<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dekati Level Thailand, Vic Hermans: Indonesia Butuh Empat Tahun untuk Capai Level Mereka</title><description>THAILAND bisa dibilang sebagai kekuatan utama futsal di Asia Tenggara dan Indonesiap siap mengikuti jejak mereka.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2017/04/05/51/1659584/dekati-level-thailand-vic-hermans-indonesia-butuh-empat-tahun-untuk-capai-level-mereka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2017/04/05/51/1659584/dekati-level-thailand-vic-hermans-indonesia-butuh-empat-tahun-untuk-capai-level-mereka"/><item><title>Dekati Level Thailand, Vic Hermans: Indonesia Butuh Empat Tahun untuk Capai Level Mereka</title><link>https://bola.okezone.com/read/2017/04/05/51/1659584/dekati-level-thailand-vic-hermans-indonesia-butuh-empat-tahun-untuk-capai-level-mereka</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2017/04/05/51/1659584/dekati-level-thailand-vic-hermans-indonesia-butuh-empat-tahun-untuk-capai-level-mereka</guid><pubDate>Rabu 05 April 2017 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/04/05/51/1659584/dekati-level-thailand-vic-hermans-indonesia-butuh-empat-tahun-untuk-capai-level-mereka-Ps6D1l7KQG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Victor Hermans butuh empat tahun untuk tingkatkan kualitas futsal Indonesia. (Foto: Arfiansyah Ruslan/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/04/05/51/1659584/dekati-level-thailand-vic-hermans-indonesia-butuh-empat-tahun-untuk-capai-level-mereka-Ps6D1l7KQG.jpg</image><title>Victor Hermans butuh empat tahun untuk tingkatkan kualitas futsal Indonesia. (Foto: Arfiansyah Ruslan/Okezone)</title></images><description>THAILAND bisa dibilang sebagai kekuatan utama futsal di Asia Tenggara. Bahkan di Asia, Tim Negeri Gajah Putih merupakan satu dari empat negara terkuat. Karena itu, terhitung sejak 2000, Thailand tak pernah absen tampil di Piala Dunia Futsal.
Tentu, Indonesia sebagai negara tetangga ingin mengikuti jejak mereka. Saat ini di bawah komando Hary Tanoesoedibjo selaku Ketua Federasi Futsal Indonesia (FFI), Indonesia sedang merintis ke arah sana.
Pelatih anyar Timnas Futsal Indonesia, Victor Jacobus Hermans, sudah memiliki program untuk pengembangan Futsal Tanah Air. Lantas butuh waktu lama bagi Indonesia untuk menyamai level Thailand? Berikut ini hasil wawancara eksklusif Okezone dengan Vic Hermans, pelatih yang memiliki catatan mentereng di dunia futsal.
1. Anda pernah mengatakan, Timmas Futsal Indonesia sudah bagus, namun hanya kurang jam terbang atau pertandingan di level internasional. Jelang tampil di Piala AFC Futsal U-20, idealnya, berapa laga internasional yang harus dimainkan Indonesia? 
Kami belum memiliki lawan tanding sejauh ini. Awalnya Iran menjadi lawan uji coba, namun batal karena mereka tak kunjung memberikan kepastian. Arab Saudi sudah mengonfirmasi, namun juga batal karena mereka tak ambil bagian di Piala Asia Futsal U-20.
Vietnam kemungkinan menjadi lawan kami pada 4 Mei dan sedang menunggu konfirmasi. Jika jadi, kami akan melakoni dua pertandingan di sana. Namun, dua pertandingan uji coba saja tidak cukup, kami butuh laga tambahan.

2. Anda pernah bilang, Thailand butuh waktu empat tahun untuk menjadi salah satu kekuatan futsal Asia, bahkan masuk jajaran dunia. Menurut perkiraan Anda, butuh waktu berapa lama bagi Indonesia untuk mencapai level tersebut? 
Hanya ada empat negara kuat di Asia. Indonesia satu level berada di bawah empat negara itu. Indonesia harus pintar dan terbuka untuk bermain dan berbicara soal kompetisi. Empat tahun di Thailand juga bisa diaplikasikan di sini. Bagi saya, empat tahun sudah cukup bagi Indonesia untuk menyamai level Thailand.
3. Sekarang Indonesia berada di posisi 53 peringkat dunia atau posisi 9 sembilan di Asia. Posisi berapa target yang Anda canangkan di akhir 2017? 
Posisi tidak menjadi acuan dari saya. Kenapa? karena semakin banyak Anda bertanding, peringkat Anda akan naik. Ketika Anda tidak bermain, posisi Anda akan turun. Karena itu, saya berharap Indonesia dapat melakoni banyak pertandingan.

4. Selama melatih Timnas, Anda dibantu tiga asisten yakni Yori Van der Torren, Dedi Ahadiat Putra dan Yos Adi Wicaksono. Seberapa besar peran ketiga asisten itu terhadap Anda ketika menangani Timnas Futsal Indonesia? 
Saya tidak pernah menyebut asisten sebagai bawahan. Kami adalah sebuah tim. Saya tak pernah mau disebut sebagai  bos. Anda tadi lihat, Yori saya beri kesempatan untuk memimpin latihan. Namun, Yori sangat penting bagi saya karena merupakan translator bagi saya.
Ia juga pernah saya latih di Timnas Belanda U-21. Ketika saya ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia, tidak sulit bagi saya untuk memilih Yori sebagai asisten.  Selain itu, Yos adalah pelatih kiper luar biasa. Sementara itu saya melihat Dedi dua tahun lalu ketika saya ke Indonesia dan saya tertarik menjadikannya sebagai asisten.</description><content:encoded>THAILAND bisa dibilang sebagai kekuatan utama futsal di Asia Tenggara. Bahkan di Asia, Tim Negeri Gajah Putih merupakan satu dari empat negara terkuat. Karena itu, terhitung sejak 2000, Thailand tak pernah absen tampil di Piala Dunia Futsal.
Tentu, Indonesia sebagai negara tetangga ingin mengikuti jejak mereka. Saat ini di bawah komando Hary Tanoesoedibjo selaku Ketua Federasi Futsal Indonesia (FFI), Indonesia sedang merintis ke arah sana.
Pelatih anyar Timnas Futsal Indonesia, Victor Jacobus Hermans, sudah memiliki program untuk pengembangan Futsal Tanah Air. Lantas butuh waktu lama bagi Indonesia untuk menyamai level Thailand? Berikut ini hasil wawancara eksklusif Okezone dengan Vic Hermans, pelatih yang memiliki catatan mentereng di dunia futsal.
1. Anda pernah mengatakan, Timmas Futsal Indonesia sudah bagus, namun hanya kurang jam terbang atau pertandingan di level internasional. Jelang tampil di Piala AFC Futsal U-20, idealnya, berapa laga internasional yang harus dimainkan Indonesia? 
Kami belum memiliki lawan tanding sejauh ini. Awalnya Iran menjadi lawan uji coba, namun batal karena mereka tak kunjung memberikan kepastian. Arab Saudi sudah mengonfirmasi, namun juga batal karena mereka tak ambil bagian di Piala Asia Futsal U-20.
Vietnam kemungkinan menjadi lawan kami pada 4 Mei dan sedang menunggu konfirmasi. Jika jadi, kami akan melakoni dua pertandingan di sana. Namun, dua pertandingan uji coba saja tidak cukup, kami butuh laga tambahan.

2. Anda pernah bilang, Thailand butuh waktu empat tahun untuk menjadi salah satu kekuatan futsal Asia, bahkan masuk jajaran dunia. Menurut perkiraan Anda, butuh waktu berapa lama bagi Indonesia untuk mencapai level tersebut? 
Hanya ada empat negara kuat di Asia. Indonesia satu level berada di bawah empat negara itu. Indonesia harus pintar dan terbuka untuk bermain dan berbicara soal kompetisi. Empat tahun di Thailand juga bisa diaplikasikan di sini. Bagi saya, empat tahun sudah cukup bagi Indonesia untuk menyamai level Thailand.
3. Sekarang Indonesia berada di posisi 53 peringkat dunia atau posisi 9 sembilan di Asia. Posisi berapa target yang Anda canangkan di akhir 2017? 
Posisi tidak menjadi acuan dari saya. Kenapa? karena semakin banyak Anda bertanding, peringkat Anda akan naik. Ketika Anda tidak bermain, posisi Anda akan turun. Karena itu, saya berharap Indonesia dapat melakoni banyak pertandingan.

4. Selama melatih Timnas, Anda dibantu tiga asisten yakni Yori Van der Torren, Dedi Ahadiat Putra dan Yos Adi Wicaksono. Seberapa besar peran ketiga asisten itu terhadap Anda ketika menangani Timnas Futsal Indonesia? 
Saya tidak pernah menyebut asisten sebagai bawahan. Kami adalah sebuah tim. Saya tak pernah mau disebut sebagai  bos. Anda tadi lihat, Yori saya beri kesempatan untuk memimpin latihan. Namun, Yori sangat penting bagi saya karena merupakan translator bagi saya.
Ia juga pernah saya latih di Timnas Belanda U-21. Ketika saya ditunjuk sebagai pelatih Timnas Indonesia, tidak sulit bagi saya untuk memilih Yori sebagai asisten.  Selain itu, Yos adalah pelatih kiper luar biasa. Sementara itu saya melihat Dedi dua tahun lalu ketika saya ke Indonesia dan saya tertarik menjadikannya sebagai asisten.</content:encoded></item></channel></rss>
