<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kiprah Manchester United di Piala Super Eropa, Kalah Lebih Dominan ketimbang Menang</title><description>Manchester United lebih sering kalah ketimbang menang di Piala Super Eropa.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2017/08/08/51/1752095/kiprah-manchester-united-di-piala-super-eropa-kalah-lebih-dominan-ketimbang-menang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2017/08/08/51/1752095/kiprah-manchester-united-di-piala-super-eropa-kalah-lebih-dominan-ketimbang-menang"/><item><title>Kiprah Manchester United di Piala Super Eropa, Kalah Lebih Dominan ketimbang Menang</title><link>https://bola.okezone.com/read/2017/08/08/51/1752095/kiprah-manchester-united-di-piala-super-eropa-kalah-lebih-dominan-ketimbang-menang</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2017/08/08/51/1752095/kiprah-manchester-united-di-piala-super-eropa-kalah-lebih-dominan-ketimbang-menang</guid><pubDate>Selasa 08 Agustus 2017 21:05 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/08/51/1752095/kiprah-manchester-united-di-piala-super-eropa-kalah-lebih-dominan-ketimbang-menang-AbE82Oo5ca.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Man United saat dikalahkan Zenit pada 2008. (Foto: AFP/Stephane Danna)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/08/51/1752095/kiprah-manchester-united-di-piala-super-eropa-kalah-lebih-dominan-ketimbang-menang-AbE82Oo5ca.jpg</image><title>Man United saat dikalahkan Zenit pada 2008. (Foto: AFP/Stephane Danna)</title></images><description>PIALA Super Eropa bisa dibilang turnamen yang paling sulit dimenangi Manchester United. Bagaimana tidak, tim yang melegenda di bawah asuhan Sir Alex Ferguson itu baru satu kali menjadi yang terbaik sejak turnamen ini pertama kali diperkenalkan pada 1972.
Secara total The Red Devils &amp;ndash;julukan Man United&amp;ndash; tiga kali tampil di ajang ini. Namun seperti yang sudah diutarakan di atas, hanya satu kali Manchester Merah keluar sebagai kampiun.
BACA JUGA: Hadapi Real Madrid, Jose Mourinho Dihantui Rekor Buruk
Momen itu tercipta pada edisi 1991. Dengan status kampiun Piala Winner (dalam kurun 1972-1999, Piala Super Eropa mempertemukan juara Liga Champions kontra kampiun Piala Winner), Manchester Merah menantang juara Piala Liga Champions (sekarang Liga Champions) 1990-1991, Red Star Belgrade.
Bertemu di Stadion Old Trafford, Man United menang 1-0 lewat gol tunggal Brian McClair. Selanjutnya pada dua edisi setelahnya, Man United selalu tumbang. Pada 1999 usai menjuarai Liga Champions 1998-1999, Man United ditantang Lazio (juara Piala Winner 1998-1999).
BACA JUGA: Real Madrid vs Manchester United, Begini Prakiraan Susunan Pemain
Bermain di Stade Louis II, Gli Aquilotti &amp;ndash;julukan Lazio&amp;ndash; menang 1-0 lewat gol Marcelo Salas. Selanjutnya pada Piala Super Eropa 2008, setelah menjadi yang terbaik di Liga Champions 2007-2008, Man United bersua Zenit st Petersburg (juara Liga Eropa 2007-2008).
Di luar dugaan, Zenit yang dihuni personel andalan Tim Nasional (Timnas) Rusia berhasil menang 2-1. Karena itu, Man United tentu tak ingin kembali membuang-buang kesempatan saat kembali tampil di Piala Super Eropa 2017.
Man United berhak tampil berkat kesuksesannya menjuarai Liga Eropa 2016-2017. Di Piala Super Eropa 2017, Man United ditantang Real Madrid yang merupakan kampiun Liga Champions 2016-2017. Pertandingan itu akan dilangsungkan di Phillip II Arena, Skopje, Makedonia pada Rabu 9 Agustus 2017 dini hari WIB.</description><content:encoded>PIALA Super Eropa bisa dibilang turnamen yang paling sulit dimenangi Manchester United. Bagaimana tidak, tim yang melegenda di bawah asuhan Sir Alex Ferguson itu baru satu kali menjadi yang terbaik sejak turnamen ini pertama kali diperkenalkan pada 1972.
Secara total The Red Devils &amp;ndash;julukan Man United&amp;ndash; tiga kali tampil di ajang ini. Namun seperti yang sudah diutarakan di atas, hanya satu kali Manchester Merah keluar sebagai kampiun.
BACA JUGA: Hadapi Real Madrid, Jose Mourinho Dihantui Rekor Buruk
Momen itu tercipta pada edisi 1991. Dengan status kampiun Piala Winner (dalam kurun 1972-1999, Piala Super Eropa mempertemukan juara Liga Champions kontra kampiun Piala Winner), Manchester Merah menantang juara Piala Liga Champions (sekarang Liga Champions) 1990-1991, Red Star Belgrade.
Bertemu di Stadion Old Trafford, Man United menang 1-0 lewat gol tunggal Brian McClair. Selanjutnya pada dua edisi setelahnya, Man United selalu tumbang. Pada 1999 usai menjuarai Liga Champions 1998-1999, Man United ditantang Lazio (juara Piala Winner 1998-1999).
BACA JUGA: Real Madrid vs Manchester United, Begini Prakiraan Susunan Pemain
Bermain di Stade Louis II, Gli Aquilotti &amp;ndash;julukan Lazio&amp;ndash; menang 1-0 lewat gol Marcelo Salas. Selanjutnya pada Piala Super Eropa 2008, setelah menjadi yang terbaik di Liga Champions 2007-2008, Man United bersua Zenit st Petersburg (juara Liga Eropa 2007-2008).
Di luar dugaan, Zenit yang dihuni personel andalan Tim Nasional (Timnas) Rusia berhasil menang 2-1. Karena itu, Man United tentu tak ingin kembali membuang-buang kesempatan saat kembali tampil di Piala Super Eropa 2017.
Man United berhak tampil berkat kesuksesannya menjuarai Liga Eropa 2016-2017. Di Piala Super Eropa 2017, Man United ditantang Real Madrid yang merupakan kampiun Liga Champions 2016-2017. Pertandingan itu akan dilangsungkan di Phillip II Arena, Skopje, Makedonia pada Rabu 9 Agustus 2017 dini hari WIB.</content:encoded></item></channel></rss>
