<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berikut Strategi Zidane di Ruang Ganti saat Jeda Babak Pertama Final Liga Champions 2016-2017</title><description>Zinedine Zidane memotivasi para pemain Real Madrid dengan sangat baik di ruang ganti saat melawan Juventus.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2018/02/01/261/1853432/berikut-strategi-zidane-di-ruang-ganti-saat-jeda-babak-pertama-final-liga-champions-2016-2017</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2018/02/01/261/1853432/berikut-strategi-zidane-di-ruang-ganti-saat-jeda-babak-pertama-final-liga-champions-2016-2017"/><item><title>Berikut Strategi Zidane di Ruang Ganti saat Jeda Babak Pertama Final Liga Champions 2016-2017</title><link>https://bola.okezone.com/read/2018/02/01/261/1853432/berikut-strategi-zidane-di-ruang-ganti-saat-jeda-babak-pertama-final-liga-champions-2016-2017</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2018/02/01/261/1853432/berikut-strategi-zidane-di-ruang-ganti-saat-jeda-babak-pertama-final-liga-champions-2016-2017</guid><pubDate>Kamis 01 Februari 2018 20:13 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2018/02/01/261/1853432/berikut-strategi-zidane-di-ruang-ganti-saat-jeda-babak-pertama-final-liga-champions-2016-2017-RsYM5w71K9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2018/02/01/261/1853432/berikut-strategi-zidane-di-ruang-ganti-saat-jeda-babak-pertama-final-liga-champions-2016-2017-RsYM5w71K9.jpg</image><title>Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane (Foto: AFP)</title></images><description>MADRID &amp;ndash; Final Liga Champions 2016-2017 yang mempertemukan Juventus kontra Real Madrid memang sudah cukup lama berlalu. Kendati begitu, masih banyak yang penasaran mengenai apa yang diberikan pelatih Madrid, Zinedine Zidane, kepada anak asuhnya saat jeda babak pertama, sehingga bisa tampil trengginas di babak kedua.
Pasalnya, saat pertandingan di babak pertama berlangsung, laga berlangsung ketat. Baik Madrid maupun Juve sama-sama memiliki porsi serangan yang dapat dikatakan berimbang. Tak ayal, babak pertama pun berakhir dengan skor imbang 1-1.
(Baca juga: Benzema 2 Kali Tolak Dijual Real Madrid)
Kendati demikian, begitu memasuki babak kedua, Madrid justru tampil menggila dan mampu menguasai jalannya pertandingan. Sementara itu, kubu Juventus seolah mengalami antiklimaks. La Vecchia Signora lebih banyak ditekan oleh Los Blancos. Tak ayal, tiga gol tambahan pun bersarang di jala gawang Gianluigi Buffon, sehingga membuat pertandingan berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan Madrid.
Setelah sekira tujuh bulan berlalu, pada akhirnya apa yang terjadi di dalam ruang ganti Madrid kala itu terbongkar. Hal tersebut diketahui berkat film dokumenter &quot;En el corazon de la Duodecima&quot; yang mengisahkan bagaimana kesuksesan Madrid menjuarai Liga Champions untuk ke-12 kalinya.
&amp;ldquo;Dua hal: kami tahu bahwa ini merupakan laga yang sulit, namun itu juga berlaku bagi mereka (Juventus). Hal terpenting adalah kami harus lebih agresif dalam bertahan, namun di saat yang bersamaan hindari terkena kartu. Ketika kami tidak memegang bola, kami harus bermain dengan ketat dan harus lebih agresif,&amp;rdquo; ucap Zidane saat jeda babak pertama final Liga Champions 2016-2017, mengutip dari Calcio Mercato, Kamis (1/2/2018).
&amp;ldquo;Mereka bermain dengan 4-4-2 dengan Dani Alves dan (Mario) Mandzukic yang maju hingga posisi sangat depan. Kami harus sabar dan ketika kami memiliki bola, Marcelo dan Dani (Carvajal) harus bermain sedikit lebih maju. Ketika kami memiliki bola, kami harus membuat mereka melacak kembali dengan Dani, Marcelo, dan dengan Luka (Modric) dan Isco (Alarcon),&amp;rdquo; lanjut pelatih berkebangsaan Prancis itu.
&amp;ldquo;Kami harus bermain seperti kami berlatih pekan ini, dari satu sisi ke sisi yang lain. Kami harus berjuang dan bekerja keras. Wajar jika lelah, ini final. Kami harus percaya bahwa gol akan datang,&amp;rdquo; tandas Zidane.</description><content:encoded>MADRID &amp;ndash; Final Liga Champions 2016-2017 yang mempertemukan Juventus kontra Real Madrid memang sudah cukup lama berlalu. Kendati begitu, masih banyak yang penasaran mengenai apa yang diberikan pelatih Madrid, Zinedine Zidane, kepada anak asuhnya saat jeda babak pertama, sehingga bisa tampil trengginas di babak kedua.
Pasalnya, saat pertandingan di babak pertama berlangsung, laga berlangsung ketat. Baik Madrid maupun Juve sama-sama memiliki porsi serangan yang dapat dikatakan berimbang. Tak ayal, babak pertama pun berakhir dengan skor imbang 1-1.
(Baca juga: Benzema 2 Kali Tolak Dijual Real Madrid)
Kendati demikian, begitu memasuki babak kedua, Madrid justru tampil menggila dan mampu menguasai jalannya pertandingan. Sementara itu, kubu Juventus seolah mengalami antiklimaks. La Vecchia Signora lebih banyak ditekan oleh Los Blancos. Tak ayal, tiga gol tambahan pun bersarang di jala gawang Gianluigi Buffon, sehingga membuat pertandingan berakhir dengan skor 4-1 untuk kemenangan Madrid.
Setelah sekira tujuh bulan berlalu, pada akhirnya apa yang terjadi di dalam ruang ganti Madrid kala itu terbongkar. Hal tersebut diketahui berkat film dokumenter &quot;En el corazon de la Duodecima&quot; yang mengisahkan bagaimana kesuksesan Madrid menjuarai Liga Champions untuk ke-12 kalinya.
&amp;ldquo;Dua hal: kami tahu bahwa ini merupakan laga yang sulit, namun itu juga berlaku bagi mereka (Juventus). Hal terpenting adalah kami harus lebih agresif dalam bertahan, namun di saat yang bersamaan hindari terkena kartu. Ketika kami tidak memegang bola, kami harus bermain dengan ketat dan harus lebih agresif,&amp;rdquo; ucap Zidane saat jeda babak pertama final Liga Champions 2016-2017, mengutip dari Calcio Mercato, Kamis (1/2/2018).
&amp;ldquo;Mereka bermain dengan 4-4-2 dengan Dani Alves dan (Mario) Mandzukic yang maju hingga posisi sangat depan. Kami harus sabar dan ketika kami memiliki bola, Marcelo dan Dani (Carvajal) harus bermain sedikit lebih maju. Ketika kami memiliki bola, kami harus membuat mereka melacak kembali dengan Dani, Marcelo, dan dengan Luka (Modric) dan Isco (Alarcon),&amp;rdquo; lanjut pelatih berkebangsaan Prancis itu.
&amp;ldquo;Kami harus bermain seperti kami berlatih pekan ini, dari satu sisi ke sisi yang lain. Kami harus berjuang dan bekerja keras. Wajar jika lelah, ini final. Kami harus percaya bahwa gol akan datang,&amp;rdquo; tandas Zidane.</content:encoded></item></channel></rss>
