<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Eto'o dan Casillas saat Hampir Ketiban Reruntuhan Hotel di Jepang pada 1998</title><description>Eto&amp;rsquo;o dan Casillas hampir ketibang reruntuhan hotel saat Jepang dilanda gempa pada Desember 1998.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/06/28/51/1915267/cerita-eto-o-dan-casillas-saat-hampir-ketiban-reruntuhan-hotel-di-jepang-pada-1998</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/06/28/51/1915267/cerita-eto-o-dan-casillas-saat-hampir-ketiban-reruntuhan-hotel-di-jepang-pada-1998"/><item><title>Cerita Eto'o dan Casillas saat Hampir Ketiban Reruntuhan Hotel di Jepang pada 1998</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/06/28/51/1915267/cerita-eto-o-dan-casillas-saat-hampir-ketiban-reruntuhan-hotel-di-jepang-pada-1998</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/06/28/51/1915267/cerita-eto-o-dan-casillas-saat-hampir-ketiban-reruntuhan-hotel-di-jepang-pada-1998</guid><pubDate>Kamis 28 Juni 2018 17:39 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/06/28/51/1915267/cerita-eto-o-dan-casillas-saat-hampir-ketiban-reruntuhan-hotel-di-jepang-pada-1998-y98zWFBYJZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Eto'o dan Casillas saat jalani laga el clasico. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/06/28/51/1915267/cerita-eto-o-dan-casillas-saat-hampir-ketiban-reruntuhan-hotel-di-jepang-pada-1998-y98zWFBYJZ.jpg</image><title>Eto'o dan Casillas saat jalani laga el clasico. (Foto: AFP)</title></images><description>MADRID &amp;ndash; Pesepakbola legenda asal Kamerun, Samuel Eto&amp;rsquo;o, memiliki pengalaman menarik ketika membela Real Madrid pada 1998. Akan tetapi, pengalaman itu bukan di atas lapangan, melainkan kejadian yang terjadi di luar arena.
Pada pengujung 1998, skuad Los Blancos &amp;ndash;julukan Madrid&amp;ndash; terbang ke Tokyo, Jepang, untuk ambil bagian di Piala Interkontinental (sekarang bernama Piala Dunia Klub). Saat itu, Madrid berhak tampil di ajang tersebut setelah keluar sebagai kampiun Liga Champions 1997-1998.

(Eto'o saat membela Madrid. Foto: AFP)
Madrid yang saat itu ditangani Guus Hiddink akan berhadapan dengan kampiun Copa Libertadores 1998, Vasco da Gama (Brasil). Eto&amp;rsquo;o yang saat itu masih 17 tahun, disertakan Hiddink untuk terbang ke Jepang, Tak hanya Eto&amp;rsquo;o, pemain muda lain yang kemudian menjadi legenda Madrid, Iker Casillas, juga ikut serta.
Kejadian miris terjadi sebelum pertandingan digelar. Ketika sedang menginap di salah satu hotel, gempa terjadi di Kota Tokyo. Karena jarang merasakan gempa sebelumnya, Eto&amp;rsquo;o dan Casillas mengalami kepanikan. Bahkan, hotel tersebut dikatakan Eto&amp;rsquo;o hampir runtuh akibat gempa dahsyat yang terjadi.
BACA JUGA: Vinicius Junior Bertekad Ikuti Jejak Ronaldo di Real Madrid
&amp;ldquo;Jelang tampil di Piala Interkontinental, hotel kami hampir runtuh karena gempa bumi. Semua orang ketakutan dan berada di koridor dengan hanya mengenakan celana dalam,&amp;rdquo; kata Eto&amp;rsquo;o mengutip dari Marca, Kamis (28/6/2018).
Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Terlepas dari insiden gempa, baik Eto&amp;rsquo;o dan Casillas sama sekali tidak dimainkan Hiddink saat Madrid mengalahkan Vasco da Gama 2-1. Jangankan bermain, mereka pun tidak disertakan di bangku cadangan.

(Casillas saat baru dipromosikan ke tim senior Madrid. Foto: AFP)
Setelah pertandingan itu, Eto&amp;rsquo;o dipinjamkan ke Espanyol, dan kemudian ke Real Mallorca. Usai dipermanenkan Mallorca, penyerang yang kini berusia 37 tahun itu diboyong Barcelona dan menjadi idola publik Estadio Camp Nou. Casillas? semenjak mentas sebagai kiper utama pada 1999 hingga 2015, eks kiper andalan Timnas Spanyol itu menghadirkan 18 trofi bagi publik Santiago Bernabeu.</description><content:encoded>MADRID &amp;ndash; Pesepakbola legenda asal Kamerun, Samuel Eto&amp;rsquo;o, memiliki pengalaman menarik ketika membela Real Madrid pada 1998. Akan tetapi, pengalaman itu bukan di atas lapangan, melainkan kejadian yang terjadi di luar arena.
Pada pengujung 1998, skuad Los Blancos &amp;ndash;julukan Madrid&amp;ndash; terbang ke Tokyo, Jepang, untuk ambil bagian di Piala Interkontinental (sekarang bernama Piala Dunia Klub). Saat itu, Madrid berhak tampil di ajang tersebut setelah keluar sebagai kampiun Liga Champions 1997-1998.

(Eto'o saat membela Madrid. Foto: AFP)
Madrid yang saat itu ditangani Guus Hiddink akan berhadapan dengan kampiun Copa Libertadores 1998, Vasco da Gama (Brasil). Eto&amp;rsquo;o yang saat itu masih 17 tahun, disertakan Hiddink untuk terbang ke Jepang, Tak hanya Eto&amp;rsquo;o, pemain muda lain yang kemudian menjadi legenda Madrid, Iker Casillas, juga ikut serta.
Kejadian miris terjadi sebelum pertandingan digelar. Ketika sedang menginap di salah satu hotel, gempa terjadi di Kota Tokyo. Karena jarang merasakan gempa sebelumnya, Eto&amp;rsquo;o dan Casillas mengalami kepanikan. Bahkan, hotel tersebut dikatakan Eto&amp;rsquo;o hampir runtuh akibat gempa dahsyat yang terjadi.
BACA JUGA: Vinicius Junior Bertekad Ikuti Jejak Ronaldo di Real Madrid
&amp;ldquo;Jelang tampil di Piala Interkontinental, hotel kami hampir runtuh karena gempa bumi. Semua orang ketakutan dan berada di koridor dengan hanya mengenakan celana dalam,&amp;rdquo; kata Eto&amp;rsquo;o mengutip dari Marca, Kamis (28/6/2018).
Beruntung, tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Terlepas dari insiden gempa, baik Eto&amp;rsquo;o dan Casillas sama sekali tidak dimainkan Hiddink saat Madrid mengalahkan Vasco da Gama 2-1. Jangankan bermain, mereka pun tidak disertakan di bangku cadangan.

(Casillas saat baru dipromosikan ke tim senior Madrid. Foto: AFP)
Setelah pertandingan itu, Eto&amp;rsquo;o dipinjamkan ke Espanyol, dan kemudian ke Real Mallorca. Usai dipermanenkan Mallorca, penyerang yang kini berusia 37 tahun itu diboyong Barcelona dan menjadi idola publik Estadio Camp Nou. Casillas? semenjak mentas sebagai kiper utama pada 1999 hingga 2015, eks kiper andalan Timnas Spanyol itu menghadirkan 18 trofi bagi publik Santiago Bernabeu.</content:encoded></item></channel></rss>
