<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Manajemen Borneo FC Sarankan PSSI Hapus Regulasi Marquee Player</title><description>Manajemen Borneo berharap regulasi marquee player bisa dihapus PSSI.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2017/12/08/49/1827147/manajemen-borneo-fc-sarankan-pssi-hapus-regulasi-marquee-player</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2017/12/08/49/1827147/manajemen-borneo-fc-sarankan-pssi-hapus-regulasi-marquee-player"/><item><title>Manajemen Borneo FC Sarankan PSSI Hapus Regulasi Marquee Player</title><link>https://bola.okezone.com/read/2017/12/08/49/1827147/manajemen-borneo-fc-sarankan-pssi-hapus-regulasi-marquee-player</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2017/12/08/49/1827147/manajemen-borneo-fc-sarankan-pssi-hapus-regulasi-marquee-player</guid><pubDate>Jum'at 08 Desember 2017 09:21 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/08/49/1827147/manajemen-borneo-fc-sarankan-pssi-hapus-regulasi-marquee-player-6g1qKpfxYl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Shane Smeltz, Marquee Player Borneo FC di Liga 1 2017. (Foto: AFP/Juan Mabromata)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/08/49/1827147/manajemen-borneo-fc-sarankan-pssi-hapus-regulasi-marquee-player-6g1qKpfxYl.jpg</image><title>Shane Smeltz, Marquee Player Borneo FC di Liga 1 2017. (Foto: AFP/Juan Mabromata)</title></images><description>SAMARINDA - Manajemen Borneo FC mengusulkan kepada PSSI untuk mengembalikan regulasi pemain asing di Liga Indonesia musim depan dengan tidak menggunakan jasa &quot;marquee player&quot; atau pemain bintang.
Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin dihubungi dari Samarinda menilai, peran &quot;marquee player&quot; hanya menguntungkan dari segi marketing klub semata. Sedangkan dari sisi yang paling penting yakni untuk mengangkat kualitas kompetisi, bahkan untuk mendongkrak permainan tim itu sendiri faktanya masih diragukan.
&quot;Saya rasa tak mengangkat derajat kompetitif liga di Indonesia. Tapi untuk sisi marketing dan branding liga memang ada nilai plusnya,&quot; katanya.
Apalagi, lanjut Nabil, tidak semua klub peserta Liga 1 2017 punya kemampuan finansial untuk mendatangkan pemain kelas dunia seperti maksud dari regulasi yang diterapkan oleh PSSI.
BACA JUGA: Tatap Liga 1 2018, Borneo FC Coret Semua Pemain Asing di Kompetisi 2017
Justru kenyataannya beberapa marquee player yang ada di Indonesia rata-rata hanya pemain kelas dua atau pemain yang masa kejayaannya telah habis karena rata-rata sudah memasuki usia lebih dari 31 tahun. Ia menilai kualitas marquee player yang didatangkan juga tidak berbeda jauh dari pemain lokal yang ada.
&quot;Faktanya tidak semua klub bisa mendatangkan pemain sekelas Essien atau Sissoko, paling hanya beberapa klub saja yang mampu,&quot; tutur Nabil.
&amp;nbsp;Ia berharap PSSI bisa mengembalikan lagi aturan pemain asing dengan komposisi 3 pemain asing plus satu pemain Asia.
&quot;Tetap empat pemain asing atau tiga pemain tidak menjadi masalah, asalkan jangan kita memaksakan harus bintang dunia,&quot; tegas Nabil.</description><content:encoded>SAMARINDA - Manajemen Borneo FC mengusulkan kepada PSSI untuk mengembalikan regulasi pemain asing di Liga Indonesia musim depan dengan tidak menggunakan jasa &quot;marquee player&quot; atau pemain bintang.
Presiden Borneo FC, Nabil Husein Said Amin dihubungi dari Samarinda menilai, peran &quot;marquee player&quot; hanya menguntungkan dari segi marketing klub semata. Sedangkan dari sisi yang paling penting yakni untuk mengangkat kualitas kompetisi, bahkan untuk mendongkrak permainan tim itu sendiri faktanya masih diragukan.
&quot;Saya rasa tak mengangkat derajat kompetitif liga di Indonesia. Tapi untuk sisi marketing dan branding liga memang ada nilai plusnya,&quot; katanya.
Apalagi, lanjut Nabil, tidak semua klub peserta Liga 1 2017 punya kemampuan finansial untuk mendatangkan pemain kelas dunia seperti maksud dari regulasi yang diterapkan oleh PSSI.
BACA JUGA: Tatap Liga 1 2018, Borneo FC Coret Semua Pemain Asing di Kompetisi 2017
Justru kenyataannya beberapa marquee player yang ada di Indonesia rata-rata hanya pemain kelas dua atau pemain yang masa kejayaannya telah habis karena rata-rata sudah memasuki usia lebih dari 31 tahun. Ia menilai kualitas marquee player yang didatangkan juga tidak berbeda jauh dari pemain lokal yang ada.
&quot;Faktanya tidak semua klub bisa mendatangkan pemain sekelas Essien atau Sissoko, paling hanya beberapa klub saja yang mampu,&quot; tutur Nabil.
&amp;nbsp;Ia berharap PSSI bisa mengembalikan lagi aturan pemain asing dengan komposisi 3 pemain asing plus satu pemain Asia.
&quot;Tetap empat pemain asing atau tiga pemain tidak menjadi masalah, asalkan jangan kita memaksakan harus bintang dunia,&quot; tegas Nabil.</content:encoded></item></channel></rss>
