<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Alasan Madrid Takkan Juara Liga Spanyol 2018-2019, Nomor 1 Paling Bermasalah</title><description>Berikut lima alasan mengapa Madrid tidak akan bisa menjuarai Liga Spanyol pada musim ini.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/08/09/46/1934206/5-alasan-madrid-takkan-juara-liga-spanyol-2018-2019-nomor-1-paling-bermasalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/08/09/46/1934206/5-alasan-madrid-takkan-juara-liga-spanyol-2018-2019-nomor-1-paling-bermasalah"/><item><title>5 Alasan Madrid Takkan Juara Liga Spanyol 2018-2019, Nomor 1 Paling Bermasalah</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/08/09/46/1934206/5-alasan-madrid-takkan-juara-liga-spanyol-2018-2019-nomor-1-paling-bermasalah</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/08/09/46/1934206/5-alasan-madrid-takkan-juara-liga-spanyol-2018-2019-nomor-1-paling-bermasalah</guid><pubDate>Kamis 09 Agustus 2018 17:19 WIB</pubDate><dc:creator>Bagas Abdiel</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/08/09/46/1934206/5-alasan-madrid-takkan-juara-liga-spanyol-2018-2019-nomor-1-paling-bermasalah-PZeI2iMrfy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Real Madrid (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/08/09/46/1934206/5-alasan-madrid-takkan-juara-liga-spanyol-2018-2019-nomor-1-paling-bermasalah-PZeI2iMrfy.jpg</image><title>Real Madrid (Foto: Reuters)</title></images><description>REAL Madrid bisa dibilang merupakan klub terbesar di dunia. Mayoritas pemain terbaik dalam sejarah sepakbola pernah bermain di klub berjuluk Los Blancos tersebut. Berbagai gelar pun telah dimiliki Madrid baik di kancah domestik, Eropa bahkan hingga dunia.
Akan tetapi dalam 10 tahun terakhir, Real Madrid hanya mampu memenangkan tiga gelar pada 2007-2008, 2011-2012, dan 2016-2017. Ini adalah rekor domestik yang suram bagi klub Madrid. Ketidakmampuan mereka untuk memenangkan liga domestik pun berhasil diabadikan dengan baik.
Barcelona telah menikmati pemerintahan domestik yang tak tertandingi dalam waktu lama. Pada musim ini diprediksi tidak akan berbeda dari sebelumnya, di mana Barceloan siap untuk melanjutkan dominasi domestik mereka.
Lalu apa yang terjadi dengan Madrid. Okezone pun akan membahas lima alasan mengapa Madrid tidak akan bisa menjuarai Liga Spanyol pada musim ini.
5. Kehilangan Cristiano Ronaldo
Ronaldo datang ke Madrid pada 2009 dengan membawa dampak yang positif di Santiago Bernabeu. Ia mampu mengantarkan Madrid meraiha dua gelar Liga Spanyol, dua titel Copa del Rey dan empat trofi Liga Champions. CR7 &amp;ndash;julukan Ronaldo- pun disebut sebagai pemain terbaik Madrid yang pernah ada dalam sejarah.
Madrid tidak akan dibicarakan jika tidak menyebut nama Ronaldo. Ia mampu menunjukkan kontribusi besarnya bersama Madrid yang memberikan pengaruh tinggi untuk kesuksesan Los Blancos. Namun pada 2018, Ronaldo akhirnya meninggalkan Madrid untuk Juventus.
Kehilangan Ronaldo tentu merupakan kehilangan terbesar bagi Madrid. Mereka pun harus mencari pengganti yang bisa membawa dampak besar bagi Madrid setelah kehilangan Ronaldo. Tentu ini akan menjadi tugas berat.
4. Julen Lopetegui
Mantan pemain Real Madrid dan Barcelona ini ditunjuk sebagai pelatih  Madrid sebelum gelaran Piala Dunia. Setelah pengangkatannya, ia dipecat  dari kepelatihannya di Timnas Spanyol pada dua hari sebelum ajang empat  tahun sekali itu digelar. Kisah itu pun sempat menjadi kontroversi dan  tragis bagi Lopetegui sebelum gelaran Piala Dunia 2018.
Satu-satunya penghargaan yang dimiliki Lopetegui adalah kejuaraan  Eropa U-19 dan U-21 pada 2012 serta 2013 saat melatih Timnas junior  Spanyol. Selain itu, ia tidak memiliki trek rekor yang unggul di klub  mana saja selain finisi di perempatfinal Liga Champions bersama FC  Porto. Ia bisa dibilang masih gagal dalam menangani tim di liga  domestik. Hal itu mungkin saja bisa terulang di Madrid.
3. Bale Dibayangi Cedera
Gareth Bale ditandatangani pada 1 September 2013 seharga 100,8 juta   euro dari Tottenham Hotspur. Biaya tersebut pun sempat memecehkan rekor   dunia pada saat itu. Penampilannya bersama Tottenham pun begitu  gemilang  di mana ia memenangkan berbagai penghargaan individu. Namun di  Real  Madrid, penampilannya telah dibatasi oleh cedera yang telah  mencegahnya  mencapai puncak performa.
Pemain berpaspor Wales itu secara drastis mengalami penuruan   performa. Meski telah mencetak banyak gol penting untuk Real Madrid di   Liga Champions, tetapi dia belum mampu keluar dari bayangan Ronaldo.   Meski Ronaldo telah hengkang, keraguan serius masih dimiliki Bale yang   mana kebugarannya masih dipertanyakan.
2. Kuatnya Persaingan
Satu-satunya kompetitor Madrid di Liga Spanyol adalah Atletico Madrid    dan Barcelona. Namun pada musim ini kedua tim sepertinya sangat  serius   untuk merebut trofi Liga Spanyol. Madrid telah menandatangani  pemain   penting seperti Thomas Lemar, Rodri, Santiago Arias, Jonny  Castro dan   Gelson Martins. Sementara Barcelona mendatangkan beberapa  nama seperti   Malcom, Clement Lenglet, Arthur dan Arthuro Vidal.
Meski Madrid memiliki nama pemain baru seperti Vinicius Junior dan    Odriozola, tetapi mereka masih terlalu muda. Belum lagi mereka harus    bersaing dengan Nacho dan Daniel Carvajal. Maka dari itu Madrid masih    membutuhkan nama baru lainnya untuk memperkuat, satu bek tengah dan satu    penyerang tengah untuk menambah amunisi. Terbaru mereka mendapatkan    satu penjaga gawang yakni Thibaut Courtois.
1. Kesulitan Menyerang
Ini sejatinya cukup mengejutkan mengingat Madrid memiliki bakat-bakat     pemain apik dalam hal menyerang. Mereka memiliki Isco, Bale, Karim     Benzema, Ascensio, Borja Mayoral, dan Lucas Vazquez. Namun mereka  tidak    mencetak gol yang cukup selama musim liga yang panjang.
Mereka mungkin memenangkan banyak trofi. Tetapi tidak ada pemain yang     mampu tampil konsisten. Benzema pun harus mengubah gaya permainannya    di  bawah Ronaldo dan harus kembali ke cara bermain yang mencetak  gol.    Borja Mayoral juga menunjukkan permaianan yang kurang bersama  Madrid.    Ini tentu menjadi permasalahan yang sangat serius bagi  Madrid.
</description><content:encoded>REAL Madrid bisa dibilang merupakan klub terbesar di dunia. Mayoritas pemain terbaik dalam sejarah sepakbola pernah bermain di klub berjuluk Los Blancos tersebut. Berbagai gelar pun telah dimiliki Madrid baik di kancah domestik, Eropa bahkan hingga dunia.
Akan tetapi dalam 10 tahun terakhir, Real Madrid hanya mampu memenangkan tiga gelar pada 2007-2008, 2011-2012, dan 2016-2017. Ini adalah rekor domestik yang suram bagi klub Madrid. Ketidakmampuan mereka untuk memenangkan liga domestik pun berhasil diabadikan dengan baik.
Barcelona telah menikmati pemerintahan domestik yang tak tertandingi dalam waktu lama. Pada musim ini diprediksi tidak akan berbeda dari sebelumnya, di mana Barceloan siap untuk melanjutkan dominasi domestik mereka.
Lalu apa yang terjadi dengan Madrid. Okezone pun akan membahas lima alasan mengapa Madrid tidak akan bisa menjuarai Liga Spanyol pada musim ini.
5. Kehilangan Cristiano Ronaldo
Ronaldo datang ke Madrid pada 2009 dengan membawa dampak yang positif di Santiago Bernabeu. Ia mampu mengantarkan Madrid meraiha dua gelar Liga Spanyol, dua titel Copa del Rey dan empat trofi Liga Champions. CR7 &amp;ndash;julukan Ronaldo- pun disebut sebagai pemain terbaik Madrid yang pernah ada dalam sejarah.
Madrid tidak akan dibicarakan jika tidak menyebut nama Ronaldo. Ia mampu menunjukkan kontribusi besarnya bersama Madrid yang memberikan pengaruh tinggi untuk kesuksesan Los Blancos. Namun pada 2018, Ronaldo akhirnya meninggalkan Madrid untuk Juventus.
Kehilangan Ronaldo tentu merupakan kehilangan terbesar bagi Madrid. Mereka pun harus mencari pengganti yang bisa membawa dampak besar bagi Madrid setelah kehilangan Ronaldo. Tentu ini akan menjadi tugas berat.
4. Julen Lopetegui
Mantan pemain Real Madrid dan Barcelona ini ditunjuk sebagai pelatih  Madrid sebelum gelaran Piala Dunia. Setelah pengangkatannya, ia dipecat  dari kepelatihannya di Timnas Spanyol pada dua hari sebelum ajang empat  tahun sekali itu digelar. Kisah itu pun sempat menjadi kontroversi dan  tragis bagi Lopetegui sebelum gelaran Piala Dunia 2018.
Satu-satunya penghargaan yang dimiliki Lopetegui adalah kejuaraan  Eropa U-19 dan U-21 pada 2012 serta 2013 saat melatih Timnas junior  Spanyol. Selain itu, ia tidak memiliki trek rekor yang unggul di klub  mana saja selain finisi di perempatfinal Liga Champions bersama FC  Porto. Ia bisa dibilang masih gagal dalam menangani tim di liga  domestik. Hal itu mungkin saja bisa terulang di Madrid.
3. Bale Dibayangi Cedera
Gareth Bale ditandatangani pada 1 September 2013 seharga 100,8 juta   euro dari Tottenham Hotspur. Biaya tersebut pun sempat memecehkan rekor   dunia pada saat itu. Penampilannya bersama Tottenham pun begitu  gemilang  di mana ia memenangkan berbagai penghargaan individu. Namun di  Real  Madrid, penampilannya telah dibatasi oleh cedera yang telah  mencegahnya  mencapai puncak performa.
Pemain berpaspor Wales itu secara drastis mengalami penuruan   performa. Meski telah mencetak banyak gol penting untuk Real Madrid di   Liga Champions, tetapi dia belum mampu keluar dari bayangan Ronaldo.   Meski Ronaldo telah hengkang, keraguan serius masih dimiliki Bale yang   mana kebugarannya masih dipertanyakan.
2. Kuatnya Persaingan
Satu-satunya kompetitor Madrid di Liga Spanyol adalah Atletico Madrid    dan Barcelona. Namun pada musim ini kedua tim sepertinya sangat  serius   untuk merebut trofi Liga Spanyol. Madrid telah menandatangani  pemain   penting seperti Thomas Lemar, Rodri, Santiago Arias, Jonny  Castro dan   Gelson Martins. Sementara Barcelona mendatangkan beberapa  nama seperti   Malcom, Clement Lenglet, Arthur dan Arthuro Vidal.
Meski Madrid memiliki nama pemain baru seperti Vinicius Junior dan    Odriozola, tetapi mereka masih terlalu muda. Belum lagi mereka harus    bersaing dengan Nacho dan Daniel Carvajal. Maka dari itu Madrid masih    membutuhkan nama baru lainnya untuk memperkuat, satu bek tengah dan satu    penyerang tengah untuk menambah amunisi. Terbaru mereka mendapatkan    satu penjaga gawang yakni Thibaut Courtois.
1. Kesulitan Menyerang
Ini sejatinya cukup mengejutkan mengingat Madrid memiliki bakat-bakat     pemain apik dalam hal menyerang. Mereka memiliki Isco, Bale, Karim     Benzema, Ascensio, Borja Mayoral, dan Lucas Vazquez. Namun mereka  tidak    mencetak gol yang cukup selama musim liga yang panjang.
Mereka mungkin memenangkan banyak trofi. Tetapi tidak ada pemain yang     mampu tampil konsisten. Benzema pun harus mengubah gaya permainannya    di  bawah Ronaldo dan harus kembali ke cara bermain yang mencetak  gol.    Borja Mayoral juga menunjukkan permaianan yang kurang bersama  Madrid.    Ini tentu menjadi permasalahan yang sangat serius bagi  Madrid.
</content:encoded></item></channel></rss>
