<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bersua Madrid di Final Liga Champions, Montero: Saatnya Juventus Balas Kekalahan</title><description>Partai final Liga Champions 2017  antara Juventus kontra Real Madrid,  dinilai Paolo Montero sebagai saat yang tepat  untuk membalas dendam.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2017/05/31/261/1704203/bersua-madrid-di-final-liga-champions-montero-saatnya-juventus-balas-kekalahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2017/05/31/261/1704203/bersua-madrid-di-final-liga-champions-montero-saatnya-juventus-balas-kekalahan"/><item><title>Bersua Madrid di Final Liga Champions, Montero: Saatnya Juventus Balas Kekalahan</title><link>https://bola.okezone.com/read/2017/05/31/261/1704203/bersua-madrid-di-final-liga-champions-montero-saatnya-juventus-balas-kekalahan</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2017/05/31/261/1704203/bersua-madrid-di-final-liga-champions-montero-saatnya-juventus-balas-kekalahan</guid><pubDate>Rabu 31 Mei 2017 13:16 WIB</pubDate><dc:creator>Hendry Kurniawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/31/261/1704203/bersua-madrid-di-final-liga-champions-montero-saatnya-juventus-balas-kekalahan-9j8yyri38f.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/31/261/1704203/bersua-madrid-di-final-liga-champions-montero-saatnya-juventus-balas-kekalahan-9j8yyri38f.jpg</image><title></title></images><description>ROSARIO &amp;ndash; Partai final Liga Champions 2017  antara Juventus kontra Real Madrid yang akan dihelat di Cardiff pada  Minggu, 4 Juni 2017 dini hari WIB, dinilai oleh mantan pemain  Juve, Paolo Montero, sebagai saat yang tepat untuk membalas dendam.  Pasalnya ketika masih berseragam Juve, Montero dan kawan-kawan pernah  ditaklukkan Madrid di partai final Liga Champions 1998.
Pria berkebangsaan Uruguay itu menjelaskan bahwa  dirinya masih belum dapat sepenuhnya menerima kekalahan yang dialami  timnya kala itu. Pasalnya, saat itu Juve hanya kalah 0-1 dan  gol yang diciptakan Madrid terjadi karena adanya bola pantul.
&amp;ldquo;Kami berdua (Juve dan Madrid) sampai ke final  sebagai favorit&amp;hellip; Pertandingan ini berlangsung sangat ketat, yang hanya  diputuskan oleh sebuah hal kecil, mereka mencetak gol melawan  kami setelah mendapatkan sebuah bola pantul,&amp;rdquo; ujar Montero, seperti  dilansir  France 24, Rabu (31/5/2017).
Montero tidak menampik bahwa final Liga Champions  1998 merupakan kenangan buruk yang dimilikinya. Kendati demikian, ia  mencoba berlapang dada bahwa Madrid memang layak menjadi juara  kala itu.
&amp;ldquo;Itu  merupakan sebuah kenangan menyedihkan karena kami tidak berhasil  menang. Namun, sejarah menunjukkan bahwa Real layak untuk partai final,  karena mereka terus menang,&amp;rdquo;  tandas Montero.</description><content:encoded>ROSARIO &amp;ndash; Partai final Liga Champions 2017  antara Juventus kontra Real Madrid yang akan dihelat di Cardiff pada  Minggu, 4 Juni 2017 dini hari WIB, dinilai oleh mantan pemain  Juve, Paolo Montero, sebagai saat yang tepat untuk membalas dendam.  Pasalnya ketika masih berseragam Juve, Montero dan kawan-kawan pernah  ditaklukkan Madrid di partai final Liga Champions 1998.
Pria berkebangsaan Uruguay itu menjelaskan bahwa  dirinya masih belum dapat sepenuhnya menerima kekalahan yang dialami  timnya kala itu. Pasalnya, saat itu Juve hanya kalah 0-1 dan  gol yang diciptakan Madrid terjadi karena adanya bola pantul.
&amp;ldquo;Kami berdua (Juve dan Madrid) sampai ke final  sebagai favorit&amp;hellip; Pertandingan ini berlangsung sangat ketat, yang hanya  diputuskan oleh sebuah hal kecil, mereka mencetak gol melawan  kami setelah mendapatkan sebuah bola pantul,&amp;rdquo; ujar Montero, seperti  dilansir  France 24, Rabu (31/5/2017).
Montero tidak menampik bahwa final Liga Champions  1998 merupakan kenangan buruk yang dimilikinya. Kendati demikian, ia  mencoba berlapang dada bahwa Madrid memang layak menjadi juara  kala itu.
&amp;ldquo;Itu  merupakan sebuah kenangan menyedihkan karena kami tidak berhasil  menang. Namun, sejarah menunjukkan bahwa Real layak untuk partai final,  karena mereka terus menang,&amp;rdquo;  tandas Montero.</content:encoded></item></channel></rss>
