<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SOCCERPEDIA: 3 Laga dengan Skor Imbang Terbesar di Liga Champions</title><description>Berikut 3 laga dengan skor imbang terbesar di Liga Champions.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2017/12/01/261/1823596/soccerpedia-3-laga-dengan-skor-imbang-terbesar-di-liga-champions</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2017/12/01/261/1823596/soccerpedia-3-laga-dengan-skor-imbang-terbesar-di-liga-champions"/><item><title>SOCCERPEDIA: 3 Laga dengan Skor Imbang Terbesar di Liga Champions</title><link>https://bola.okezone.com/read/2017/12/01/261/1823596/soccerpedia-3-laga-dengan-skor-imbang-terbesar-di-liga-champions</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2017/12/01/261/1823596/soccerpedia-3-laga-dengan-skor-imbang-terbesar-di-liga-champions</guid><pubDate>Jum'at 01 Desember 2017 12:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/12/01/261/1823596/soccerpedia-3-laga-dengan-skor-imbang-terbesar-di-liga-champions-ikYXCnLYSy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Chelsea saat bermain 4-4 kontra Liverpool. (Foto: EPA)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/12/01/261/1823596/soccerpedia-3-laga-dengan-skor-imbang-terbesar-di-liga-champions-ikYXCnLYSy.jpg</image><title>Chelsea saat bermain 4-4 kontra Liverpool. (Foto: EPA)</title></images><description>TAK bisa dipungkiri, Liga Champions adalah salah satu turnamen tersengit di muka bumi. Semenjak berganti format pada 1992-1993, baru ada satu tim yang keluar sebagai kampiun dua musim beruntun. Tim yang dimaksud ialah Real Madrid yang melakukannya pada 2015-2016 dan 2016-2017.
Sejatinya, level keketatan Liga Champions tak hanya tersaji di fase gugur/knockout. Persaingan sengit sudah berlangsung di fase grup. Hal itu terbukti pada Fase Grup E Liga Champions 2000-2001.
Saat itu Hamburg yang berstatus tuan rumah, ditahan Juventus dengan skor 4-4. Saat itu, Juventus unggul lebih dulu via gol Igor Tudor pada menit keenam. Akan tetapi, Die Rothosen &amp;ndash;julukan Hamburg&amp;ndash; menyamakan kedudukan lewat Anthony Yeboah pada menit 17.
BACA JUGA: SOCCERPEDIA: 5 Final Liga Champions yang Penentuan Juaranya Lewat Perpanjangan Waktu
Filippo Inzaghi sempat membuat Juventus unggul 3-1 lewat brace (dua gol) yang dicetak. Akan tetapi Hamburg membalikkan kedudukan lewat gol-gol yang dicetak Mehdi Mahdavikia, Hans Jorg Butt dan Niko Kovac. Beruntung, Juventus memiliki Inzaghi setelah mencetak gol pada menit 88, sekaligus mengemas hattrick di laga tersebut. Skor sama kuat 4-4.
Skor 4-4 merupakan hasil imbang terbesar di Liga Champions. Selain laga di atas, ada dua pertandingan lain yang berakhir sama kuat 4-4. Sebut saja Chelsea vs Liverpool di leg II perempatfinal Liga Champions 2008-2009 dan Bayern Leverkusen vs AS Roma (2014-2015).
BACA JUGA: SOCCERPEDIA: 3 Klub yang Lebih dari 1 Kali Lolos ke Final Liga Champions, namun Gagal Juara
Saat itu karena skor imbang 4-4, Liverpool gagal melaju ke semifinal. Sebab di leg I, The Reds &amp;ndash;julukan Liverpool&amp;ndash; takluk 1-3 dari Chelsea. Sementara untuk Leverkusen, karena gagal mengalahkan Giallorossi &amp;ndash;julukan Roma, mereka tak lolos ke 16 besar Liga Champions 2014-2015.</description><content:encoded>TAK bisa dipungkiri, Liga Champions adalah salah satu turnamen tersengit di muka bumi. Semenjak berganti format pada 1992-1993, baru ada satu tim yang keluar sebagai kampiun dua musim beruntun. Tim yang dimaksud ialah Real Madrid yang melakukannya pada 2015-2016 dan 2016-2017.
Sejatinya, level keketatan Liga Champions tak hanya tersaji di fase gugur/knockout. Persaingan sengit sudah berlangsung di fase grup. Hal itu terbukti pada Fase Grup E Liga Champions 2000-2001.
Saat itu Hamburg yang berstatus tuan rumah, ditahan Juventus dengan skor 4-4. Saat itu, Juventus unggul lebih dulu via gol Igor Tudor pada menit keenam. Akan tetapi, Die Rothosen &amp;ndash;julukan Hamburg&amp;ndash; menyamakan kedudukan lewat Anthony Yeboah pada menit 17.
BACA JUGA: SOCCERPEDIA: 5 Final Liga Champions yang Penentuan Juaranya Lewat Perpanjangan Waktu
Filippo Inzaghi sempat membuat Juventus unggul 3-1 lewat brace (dua gol) yang dicetak. Akan tetapi Hamburg membalikkan kedudukan lewat gol-gol yang dicetak Mehdi Mahdavikia, Hans Jorg Butt dan Niko Kovac. Beruntung, Juventus memiliki Inzaghi setelah mencetak gol pada menit 88, sekaligus mengemas hattrick di laga tersebut. Skor sama kuat 4-4.
Skor 4-4 merupakan hasil imbang terbesar di Liga Champions. Selain laga di atas, ada dua pertandingan lain yang berakhir sama kuat 4-4. Sebut saja Chelsea vs Liverpool di leg II perempatfinal Liga Champions 2008-2009 dan Bayern Leverkusen vs AS Roma (2014-2015).
BACA JUGA: SOCCERPEDIA: 3 Klub yang Lebih dari 1 Kali Lolos ke Final Liga Champions, namun Gagal Juara
Saat itu karena skor imbang 4-4, Liverpool gagal melaju ke semifinal. Sebab di leg I, The Reds &amp;ndash;julukan Liverpool&amp;ndash; takluk 1-3 dari Chelsea. Sementara untuk Leverkusen, karena gagal mengalahkan Giallorossi &amp;ndash;julukan Roma, mereka tak lolos ke 16 besar Liga Champions 2014-2015.</content:encoded></item></channel></rss>
