<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketimbang Disebut Pemain Bintang, Cristiano Ronaldo Lebih Suka Dipanggil sang Pencetak Sejarah</title><description>Ronaldo mencetak banyak sejarah bersama Manchester United, Real Madrid dan Portugal.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2017/08/31/51/1766777/ketimbang-disebut-pemain-bintang-cristiano-ronaldo-lebih-suka-dipanggil-sang-pencetak-sejarah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2017/08/31/51/1766777/ketimbang-disebut-pemain-bintang-cristiano-ronaldo-lebih-suka-dipanggil-sang-pencetak-sejarah"/><item><title>Ketimbang Disebut Pemain Bintang, Cristiano Ronaldo Lebih Suka Dipanggil sang Pencetak Sejarah</title><link>https://bola.okezone.com/read/2017/08/31/51/1766777/ketimbang-disebut-pemain-bintang-cristiano-ronaldo-lebih-suka-dipanggil-sang-pencetak-sejarah</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2017/08/31/51/1766777/ketimbang-disebut-pemain-bintang-cristiano-ronaldo-lebih-suka-dipanggil-sang-pencetak-sejarah</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2017 11:46 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/31/51/1766777/ketimbang-disebut-pemain-bintang-cristiano-ronaldo-lebih-suka-dipanggil-sang-pencetak-sejarah-bWB5bsBMLP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ronaldo raja gol Madrid. (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/31/51/1766777/ketimbang-disebut-pemain-bintang-cristiano-ronaldo-lebih-suka-dipanggil-sang-pencetak-sejarah-bWB5bsBMLP.jpg</image><title>Ronaldo raja gol Madrid. (Foto: AFP)</title></images><description>CRISTIANO Ronaldo enggan disebut sebagai pemain bintang atau pesepakbola yang berasal dari galaksi lain. Pesepakbola berusia 31 tahun itu mengaku lebih suka dipanggil sebagai pencetak sejarah.
&amp;ldquo;Saya tidak menganggap diri saya sebagai Galactico. Saya menganggap diri saya sebagai pemain yang menciptakan sejarah di Manchester United, Real Madrid dan Portugal,&amp;rdquo; kata Ronaldo mengutip dari Give Me Sport, Kamis (31/9/2017).
BACA JUGA: Neymar dan Mbappe, Pemain yang Diyakini Ronaldo Jadi Penerusnya
Ronaldo disebut pesepakbola dari galaksi lain berkat skill olah bola yang dimiliki. Rentetan gol yang dicetak membuat pesepakbola berusia 32 tahun meraih beragam banyak trofi, baik individu maupun bersama tim.
Bersama Man United, Madrid dan Portugal itulah, ayah tiga anak tersebut menciptakan sejarah. Selama membela The Red Devils &amp;ndash;julukan Man United&amp;ndash; dalam kurun 2003-2009, Ronaldo memberikan tiga titel Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions.
BACA JUGA: So Sweet! Ini Dia Potret Kebahagiaan Cristiano Ronaldo Bersama Keluarga Kecilnya
Trofi Liga Champions 2007-2008 merupakan gelar kompetisi antarklub Eropa pertama yang diraih Setan Merah, terhitung sejak 1998-1999. Bahkan Ronaldo hampir mengantarkan Setan Merah dua kali beruntun menjadi yang terbaik di Liga Champions, sebelum akhirnya ditundukkan Barcelona 0-2 di partai puncak 2008-2009.Bareng Los Blancos &amp;ndash;julukan Madrid, Ronaldo tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub peraih 12 trofi Liga Champions itu. Dari 396 penampilan, Ronaldo mengemas 407 gol.
Tidak sampai di situ, Ronaldo juga mengantarkan Madrid sebagai klub pertama di era Liga Champions yang memenangi trofi dua kali beruntun, tepatnya pada 2015-2016 dan 2016-2017! Karena itu, lengkap sudah kesuksesan Ronaldo bersama Madrid.
Sementara bareng Seleccao das Quinas &amp;ndash;julukan Timnas Portugal, Ronaldo membawa negara kelahirannya menjuarai Piala Eropa 2016. Keberhasilan itu merupakan yang pertama diraih Portugal semenjak berpartisipasi pada 1984.
Melihat sederet fakta di atas, Ronaldo bisa dikatakan sebagai pencipta sejarah. Bahkan sejarah yang telah dibuat berpotensi terus dipertajam.</description><content:encoded>CRISTIANO Ronaldo enggan disebut sebagai pemain bintang atau pesepakbola yang berasal dari galaksi lain. Pesepakbola berusia 31 tahun itu mengaku lebih suka dipanggil sebagai pencetak sejarah.
&amp;ldquo;Saya tidak menganggap diri saya sebagai Galactico. Saya menganggap diri saya sebagai pemain yang menciptakan sejarah di Manchester United, Real Madrid dan Portugal,&amp;rdquo; kata Ronaldo mengutip dari Give Me Sport, Kamis (31/9/2017).
BACA JUGA: Neymar dan Mbappe, Pemain yang Diyakini Ronaldo Jadi Penerusnya
Ronaldo disebut pesepakbola dari galaksi lain berkat skill olah bola yang dimiliki. Rentetan gol yang dicetak membuat pesepakbola berusia 32 tahun meraih beragam banyak trofi, baik individu maupun bersama tim.
Bersama Man United, Madrid dan Portugal itulah, ayah tiga anak tersebut menciptakan sejarah. Selama membela The Red Devils &amp;ndash;julukan Man United&amp;ndash; dalam kurun 2003-2009, Ronaldo memberikan tiga titel Liga Inggris dan satu trofi Liga Champions.
BACA JUGA: So Sweet! Ini Dia Potret Kebahagiaan Cristiano Ronaldo Bersama Keluarga Kecilnya
Trofi Liga Champions 2007-2008 merupakan gelar kompetisi antarklub Eropa pertama yang diraih Setan Merah, terhitung sejak 1998-1999. Bahkan Ronaldo hampir mengantarkan Setan Merah dua kali beruntun menjadi yang terbaik di Liga Champions, sebelum akhirnya ditundukkan Barcelona 0-2 di partai puncak 2008-2009.Bareng Los Blancos &amp;ndash;julukan Madrid, Ronaldo tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub peraih 12 trofi Liga Champions itu. Dari 396 penampilan, Ronaldo mengemas 407 gol.
Tidak sampai di situ, Ronaldo juga mengantarkan Madrid sebagai klub pertama di era Liga Champions yang memenangi trofi dua kali beruntun, tepatnya pada 2015-2016 dan 2016-2017! Karena itu, lengkap sudah kesuksesan Ronaldo bersama Madrid.
Sementara bareng Seleccao das Quinas &amp;ndash;julukan Timnas Portugal, Ronaldo membawa negara kelahirannya menjuarai Piala Eropa 2016. Keberhasilan itu merupakan yang pertama diraih Portugal semenjak berpartisipasi pada 1984.
Melihat sederet fakta di atas, Ronaldo bisa dikatakan sebagai pencipta sejarah. Bahkan sejarah yang telah dibuat berpotensi terus dipertajam.</content:encoded></item></channel></rss>
