<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dimulainya Era Baru Arsenal Bersama Unai Emery</title><description>Musim 2018-2019 menjadi tanda dimulainya era baru Arsenal bersama Emery.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/08/09/45/1934057/dimulainya-era-baru-arsenal-bersama-unai-emery</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/08/09/45/1934057/dimulainya-era-baru-arsenal-bersama-unai-emery"/><item><title>Dimulainya Era Baru Arsenal Bersama Unai Emery</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/08/09/45/1934057/dimulainya-era-baru-arsenal-bersama-unai-emery</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/08/09/45/1934057/dimulainya-era-baru-arsenal-bersama-unai-emery</guid><pubDate>Kamis 09 Agustus 2018 14:04 WIB</pubDate><dc:creator>Andika Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/08/09/45/1934057/dimulainya-era-baru-arsenal-bersama-unai-emery-YB76a6oX9Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Skuad Arsenal (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/08/09/45/1934057/dimulainya-era-baru-arsenal-bersama-unai-emery-YB76a6oX9Q.jpg</image><title>Skuad Arsenal (Foto: AFP)</title></images><description>LIGA Inggris 2018-2019 akan menjadi ajang yang tepat bagi Arsenal untuk mengembalikan nama besarnya di kompetisi domestik dan Eropa. Maklum saja, klub berjuluk The Gunners itu baru saja melakukan revolusi besar dari sisi kepelatihan dan juga komposisi pemain.
Arsenal pada musim depan tidak akan didampingi lagi oleh Arsene Wenger di sisi lapangan hijau karena ada sosok baru yang mengisi tempat tersebut. Sosok baru itu ialah Unai Emery, yang ditunjuk untuk menggantikan Wenger.
Pergantian pelatih membuat banyak fans Arsenal mengharapkan penampilan tim kebanggaannya itu kembali memukau layaknya awal 2000-an. Kendati demikian, para pendukung Arsenal haruslah bersabar karena Emery pun merupakan sosok baru di Liga Inggris.
Pelatih asal Spanyol itu baru pertama kali merasakan atmosfer dan juga karakteristik Liga Inggris pada musim depan. Pasalnya, sebelum berkarier di Inggris Emery hanya pernah mengasuh tim dari Liga Prancis, Spanyol dan Rusia.

Kendati demikian, Emery merupakan pelatih yang memiliki prestasi cukup gemilang bersama tim-tim sebelumnya. Puncak dari prestasi Emery dapat dikatakan saat melatih Sevilla, karena dirinya mampu membawa tim berjuluk Sevilistas itu meraih trofi Liga Eropa dalam tiga musim berturut-turut dari musim 2013-2014 hingga 2015-2016.
Hal itu merupakan pencapaiaan luar biasa karena materi pemain yang dimiliki Sevilla tidaklah semewah tim-tim besar lain. Setelah menorehkan prestasi itu, Emery pun menyebrang ke Paris Saint-Germain (PSG) pada 2016.
Bersama PSG, Emery  mampu berprestasi layaknya waktu membesut Sevilla dengan membawa tim berjuluk Les Parisiens itu memborong hampir semua trofi kompetisi domestik selama dua musim di Paris.
Menilik pada hal itu, Emery disinyalir memiliki kapasitas untuk membuat harapan fans Arsenal melihat timnya kembali berjaya terwujud pada musim 2018-2019. Kendati demikian, Emery tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi terlebih dahulu sebelum tancap gas bersama Arsenal pada musim depan.Gaya Bermain Arsenal Musim 2018-2019
Baik bersama Sevilla dan PSG, Emery menerapkan gaya bermain menyerang yang menuntut tiap pemain untuk bergerak dan menguasai bola. Bagi para pemain Arsenal, gaya bermain seperti itu sudahlah tidak asing lagi sebab semasa dilatih Wenger, pelatih asal Prancis itu juga menerapkan strategi serupa.
Akan tetapi, patut dicatat bahwa Emery merupakan pelatih muda yang penuh akan inovasi sehingga dirinya juga akan memaksa para pemainnya untuk selalu berlari mengejar bola. Terlebih lagi gaya bermain modern lebih menekankan kepada kemampuan sebuah tim untuk dapat merebut kembali bola dari lawan dalam waktu yang singkat.

Dengan begitu, sebuah tim dapat melancarkan serangan balik yang berbahaya dan juga mematikan. Kendati demikian, bukan berarti Arsenal akan bermain seperti Liverpool yang memakai cara seperti itu di setiap laga sejak diasuh Jurgen Klopp. Sebab, Liverpool bermain dengan tidak terlalu mengandalkan penguasaan bola, tetapi lebih pada serangan balik mematikan yang cepat.
Emery akan menuntut penguasaan bola yang tinggi dari tiap pemainnya. Alhasil, dapat dikatakan gaya bermain Arsenal musim depan akan tampak seperti tim-tim asal Spanyol yang menitikberatkan pada penguasaan bola ditambah dengan determinasi tinggi khas sepakbola modern.
Gaya bermain Arsenal pada musim depan pun akan didukung oleh para pemain tengah yang dimilikinya saat ini. Di lini tengah Arsenal ada nama Aaron Ramsey, Lucas Torreira, Granit Xhaka, dan Mesut Ozil yang menjamin gaya bermain penguasaan bola yang diterapkan Emery musim depan dapat berjalan dengan apik.Komposisi Pemain Arsenal Musim 2018-2019
Pada bursa transfer musim panas 2018, Arsenal bergerak cukup lincah dengan membeli beberapa pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim dan juga dapat memperdalam kekuatan skuad yang dimiliki. Tercatat Arsenal telah membeli Torreira, Stephan Linchsteiner, Sokratis Papastathopoulos, Bernd Leno dan Matteo Guendouzi.
Di antara lima pemain baru tersebut diprediksi Leno, Torreira dan Sokratis akan masuk dalam pemain inti Arsenal pada musim depan. Untuk nama terakhir ketangguhannya telah teruji saat bermain di Borussia Dortmund pada musim lalu.
Pemain asal Yunani itu mampu menjadi tembok yang kukuh untuk menjaga lini pertahanan Dortmund sulit ditembus tim lain. Sementara itu, Torreira merupakan gelandang bertahan yang namanya mencuat di Liga Italia musim lalu bersama Sampdoria.

Meskipun memiliki tubuh yang relatif kecil, tetapi pemain asal Uruguay itu mampu memotong setiap aliran bola yang berusaha masuk ke lini pertahanan Sampdoria. Kekuatan utama Torreira ialah kemampuan untuk membaca permainan yang cukup baik. Selain itu, Torreira juga mampu melakukan duel satu lawan satu yang sama baiknya dan tidak ragu untuk melakukan duel fisik di lini tengah. Torreira akan menggeser Xhaka ke bangku cadangan, karena pada musim lalu pemain asal Swiss itu terlelu sering melakukan pelanggaraan tidak berarti yang akhirnya membahayakan pertahanan Arsenal.
Sementara itu, Leno akan menggeser posisi Petr Cech sebagai kiper utama Arsenal pada musim depan. Alasannya jelas karena Leno masih muda dan memiliki reflek yang lebih baik dari Cech. Maklum saja, Cech telah berusia 36 tahun sedangkan Leno 10 tahun lebih muda.
Tiga pemain itu akan melengkapi skuad inti Arsenal pada musim lalu dan gaya bermain yang hendak diterapkan Emery nantinya. Kendati demikian, kelima pemain baru itu masih membutuhkan waktu adaptasi untuk bermain bersama Arsenal terutama di Liga Inggris. Pasalnya, kelima pemain itu didatangkan Arsenal dari klub-klub di luar Liga Inggris sehingga belum mengetahui atmosfer dan intensitas pertandingan di Negeri Ratu Elizabeth tersebut.Formasi Andalan Emery Musim 2018-2019
Dalam hal formasi, Emery diprediksi akan menggunakan pakem 4-3-3 sepanjang musim depan berlangsung. Hal itu dapat terlihat dari lima pertandingan uji coba yang dilakoni Arsenal yang mana dua formasi tersebut paling sering digunakan. Sebenarnya, Emery juga menggunakan formasi 4-4-2 tetapi itu tampaknya kurang cocok diterapkan dengan komposisi pemain dan gaya bermain penguasan bola yang diterapkan pada musim depan.
Dari seluruh laga uji coba itu, Arsenal hanya kalah dari Atletico Madrid itu pun melalui babak adu penalti pada ajang International Champions Cup (ICC) 2018. Saat melawan PSG, Chelsea dan Lazio, tim asuhan Emery itu mampu menang.
Kemampuan terbaik Arsenal dapat dikatakan terlihat saat melawan Chelsea meskipun The Gunners menang melalui babak adu penalti. Sebab, sepanjang laga itu berjalan Arsenal tertinggal satu gol terlebih dahulu di menit kelima sebelum akhirnya menyamakan kedudukan melalui aksi Aleksandre Lazcazette pada injury time.
Saat itu, Arsenal menggunakan formasi 4-3-3 dan mendapatkan penguasaan bola yang cukup baik untuk dapat menekan Chelsea. Menilik pada hal itu maka dapat diprediksi Emery akan lebih menggunakan formasi 4-3-3 untuk menggempur pertahanan lawan pada musim depan.

Pusat dari formasi itu ialah dengan memanfaatkan kreativitas Ozil dan kesigapan Torreira dalam memotong aliran bola lawan. Sementara itu, Ramsey akan menjadi gelandang bo-to-bo yang dapat membantu saat bertahan atau pun memulai awal serangan.
Kemudian untuk trio penyerang di depan, akan diisi oleh Piere Emerick-Aubameyang di sisi kiri, Lacazette sebagai predator kotak penalti dan Henrikh Mkhitrayan akan menyisir bagian kanan pertahanan.
Sementara itu, di lini pertahanan akan diisi oleh kuartet Nacho Monreal, Laurent Koscielny, Sokratis dan Hector Bellerin. Keempat pemain bertahan itu akan membantu tugas dari Leno untuk menjaga kesucian gawang Arsenal.
Kendati demikian untuk laga-laga awal musim 2018-2019, Arsenal akan lebih memilih untuk menduetkan Sokratis dengan Shkodran Mustafi sebagai duo bek tengah. Sebab, Koscielny masih dalam proses pemulihan pasca mengalami cedera lutut pada musim lalu.
Formasi 4-3-3 itu pun pada aplikasinya nanti dapat berubah menjadi 4-2-3-1, di mana Torreira dan Ramsey akan menjadi duet gelandang bertahan. Sementara itu, Ozil akan berada di belakang Lacazette, untuk memberikan sokongan kepada tiga penyerang Arsenal.
Perubahan formasi itu, dapat terjadi jika Arsenal menghadapi lawan yang secara kualitas lebih kuat. Hal itu dilakukan untuk menjaga penguasaan bola agar tetap berada di sisi The Gunners selama pertandingan berlangsung.
Prakiraan formasi Arsenal pada musim 2018-2019.
 
Arsenal (4-3-3): Leno; Monreal, Koscielny, Sokratis, Bellerin; Torreira, Ramsey, Ozil; Aubameyang, Lacazette, Mkhitaryan.</description><content:encoded>LIGA Inggris 2018-2019 akan menjadi ajang yang tepat bagi Arsenal untuk mengembalikan nama besarnya di kompetisi domestik dan Eropa. Maklum saja, klub berjuluk The Gunners itu baru saja melakukan revolusi besar dari sisi kepelatihan dan juga komposisi pemain.
Arsenal pada musim depan tidak akan didampingi lagi oleh Arsene Wenger di sisi lapangan hijau karena ada sosok baru yang mengisi tempat tersebut. Sosok baru itu ialah Unai Emery, yang ditunjuk untuk menggantikan Wenger.
Pergantian pelatih membuat banyak fans Arsenal mengharapkan penampilan tim kebanggaannya itu kembali memukau layaknya awal 2000-an. Kendati demikian, para pendukung Arsenal haruslah bersabar karena Emery pun merupakan sosok baru di Liga Inggris.
Pelatih asal Spanyol itu baru pertama kali merasakan atmosfer dan juga karakteristik Liga Inggris pada musim depan. Pasalnya, sebelum berkarier di Inggris Emery hanya pernah mengasuh tim dari Liga Prancis, Spanyol dan Rusia.

Kendati demikian, Emery merupakan pelatih yang memiliki prestasi cukup gemilang bersama tim-tim sebelumnya. Puncak dari prestasi Emery dapat dikatakan saat melatih Sevilla, karena dirinya mampu membawa tim berjuluk Sevilistas itu meraih trofi Liga Eropa dalam tiga musim berturut-turut dari musim 2013-2014 hingga 2015-2016.
Hal itu merupakan pencapaiaan luar biasa karena materi pemain yang dimiliki Sevilla tidaklah semewah tim-tim besar lain. Setelah menorehkan prestasi itu, Emery pun menyebrang ke Paris Saint-Germain (PSG) pada 2016.
Bersama PSG, Emery  mampu berprestasi layaknya waktu membesut Sevilla dengan membawa tim berjuluk Les Parisiens itu memborong hampir semua trofi kompetisi domestik selama dua musim di Paris.
Menilik pada hal itu, Emery disinyalir memiliki kapasitas untuk membuat harapan fans Arsenal melihat timnya kembali berjaya terwujud pada musim 2018-2019. Kendati demikian, Emery tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi terlebih dahulu sebelum tancap gas bersama Arsenal pada musim depan.Gaya Bermain Arsenal Musim 2018-2019
Baik bersama Sevilla dan PSG, Emery menerapkan gaya bermain menyerang yang menuntut tiap pemain untuk bergerak dan menguasai bola. Bagi para pemain Arsenal, gaya bermain seperti itu sudahlah tidak asing lagi sebab semasa dilatih Wenger, pelatih asal Prancis itu juga menerapkan strategi serupa.
Akan tetapi, patut dicatat bahwa Emery merupakan pelatih muda yang penuh akan inovasi sehingga dirinya juga akan memaksa para pemainnya untuk selalu berlari mengejar bola. Terlebih lagi gaya bermain modern lebih menekankan kepada kemampuan sebuah tim untuk dapat merebut kembali bola dari lawan dalam waktu yang singkat.

Dengan begitu, sebuah tim dapat melancarkan serangan balik yang berbahaya dan juga mematikan. Kendati demikian, bukan berarti Arsenal akan bermain seperti Liverpool yang memakai cara seperti itu di setiap laga sejak diasuh Jurgen Klopp. Sebab, Liverpool bermain dengan tidak terlalu mengandalkan penguasaan bola, tetapi lebih pada serangan balik mematikan yang cepat.
Emery akan menuntut penguasaan bola yang tinggi dari tiap pemainnya. Alhasil, dapat dikatakan gaya bermain Arsenal musim depan akan tampak seperti tim-tim asal Spanyol yang menitikberatkan pada penguasaan bola ditambah dengan determinasi tinggi khas sepakbola modern.
Gaya bermain Arsenal pada musim depan pun akan didukung oleh para pemain tengah yang dimilikinya saat ini. Di lini tengah Arsenal ada nama Aaron Ramsey, Lucas Torreira, Granit Xhaka, dan Mesut Ozil yang menjamin gaya bermain penguasaan bola yang diterapkan Emery musim depan dapat berjalan dengan apik.Komposisi Pemain Arsenal Musim 2018-2019
Pada bursa transfer musim panas 2018, Arsenal bergerak cukup lincah dengan membeli beberapa pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim dan juga dapat memperdalam kekuatan skuad yang dimiliki. Tercatat Arsenal telah membeli Torreira, Stephan Linchsteiner, Sokratis Papastathopoulos, Bernd Leno dan Matteo Guendouzi.
Di antara lima pemain baru tersebut diprediksi Leno, Torreira dan Sokratis akan masuk dalam pemain inti Arsenal pada musim depan. Untuk nama terakhir ketangguhannya telah teruji saat bermain di Borussia Dortmund pada musim lalu.
Pemain asal Yunani itu mampu menjadi tembok yang kukuh untuk menjaga lini pertahanan Dortmund sulit ditembus tim lain. Sementara itu, Torreira merupakan gelandang bertahan yang namanya mencuat di Liga Italia musim lalu bersama Sampdoria.

Meskipun memiliki tubuh yang relatif kecil, tetapi pemain asal Uruguay itu mampu memotong setiap aliran bola yang berusaha masuk ke lini pertahanan Sampdoria. Kekuatan utama Torreira ialah kemampuan untuk membaca permainan yang cukup baik. Selain itu, Torreira juga mampu melakukan duel satu lawan satu yang sama baiknya dan tidak ragu untuk melakukan duel fisik di lini tengah. Torreira akan menggeser Xhaka ke bangku cadangan, karena pada musim lalu pemain asal Swiss itu terlelu sering melakukan pelanggaraan tidak berarti yang akhirnya membahayakan pertahanan Arsenal.
Sementara itu, Leno akan menggeser posisi Petr Cech sebagai kiper utama Arsenal pada musim depan. Alasannya jelas karena Leno masih muda dan memiliki reflek yang lebih baik dari Cech. Maklum saja, Cech telah berusia 36 tahun sedangkan Leno 10 tahun lebih muda.
Tiga pemain itu akan melengkapi skuad inti Arsenal pada musim lalu dan gaya bermain yang hendak diterapkan Emery nantinya. Kendati demikian, kelima pemain baru itu masih membutuhkan waktu adaptasi untuk bermain bersama Arsenal terutama di Liga Inggris. Pasalnya, kelima pemain itu didatangkan Arsenal dari klub-klub di luar Liga Inggris sehingga belum mengetahui atmosfer dan intensitas pertandingan di Negeri Ratu Elizabeth tersebut.Formasi Andalan Emery Musim 2018-2019
Dalam hal formasi, Emery diprediksi akan menggunakan pakem 4-3-3 sepanjang musim depan berlangsung. Hal itu dapat terlihat dari lima pertandingan uji coba yang dilakoni Arsenal yang mana dua formasi tersebut paling sering digunakan. Sebenarnya, Emery juga menggunakan formasi 4-4-2 tetapi itu tampaknya kurang cocok diterapkan dengan komposisi pemain dan gaya bermain penguasan bola yang diterapkan pada musim depan.
Dari seluruh laga uji coba itu, Arsenal hanya kalah dari Atletico Madrid itu pun melalui babak adu penalti pada ajang International Champions Cup (ICC) 2018. Saat melawan PSG, Chelsea dan Lazio, tim asuhan Emery itu mampu menang.
Kemampuan terbaik Arsenal dapat dikatakan terlihat saat melawan Chelsea meskipun The Gunners menang melalui babak adu penalti. Sebab, sepanjang laga itu berjalan Arsenal tertinggal satu gol terlebih dahulu di menit kelima sebelum akhirnya menyamakan kedudukan melalui aksi Aleksandre Lazcazette pada injury time.
Saat itu, Arsenal menggunakan formasi 4-3-3 dan mendapatkan penguasaan bola yang cukup baik untuk dapat menekan Chelsea. Menilik pada hal itu maka dapat diprediksi Emery akan lebih menggunakan formasi 4-3-3 untuk menggempur pertahanan lawan pada musim depan.

Pusat dari formasi itu ialah dengan memanfaatkan kreativitas Ozil dan kesigapan Torreira dalam memotong aliran bola lawan. Sementara itu, Ramsey akan menjadi gelandang bo-to-bo yang dapat membantu saat bertahan atau pun memulai awal serangan.
Kemudian untuk trio penyerang di depan, akan diisi oleh Piere Emerick-Aubameyang di sisi kiri, Lacazette sebagai predator kotak penalti dan Henrikh Mkhitrayan akan menyisir bagian kanan pertahanan.
Sementara itu, di lini pertahanan akan diisi oleh kuartet Nacho Monreal, Laurent Koscielny, Sokratis dan Hector Bellerin. Keempat pemain bertahan itu akan membantu tugas dari Leno untuk menjaga kesucian gawang Arsenal.
Kendati demikian untuk laga-laga awal musim 2018-2019, Arsenal akan lebih memilih untuk menduetkan Sokratis dengan Shkodran Mustafi sebagai duo bek tengah. Sebab, Koscielny masih dalam proses pemulihan pasca mengalami cedera lutut pada musim lalu.
Formasi 4-3-3 itu pun pada aplikasinya nanti dapat berubah menjadi 4-2-3-1, di mana Torreira dan Ramsey akan menjadi duet gelandang bertahan. Sementara itu, Ozil akan berada di belakang Lacazette, untuk memberikan sokongan kepada tiga penyerang Arsenal.
Perubahan formasi itu, dapat terjadi jika Arsenal menghadapi lawan yang secara kualitas lebih kuat. Hal itu dilakukan untuk menjaga penguasaan bola agar tetap berada di sisi The Gunners selama pertandingan berlangsung.
Prakiraan formasi Arsenal pada musim 2018-2019.
 
Arsenal (4-3-3): Leno; Monreal, Koscielny, Sokratis, Bellerin; Torreira, Ramsey, Ozil; Aubameyang, Lacazette, Mkhitaryan.</content:encoded></item></channel></rss>
