<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kalah di Final Liga Champions 2016-2017, Ini Penyesalan Terbesar Chiellini</title><description>Chiellini ungkap penyesalan terbesar ketika Juve kalah di final Liga Champions.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2017/06/10/261/1712587/kalah-di-final-liga-champions-2016-2017-ini-penyesalan-terbesar-chiellini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2017/06/10/261/1712587/kalah-di-final-liga-champions-2016-2017-ini-penyesalan-terbesar-chiellini"/><item><title>Kalah di Final Liga Champions 2016-2017, Ini Penyesalan Terbesar Chiellini</title><link>https://bola.okezone.com/read/2017/06/10/261/1712587/kalah-di-final-liga-champions-2016-2017-ini-penyesalan-terbesar-chiellini</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2017/06/10/261/1712587/kalah-di-final-liga-champions-2016-2017-ini-penyesalan-terbesar-chiellini</guid><pubDate>Sabtu 10 Juni 2017 08:32 WIB</pubDate><dc:creator>Ezha Herdanu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/06/10/261/1712587/kalah-di-final-liga-champions-2016-2017-ini-penyesalan-terbesar-chiellini-awkCzMXJ4j.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/06/10/261/1712587/kalah-di-final-liga-champions-2016-2017-ini-penyesalan-terbesar-chiellini-awkCzMXJ4j.jpg</image><title></title></images><description>TURIN &amp;ndash; Juventus harus mengubur dalam-dalam impiannya meraih titel Liga Champions musim 2016-2017. Pasalnya mereka harus takluk 1-4 dari Real Madrid dalam pertandingan final yang digelar di Milennium Stadium beberapa waktu lalu.
Padahal sebelum laga final tersebut dimulai, Juve memang sangat diunggulkan untuk meraih kemenangan. Terlebih fakta belum adanya tim yang mampu mempertahankan Liga Champions sejak berubah format sedikit menguntungkan Juve. Namun di lapangan Juve justru tak menunjukkan performa impresif hingga dibantai Madrid 1-4.
Kekalahan dari Madrid tersebut nampaknya masih sangat membekas dalam pikiran bek Juve, yakni Giorgio Chiellini. Ia juga mengatakan bahwa ketidakmampuan Juve bermain seperti biasanya menjadi penyesalan terbesarnya di final Liga Champions 2016-2017.
&amp;ldquo;Kekecewaan terbesar saya adalah kami tidak bermain seperti Juve sesungguhnya. Entah itu di babak pertama atau setelah jeda. Kami akan menggunakan pengalaman ini demi masa depan yang lebih cerah,&amp;rdquo; ucap Chiellini, seperti dikutip dari Tuttosport, Sabtu (10/6/2017).
&amp;ldquo;Kami semua ingin bermain dalam&amp;nbsp;partai&amp;nbsp;seperti di Cardiff lagi. Kami ingin melakukannya sesegera mungkin. Performa individual tidak penting dalam partai besar macam itu, yang penting adalah kesatuan di dalam tim dan kami gagal menunjukkannya,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Saya merasa bahwa kami semua layak disalahkan atas kekalahan itu. Pasalnya kebobolan empat gol lewat situasi&amp;nbsp;open-play,&amp;nbsp;padahal kami tak pernah mengalaminya dalam perjalanan ke final,&amp;rdquo; tuntas bek Timnas Italia tersebut.</description><content:encoded>TURIN &amp;ndash; Juventus harus mengubur dalam-dalam impiannya meraih titel Liga Champions musim 2016-2017. Pasalnya mereka harus takluk 1-4 dari Real Madrid dalam pertandingan final yang digelar di Milennium Stadium beberapa waktu lalu.
Padahal sebelum laga final tersebut dimulai, Juve memang sangat diunggulkan untuk meraih kemenangan. Terlebih fakta belum adanya tim yang mampu mempertahankan Liga Champions sejak berubah format sedikit menguntungkan Juve. Namun di lapangan Juve justru tak menunjukkan performa impresif hingga dibantai Madrid 1-4.
Kekalahan dari Madrid tersebut nampaknya masih sangat membekas dalam pikiran bek Juve, yakni Giorgio Chiellini. Ia juga mengatakan bahwa ketidakmampuan Juve bermain seperti biasanya menjadi penyesalan terbesarnya di final Liga Champions 2016-2017.
&amp;ldquo;Kekecewaan terbesar saya adalah kami tidak bermain seperti Juve sesungguhnya. Entah itu di babak pertama atau setelah jeda. Kami akan menggunakan pengalaman ini demi masa depan yang lebih cerah,&amp;rdquo; ucap Chiellini, seperti dikutip dari Tuttosport, Sabtu (10/6/2017).
&amp;ldquo;Kami semua ingin bermain dalam&amp;nbsp;partai&amp;nbsp;seperti di Cardiff lagi. Kami ingin melakukannya sesegera mungkin. Performa individual tidak penting dalam partai besar macam itu, yang penting adalah kesatuan di dalam tim dan kami gagal menunjukkannya,&amp;rdquo; lanjutnya.
&amp;ldquo;Saya merasa bahwa kami semua layak disalahkan atas kekalahan itu. Pasalnya kebobolan empat gol lewat situasi&amp;nbsp;open-play,&amp;nbsp;padahal kami tak pernah mengalaminya dalam perjalanan ke final,&amp;rdquo; tuntas bek Timnas Italia tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
