<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kekalahan Milan di Istanbul Jadi Pelajaran Terbesar Kaka sebagai Pesepakbola</title><description>Ricardo Kaka mengaku mendapat pelajaran berharga saat AC Milan kalah dari Liverpool di final Liga Champions 2005.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/04/19/261/1888496/kekalahan-milan-di-istanbul-jadi-pelajaran-terbesar-kaka-sebagai-pesepakbola</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/04/19/261/1888496/kekalahan-milan-di-istanbul-jadi-pelajaran-terbesar-kaka-sebagai-pesepakbola"/><item><title>Kekalahan Milan di Istanbul Jadi Pelajaran Terbesar Kaka sebagai Pesepakbola</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/04/19/261/1888496/kekalahan-milan-di-istanbul-jadi-pelajaran-terbesar-kaka-sebagai-pesepakbola</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/04/19/261/1888496/kekalahan-milan-di-istanbul-jadi-pelajaran-terbesar-kaka-sebagai-pesepakbola</guid><pubDate>Kamis 19 April 2018 01:08 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/04/18/261/1888496/kekalahan-milan-di-istanbul-jadi-pelajaran-terbesar-kaka-sebagai-pesepakbola-1Xjo8YGreF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ricardo Kaka saat berlatih jelang final Liga Champions 2005 (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/04/18/261/1888496/kekalahan-milan-di-istanbul-jadi-pelajaran-terbesar-kaka-sebagai-pesepakbola-1Xjo8YGreF.jpg</image><title>Ricardo Kaka saat berlatih jelang final Liga Champions 2005 (Foto: AFP)</title></images><description>MILAN &amp;ndash; Sebagai salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada dalam sejarah, Ricardo Kaka mengungkapkan bahwa masa-masa terbaiknya adalah ketika ia membela AC Milan. Namun demikian, Kaka membeberkan bahwa momen yang membuatnya mendapat pelajaran berharga adalah kala Milan tumbang di final Liga Champions 2004-2005.
Pada laga final tersebut Milan berhadapan dengan salah satu tim besar Inggris, Liverpool. Saat itu, dapat dikatakan Milan tengah dihuni oleh para pemain terbaik, dari mulai sector penjaga gawang hingga penyerang. Terbukti, di babak pertama tim berjuluk Il Diavoloroso itu langsung unggul 3-0, melalui gol cepat Paolo Maldini dan dua lainnya dari Hernan Crespo.
(Baca juga: 11 Comeback Paling Dramatis di Liga Champions)

Keunggulan tersebut nyatanya membuat para pemain Milan jemawa akan segera merengkuh gelar juara. Bagaimana tidak, pada saat jeda para pemain Milan sudah bersorak-sorai, seolah pertandingan telah berakhir. Namun, petaka datang di babak kedua kala Liverpool mampu menyamakan kedudukan hanya dalam jangka waktu enam menit. Milan pun pada akhirnya tumbang di babak adu penalti.
Kaka mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada dirinya sebagai seorang pesepakbola. Pria berpaspor Brasil itu juga menyayangkan karena Milan tak bisa menjadi juara saat itu, padahal dihuni oleh para pemain terbaik dunia.
&amp;ldquo;Di sana saya belajar bahwa saya tidak punya kendali atas kemenangan. Setelah pertandingan itu, terdapat beberapa spekulasi tentang selebrasi kami selama turun minum: tidak ada yang terjadi, memberikan pengalaman kepada tim itu,&amp;rdquo; ungkap Kaka, menukil dari Gianluca Dimarzio, Kamis (19/4/2018).

&amp;ldquo;Pada akhirnya itu merupakan hasil yang luar biasa: bahwa Milan yang memiliki salah satu formasi terbaik dalam sejarah, salah satu pertahanan terbaik yang pernah ada, dan kami kebobolan tiga gol dalam enam menit,&amp;rdquo; lanjut peraih trofi Ballon d&amp;rsquo;Or 2007 itu.
&amp;ldquo;Bagaimanapun, Istanbul adalah kekalahan terburuk saya dalam sejarah, salah satu yang paling sulit untuk diatasi. Namun, itu merupakan salah satu pelajaran terbesar yang pernah saya terima dalam sepakbola,&amp;rdquo; tukas Kaka.</description><content:encoded>MILAN &amp;ndash; Sebagai salah satu pesepakbola terbaik yang pernah ada dalam sejarah, Ricardo Kaka mengungkapkan bahwa masa-masa terbaiknya adalah ketika ia membela AC Milan. Namun demikian, Kaka membeberkan bahwa momen yang membuatnya mendapat pelajaran berharga adalah kala Milan tumbang di final Liga Champions 2004-2005.
Pada laga final tersebut Milan berhadapan dengan salah satu tim besar Inggris, Liverpool. Saat itu, dapat dikatakan Milan tengah dihuni oleh para pemain terbaik, dari mulai sector penjaga gawang hingga penyerang. Terbukti, di babak pertama tim berjuluk Il Diavoloroso itu langsung unggul 3-0, melalui gol cepat Paolo Maldini dan dua lainnya dari Hernan Crespo.
(Baca juga: 11 Comeback Paling Dramatis di Liga Champions)

Keunggulan tersebut nyatanya membuat para pemain Milan jemawa akan segera merengkuh gelar juara. Bagaimana tidak, pada saat jeda para pemain Milan sudah bersorak-sorai, seolah pertandingan telah berakhir. Namun, petaka datang di babak kedua kala Liverpool mampu menyamakan kedudukan hanya dalam jangka waktu enam menit. Milan pun pada akhirnya tumbang di babak adu penalti.
Kaka mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut memberikan pelajaran yang sangat berharga kepada dirinya sebagai seorang pesepakbola. Pria berpaspor Brasil itu juga menyayangkan karena Milan tak bisa menjadi juara saat itu, padahal dihuni oleh para pemain terbaik dunia.
&amp;ldquo;Di sana saya belajar bahwa saya tidak punya kendali atas kemenangan. Setelah pertandingan itu, terdapat beberapa spekulasi tentang selebrasi kami selama turun minum: tidak ada yang terjadi, memberikan pengalaman kepada tim itu,&amp;rdquo; ungkap Kaka, menukil dari Gianluca Dimarzio, Kamis (19/4/2018).

&amp;ldquo;Pada akhirnya itu merupakan hasil yang luar biasa: bahwa Milan yang memiliki salah satu formasi terbaik dalam sejarah, salah satu pertahanan terbaik yang pernah ada, dan kami kebobolan tiga gol dalam enam menit,&amp;rdquo; lanjut peraih trofi Ballon d&amp;rsquo;Or 2007 itu.
&amp;ldquo;Bagaimanapun, Istanbul adalah kekalahan terburuk saya dalam sejarah, salah satu yang paling sulit untuk diatasi. Namun, itu merupakan salah satu pelajaran terbesar yang pernah saya terima dalam sepakbola,&amp;rdquo; tukas Kaka.</content:encoded></item></channel></rss>
