<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Legenda Bayern Puji Fleksibilitas Permainan Madrid</title><description>Bayern akan menjamu Madrid di leg I semifinal Liga Champions 2017-2018.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/04/24/261/1890870/legenda-bayern-puji-fleksibilitas-permainan-madrid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/04/24/261/1890870/legenda-bayern-puji-fleksibilitas-permainan-madrid"/><item><title>Legenda Bayern Puji Fleksibilitas Permainan Madrid</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/04/24/261/1890870/legenda-bayern-puji-fleksibilitas-permainan-madrid</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/04/24/261/1890870/legenda-bayern-puji-fleksibilitas-permainan-madrid</guid><pubDate>Selasa 24 April 2018 15:35 WIB</pubDate><dc:creator>Andika Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/24/261/1890870/legenda-bayern-puji-fleksibilitas-permainan-madrid-RYE8pT3MCz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Oliver Kahn (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/24/261/1890870/legenda-bayern-puji-fleksibilitas-permainan-madrid-RYE8pT3MCz.jpg</image><title>Oliver Kahn (Foto: AFP)</title></images><description>MUNICH &amp;ndash; Salah satu legenda Bayern Munich, Oliver Kahn, menegaskan bahwa Madirid merupakan tim yang memiliki beberapa fase dalam suatu pertandingan. Hal itu berarti Madrid mampu menjadi tim yang tampil menyerang dengan sangat ganas, namun dapat pula menampilkan strategi bertahan total.
Untuk dapat mengatasi hal itu, Kahn menyarankan pada mantan timnya untuk terus melakukan tekanan kepada Madrid sepanjang jalannya pertandingan. Dengan tekanan yang terus-menerus, maka Bayern dapat mendikte permainan tim asuhan Zinedine Zidane. Bayern akan menjamu Madrid di leg I semifinal Liga Champions 2017-2018, Kamis 26 April 2018 dini hari WIB.

Robert Lewandowski (Foto: REUTERS)
Bayern mungkin dapat mengambil contoh dari penampilan Juventus kala menghadapi Madrid di leg II perempat final Liga Champions. Pada saat itu, La Vecchia Signora &amp;ndash;julukan Juventus&amp;ndash; &amp;nbsp;mampu menekan Madrid, sehingga Los Galacticos &amp;ndash;julukan Madrid&amp;ndash; tetap berada tidak mampu mengembangkan permainan.
BACA JUGA: Di Francesco: Liverpool Bukan Hanya Salah
Meskipun, pada akhirnya Madrid yang lolos ke fase semifinal, namun Juventus berhasil menang dengan hasil akhir 3-1 di Santiago Bernabeu. Kahn melihat hal itulah yang harus dilakukan oleh tim asuhan Jupp Heynckes.&amp;ldquo;Ada beberapa kesempatan untuk membuat Madrid dalam tekanan dan  membuat mereka dalam bahaya. Madrid merupakan tim yang memiliki fase  dalam suatu pertandingan. Artinya, mereka memiliki fase dalam suatu  permainan, di mana Madrid mampu menekan dengan sangat tinggi dan ekstrem  yang dapat membuat tim lawan tercekik,&amp;rdquo; ungkap Kahn, seperti yang  diwartakan Marca, Selasa (24/4/2018).

Bayern Munich (Foto: REUTERS)
Pertemuan  kedua tim pada babak semifinal tampak seperti final yang terlalu dini  bagi penikmat sepakbola. Kedua tim merupakan tim yang memiliki sejarah  besar di Liga masing-masing maupun Eropa. Terkhusus Bayern, nama  besarnya sebagai penguasa Liga Jerman sudah tak perlu diragukan lagi.
BACA JUGA: Klopp Ingatkan Fans Liverpool untuk Hormati AS Roma
Terakhir kali Bayern berada di partai puncak Liga Champions ialah  pada edisi 2013, di mana saat itu Bayern bertemu dengan Borussia  Dortmund. Pertemuan kedua tim Jerman itu berakhir dengan kemenangan 2-1  Bayern atas Dortmund.
Kahn mengharapkan hal itu dapat terulang  kembali, sehingga Bayern mampu menggenapkan koleksi trofi Liga Champions  mereka menjadi enam. Dengan target seperti itu, maka Bayern dituntut  untuk dapat mengatasi Madrid, agar mampu melaju ke partai final Liga  Champions 2017-2018.</description><content:encoded>MUNICH &amp;ndash; Salah satu legenda Bayern Munich, Oliver Kahn, menegaskan bahwa Madirid merupakan tim yang memiliki beberapa fase dalam suatu pertandingan. Hal itu berarti Madrid mampu menjadi tim yang tampil menyerang dengan sangat ganas, namun dapat pula menampilkan strategi bertahan total.
Untuk dapat mengatasi hal itu, Kahn menyarankan pada mantan timnya untuk terus melakukan tekanan kepada Madrid sepanjang jalannya pertandingan. Dengan tekanan yang terus-menerus, maka Bayern dapat mendikte permainan tim asuhan Zinedine Zidane. Bayern akan menjamu Madrid di leg I semifinal Liga Champions 2017-2018, Kamis 26 April 2018 dini hari WIB.

Robert Lewandowski (Foto: REUTERS)
Bayern mungkin dapat mengambil contoh dari penampilan Juventus kala menghadapi Madrid di leg II perempat final Liga Champions. Pada saat itu, La Vecchia Signora &amp;ndash;julukan Juventus&amp;ndash; &amp;nbsp;mampu menekan Madrid, sehingga Los Galacticos &amp;ndash;julukan Madrid&amp;ndash; tetap berada tidak mampu mengembangkan permainan.
BACA JUGA: Di Francesco: Liverpool Bukan Hanya Salah
Meskipun, pada akhirnya Madrid yang lolos ke fase semifinal, namun Juventus berhasil menang dengan hasil akhir 3-1 di Santiago Bernabeu. Kahn melihat hal itulah yang harus dilakukan oleh tim asuhan Jupp Heynckes.&amp;ldquo;Ada beberapa kesempatan untuk membuat Madrid dalam tekanan dan  membuat mereka dalam bahaya. Madrid merupakan tim yang memiliki fase  dalam suatu pertandingan. Artinya, mereka memiliki fase dalam suatu  permainan, di mana Madrid mampu menekan dengan sangat tinggi dan ekstrem  yang dapat membuat tim lawan tercekik,&amp;rdquo; ungkap Kahn, seperti yang  diwartakan Marca, Selasa (24/4/2018).

Bayern Munich (Foto: REUTERS)
Pertemuan  kedua tim pada babak semifinal tampak seperti final yang terlalu dini  bagi penikmat sepakbola. Kedua tim merupakan tim yang memiliki sejarah  besar di Liga masing-masing maupun Eropa. Terkhusus Bayern, nama  besarnya sebagai penguasa Liga Jerman sudah tak perlu diragukan lagi.
BACA JUGA: Klopp Ingatkan Fans Liverpool untuk Hormati AS Roma
Terakhir kali Bayern berada di partai puncak Liga Champions ialah  pada edisi 2013, di mana saat itu Bayern bertemu dengan Borussia  Dortmund. Pertemuan kedua tim Jerman itu berakhir dengan kemenangan 2-1  Bayern atas Dortmund.
Kahn mengharapkan hal itu dapat terulang  kembali, sehingga Bayern mampu menggenapkan koleksi trofi Liga Champions  mereka menjadi enam. Dengan target seperti itu, maka Bayern dituntut  untuk dapat mengatasi Madrid, agar mampu melaju ke partai final Liga  Champions 2017-2018.</content:encoded></item></channel></rss>
