<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Legenda yang Gagal Juarai Liga Champions, Nomor 1 Peraih 3 Trofi Pemain Terbaik Dunia</title><description>Berikut lima legenda yang gagal menjuarai Liga Champions.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/03/06/51/1868614/5-legenda-yang-gagal-juarai-liga-champions-nomor-1-peraih-3-trofi-pemain-terbaik-dunia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/03/06/51/1868614/5-legenda-yang-gagal-juarai-liga-champions-nomor-1-peraih-3-trofi-pemain-terbaik-dunia"/><item><title>5 Legenda yang Gagal Juarai Liga Champions, Nomor 1 Peraih 3 Trofi Pemain Terbaik Dunia</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/03/06/51/1868614/5-legenda-yang-gagal-juarai-liga-champions-nomor-1-peraih-3-trofi-pemain-terbaik-dunia</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/03/06/51/1868614/5-legenda-yang-gagal-juarai-liga-champions-nomor-1-peraih-3-trofi-pemain-terbaik-dunia</guid><pubDate>Selasa 06 Maret 2018 19:31 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/03/06/51/1868614/5-legenda-yang-gagal-juarai-liga-champions-nomor-1-peraih-3-trofi-pemain-terbaik-dunia-l7SZL0uMrg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Trofi Liga Champions (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/03/06/51/1868614/5-legenda-yang-gagal-juarai-liga-champions-nomor-1-peraih-3-trofi-pemain-terbaik-dunia-l7SZL0uMrg.jpg</image><title>Trofi Liga Champions (Foto: AFP)</title></images><description>TITEL Liga Champions memang menjadi salah satu gelar yang sangat diimpi-impikan sejumlah pesepakbola profesional dalam perjalanan kariernya. Maka dari itu tidak jarang para pemain rela meninggalkan klub yang sudah lama dibelanya demi memperkuat tim yang memiliki kans menjuarai Liga Champions lebih besar.

Contohnya, Thierry Henry merupakan pemain yang melegenda bersama Arsenal. Namun ia memutuskan meninggalkan Arsenal demi bergabung dengan Barcelona, dan hasilnya pun ia mampu meraih titel Liga Champions di musim 2008-2009. Bukan hanya Henry, terdapat banyak pemain lain yang menerapkan hal sama.

Akan tetapi terdapat juga beberapa sosok yang justru memutuskan untuk tetap bertahan di klub yang dibelanya dengan acap kali gagal meraih titel Liga Champions sepanjang kariernya. Setidaknya ada lima pemain melegenda yang tak pernah menjuarai Liga Champions.

Berikut lima legenda yang gagal menjuarai Liga Champions:

5. Michael Ballack (Jerman)

Sewaktu masih aktif sebagai pesepakbola profesional, siapa yang tidak mengetahui kapasitas Ballack sebagai pemain terutama sebagai seorang gelandang. Kemampuannya dalam membantu serangan ataupun bertahan sama baiknya.

Namun di balik nama besar Ballack sebagai pesepakbola profesional, ia nyatanya memiliki sejumlah kenangan pahit dalam ajang Liga Champions. Bagaimana tidak eks kapten Timnas Jerman tersebut gagal mengangkat trofi si Kuping Besar selama 17 tahun berkarier.

Lebih menyakitkan lagi, Ballack harus dua kali mengalami kekalahan ketika tampil di babak final Liga Champions. Pertama ketika dirinya masih memperkuat Bayer Leverkusen di Liga Champions 2001-2002, yang kedua tentu saja saat Ballack berseragam Chelsea di musim 2007-2008.4. Eric Cantona (Prancis)

Cantona memang sempat menjadi pemain pujaan para pendukung  Manchester United periode 1992 hingga 1997. Bahkan terlalu besarnya,  para pendukung Man United pun menjulukinya dengan sebutan King Eric.
Namun sayang meski begitu dielu-elukan sebagai pemain, Cantona  nyantanya gagal memberikan sebuah titel bergenggsi untuk Man United,  yakni Liga Champions. Prestasi terbaik Cantona adalah membawa Man United  tampil di babak semifinal Liga Champions 1996-1997.
Tapi harapannya untuk bisa mengantarkan Man United tampil di  partai puncak harus urung terjadi, lantaran Setan Merah ditaklukkan  Borussia Dortmund di fase empat besar. Justru dua tahun setelah Cantona  pensiun atau tepatnya musim 1999-2000, Man United mampu menjadi juara  Liga Champions.3. Dennis Bergkamp (Belanda)

Sama halnya dengan Cantona, Bergkamp juga merupakan salah satu   pemain paling fenomenal yang pernah ada dalam sejarah Liga Inggris.   Kejeniusannya sebagai pesepakbola memang tidak perlu diragkukan lagi.
Sejumlah gol-gol indah ataupun assist-assist yang nyaris   tidak masuk akal acap kali hadir dari kaki-kakinya. Namun layaknya   manusia lainnya, perjalanan karier Bergkamp tidaklah begitu sempurna   lantaran kerap gagal membawa Arsenal klub yang dibelanya jadi juara Liga   Champions.
Bergkamp sejatinya memiliki kans membawa Arsenal menjadi juara   Liga Champions di musim 2005-2006. Akan tetapi bak Dewi Fortuna belum   menghampirinya, Bergkamp justru harus melihat Arsenal dibungkam   Barcelona 1-2 di partai puncak.2. Roberto Baggio (Italia)

Roberto Baggio mungkin memiliki perjalanan karier sebagai   individu  yang sangat luar biasa untuk ukuran pesepakbola profesional.   Tercatat  ia sempat memperkuat sejumlah klub papan atas Italia macam   Juventus,  AC Milan, dan Inter Milan.
Akan tetapi meski mampu memperkuat klub-klub sarat prestasi di    kancah domestik, Baggio nyatanya gagal membawa klubnya berprestasi di    level Eropa. Terhitung Baggio hanya sempat mengantarkan Juve menjuarai    Liga UEFA atau kini dikenal Liga Eropa pada musim 1992-1993.
Sementara di Liga Champions, Baggio justru lebih banyak mengalami    hasil minor. Terhitung dari beberapa kesempatan, pemain yang dikenal    dengan model rambut kuncir kuda tersebut beberapa kali gagal memberikan    prestasi baik kala memperkuat Juve ataupun Milan yang sejatinya   memiliki  reputasi besar di Liga Champions.1. Luis Ronaldo (Brasil)

Sangat terasa aneh memasukan nama Ronaldo dalam daftar ini.     Terlebih jika mengingat-ingat seperti apa Ronaldo kala aktif sebagai     pesepakbola profesional beberapa waktu lalu. Ya, Ronaldo memang bisa     dikatakan sebagai salah satu pemain dengan talenta luar biasa pada     masanya.
Namun sayang kiprah Ronaldo sebagai pesepakbola bintang tidak     berjalan mulus di ajang Liga Champions. Sebab selama berkarier atau     tepatnya 18 tahun lamanya, Ronaldo belum pernah mencicipi manisnya     meraih juara di Liga Champions.
Bahkan ketika dirinya memperkuat Real Madrid yang pada saat itu     diperkuat sejumlah nama besar macam Luis Figo, Zinedine Zidane, Raul     Gonzalez, serta Iker Casillas. Walaupun tidak pernah meraih gelar juara     Liga Champions, tak membuat Ronaldo gagal dinobatkan sebagai pemain     terbaik dunia.
Terhitung sosok yang mendapatkan julukan Il Phenomenon tersebut    sempat  dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia oleh FIFA sebanyak tiga    kali,  atau tepatnya pada 1996, 1997, serta 2002.</description><content:encoded>TITEL Liga Champions memang menjadi salah satu gelar yang sangat diimpi-impikan sejumlah pesepakbola profesional dalam perjalanan kariernya. Maka dari itu tidak jarang para pemain rela meninggalkan klub yang sudah lama dibelanya demi memperkuat tim yang memiliki kans menjuarai Liga Champions lebih besar.

Contohnya, Thierry Henry merupakan pemain yang melegenda bersama Arsenal. Namun ia memutuskan meninggalkan Arsenal demi bergabung dengan Barcelona, dan hasilnya pun ia mampu meraih titel Liga Champions di musim 2008-2009. Bukan hanya Henry, terdapat banyak pemain lain yang menerapkan hal sama.

Akan tetapi terdapat juga beberapa sosok yang justru memutuskan untuk tetap bertahan di klub yang dibelanya dengan acap kali gagal meraih titel Liga Champions sepanjang kariernya. Setidaknya ada lima pemain melegenda yang tak pernah menjuarai Liga Champions.

Berikut lima legenda yang gagal menjuarai Liga Champions:

5. Michael Ballack (Jerman)

Sewaktu masih aktif sebagai pesepakbola profesional, siapa yang tidak mengetahui kapasitas Ballack sebagai pemain terutama sebagai seorang gelandang. Kemampuannya dalam membantu serangan ataupun bertahan sama baiknya.

Namun di balik nama besar Ballack sebagai pesepakbola profesional, ia nyatanya memiliki sejumlah kenangan pahit dalam ajang Liga Champions. Bagaimana tidak eks kapten Timnas Jerman tersebut gagal mengangkat trofi si Kuping Besar selama 17 tahun berkarier.

Lebih menyakitkan lagi, Ballack harus dua kali mengalami kekalahan ketika tampil di babak final Liga Champions. Pertama ketika dirinya masih memperkuat Bayer Leverkusen di Liga Champions 2001-2002, yang kedua tentu saja saat Ballack berseragam Chelsea di musim 2007-2008.4. Eric Cantona (Prancis)

Cantona memang sempat menjadi pemain pujaan para pendukung  Manchester United periode 1992 hingga 1997. Bahkan terlalu besarnya,  para pendukung Man United pun menjulukinya dengan sebutan King Eric.
Namun sayang meski begitu dielu-elukan sebagai pemain, Cantona  nyantanya gagal memberikan sebuah titel bergenggsi untuk Man United,  yakni Liga Champions. Prestasi terbaik Cantona adalah membawa Man United  tampil di babak semifinal Liga Champions 1996-1997.
Tapi harapannya untuk bisa mengantarkan Man United tampil di  partai puncak harus urung terjadi, lantaran Setan Merah ditaklukkan  Borussia Dortmund di fase empat besar. Justru dua tahun setelah Cantona  pensiun atau tepatnya musim 1999-2000, Man United mampu menjadi juara  Liga Champions.3. Dennis Bergkamp (Belanda)

Sama halnya dengan Cantona, Bergkamp juga merupakan salah satu   pemain paling fenomenal yang pernah ada dalam sejarah Liga Inggris.   Kejeniusannya sebagai pesepakbola memang tidak perlu diragkukan lagi.
Sejumlah gol-gol indah ataupun assist-assist yang nyaris   tidak masuk akal acap kali hadir dari kaki-kakinya. Namun layaknya   manusia lainnya, perjalanan karier Bergkamp tidaklah begitu sempurna   lantaran kerap gagal membawa Arsenal klub yang dibelanya jadi juara Liga   Champions.
Bergkamp sejatinya memiliki kans membawa Arsenal menjadi juara   Liga Champions di musim 2005-2006. Akan tetapi bak Dewi Fortuna belum   menghampirinya, Bergkamp justru harus melihat Arsenal dibungkam   Barcelona 1-2 di partai puncak.2. Roberto Baggio (Italia)

Roberto Baggio mungkin memiliki perjalanan karier sebagai   individu  yang sangat luar biasa untuk ukuran pesepakbola profesional.   Tercatat  ia sempat memperkuat sejumlah klub papan atas Italia macam   Juventus,  AC Milan, dan Inter Milan.
Akan tetapi meski mampu memperkuat klub-klub sarat prestasi di    kancah domestik, Baggio nyatanya gagal membawa klubnya berprestasi di    level Eropa. Terhitung Baggio hanya sempat mengantarkan Juve menjuarai    Liga UEFA atau kini dikenal Liga Eropa pada musim 1992-1993.
Sementara di Liga Champions, Baggio justru lebih banyak mengalami    hasil minor. Terhitung dari beberapa kesempatan, pemain yang dikenal    dengan model rambut kuncir kuda tersebut beberapa kali gagal memberikan    prestasi baik kala memperkuat Juve ataupun Milan yang sejatinya   memiliki  reputasi besar di Liga Champions.1. Luis Ronaldo (Brasil)

Sangat terasa aneh memasukan nama Ronaldo dalam daftar ini.     Terlebih jika mengingat-ingat seperti apa Ronaldo kala aktif sebagai     pesepakbola profesional beberapa waktu lalu. Ya, Ronaldo memang bisa     dikatakan sebagai salah satu pemain dengan talenta luar biasa pada     masanya.
Namun sayang kiprah Ronaldo sebagai pesepakbola bintang tidak     berjalan mulus di ajang Liga Champions. Sebab selama berkarier atau     tepatnya 18 tahun lamanya, Ronaldo belum pernah mencicipi manisnya     meraih juara di Liga Champions.
Bahkan ketika dirinya memperkuat Real Madrid yang pada saat itu     diperkuat sejumlah nama besar macam Luis Figo, Zinedine Zidane, Raul     Gonzalez, serta Iker Casillas. Walaupun tidak pernah meraih gelar juara     Liga Champions, tak membuat Ronaldo gagal dinobatkan sebagai pemain     terbaik dunia.
Terhitung sosok yang mendapatkan julukan Il Phenomenon tersebut    sempat  dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia oleh FIFA sebanyak tiga    kali,  atau tepatnya pada 1996, 1997, serta 2002.</content:encoded></item></channel></rss>
