<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sejak Era Liga Champions, Real Madrid Selalu Juara Tiap Kali Lolos ke Final</title><description>SEJAK berganti format menjadi Liga Champions per musim 1992-1993, Real Madrid memiliki catatan impresif.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2017/05/11/261/1688639/sejak-era-liga-champions-real-madrid-selalu-juara-tiap-kali-lolos-ke-final</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2017/05/11/261/1688639/sejak-era-liga-champions-real-madrid-selalu-juara-tiap-kali-lolos-ke-final"/><item><title>Sejak Era Liga Champions, Real Madrid Selalu Juara Tiap Kali Lolos ke Final</title><link>https://bola.okezone.com/read/2017/05/11/261/1688639/sejak-era-liga-champions-real-madrid-selalu-juara-tiap-kali-lolos-ke-final</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2017/05/11/261/1688639/sejak-era-liga-champions-real-madrid-selalu-juara-tiap-kali-lolos-ke-final</guid><pubDate>Kamis 11 Mei 2017 13:05 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/05/11/261/1688639/sejak-era-liga-champions-real-madrid-selalu-juara-tiap-kali-lolos-ke-final-2j91o7fnnC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Madrid saat memenangi Liga Champions 1997-1998. (Foto: AFP/Jacques Demarthon)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/05/11/261/1688639/sejak-era-liga-champions-real-madrid-selalu-juara-tiap-kali-lolos-ke-final-2j91o7fnnC.jpg</image><title>Madrid saat memenangi Liga Champions 1997-1998. (Foto: AFP/Jacques Demarthon)</title></images><description>SEJAK berganti format menjadi Liga Champions per musim 1992-1993, Real Madrid memiliki catatan impresif di kompetisi antarklub Eropa paling prestisius itu. Terhitung sejak musim 1992-1993 hingga musim ini (2016-2017), Los Blancos &amp;ndash;julukan Madrid&amp;ndash; selalu menjadi juara jika lolos ke final (tanpa menghitung hasil musim ini yang baru dimainkan pada Minggu 4 Juni 2017 dini hari WIB).

Sebelum keberhasilan lolos ke partai puncak musim ini, Madrid melakukannya pada musim 1997-1998, 1999-2000, 2001-2002, 2013-2014 dan 2015-2016. Pada 1997-1998, Madrid mengalahkan Juventus 1-0 lewat gol tunggal Predrag Mijatovic.

Berselang dua musim gilirang sang rival senegara, Valencia, yang dihadapi di partai puncak. Tanpa ampun, Madrid menang 3-0 atas Valencia dalam laga yang dilangsungkan di Stade de France. Saat itu gol Madrid masing-masing dicetak Fernando Morintes, Steve McManaman dan Raul Gonzalez.

Sementara pada musim 2001-2002, Madrid menundukkan Bayer Leverkusen 2-1. Saat itu dua gol Madrid masing-masing dicetak Raul dan Zinedine Zidane. Sementara satu-satunya gol Leverkusen dibukukan Lucio.

Berselang 11 musim kemudian, Madrid kembali ke partai final dan dipertemukan dengan Atletico. Setelah melewati 120 menit pertandingan, Madrid mengalahkan Atletico 4-1. Sebelumnya di waktu normal, skor sama kuat 1-1.

Sedangkan partai final terakhir terjadi musim lalu. Kembali bersua Atletico, Madrid menang via adu penalti dengan skor 5-3. Melihat superioritas tersebut, sanggupkah Madrid melanjutkan dominasinya saat bertemu Juventus di final Liga Champions 2016-2017? Menarik untuk dinanti.</description><content:encoded>SEJAK berganti format menjadi Liga Champions per musim 1992-1993, Real Madrid memiliki catatan impresif di kompetisi antarklub Eropa paling prestisius itu. Terhitung sejak musim 1992-1993 hingga musim ini (2016-2017), Los Blancos &amp;ndash;julukan Madrid&amp;ndash; selalu menjadi juara jika lolos ke final (tanpa menghitung hasil musim ini yang baru dimainkan pada Minggu 4 Juni 2017 dini hari WIB).

Sebelum keberhasilan lolos ke partai puncak musim ini, Madrid melakukannya pada musim 1997-1998, 1999-2000, 2001-2002, 2013-2014 dan 2015-2016. Pada 1997-1998, Madrid mengalahkan Juventus 1-0 lewat gol tunggal Predrag Mijatovic.

Berselang dua musim gilirang sang rival senegara, Valencia, yang dihadapi di partai puncak. Tanpa ampun, Madrid menang 3-0 atas Valencia dalam laga yang dilangsungkan di Stade de France. Saat itu gol Madrid masing-masing dicetak Fernando Morintes, Steve McManaman dan Raul Gonzalez.

Sementara pada musim 2001-2002, Madrid menundukkan Bayer Leverkusen 2-1. Saat itu dua gol Madrid masing-masing dicetak Raul dan Zinedine Zidane. Sementara satu-satunya gol Leverkusen dibukukan Lucio.

Berselang 11 musim kemudian, Madrid kembali ke partai final dan dipertemukan dengan Atletico. Setelah melewati 120 menit pertandingan, Madrid mengalahkan Atletico 4-1. Sebelumnya di waktu normal, skor sama kuat 1-1.

Sedangkan partai final terakhir terjadi musim lalu. Kembali bersua Atletico, Madrid menang via adu penalti dengan skor 5-3. Melihat superioritas tersebut, sanggupkah Madrid melanjutkan dominasinya saat bertemu Juventus di final Liga Champions 2016-2017? Menarik untuk dinanti.</content:encoded></item></channel></rss>
