<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gol Menit Akhir Terbaik di Sejarah Sepakbola</title><description></description><link>https://bola.okezone.com/read/2017/03/09/51/1638890/gol-menit-akhir-terbaik-di-sejarah-sepakbola</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2017/03/09/51/1638890/gol-menit-akhir-terbaik-di-sejarah-sepakbola"/><item><title>Gol Menit Akhir Terbaik di Sejarah Sepakbola</title><link>https://bola.okezone.com/read/2017/03/09/51/1638890/gol-menit-akhir-terbaik-di-sejarah-sepakbola</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2017/03/09/51/1638890/gol-menit-akhir-terbaik-di-sejarah-sepakbola</guid><pubDate>Kamis 09 Maret 2017 23:36 WIB</pubDate><dc:creator>Rully Fauzi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/03/09/51/1638890/gol-menit-akhir-terbaik-di-sejarah-sepakbola-3USumxvjoL.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/03/09/51/1638890/gol-menit-akhir-terbaik-di-sejarah-sepakbola-3USumxvjoL.jpg</image><title></title></images><description>DALAM sebuah pertandingan, segala sesuatunya masih mungkin terjadi  sebelum wasit benar-benar meniup peluit panjang. Bahkan, ada beberapa  momen di mana gol penentu tercipta di menit-menit akhir.
Tim  sepak bola dengan kekutan mental mumpuni akan berjuang hingga menit  terakhir meski mereka dalam kondisi tertinggal. Bahkan, mereka akan  percaya diri mengerahkan semua pemainnya untuk masuk ke lini belakang  lawan.
Laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions yang mempertemukan Barcelona kontra Paris Saint-Germain di Camp Nou dini hari tadi jadi bukti konkretnya. Tertinggal agregat 0-4, Barca secara luar biasa membalikkan keadaan. Pasukan Luis Enrique menang 6-1 di Camp Nou dan lolos ke perempatfinal dengan agregat 6-5.
Hebatnya, tiga gol Barca tercipta di tujuh menit terakhir laga. Bahkan gol keenam Blaugrana dicetak Sergi Roberto di injury time menit kelima babak kedua!
Selain itu, memang sudah ada beberapa momen luar biasa di sepakbola, di mana sebuah tim memenangi pertandingan  dengan mencetak gol di menit-menit akhir. Publik tentu ingat dengan apa  yang dilakukan Manchester United saat bertemu Bayern Munich di final Liga Champions musim 1998-1999.
Berikut beberapa momen magis tersebut:
Chelsea 1-1 Barcelona: Liga Champions 2008-2009
Ini boleh jadi merupakan pertarungan di semifinal terbaik dalam sejarah Liga Champions.  Pada leg pertama di Camp Nou, kedua tim hanya mampu bermain imbang 0-0.
Pada  leg kedua di Stamford Bridge, peluang Chelsea untuk melaju ke final  sempat terbuka setelah unggul 1-0 lewat gol Michael Essien di menit sembilan.  Sialnya, gawang Chelsea kawalan Petr Cech dijebol Andres Iniesta di  menit 90+3. Chelsea pun tersingkir karena kalah gol tandang.
Inggris 2-2 Yunani: Kualifikasi Piala Dunia 2002
Gol David Beckham di menit 90+3 mengantarkan Inggris lolos langsung  ke putaran final Piala Dunia 2002. Sebelumnya, Inggris bisa saja harus  menjalani laga playoff karena sempat tertinggal 1-2 dari Yunani sampai pengujung laga.
Ya,  Yunani memang unggul 2-1 lebih dulu berkat gol Angelos Charisteas di  menit 36 dan Themistoklis Nikolaidis (69) yang hanya dibalas Teddy  Sheringham.
Manchester United 2-1 Bayern Munich: Liga Champions 1998-1999 
Tak diragukan kalau Ini adalah final terbaik dalam sejarah Liga Champions. Itu karena  publik dibuat berdebar-debar hingga menit akhir. Pada akhirnya, Man United besutan Alex Ferguson saat itu mampu memenangi pertandingan.
Jalannya  laga memang sempat berpihak kepada Bayern. Mereka unggul 1-0 berkat  gol Mario Basler di menit keenam hingga waktu normal akan berakhir. Tak  diduga, Man United sukses mencetak dua gol balasan di masa injury time. Dua gol  itu dicetak Teddy Sheringham di menit 90+1 dan Ole Gunnar Solskjaer  (90+3).</description><content:encoded>DALAM sebuah pertandingan, segala sesuatunya masih mungkin terjadi  sebelum wasit benar-benar meniup peluit panjang. Bahkan, ada beberapa  momen di mana gol penentu tercipta di menit-menit akhir.
Tim  sepak bola dengan kekutan mental mumpuni akan berjuang hingga menit  terakhir meski mereka dalam kondisi tertinggal. Bahkan, mereka akan  percaya diri mengerahkan semua pemainnya untuk masuk ke lini belakang  lawan.
Laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions yang mempertemukan Barcelona kontra Paris Saint-Germain di Camp Nou dini hari tadi jadi bukti konkretnya. Tertinggal agregat 0-4, Barca secara luar biasa membalikkan keadaan. Pasukan Luis Enrique menang 6-1 di Camp Nou dan lolos ke perempatfinal dengan agregat 6-5.
Hebatnya, tiga gol Barca tercipta di tujuh menit terakhir laga. Bahkan gol keenam Blaugrana dicetak Sergi Roberto di injury time menit kelima babak kedua!
Selain itu, memang sudah ada beberapa momen luar biasa di sepakbola, di mana sebuah tim memenangi pertandingan  dengan mencetak gol di menit-menit akhir. Publik tentu ingat dengan apa  yang dilakukan Manchester United saat bertemu Bayern Munich di final Liga Champions musim 1998-1999.
Berikut beberapa momen magis tersebut:
Chelsea 1-1 Barcelona: Liga Champions 2008-2009
Ini boleh jadi merupakan pertarungan di semifinal terbaik dalam sejarah Liga Champions.  Pada leg pertama di Camp Nou, kedua tim hanya mampu bermain imbang 0-0.
Pada  leg kedua di Stamford Bridge, peluang Chelsea untuk melaju ke final  sempat terbuka setelah unggul 1-0 lewat gol Michael Essien di menit sembilan.  Sialnya, gawang Chelsea kawalan Petr Cech dijebol Andres Iniesta di  menit 90+3. Chelsea pun tersingkir karena kalah gol tandang.
Inggris 2-2 Yunani: Kualifikasi Piala Dunia 2002
Gol David Beckham di menit 90+3 mengantarkan Inggris lolos langsung  ke putaran final Piala Dunia 2002. Sebelumnya, Inggris bisa saja harus  menjalani laga playoff karena sempat tertinggal 1-2 dari Yunani sampai pengujung laga.
Ya,  Yunani memang unggul 2-1 lebih dulu berkat gol Angelos Charisteas di  menit 36 dan Themistoklis Nikolaidis (69) yang hanya dibalas Teddy  Sheringham.
Manchester United 2-1 Bayern Munich: Liga Champions 1998-1999 
Tak diragukan kalau Ini adalah final terbaik dalam sejarah Liga Champions. Itu karena  publik dibuat berdebar-debar hingga menit akhir. Pada akhirnya, Man United besutan Alex Ferguson saat itu mampu memenangi pertandingan.
Jalannya  laga memang sempat berpihak kepada Bayern. Mereka unggul 1-0 berkat  gol Mario Basler di menit keenam hingga waktu normal akan berakhir. Tak  diduga, Man United sukses mencetak dua gol balasan di masa injury time. Dua gol  itu dicetak Teddy Sheringham di menit 90+1 dan Ole Gunnar Solskjaer  (90+3).</content:encoded></item></channel></rss>
