<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bayern Disebut Layak Dapat 3 Penalti saat Tandang ke Markas Madrid</title><description>Graziano Cesari menilai wasit yang memimpin jalannya laga Real Madrid vs Bayern Munich melakukan banyak kesalahan.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/05/02/261/1893437/bayern-disebut-layak-dapat-3-penalti-saat-tandang-ke-markas-madrid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/05/02/261/1893437/bayern-disebut-layak-dapat-3-penalti-saat-tandang-ke-markas-madrid"/><item><title>Bayern Disebut Layak Dapat 3 Penalti saat Tandang ke Markas Madrid</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/05/02/261/1893437/bayern-disebut-layak-dapat-3-penalti-saat-tandang-ke-markas-madrid</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/05/02/261/1893437/bayern-disebut-layak-dapat-3-penalti-saat-tandang-ke-markas-madrid</guid><pubDate>Rabu 02 Mei 2018 05:21 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/05/02/261/1893437/bayern-disebut-layak-dapat-3-penalti-saat-tandang-ke-markas-madrid-yyU6p0VebK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para pemain Bayern Munich tertunduk lesu karena gagal lolos ke final Liga Champions 2017-2018 (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/05/02/261/1893437/bayern-disebut-layak-dapat-3-penalti-saat-tandang-ke-markas-madrid-yyU6p0VebK.jpg</image><title>Para pemain Bayern Munich tertunduk lesu karena gagal lolos ke final Liga Champions 2017-2018 (Foto: Reuters)</title></images><description>MADRID &amp;ndash; Real Madrid sudah dipastikan lolos ke partai final Liga Champions 2017-2018 usai menahan Bayern Munich 2-2 pada leg kedua babak semifinal. Namun demikian, hasil tersebut nyatanya diperdebatkan oleh mantan wasit Liga Italia, Graziano Cesari, yang menilai kalau Bayern sebenarnya layak mendapat tiga penalti di laga tersebut.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Santiago Bernabeu itu Bayern sebenarnya tampil lebih menekan. Namun, karena buruknya penyelesaian akhir dan ketatnya pertahanan Madrid, membuat skuad asuhan Jupp Heynckes itu pada akhirnya pulang dengan tangan hampa.
(Baca juga: Real Madrid Tembus Final Liga Champions Usai Imbangi Bayern Munich 2-2)

Cesari tidak memungkiri kalau Madrid memang bermain ketat, utamanya di lini belakang. Kendati begitu, Cesari menilai bahwa pemain Madrid melakukan banyak pelanggaran yang luput dari pantauan wasit di laga tersebut, Cuneyt Cakir. Cesari pun membeberkan tiga momen yang seharusnya membuat Bayern mendapat hadiah penalti.
&amp;ldquo;Episode pertama terjadi di babak pertama, ketika (Sergio) Ramos menekel Robert Lewandowski di dalam kotak penalti Real Madrid. Melihat tayangan ulang, kami bisa menyaksikan kalau Ramos menyentuh Lewandowski dengan lututnya. Striker Polandia itu cepat dan Ramos jelas menabraknya,&amp;rdquo; beber Cesari, menyadur dari Calcio Mercato, Rabu (2/5/2018).
Sementara itu, pelanggaran kedua dinilai Cesari terjadi pada handsball yang dilakukan bek Madrid, Marcelo. Menurutnya, bek asal Brasil itu  dengan sengaja mengamankan bola menggunakan tangannya. Bahkan, aksi  penyelamatan Marcelo tersebut disindirnya masih lebih baik ketimbang apa  yang dilakukan penjaga gawang Bayern, Sven Ulreich, yang membuat  blunder.

&amp;ldquo;Episode kedua juga terjadi di babak pertama, sesaat sebelum peluit  jeda pertandingan berbunyi. Itu adalah penalti yang sempurna, Marcelona  (gabungan antara nama Marcelo dengan Diego Maradona) menyentuh bola  dengan tangan kirinya. Itu hampir seperti sebuah penyelamatan. Pastinya  itu lebih baik dari apa yang dilakukan Ulreich,&amp;rdquo; lanjut pria asal Italia  itu.
&amp;ldquo;Penalti ketiga yang tidak didapat Bayern adalah tekel lainnya yang  dilakukan Ramos terhadap Lewandowski pada babak kedua. Saya kira Cakir  tidak bisa mengatasi tekanan pertandingan. Itu adalah penampilan yang  mengerikan dari wasit berkebangsaan Turki tersebut,&amp;rdquo; tuntas Cesari.</description><content:encoded>MADRID &amp;ndash; Real Madrid sudah dipastikan lolos ke partai final Liga Champions 2017-2018 usai menahan Bayern Munich 2-2 pada leg kedua babak semifinal. Namun demikian, hasil tersebut nyatanya diperdebatkan oleh mantan wasit Liga Italia, Graziano Cesari, yang menilai kalau Bayern sebenarnya layak mendapat tiga penalti di laga tersebut.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Santiago Bernabeu itu Bayern sebenarnya tampil lebih menekan. Namun, karena buruknya penyelesaian akhir dan ketatnya pertahanan Madrid, membuat skuad asuhan Jupp Heynckes itu pada akhirnya pulang dengan tangan hampa.
(Baca juga: Real Madrid Tembus Final Liga Champions Usai Imbangi Bayern Munich 2-2)

Cesari tidak memungkiri kalau Madrid memang bermain ketat, utamanya di lini belakang. Kendati begitu, Cesari menilai bahwa pemain Madrid melakukan banyak pelanggaran yang luput dari pantauan wasit di laga tersebut, Cuneyt Cakir. Cesari pun membeberkan tiga momen yang seharusnya membuat Bayern mendapat hadiah penalti.
&amp;ldquo;Episode pertama terjadi di babak pertama, ketika (Sergio) Ramos menekel Robert Lewandowski di dalam kotak penalti Real Madrid. Melihat tayangan ulang, kami bisa menyaksikan kalau Ramos menyentuh Lewandowski dengan lututnya. Striker Polandia itu cepat dan Ramos jelas menabraknya,&amp;rdquo; beber Cesari, menyadur dari Calcio Mercato, Rabu (2/5/2018).
Sementara itu, pelanggaran kedua dinilai Cesari terjadi pada handsball yang dilakukan bek Madrid, Marcelo. Menurutnya, bek asal Brasil itu  dengan sengaja mengamankan bola menggunakan tangannya. Bahkan, aksi  penyelamatan Marcelo tersebut disindirnya masih lebih baik ketimbang apa  yang dilakukan penjaga gawang Bayern, Sven Ulreich, yang membuat  blunder.

&amp;ldquo;Episode kedua juga terjadi di babak pertama, sesaat sebelum peluit  jeda pertandingan berbunyi. Itu adalah penalti yang sempurna, Marcelona  (gabungan antara nama Marcelo dengan Diego Maradona) menyentuh bola  dengan tangan kirinya. Itu hampir seperti sebuah penyelamatan. Pastinya  itu lebih baik dari apa yang dilakukan Ulreich,&amp;rdquo; lanjut pria asal Italia  itu.
&amp;ldquo;Penalti ketiga yang tidak didapat Bayern adalah tekel lainnya yang  dilakukan Ramos terhadap Lewandowski pada babak kedua. Saya kira Cakir  tidak bisa mengatasi tekanan pertandingan. Itu adalah penampilan yang  mengerikan dari wasit berkebangsaan Turki tersebut,&amp;rdquo; tuntas Cesari.</content:encoded></item></channel></rss>
