<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>SOCCER TIME: 5 Hal yang Bisa Dipelajari dari Kisah Hidup Cristiano Ronaldo, Nomor 1 Paling Keren</title><description>Berikut lima hal yang bisa kita pelajari dari kisah hidup Cristiano Ronaldo.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2017/09/19/51/1779098/soccer-time-5-hal-yang-bisa-dipelajari-dari-kisah-hidup-cristiano-ronaldo-nomor-1-paling-keren</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2017/09/19/51/1779098/soccer-time-5-hal-yang-bisa-dipelajari-dari-kisah-hidup-cristiano-ronaldo-nomor-1-paling-keren"/><item><title>SOCCER TIME: 5 Hal yang Bisa Dipelajari dari Kisah Hidup Cristiano Ronaldo, Nomor 1 Paling Keren</title><link>https://bola.okezone.com/read/2017/09/19/51/1779098/soccer-time-5-hal-yang-bisa-dipelajari-dari-kisah-hidup-cristiano-ronaldo-nomor-1-paling-keren</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2017/09/19/51/1779098/soccer-time-5-hal-yang-bisa-dipelajari-dari-kisah-hidup-cristiano-ronaldo-nomor-1-paling-keren</guid><pubDate>Selasa 19 September 2017 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/19/51/1779098/soccer-time-5-hal-yang-bisa-dipelajari-dari-kisah-hidup-cristiano-ronaldo-nomor-1-paling-keren-yuotWy5aHX.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/19/51/1779098/soccer-time-5-hal-yang-bisa-dipelajari-dari-kisah-hidup-cristiano-ronaldo-nomor-1-paling-keren-yuotWy5aHX.jpg</image><title></title></images><description>KIPRAH Cristiano Ronaldo sebagai pesepakbola profesional memang tidak perlu mendapatkan keraguan lagi. Hal tersebut terbukti dengan keberhasilan CR7 meraih gelar Ballon d&amp;rsquo;Or sebanyak tiga kali, dan pemain terbaik FIFA sebanyak dua kali.
Selain itu hampir tidak terhitung beberapa rekor pribadi yang baik dipecahkan atau diciptakan oleh Ronaldo sejauh ini. Ronaldo juga memiliki peran krusial di balik keberhasilan Real Madrid meraih sejumlah titel bergengsi dalam beberapa musim terakhir.
Di level internasional, Ronaldo menjadi pemain yang memiliki peran penting atas prestasi Timnas Portugal menjuarai Piala Eropa 2016. Dengan kesuksesan tersebut wajar jika Ronaldo disebut-sebut sebagai salah satu pesepakbola tersukses dalam sejarah.
Namun segala prestasi yang diraih Ronaldo tersebut tidak berjalan instan. Butuh banyak pengorbanan yang dilakukan oleh Ronaldo untuk bisa menjadi seperti saat ini. Setidaknya terdapat lima hal yang patut kita semua pelajari dari kehidupan seorang Ronaldo.
Berikut lima hal yang bisa pelajari dari kisah hidup Cristiano Ronaldo, seperti disadur dari Sportkeeda, Selasa (19/9/2017):
5. Bakat Bukan Apa-Apa Tanpa Latihan Keras

Ronaldo memang merupakan pesepakbola yang dianugerahi bakat luar biasa. Namun bukan berarti Ronaldo hanya bakal mengandalkan bakatnya saja, tanpa melakukan sejumlah latihan keras selama ini. Terlebih banyak pemain-pemain berbakat yang justru meredup lantaran cepat berpuas diri.
Akan tetapi Ronaldo bukanlah sosok yang seperti itu. Pria kelahiran Medeira 33 tahun silam tersebut tetap melakukan sejumlah latihan keras guna meningkatkan kemampuannya di atas lapangan. Bahkan, Ronaldo disebut-sebut sebagai sosok yang paling terakhir pulang dalam sesi latihan Madrid.
Bahkan sempat muncul pernyataan dari mantan pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, bahwa Ronaldo masih melakukan sejumlah latihan ketika baru pulang dari sebuah pertandingan meski saat itu sudah memasuki waktu dini hari.4. Sikap yang Pantang Menyerah

Laiknya pemain-pemain besar lainnya, Ronaldo pun pernah mengalami  keterpurukan. Ia pernah mengalami pedihnya kekalahan dalam sebuah  pertandingan besar. Terhitung Ronaldo dua kali gagal membawa timnya  menang dalam sebuah laga sangat krusial.
Pertama ia gagal membawa Portugal menjuarai Piala Eropa 2004 usai  kalah di partai final dari Yunani. Kedua, Ronaldo juga urung  mengantarkan Manchester United jadi klub pertama yang bisa  mempertahankan titel Liga Champions, lantaran kalah dari Barcelona.
Namun apakah Ronaldo menyerah setelah mengalami sejumlah kenangan  buruk itu? Tentu tidak. Ia tetap melanjutkan perjalanannya dan  memperbaiki penampilannya. Hingga akhirnya mampu mengantarkan Portugal  menjuarai Piala Eropa 2016 dan menjadikan Madrid klub pertama yang bisa  mempertahankan titel Liga Champions.
3. Tetap Menjadi Individu yang Baik Hati

Banyak yang  menyebut Ronaldo sebagai pesepakbola yang arogan. Ya, itu  memang cukup  masuk akal mengingat Ronaldo kerap berapi-api jika ditanya  ambisi yang  ingin dicapainya, terutama dalam hal gelar juara untuk klub  serta  individu.
Namun di luar semua itu, Ronaldo tetaplah seorang manusia yang  sikap  baik&amp;ndash;meskipun tidak ada manusia yang dilahirkan dengan sikap  jahat. Itu  terbukti dengan aktifnya Ronaldo dalam sejumlah aksi  kemanusiaan.
Bahkan Ronaldo juga sempat menolak tawaran tukar baju dari pemain   Israel, dengan alasan bahwa ia kecewa dengan aksi Negara berlambang   bintang David itu kepada anak-anak Palestina. Ronaldo juga tidak pernah   absen untuk menyumbangkan darahnya kepada Palang Merah di setiap   tahunnya.2. Selalu Memprioritaskan Keluarganya

Tidak ada yang bisa menaklukkan Dunia sendirian, hal itu pun juga    dialami Ronaldo dalam kariernya. Ya, sehebat-hebatnya Ronaldo, ia    mungkin tidak akan seperti saat ini tanpa jasa dari orang-orang yang    pernah berada di sekitarnya, salah satunya adalah Sir Alex Ferguson.
Ya, Ferguson adalah manajer yang membuat nama Ronaldo terbang tinggi    dalam jagat pesepakbolaan. Fakta tersebutlah membuat Ronaldo merasa    berhutang budi sangat besar kepada pria berkebangsaan Skotlandia    tersebut.
Selain Ferguson, kedekatan Ronaldo kepada ibu serta saudara    laki-lakinya juga dikenal sangat erat. Bahkan Ronaldo rela memutuskan    hubungannya dengan Irina Shayk, lantaran sang kekasih disebut-sebut    bertindak tidak baik kepada ibunya.1. Kuat Menghadapi Segala Kritikan

Laiknya bintang besar lainnya, Ronaldo memiliki pengemar tapi juga memikiki haters. Bahkan tidak jarang para pencibir kerap memandang remeh kemampuan Ronaldo sebagai pesepakbola profesional ataupun individu.
Namun laiknya sebuah batu karang yang mampu memecah ombak, Ronaldo    sama  sekali tidak terpengaruh terhadap segala nada-nada miring    kepadanya.  Alih-alih terpengaruh, Ronaldo justru kerap membuat    pencibirnya  terbungkam dengan segala prestasinya.</description><content:encoded>KIPRAH Cristiano Ronaldo sebagai pesepakbola profesional memang tidak perlu mendapatkan keraguan lagi. Hal tersebut terbukti dengan keberhasilan CR7 meraih gelar Ballon d&amp;rsquo;Or sebanyak tiga kali, dan pemain terbaik FIFA sebanyak dua kali.
Selain itu hampir tidak terhitung beberapa rekor pribadi yang baik dipecahkan atau diciptakan oleh Ronaldo sejauh ini. Ronaldo juga memiliki peran krusial di balik keberhasilan Real Madrid meraih sejumlah titel bergengsi dalam beberapa musim terakhir.
Di level internasional, Ronaldo menjadi pemain yang memiliki peran penting atas prestasi Timnas Portugal menjuarai Piala Eropa 2016. Dengan kesuksesan tersebut wajar jika Ronaldo disebut-sebut sebagai salah satu pesepakbola tersukses dalam sejarah.
Namun segala prestasi yang diraih Ronaldo tersebut tidak berjalan instan. Butuh banyak pengorbanan yang dilakukan oleh Ronaldo untuk bisa menjadi seperti saat ini. Setidaknya terdapat lima hal yang patut kita semua pelajari dari kehidupan seorang Ronaldo.
Berikut lima hal yang bisa pelajari dari kisah hidup Cristiano Ronaldo, seperti disadur dari Sportkeeda, Selasa (19/9/2017):
5. Bakat Bukan Apa-Apa Tanpa Latihan Keras

Ronaldo memang merupakan pesepakbola yang dianugerahi bakat luar biasa. Namun bukan berarti Ronaldo hanya bakal mengandalkan bakatnya saja, tanpa melakukan sejumlah latihan keras selama ini. Terlebih banyak pemain-pemain berbakat yang justru meredup lantaran cepat berpuas diri.
Akan tetapi Ronaldo bukanlah sosok yang seperti itu. Pria kelahiran Medeira 33 tahun silam tersebut tetap melakukan sejumlah latihan keras guna meningkatkan kemampuannya di atas lapangan. Bahkan, Ronaldo disebut-sebut sebagai sosok yang paling terakhir pulang dalam sesi latihan Madrid.
Bahkan sempat muncul pernyataan dari mantan pelatih Madrid, Carlo Ancelotti, bahwa Ronaldo masih melakukan sejumlah latihan ketika baru pulang dari sebuah pertandingan meski saat itu sudah memasuki waktu dini hari.4. Sikap yang Pantang Menyerah

Laiknya pemain-pemain besar lainnya, Ronaldo pun pernah mengalami  keterpurukan. Ia pernah mengalami pedihnya kekalahan dalam sebuah  pertandingan besar. Terhitung Ronaldo dua kali gagal membawa timnya  menang dalam sebuah laga sangat krusial.
Pertama ia gagal membawa Portugal menjuarai Piala Eropa 2004 usai  kalah di partai final dari Yunani. Kedua, Ronaldo juga urung  mengantarkan Manchester United jadi klub pertama yang bisa  mempertahankan titel Liga Champions, lantaran kalah dari Barcelona.
Namun apakah Ronaldo menyerah setelah mengalami sejumlah kenangan  buruk itu? Tentu tidak. Ia tetap melanjutkan perjalanannya dan  memperbaiki penampilannya. Hingga akhirnya mampu mengantarkan Portugal  menjuarai Piala Eropa 2016 dan menjadikan Madrid klub pertama yang bisa  mempertahankan titel Liga Champions.
3. Tetap Menjadi Individu yang Baik Hati

Banyak yang  menyebut Ronaldo sebagai pesepakbola yang arogan. Ya, itu  memang cukup  masuk akal mengingat Ronaldo kerap berapi-api jika ditanya  ambisi yang  ingin dicapainya, terutama dalam hal gelar juara untuk klub  serta  individu.
Namun di luar semua itu, Ronaldo tetaplah seorang manusia yang  sikap  baik&amp;ndash;meskipun tidak ada manusia yang dilahirkan dengan sikap  jahat. Itu  terbukti dengan aktifnya Ronaldo dalam sejumlah aksi  kemanusiaan.
Bahkan Ronaldo juga sempat menolak tawaran tukar baju dari pemain   Israel, dengan alasan bahwa ia kecewa dengan aksi Negara berlambang   bintang David itu kepada anak-anak Palestina. Ronaldo juga tidak pernah   absen untuk menyumbangkan darahnya kepada Palang Merah di setiap   tahunnya.2. Selalu Memprioritaskan Keluarganya

Tidak ada yang bisa menaklukkan Dunia sendirian, hal itu pun juga    dialami Ronaldo dalam kariernya. Ya, sehebat-hebatnya Ronaldo, ia    mungkin tidak akan seperti saat ini tanpa jasa dari orang-orang yang    pernah berada di sekitarnya, salah satunya adalah Sir Alex Ferguson.
Ya, Ferguson adalah manajer yang membuat nama Ronaldo terbang tinggi    dalam jagat pesepakbolaan. Fakta tersebutlah membuat Ronaldo merasa    berhutang budi sangat besar kepada pria berkebangsaan Skotlandia    tersebut.
Selain Ferguson, kedekatan Ronaldo kepada ibu serta saudara    laki-lakinya juga dikenal sangat erat. Bahkan Ronaldo rela memutuskan    hubungannya dengan Irina Shayk, lantaran sang kekasih disebut-sebut    bertindak tidak baik kepada ibunya.1. Kuat Menghadapi Segala Kritikan

Laiknya bintang besar lainnya, Ronaldo memiliki pengemar tapi juga memikiki haters. Bahkan tidak jarang para pencibir kerap memandang remeh kemampuan Ronaldo sebagai pesepakbola profesional ataupun individu.
Namun laiknya sebuah batu karang yang mampu memecah ombak, Ronaldo    sama  sekali tidak terpengaruh terhadap segala nada-nada miring    kepadanya.  Alih-alih terpengaruh, Ronaldo justru kerap membuat    pencibirnya  terbungkam dengan segala prestasinya.</content:encoded></item></channel></rss>
