<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Pemain Terkotor di Era Sepakbola Modern, Nomor 2 Penyerang Barcelona</title><description>Berikut lima pemain terkotor di era sepakbola modern.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/05/21/51/1900917/5-pemain-terkotor-di-era-sepakbola-modern-nomor-2-penyerang-barcelona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/05/21/51/1900917/5-pemain-terkotor-di-era-sepakbola-modern-nomor-2-penyerang-barcelona"/><item><title>5 Pemain Terkotor di Era Sepakbola Modern, Nomor 2 Penyerang Barcelona</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/05/21/51/1900917/5-pemain-terkotor-di-era-sepakbola-modern-nomor-2-penyerang-barcelona</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/05/21/51/1900917/5-pemain-terkotor-di-era-sepakbola-modern-nomor-2-penyerang-barcelona</guid><pubDate>Senin 21 Mei 2018 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Bagas Abdiel</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/21/51/1900917/5-pemain-terkotor-di-era-sepakbola-modern-nomor-2-penyerang-barcelona-hkyg7kSuAF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Luis Suarez (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/21/51/1900917/5-pemain-terkotor-di-era-sepakbola-modern-nomor-2-penyerang-barcelona-hkyg7kSuAF.jpg</image><title>Luis Suarez (Foto: AFP)</title></images><description>KEPRIBADIAN seorang pesepakbola tidak pernah luput dari perhatian. Bahkan mereka mampu menunjukkannya hal tersebut di dalam lapangan. Ada beberapa pemain yang terkenal karena menunjukkan kepribadianny tersebut. Salah satunya perasaan emosi yang meluap-luap di dalam lapangan.
Beberapa pemain ini seringkali mendapatkan hukuman karena meluapkan emosinya yang berbuah hukuman. Beberapa pemain ini tidak pernah benar-benar mempelajari kesalahan mereka dari waktu ke waktu meski telah menjalani larangan dan skorsing.
Seperti olahraga lainnya, sepakbola tentu memiliki seperangkat aturan. Namun, ada dari mereka seakan mengabaikan hal tersebut. Berikut ada lima nama pemain terkotor yang terkenal di era sepakbola modern ini.
5. El-Hadji Diouf
Awal kemunculan Diouf terjadi pada 2002 saat menginspirasi Tim Nasional Senegal atas Prancis dalam perjalanan menuju tempat perempatfinal yang bersejarah di Piala Dunia. Meskipun kemampuan dribblingnya sempurna yang membuat namanya terkenal, tetapi Diouf juga memiliki sisi gelap.
Pada 2003, ia dituduh melakukan penyerangan karena meludahi penggemar Celtic setelah pertandingan. Pada 2004, ia dituduh meludah kepada fans Middlebrough. Pada tahun yang sama, klubnya sendiri yakni Bolton menuduhnya meludahi kapten Portsmouth, Arjan De Zeew dalam pertandingan liga.
Pada Februari 2004, Diouf akhirnya menerima larangan empat pertandingan. Hal tersebut terjadi setelah ia memperburuk perbedaan pendapat terhadap wasit Ali Bujsaim selama pertandingan Piala Afrika 2004 melawan Tunisia.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/P056-WuR6_E&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;autoplay; encrypted-media&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;4. Felipo Melo
Salah satu dari dua momen kartu merah Melo terjadi saat Tim Nasional  Brasil melawan Belanda di Piala Dunia 2010 pada babak perempatfinal.Saat  itu Melo menjatuhkan Arjen Robben yang berbuah kartu merah langsung.  Alhasil bermain dengan 10 orang, Brasil menelan kekalahn dengan skor  1-2.
Bahkan dalam dekade terakhir, ia telah menjadi pemain paling buruk di  sepakbola Brasil. Untuk negara yang dikenal memproduksi pemain  berbakat, gaya permainan Melo telah agak sedikit kasar. Tidak  mengherankan bahwa Melo telah menerima lebih dari 160 kartu kuning dalam  kariernya dan keluar lapangan lebih dari 10 kali.
Kartu merahnya yang paling terkenal adalah saat Inter Milan melawan  Lazio pada Desember 2015. Bahkan saat itu ia hampir merobeh wajah Lucas  Bilgia. Ia mendaratkan sepatu kananya tepat di wajah Bilgia layaknya  tendangan seni bela diri.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/lZAb46klRME&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;autoplay; encrypted-media&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;3. Sergio Ramos
Ramos telah menikmati karier bintang untuk klub dan negara. Dengan   Real Madrid, Ramos telah memenangkan empat gelar Liga Spanyol dan tiga   Liga Champions. Di panggung internasional, Ramos adalah sosok yang hadir   dalam kemenangan Piala Eropa 2008 dan 2012 untuk Spanyol juga Piala   Dunia 2010.
Akan tetapi Kapten Madrid ini memiliki kebiasaan mendapat kartu   kuning dan diusir lapangan dari tahun ke tahun. Sebagai bek tenga, Ramos   dikenal karena tidak berpikir dua kali ketika datang serangan ke   areanya. Hal ini mengakibatkan dia melanggar berbagai catatan karena   alasan yang salah.
Sejak musim 2003-2004, Ramos telah membukukan 155 kali kekalahan dan   13 diantaranya menghasilkan kartu merah. Dia telah menerima kartu merah   langsung sebanyak enam kali di Liga Spanyol. Dalam kompetisi domestik,   ia memiliki 16 kartu kuning untuk namanya dan ditambah 41 kartu kuning   di kompetisi internasional. Dalam daftar nama Spanyol saat ini, ia   memiliki jumlah kartu tertinggi yakni 21.
Banyak dari kartu yang ia dapat, ada hal yang membuat Ramos terlihat   agresif. Misalnya pada 30 November 2010, Ramos diusir dari lapangan  saat  melakukan tendangan liar ke arah Lionel Messi pada pertandingan El   Classico. Belum puas diusir, ia pun melakukan dorongan kepada Carlos   Puyol hingga ke lantai dan meletekkan tangannya ke Xavi dalam pergumulan   sengit.
2. Luis Suarez
Pemain Barcelona ini tidak diragukan lagi menjadi salah satu striker    terbaik di sepakbola saat ini. Terlepas dari performa apiknya, pemain    asal Uruguay ini juga dikenal memiliki cara unik untuk mengeskpresikan    ketidakpuasan di lapangan permainan.
Suarez telah dijatuhi sanksi beberapa kali dalam perjalananya musim    ini karena gigitannya. Pada November 2010 saat bermain untuk Ajax    Amsterdam, ia diskors selama tujuh pertandingan karena menggigit Otman    Bakkal di pundak dan kemudian didenda oleh klub.
Dia melanjutkan aksi konyolnya itu saat membela Liverpool. Ia    dinyatakan besalah oleh asosiasi sepakbola karena melanggar pemain    Patrice Evra saat melawan Man United pada 15 Oktober 2011. Dia diskors    untuk delapan pertandingan dan ditampar dengan denda 40.00 Euro.
Suarez tertimpa masalah lagi pada April 2013 setelah insiden    menginggit kedua dalam kariernya yang melibatkan Branislav Ivanovic.    Video replay menunjukkan bahwa ia menggigit bek Chelsea tersebut.    Ironisnya, Suarez menerima hukuman dari FA untuk 10 pertandingan sebagai    hasil dari tindakannya tersebut.
Dua hukuman besar tersebut, tidak membuat Suarez jera. Pada 24 Juni    2014, Uruguay menghadapi Italia dalam pertandingan penyisihan grup  Piala   Dunia untuk menentukan tim mana yang akan maju ke babak sistem  gugur.   Pada pertandingan tersebut, terungkap melalui rekaman video  Suarez   kembali menggigit Giorgio Chiellini. Ia pun menerima sanksi  bermain oleh   Komisi Disiplin FIFA selama empat bulan dan tidak dapat  mengambil   bagian dalam sembilan pertandingan internasional.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/Uy31pdfntUw&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;autoplay; encrypted-media&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
1. Joey Barton
Barton telah menunjukkan pada banyak kesempatan bahwa dia adalah     pemain kotor. Dia selalu memiliki masalah di dalam dan luar lapangan     karena terlalu sering melakukan pelanggaran. Pada 9 Mei 2009, Barton     dikeluarkan dari lapangan saat membela Newcastle melawan Liverpool. Ia     melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Liverpool, Xabi Alonso,   yang   berakibat masa depannya terancam.
Pada November 2010, Barton secara terang-terangan menekan Morten     Gamst-Pedersen di dada ketika wasit tidak melihat. Pertandingan telah     dihentikan karena seorang pemain harus mendapatkan perawatan medis.  Akan    tetapi seakan tak bersalah, Barton hanya berbalik badan dan  membuat    serangan tak beralasan kepada pemain Blackburn Rovers.
Pada 2002 saat Barton membela Queen Park Rangers, menjadi cerita lain     dari keganasannya. Menghadapi Manchester City, Barton dikeluarkan  dari    lapangan karena menyikut Carlos Tevez. Kemudian apa dia keluar  dari    lapangan dengan tenang? Tidak, dia melakukan tendangan kepada  Sergio    Aguero dan konfrontasi fisik dengan kapten Man City, Vincent  Kompany.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/bCPoW6wj7l8&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;autoplay; encrypted-media&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</description><content:encoded>KEPRIBADIAN seorang pesepakbola tidak pernah luput dari perhatian. Bahkan mereka mampu menunjukkannya hal tersebut di dalam lapangan. Ada beberapa pemain yang terkenal karena menunjukkan kepribadianny tersebut. Salah satunya perasaan emosi yang meluap-luap di dalam lapangan.
Beberapa pemain ini seringkali mendapatkan hukuman karena meluapkan emosinya yang berbuah hukuman. Beberapa pemain ini tidak pernah benar-benar mempelajari kesalahan mereka dari waktu ke waktu meski telah menjalani larangan dan skorsing.
Seperti olahraga lainnya, sepakbola tentu memiliki seperangkat aturan. Namun, ada dari mereka seakan mengabaikan hal tersebut. Berikut ada lima nama pemain terkotor yang terkenal di era sepakbola modern ini.
5. El-Hadji Diouf
Awal kemunculan Diouf terjadi pada 2002 saat menginspirasi Tim Nasional Senegal atas Prancis dalam perjalanan menuju tempat perempatfinal yang bersejarah di Piala Dunia. Meskipun kemampuan dribblingnya sempurna yang membuat namanya terkenal, tetapi Diouf juga memiliki sisi gelap.
Pada 2003, ia dituduh melakukan penyerangan karena meludahi penggemar Celtic setelah pertandingan. Pada 2004, ia dituduh meludah kepada fans Middlebrough. Pada tahun yang sama, klubnya sendiri yakni Bolton menuduhnya meludahi kapten Portsmouth, Arjan De Zeew dalam pertandingan liga.
Pada Februari 2004, Diouf akhirnya menerima larangan empat pertandingan. Hal tersebut terjadi setelah ia memperburuk perbedaan pendapat terhadap wasit Ali Bujsaim selama pertandingan Piala Afrika 2004 melawan Tunisia.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/P056-WuR6_E&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;autoplay; encrypted-media&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;4. Felipo Melo
Salah satu dari dua momen kartu merah Melo terjadi saat Tim Nasional  Brasil melawan Belanda di Piala Dunia 2010 pada babak perempatfinal.Saat  itu Melo menjatuhkan Arjen Robben yang berbuah kartu merah langsung.  Alhasil bermain dengan 10 orang, Brasil menelan kekalahn dengan skor  1-2.
Bahkan dalam dekade terakhir, ia telah menjadi pemain paling buruk di  sepakbola Brasil. Untuk negara yang dikenal memproduksi pemain  berbakat, gaya permainan Melo telah agak sedikit kasar. Tidak  mengherankan bahwa Melo telah menerima lebih dari 160 kartu kuning dalam  kariernya dan keluar lapangan lebih dari 10 kali.
Kartu merahnya yang paling terkenal adalah saat Inter Milan melawan  Lazio pada Desember 2015. Bahkan saat itu ia hampir merobeh wajah Lucas  Bilgia. Ia mendaratkan sepatu kananya tepat di wajah Bilgia layaknya  tendangan seni bela diri.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/lZAb46klRME&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;autoplay; encrypted-media&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;3. Sergio Ramos
Ramos telah menikmati karier bintang untuk klub dan negara. Dengan   Real Madrid, Ramos telah memenangkan empat gelar Liga Spanyol dan tiga   Liga Champions. Di panggung internasional, Ramos adalah sosok yang hadir   dalam kemenangan Piala Eropa 2008 dan 2012 untuk Spanyol juga Piala   Dunia 2010.
Akan tetapi Kapten Madrid ini memiliki kebiasaan mendapat kartu   kuning dan diusir lapangan dari tahun ke tahun. Sebagai bek tenga, Ramos   dikenal karena tidak berpikir dua kali ketika datang serangan ke   areanya. Hal ini mengakibatkan dia melanggar berbagai catatan karena   alasan yang salah.
Sejak musim 2003-2004, Ramos telah membukukan 155 kali kekalahan dan   13 diantaranya menghasilkan kartu merah. Dia telah menerima kartu merah   langsung sebanyak enam kali di Liga Spanyol. Dalam kompetisi domestik,   ia memiliki 16 kartu kuning untuk namanya dan ditambah 41 kartu kuning   di kompetisi internasional. Dalam daftar nama Spanyol saat ini, ia   memiliki jumlah kartu tertinggi yakni 21.
Banyak dari kartu yang ia dapat, ada hal yang membuat Ramos terlihat   agresif. Misalnya pada 30 November 2010, Ramos diusir dari lapangan  saat  melakukan tendangan liar ke arah Lionel Messi pada pertandingan El   Classico. Belum puas diusir, ia pun melakukan dorongan kepada Carlos   Puyol hingga ke lantai dan meletekkan tangannya ke Xavi dalam pergumulan   sengit.
2. Luis Suarez
Pemain Barcelona ini tidak diragukan lagi menjadi salah satu striker    terbaik di sepakbola saat ini. Terlepas dari performa apiknya, pemain    asal Uruguay ini juga dikenal memiliki cara unik untuk mengeskpresikan    ketidakpuasan di lapangan permainan.
Suarez telah dijatuhi sanksi beberapa kali dalam perjalananya musim    ini karena gigitannya. Pada November 2010 saat bermain untuk Ajax    Amsterdam, ia diskors selama tujuh pertandingan karena menggigit Otman    Bakkal di pundak dan kemudian didenda oleh klub.
Dia melanjutkan aksi konyolnya itu saat membela Liverpool. Ia    dinyatakan besalah oleh asosiasi sepakbola karena melanggar pemain    Patrice Evra saat melawan Man United pada 15 Oktober 2011. Dia diskors    untuk delapan pertandingan dan ditampar dengan denda 40.00 Euro.
Suarez tertimpa masalah lagi pada April 2013 setelah insiden    menginggit kedua dalam kariernya yang melibatkan Branislav Ivanovic.    Video replay menunjukkan bahwa ia menggigit bek Chelsea tersebut.    Ironisnya, Suarez menerima hukuman dari FA untuk 10 pertandingan sebagai    hasil dari tindakannya tersebut.
Dua hukuman besar tersebut, tidak membuat Suarez jera. Pada 24 Juni    2014, Uruguay menghadapi Italia dalam pertandingan penyisihan grup  Piala   Dunia untuk menentukan tim mana yang akan maju ke babak sistem  gugur.   Pada pertandingan tersebut, terungkap melalui rekaman video  Suarez   kembali menggigit Giorgio Chiellini. Ia pun menerima sanksi  bermain oleh   Komisi Disiplin FIFA selama empat bulan dan tidak dapat  mengambil   bagian dalam sembilan pertandingan internasional.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/Uy31pdfntUw&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;autoplay; encrypted-media&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;
1. Joey Barton
Barton telah menunjukkan pada banyak kesempatan bahwa dia adalah     pemain kotor. Dia selalu memiliki masalah di dalam dan luar lapangan     karena terlalu sering melakukan pelanggaran. Pada 9 Mei 2009, Barton     dikeluarkan dari lapangan saat membela Newcastle melawan Liverpool. Ia     melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Liverpool, Xabi Alonso,   yang   berakibat masa depannya terancam.
Pada November 2010, Barton secara terang-terangan menekan Morten     Gamst-Pedersen di dada ketika wasit tidak melihat. Pertandingan telah     dihentikan karena seorang pemain harus mendapatkan perawatan medis.  Akan    tetapi seakan tak bersalah, Barton hanya berbalik badan dan  membuat    serangan tak beralasan kepada pemain Blackburn Rovers.
Pada 2002 saat Barton membela Queen Park Rangers, menjadi cerita lain     dari keganasannya. Menghadapi Manchester City, Barton dikeluarkan  dari    lapangan karena menyikut Carlos Tevez. Kemudian apa dia keluar  dari    lapangan dengan tenang? Tidak, dia melakukan tendangan kepada  Sergio    Aguero dan konfrontasi fisik dengan kapten Man City, Vincent  Kompany.
&amp;lt;iframe width=&quot;560&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://www.youtube.com/embed/bCPoW6wj7l8&quot; frameborder=&quot;0&quot; allow=&quot;autoplay; encrypted-media&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
