya. Meski Ronaldo telah memenangi    torfi atau kejuaraan tertentu, namun ia tak puas diri atau merasa    dirinya sudah menjadi yang terhebat. Ronaldo malah berusaha lebih baik    lagi agar bisa mendapat hasil lebih maksimal.</content:encoded></item></channel></rss>
