<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Kunci Keberhasilan Timnas Indonesia U-16 Juarai Piala AFF U-16 2018</title><description>Berikut lima kunci keberhasilan Timnas Indonesia U-16.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/08/12/51/1935419/5-kunci-keberhasilan-timnas-indonesia-u-16-juarai-piala-aff-u-16-2018</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/08/12/51/1935419/5-kunci-keberhasilan-timnas-indonesia-u-16-juarai-piala-aff-u-16-2018"/><item><title>5 Kunci Keberhasilan Timnas Indonesia U-16 Juarai Piala AFF U-16 2018</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/08/12/51/1935419/5-kunci-keberhasilan-timnas-indonesia-u-16-juarai-piala-aff-u-16-2018</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/08/12/51/1935419/5-kunci-keberhasilan-timnas-indonesia-u-16-juarai-piala-aff-u-16-2018</guid><pubDate>Minggu 12 Agustus 2018 14:07 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/08/12/51/1935419/5-kunci-keberhasilan-timnas-indonesia-u-16-juarai-piala-aff-u-16-2018-yfi0g0WjTu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Timnas Indonesia U-16 (Foto: PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/08/12/51/1935419/5-kunci-keberhasilan-timnas-indonesia-u-16-juarai-piala-aff-u-16-2018-yfi0g0WjTu.jpg</image><title>Timnas Indonesia U-16 (Foto: PSSI)</title></images><description>SIDOARJO - Keberhasilan Timnas Indonesia U-16 dalam menjuarai Piala AFF U-16 2018 pada Sabtu 11 Agustus 2018 malam WIB membuat hegemoni dan euforia bahagia bagi seluruh rakyat Indonesia.
Namun di balik hegemoni pesta juara ada beberapa taktik yang brilian dari Pelatih Fakhri Husaini dan jajaran staf kepelatihannya. Maka dari itu, Okezone akan membahas lima kunci keberhasilan Timnas Indonesia U-16 menjuarai ajang tersebut. Berikut lima kunci keberhasilan tersebut.
5. Punya Banyak Rencana
Timnas Indonesia U-16 tak hanya memiliki satu strategi dalam menghadapi gelaran Piala AFF U-16 ini tapi memiliki rencana B, C, hingga D, bila serangan buntu.
Mulai dari pergantian pemain di babak pertama yang awalnya terlihat membingungkan atau perubahan gaya permainan dari bola-bola atas menjadi umpan-umpan pendek.
Di laga melawan Timnas Timor Leste U-16 misalnya, kesulitan mencetak gol meski mendominasi permainan Fakhri mencoba melakukan pergantian dua pemain di babak pertama.
Mengawali babak kedua, Fakhri mengubah gaya umpan silang anak asuhnya. Jika di babak pertama serangan umpan silang lambung kandas lantaran bek Timor Leste berpostur tinggi, di babak kedua ia merubah dengan meminta anak asuhnya mengirimkan umpan silang rendah.
Hasilnya terbukti gol pertama oleh Bagus dan ketiga yang dicetak Zico berawal dari umpan silang datar Salman Farid dan Bagus yang tampil sebagai penyerang sayap kanan.
&quot;Babak kedua sedikit ada perubahan taktik dari umpan silang lambung menjadi datar dan rotasi pergantian pemain. Hasilnya dua gol diawali dari sana (umpan silang datar),&quot; terang pelatih kelahiran Lhokseumawe ini.
4. Pemain Multifungsi 
Selain kedalaman skuad, Timnas Indonesia U-16 memiliki beberapa  pemain yang bisa bermain lebih dari satu posisi. Bagus Kahfi misalnya,  awalnya ia merupakan penyerang sayap.
Namun di laga kedua fase grup kedua Fakhri coba mainkan Bagus sebagai  penyerang tengah, hasilnya terbukti ia bisa memperoleh gelar top skorer  dengan 12 golnya.
Vedahayanto yang berposisi sebagai stopper bisa bermain di gelandang  bertahan kala bersua Timor Leste. Sementara Brylian yang diplot sebagai  gelandang bertahan bisa bermain di posisi gelandang serang.
&quot;Kami memilih pemain di tim ini, salah satu syaratnya harus bisa  bermain di lebih dari satu posisi. Tentu itu menguntungkan saya. Dan  jujur saya punya banyak pemain yang bisa bermain di lebih dari satu  posisi, kecuali kiper,&quot; ungkap Fakhri, usai laga melawan Kamboja.
3. Pelapis Sepadan 
Kejelian Pelatih Fakhri Husaini dalam memilih pemain terbukti dari   kedalaman skuad Timnas Indonesia U-16.Dari 26 pemain yang dibawa ke   Piala AFF U-16, hampir semua pemain pernah pernah merasakan menit   bermain. Barangkali hanya posisi penjaga gawang yang tak berubah-ubah.
Di laga lawan Timor Leste di fase grup A, masuknya Sutan Zico   menggantikan Yadi Mulyadi berbuah manis. Mengawali dari bangku cadangan   Zico berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Sebelumnya Yadi  Mulyadi  yang menjadi pelapis Supriadi juga menjadi aktor gol pertama  Bagus  menit ke-49.
Di laga melawan Malaysia di semifinal misalnya, Fakhri sengaja   memasukkan Hamsa Medari Lestaluhu dengan tipikal pembagi bola   menggantikan Andre yang lebih bertipe bertahan.
&quot;Saya punya beberapa pemain kunci dan pemain cadangan. Ketika mereka   (pemain cadangan) masuk bisa mengubah permainan, Hamsa salah satunya,&quot;   ungkap Pelatih Fakhri Husaini usai melawan Malaysia.
Keberhasilan juara pun diakui Fakhri berkat kedalaman skuad yang   bagus. Menurutnya, ia bangga dengan apa yang dilakukan oleh pemain baik   yang bermain sebagai tim utama, tim cadangan, maupun yang belum  bermain.
&quot;Saya bangga dengan apa yang diperlihatkan semua pemain tidak hanya   Nando (penjaga gawang Ernando) tapi juga semua pemain,&quot; ujar Fakhri usai   laga final.
2. Lini Tengah Solid 
Timnas Indonesia U-16 memang menerapkan pola 4-3-3 saat awal laga    maupun menyerang. Namun pola 4-3-3 itu bisa bertransformasi menjadi    4-2-3-1 bila kehilangan bola.
Trio lini tengah Andre Oktaviansyah di kiri, Brylian Dwiki Aldama di tengah, dan David Maulana di kanan akan bertransformasi.
Andre Oktaviansyah tukang 'angkut air' yang menghubungkan bola dari    belakang ke depan berdiri sejajar dengan Brylian yang berperan sebagai    gelandang perusak.
Sementara David yang berperan sebagai pembagi bola menjadi gelndang    serang diapit oleh Mochammad Supriadi di kiri dan Fajar Fathur. Alhasil    dalam posisi diserang lini tengah Timnas Indonesia U-16 cukup solid    karena menumpuk 5 gelandang di tengah.
Formasi ini akan dengan cepat bertransformasi kembali menjadi 4-3-3 saat Timnas Indonesia U-16 memegang penguasaan bola.
Aliran bola dari lini belakang ke depan pun cukup bagus karena peran    Brylian, Andre, dan David yang bisa sebagai pemutus serangan sekaligus    pengalir serangan.
1. Bertumpu Pada Sayap
Pelatih Fakhri Husaini menerapkan strategi 4-3-3 di setiap     pertandingannya. Di lini tengah Fakhri menempatkan satu gelandang     bertahan bertipikal perusak yang ada di diri Brylian Dwiki, sementara     dua gelandang lainnya ditempatkan sedikit melebar.
Di sisi penyerang sayap, Mochammad Supriadi di kiri dan Fajar Fathur     di sisi kanan menjadi tumpuan serangan Timnas Indonesia U-16. Di sisi     bek sayap Yudha Febrian di kiri dan Bagas Kaffa di kanan, juga  menjadi    jaminan serangan dari sayap.
Tercatat beberapa kali serangan Timnas Indonesia U-16 banyak diawali     dari pergerakan pemain yang melebar memanfaatkan sisi lebar lapangan.
Belum lagi overlap yang dilakukan kedua bek sayap menjadi tambahan     kekuatan serangan Timsedonesia U-16. Hal ini terbukti di sepanjang     turnamen, nama Bagas Kaffa dan Yudha Febrian menjadi penyumbang assist     meski posisinya di lini belakang.
Di laga semifinal melawan Timnas Malaysia U-16, penalti yang     dihasilkan juga merupakan buah dari penetrasi di sisi sayap. Dimana     Supriadi yang bertukar posisi di sisi kanan memaksa penjaga gawang Abdul     Alim Al Amri Ali untuk menjatuhkannya.
</description><content:encoded>SIDOARJO - Keberhasilan Timnas Indonesia U-16 dalam menjuarai Piala AFF U-16 2018 pada Sabtu 11 Agustus 2018 malam WIB membuat hegemoni dan euforia bahagia bagi seluruh rakyat Indonesia.
Namun di balik hegemoni pesta juara ada beberapa taktik yang brilian dari Pelatih Fakhri Husaini dan jajaran staf kepelatihannya. Maka dari itu, Okezone akan membahas lima kunci keberhasilan Timnas Indonesia U-16 menjuarai ajang tersebut. Berikut lima kunci keberhasilan tersebut.
5. Punya Banyak Rencana
Timnas Indonesia U-16 tak hanya memiliki satu strategi dalam menghadapi gelaran Piala AFF U-16 ini tapi memiliki rencana B, C, hingga D, bila serangan buntu.
Mulai dari pergantian pemain di babak pertama yang awalnya terlihat membingungkan atau perubahan gaya permainan dari bola-bola atas menjadi umpan-umpan pendek.
Di laga melawan Timnas Timor Leste U-16 misalnya, kesulitan mencetak gol meski mendominasi permainan Fakhri mencoba melakukan pergantian dua pemain di babak pertama.
Mengawali babak kedua, Fakhri mengubah gaya umpan silang anak asuhnya. Jika di babak pertama serangan umpan silang lambung kandas lantaran bek Timor Leste berpostur tinggi, di babak kedua ia merubah dengan meminta anak asuhnya mengirimkan umpan silang rendah.
Hasilnya terbukti gol pertama oleh Bagus dan ketiga yang dicetak Zico berawal dari umpan silang datar Salman Farid dan Bagus yang tampil sebagai penyerang sayap kanan.
&quot;Babak kedua sedikit ada perubahan taktik dari umpan silang lambung menjadi datar dan rotasi pergantian pemain. Hasilnya dua gol diawali dari sana (umpan silang datar),&quot; terang pelatih kelahiran Lhokseumawe ini.
4. Pemain Multifungsi 
Selain kedalaman skuad, Timnas Indonesia U-16 memiliki beberapa  pemain yang bisa bermain lebih dari satu posisi. Bagus Kahfi misalnya,  awalnya ia merupakan penyerang sayap.
Namun di laga kedua fase grup kedua Fakhri coba mainkan Bagus sebagai  penyerang tengah, hasilnya terbukti ia bisa memperoleh gelar top skorer  dengan 12 golnya.
Vedahayanto yang berposisi sebagai stopper bisa bermain di gelandang  bertahan kala bersua Timor Leste. Sementara Brylian yang diplot sebagai  gelandang bertahan bisa bermain di posisi gelandang serang.
&quot;Kami memilih pemain di tim ini, salah satu syaratnya harus bisa  bermain di lebih dari satu posisi. Tentu itu menguntungkan saya. Dan  jujur saya punya banyak pemain yang bisa bermain di lebih dari satu  posisi, kecuali kiper,&quot; ungkap Fakhri, usai laga melawan Kamboja.
3. Pelapis Sepadan 
Kejelian Pelatih Fakhri Husaini dalam memilih pemain terbukti dari   kedalaman skuad Timnas Indonesia U-16.Dari 26 pemain yang dibawa ke   Piala AFF U-16, hampir semua pemain pernah pernah merasakan menit   bermain. Barangkali hanya posisi penjaga gawang yang tak berubah-ubah.
Di laga lawan Timor Leste di fase grup A, masuknya Sutan Zico   menggantikan Yadi Mulyadi berbuah manis. Mengawali dari bangku cadangan   Zico berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Sebelumnya Yadi  Mulyadi  yang menjadi pelapis Supriadi juga menjadi aktor gol pertama  Bagus  menit ke-49.
Di laga melawan Malaysia di semifinal misalnya, Fakhri sengaja   memasukkan Hamsa Medari Lestaluhu dengan tipikal pembagi bola   menggantikan Andre yang lebih bertipe bertahan.
&quot;Saya punya beberapa pemain kunci dan pemain cadangan. Ketika mereka   (pemain cadangan) masuk bisa mengubah permainan, Hamsa salah satunya,&quot;   ungkap Pelatih Fakhri Husaini usai melawan Malaysia.
Keberhasilan juara pun diakui Fakhri berkat kedalaman skuad yang   bagus. Menurutnya, ia bangga dengan apa yang dilakukan oleh pemain baik   yang bermain sebagai tim utama, tim cadangan, maupun yang belum  bermain.
&quot;Saya bangga dengan apa yang diperlihatkan semua pemain tidak hanya   Nando (penjaga gawang Ernando) tapi juga semua pemain,&quot; ujar Fakhri usai   laga final.
2. Lini Tengah Solid 
Timnas Indonesia U-16 memang menerapkan pola 4-3-3 saat awal laga    maupun menyerang. Namun pola 4-3-3 itu bisa bertransformasi menjadi    4-2-3-1 bila kehilangan bola.
Trio lini tengah Andre Oktaviansyah di kiri, Brylian Dwiki Aldama di tengah, dan David Maulana di kanan akan bertransformasi.
Andre Oktaviansyah tukang 'angkut air' yang menghubungkan bola dari    belakang ke depan berdiri sejajar dengan Brylian yang berperan sebagai    gelandang perusak.
Sementara David yang berperan sebagai pembagi bola menjadi gelndang    serang diapit oleh Mochammad Supriadi di kiri dan Fajar Fathur. Alhasil    dalam posisi diserang lini tengah Timnas Indonesia U-16 cukup solid    karena menumpuk 5 gelandang di tengah.
Formasi ini akan dengan cepat bertransformasi kembali menjadi 4-3-3 saat Timnas Indonesia U-16 memegang penguasaan bola.
Aliran bola dari lini belakang ke depan pun cukup bagus karena peran    Brylian, Andre, dan David yang bisa sebagai pemutus serangan sekaligus    pengalir serangan.
1. Bertumpu Pada Sayap
Pelatih Fakhri Husaini menerapkan strategi 4-3-3 di setiap     pertandingannya. Di lini tengah Fakhri menempatkan satu gelandang     bertahan bertipikal perusak yang ada di diri Brylian Dwiki, sementara     dua gelandang lainnya ditempatkan sedikit melebar.
Di sisi penyerang sayap, Mochammad Supriadi di kiri dan Fajar Fathur     di sisi kanan menjadi tumpuan serangan Timnas Indonesia U-16. Di sisi     bek sayap Yudha Febrian di kiri dan Bagas Kaffa di kanan, juga  menjadi    jaminan serangan dari sayap.
Tercatat beberapa kali serangan Timnas Indonesia U-16 banyak diawali     dari pergerakan pemain yang melebar memanfaatkan sisi lebar lapangan.
Belum lagi overlap yang dilakukan kedua bek sayap menjadi tambahan     kekuatan serangan Timsedonesia U-16. Hal ini terbukti di sepanjang     turnamen, nama Bagas Kaffa dan Yudha Febrian menjadi penyumbang assist     meski posisinya di lini belakang.
Di laga semifinal melawan Timnas Malaysia U-16, penalti yang     dihasilkan juga merupakan buah dari penetrasi di sisi sayap. Dimana     Supriadi yang bertukar posisi di sisi kanan memaksa penjaga gawang Abdul     Alim Al Amri Ali untuk menjatuhkannya.
</content:encoded></item></channel></rss>
