<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>8 Fakta Menarik di Laga Timnas Indonesia U-16 vs Timor Leste, Nomor 2 Buat Merinding</title><description>Tersaji sejumlah fakta menarik di laga Timnas Indonesia U-16 vs Timor Leste.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/08/06/51/1932170/8-fakta-menarik-di-laga-timnas-indonesia-u-16-vs-timor-leste-nomor-2-buat-merinding</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/08/06/51/1932170/8-fakta-menarik-di-laga-timnas-indonesia-u-16-vs-timor-leste-nomor-2-buat-merinding"/><item><title>8 Fakta Menarik di Laga Timnas Indonesia U-16 vs Timor Leste, Nomor 2 Buat Merinding</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/08/06/51/1932170/8-fakta-menarik-di-laga-timnas-indonesia-u-16-vs-timor-leste-nomor-2-buat-merinding</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/08/06/51/1932170/8-fakta-menarik-di-laga-timnas-indonesia-u-16-vs-timor-leste-nomor-2-buat-merinding</guid><pubDate>Senin 06 Agustus 2018 00:05 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/08/05/51/1932170/8-fakta-menarik-di-laga-timnas-indonesia-u-16-vs-timor-leste-nomor-2-buat-merinding-uIWeNlSXx3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Timnas Indonesia U-16 (Foto: Laman PSSI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/08/05/51/1932170/8-fakta-menarik-di-laga-timnas-indonesia-u-16-vs-timor-leste-nomor-2-buat-merinding-uIWeNlSXx3.jpg</image><title>Timnas Indonesia U-16 (Foto: Laman PSSI)</title></images><description>SIDOARJO - Kemenangan telak Timnas Indonesia U-16 atas Timnas Timor Leste U-16 dengan skor 3-0 di laga penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 memunculkan sejumlah fakta menarik. Berikut adalah delapan fakta menarik yang tersaji dari laga tersebut.
8. Kapten Timnas Timor Leste U-16 Anak Presiden
Xanana Gusmao mungkin bagi sebagian masyarakat Indonesia pernah mendengar namanya. Ya, Xanana Gusmao  merupakan Presiden pertama Timor Leste periode 2002-2007.
Akan tetapi, masyarakat Indonesia mungkin tak mengenal Kay Olok Sword Gusmao. Kendati demikian, tak begitu bagi masyarakat Timor Leste. Pasalnya, Kay Olok merupakan anak keempat dari tokoh revolusioner Timor Leste, Xanana Gusmao, yang mengantarkan bekas provinsi dari Indonesia tersebut menjadi sebuah negara yang merdeka.

Kay Olok ditunjuk oleh sang pelatih Joao M. Da S. Araoujo sebagai kapten memimpin rekan-rekannya dalam pertandIngan fase grup A Piala AFF U-16.
&quot;Bapakmu dulu jadi kapten di hutan, kamu kapten di lapangan,&quot; ujar Joao.
Namun sayang, kegemilangan sang ayah sejauh ini belum menular ditubuh Kay Olok. Di laga melawan Timnas Indonesia U-16 ia tak bisa berbuat banyak dan harus digantikan.
7. Rotasi Pemain di Lini Tengah dan Belakang
Dalam laga melawan Timnas Timor Leste U-16, absennya Bagas Kaffa karena terkena kartu merah melawan Vietnam tak membuat lini pertahanan Timnas Indonesia U-16 kocar-kacir.
Justru pelatih Fakhri Husaini memberikan kesempatan masuk starting line-up pada tiga nama Hamsa Medari Lestaluhu di lini tengah, Kartika Vedhayanto Putra, dan Muhammad Salman Farid pada posisi pemain belakang.
Meski sempat 'demam panggung' pada 20-30 menit awal, nyatanya Muhammad Salman Farid justru menjadi pembeda dengan memberikan asist kepada Bagus Kahfi yang dapat dijadikan gol.
&quot;Hamsa tadi melihat sendiri sulit keluar dari tekanan. Memang ketika berlatih dan di pertandingan sebenarnya jauh berbeda,&quot; ujar Fakhri Husaini saat konferensi pers.
Sementara Hamsa dan Kartika kerap menjadi penyeimbang kala Timnas Indonesia U-16 kehilangan bola atas lawannya.

6. Tampil Lebih Tenang dan Tidak Terprovokasi
Berbeda dengan laga melawan Myanmar dan Vietnam yang beberapa kali  terjadi kontak fisik yang diakhiri keributan kecil. Di laga melawan  Timnas Timor Leste U-16, mampu meredam emosi dan tak terprovokasi  lawannya.
Hal ini cukup positif memang, melihat beberapa kali pemain Timnas  Indonesia U-16 mendapatkan tackle dan benturan-benturan keras.
Pemain tengah Timnas Indonesia U-16, Andre Oktaviansyah mengakui  timnya sudah mengambil pelajaran dari dua laga sebelumnya dan bermain  lebih tenang.
&quot;Kita akui bermain lebih tenang di tengah dan tidak terprovokasi  seperti pertandingan sebelumnya lawan Myanmar dan Vietnam,&quot; ungkap  Andre.
Pelatih Fakhri Husaini mengapresiasi anak asuhnya dalam menjaga emosi  dan tak mudah terprovokasi gerakan - gerakan kasar lawannya.
5. Banyak Peluang yang Dihasilkan Timnas Indonesia U-16
Serangan Timnas Indonesia U-16 ibarat air bah yang datang terus  menerus di babak pertama. Tapi beberapa kali serangan datang,  keberuntungan tak berpihak ke Timnas Indonesia U-16.
Di menit ke-15 misalnya, sebuah tendangan bebas Andre Oktaviansyah  yang membentur mistar gawang lalu masuk tak disahkan karena wasit dan  asisten wasit tak melihat secara jelas apakah bola sudah melintasi garis  gawang atau belum.
Total tercatat ada tiga peluang Timnas Indonesia U-16 yang  dimentahkan oleh tiang gawang di sepanjang 80 menit pertandingan.  Peluang ini belum yang digagalkan oleh penjaga gawang Marcio Das Dores.
Pelatih Timnas Timor Leste U-16, Joao M. Da S. Araoujo, pun mengakui  timnya sedikit beruntung hanya kemasukan tiga gol di babak kedua. Banyak  peluang yang dihasilkan Indonesia di babak pertama. &quot;Kami sedikit  beruntung mampu menahan imbang mereka,&quot; terangnya.

4. Kehadiran Suporter Timor Leste
Sejak gelaran Piala AFF U-16 dari awal hingga matchday keempat, baru   kali ini pendukung Timnas Indonesia U-16 harus berbagi tempat dengan   suporter lawannya. Ya sekitar 200-an suporter Timor Leste turut hadir di   sektor tribun utama sebelah utara.
Mereka yang kebanyakan berasal dari mahasiswa asal Timor Leste yang   tengah menempuh pendidikan di Surabaya dan sekitarnya, ini membawa   atribut bendera kecil Timor Leste.
Meski dengan penjagaan ketat aparat kepolisian, para suporter Timnas   Timor Leste U-16 itu tak canggung berbaur dengan pendukung Indonesia.   Bahkan beberapa di antara mereka yang diajak berfoto oleh pendukung   Indonesia.
&quot;Saya berterima kasih suporter kami yang antusias mendukung ke   stadion,&quot; tutur pelatih Timnas Timor Leste U-16, Joao M. Da S. Araoujo.
3.  Kehadiran Xanana Gusmao
Di tengah ribuan penonton yang memadati Stadion Gelora Delta   Sidoarjo, ada satu penonton yang cukup istimewa. Ya Xanana Gusmao yang   merupakan Presiden Pertama Timor Leste yang memimpin tahun 2002-2007.
Kehadiran Xanana Gusmao, selain memberikan dukungan ke Timnas Timor   Leste U-16, tokoh kemerdekaan Timor Leste ini juga melihat penampilan   sang anak Kay Olok Sword Gusmao.
Karena kehadiran 'penonton kehormatan' ini pihak Panitia Penyelenggara (Panpel) pertandingan memberikan pengamanan khusus.
Security Manager Piala AFF U-16 2018, Hardiansyah, mengatakan   pihaknya keamanan berkordinasi dengan Polda Jawa Timur dan Polres   Sidoarjo Kota.
&quot;Kami akan jaga dari upaya-upaya yang bisa membuat Mr. Xanana tidak   nyaman. Semua harus steril dari hal-hal itu, kami tak mau kecolongan,&quot;   ujar Hardiansyah kepada media.

2.  Penonton Terbanyak di Turnamen Sepakbola U-16
Antusiasme masyarakat dalam memberikan dukungan Timnas Indonesia U-16    cukup luar biasa. Dari laporan Media Officer PSSI, Bandung Saputra,    setidaknya 18 ribu tiket telah terjual.
&quot;Untuk tiket ekonomi sudah habis,&quot; kata Bandung, sesaat sebelum pertandingan dimulai.

Jumlah 18 ribu pertandingan ini menobatkan laga Timnas Indonesia U-16    melawan Timnas Timor Leste U-16 sebagai jumlah penonton terbanyak di    laga turnamen sepak bola di usia 16 tahun di dunia.
Xanana dengan mengenakan kaos kerah hijau dan celana levis berwarna biru menempati sektor tribun undangan.
1. Koreografi Bendera Merah Putih di Tribun
Antusiasme penonton ternyata mampu dimanfaatkan untuk membuat suatu    pertunjukan menarik di awal babak kedua. Seluruh penonton di tribun    Stadion Gelora Delta Sidoarjo, kompak untuk memberikan aksi koreografi    bendera merah putih dari kertas.
Kontan aksi koreografi, membuat merah putih dari kertas kombinasi    merah dan putih, menjadi hiburan yang menarik sejak awal babak kedua    berlangsung.
Bahkan berkat aksi - aksi dukungan para penonton, permainan anak asuh    Fakhri Husaini semakin trengginas di babak kedua hingga akhirnya    memecah kebuntuan dengan gol menit ke-49.</description><content:encoded>SIDOARJO - Kemenangan telak Timnas Indonesia U-16 atas Timnas Timor Leste U-16 dengan skor 3-0 di laga penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 memunculkan sejumlah fakta menarik. Berikut adalah delapan fakta menarik yang tersaji dari laga tersebut.
8. Kapten Timnas Timor Leste U-16 Anak Presiden
Xanana Gusmao mungkin bagi sebagian masyarakat Indonesia pernah mendengar namanya. Ya, Xanana Gusmao  merupakan Presiden pertama Timor Leste periode 2002-2007.
Akan tetapi, masyarakat Indonesia mungkin tak mengenal Kay Olok Sword Gusmao. Kendati demikian, tak begitu bagi masyarakat Timor Leste. Pasalnya, Kay Olok merupakan anak keempat dari tokoh revolusioner Timor Leste, Xanana Gusmao, yang mengantarkan bekas provinsi dari Indonesia tersebut menjadi sebuah negara yang merdeka.

Kay Olok ditunjuk oleh sang pelatih Joao M. Da S. Araoujo sebagai kapten memimpin rekan-rekannya dalam pertandIngan fase grup A Piala AFF U-16.
&quot;Bapakmu dulu jadi kapten di hutan, kamu kapten di lapangan,&quot; ujar Joao.
Namun sayang, kegemilangan sang ayah sejauh ini belum menular ditubuh Kay Olok. Di laga melawan Timnas Indonesia U-16 ia tak bisa berbuat banyak dan harus digantikan.
7. Rotasi Pemain di Lini Tengah dan Belakang
Dalam laga melawan Timnas Timor Leste U-16, absennya Bagas Kaffa karena terkena kartu merah melawan Vietnam tak membuat lini pertahanan Timnas Indonesia U-16 kocar-kacir.
Justru pelatih Fakhri Husaini memberikan kesempatan masuk starting line-up pada tiga nama Hamsa Medari Lestaluhu di lini tengah, Kartika Vedhayanto Putra, dan Muhammad Salman Farid pada posisi pemain belakang.
Meski sempat 'demam panggung' pada 20-30 menit awal, nyatanya Muhammad Salman Farid justru menjadi pembeda dengan memberikan asist kepada Bagus Kahfi yang dapat dijadikan gol.
&quot;Hamsa tadi melihat sendiri sulit keluar dari tekanan. Memang ketika berlatih dan di pertandingan sebenarnya jauh berbeda,&quot; ujar Fakhri Husaini saat konferensi pers.
Sementara Hamsa dan Kartika kerap menjadi penyeimbang kala Timnas Indonesia U-16 kehilangan bola atas lawannya.

6. Tampil Lebih Tenang dan Tidak Terprovokasi
Berbeda dengan laga melawan Myanmar dan Vietnam yang beberapa kali  terjadi kontak fisik yang diakhiri keributan kecil. Di laga melawan  Timnas Timor Leste U-16, mampu meredam emosi dan tak terprovokasi  lawannya.
Hal ini cukup positif memang, melihat beberapa kali pemain Timnas  Indonesia U-16 mendapatkan tackle dan benturan-benturan keras.
Pemain tengah Timnas Indonesia U-16, Andre Oktaviansyah mengakui  timnya sudah mengambil pelajaran dari dua laga sebelumnya dan bermain  lebih tenang.
&quot;Kita akui bermain lebih tenang di tengah dan tidak terprovokasi  seperti pertandingan sebelumnya lawan Myanmar dan Vietnam,&quot; ungkap  Andre.
Pelatih Fakhri Husaini mengapresiasi anak asuhnya dalam menjaga emosi  dan tak mudah terprovokasi gerakan - gerakan kasar lawannya.
5. Banyak Peluang yang Dihasilkan Timnas Indonesia U-16
Serangan Timnas Indonesia U-16 ibarat air bah yang datang terus  menerus di babak pertama. Tapi beberapa kali serangan datang,  keberuntungan tak berpihak ke Timnas Indonesia U-16.
Di menit ke-15 misalnya, sebuah tendangan bebas Andre Oktaviansyah  yang membentur mistar gawang lalu masuk tak disahkan karena wasit dan  asisten wasit tak melihat secara jelas apakah bola sudah melintasi garis  gawang atau belum.
Total tercatat ada tiga peluang Timnas Indonesia U-16 yang  dimentahkan oleh tiang gawang di sepanjang 80 menit pertandingan.  Peluang ini belum yang digagalkan oleh penjaga gawang Marcio Das Dores.
Pelatih Timnas Timor Leste U-16, Joao M. Da S. Araoujo, pun mengakui  timnya sedikit beruntung hanya kemasukan tiga gol di babak kedua. Banyak  peluang yang dihasilkan Indonesia di babak pertama. &quot;Kami sedikit  beruntung mampu menahan imbang mereka,&quot; terangnya.

4. Kehadiran Suporter Timor Leste
Sejak gelaran Piala AFF U-16 dari awal hingga matchday keempat, baru   kali ini pendukung Timnas Indonesia U-16 harus berbagi tempat dengan   suporter lawannya. Ya sekitar 200-an suporter Timor Leste turut hadir di   sektor tribun utama sebelah utara.
Mereka yang kebanyakan berasal dari mahasiswa asal Timor Leste yang   tengah menempuh pendidikan di Surabaya dan sekitarnya, ini membawa   atribut bendera kecil Timor Leste.
Meski dengan penjagaan ketat aparat kepolisian, para suporter Timnas   Timor Leste U-16 itu tak canggung berbaur dengan pendukung Indonesia.   Bahkan beberapa di antara mereka yang diajak berfoto oleh pendukung   Indonesia.
&quot;Saya berterima kasih suporter kami yang antusias mendukung ke   stadion,&quot; tutur pelatih Timnas Timor Leste U-16, Joao M. Da S. Araoujo.
3.  Kehadiran Xanana Gusmao
Di tengah ribuan penonton yang memadati Stadion Gelora Delta   Sidoarjo, ada satu penonton yang cukup istimewa. Ya Xanana Gusmao yang   merupakan Presiden Pertama Timor Leste yang memimpin tahun 2002-2007.
Kehadiran Xanana Gusmao, selain memberikan dukungan ke Timnas Timor   Leste U-16, tokoh kemerdekaan Timor Leste ini juga melihat penampilan   sang anak Kay Olok Sword Gusmao.
Karena kehadiran 'penonton kehormatan' ini pihak Panitia Penyelenggara (Panpel) pertandingan memberikan pengamanan khusus.
Security Manager Piala AFF U-16 2018, Hardiansyah, mengatakan   pihaknya keamanan berkordinasi dengan Polda Jawa Timur dan Polres   Sidoarjo Kota.
&quot;Kami akan jaga dari upaya-upaya yang bisa membuat Mr. Xanana tidak   nyaman. Semua harus steril dari hal-hal itu, kami tak mau kecolongan,&quot;   ujar Hardiansyah kepada media.

2.  Penonton Terbanyak di Turnamen Sepakbola U-16
Antusiasme masyarakat dalam memberikan dukungan Timnas Indonesia U-16    cukup luar biasa. Dari laporan Media Officer PSSI, Bandung Saputra,    setidaknya 18 ribu tiket telah terjual.
&quot;Untuk tiket ekonomi sudah habis,&quot; kata Bandung, sesaat sebelum pertandingan dimulai.

Jumlah 18 ribu pertandingan ini menobatkan laga Timnas Indonesia U-16    melawan Timnas Timor Leste U-16 sebagai jumlah penonton terbanyak di    laga turnamen sepak bola di usia 16 tahun di dunia.
Xanana dengan mengenakan kaos kerah hijau dan celana levis berwarna biru menempati sektor tribun undangan.
1. Koreografi Bendera Merah Putih di Tribun
Antusiasme penonton ternyata mampu dimanfaatkan untuk membuat suatu    pertunjukan menarik di awal babak kedua. Seluruh penonton di tribun    Stadion Gelora Delta Sidoarjo, kompak untuk memberikan aksi koreografi    bendera merah putih dari kertas.
Kontan aksi koreografi, membuat merah putih dari kertas kombinasi    merah dan putih, menjadi hiburan yang menarik sejak awal babak kedua    berlangsung.
Bahkan berkat aksi - aksi dukungan para penonton, permainan anak asuh    Fakhri Husaini semakin trengginas di babak kedua hingga akhirnya    memecah kebuntuan dengan gol menit ke-49.</content:encoded></item></channel></rss>
