<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Para Pemain Persib yang Bersinar di TSC 2016</title><description></description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/12/20/49/1571638/ini-para-pemain-persib-yang-bersinar-di-tsc-2016</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/12/20/49/1571638/ini-para-pemain-persib-yang-bersinar-di-tsc-2016"/><item><title>Ini Para Pemain Persib yang Bersinar di TSC 2016</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/12/20/49/1571638/ini-para-pemain-persib-yang-bersinar-di-tsc-2016</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/12/20/49/1571638/ini-para-pemain-persib-yang-bersinar-di-tsc-2016</guid><pubDate>Selasa 20 Desember 2016 20:48 WIB</pubDate><dc:creator>Oris Riswan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/12/20/49/1571638/ini-para-pemain-persib-yang-bersinar-di-tsc-2016-1gyzPd2EUd.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/12/20/49/1571638/ini-para-pemain-persib-yang-bersinar-di-tsc-2016-1gyzPd2EUd.jpg</image><title></title></images><description>BANDUNG - Meski  banyak pemain yang sinarnya redup bersama Persib Bandung dalam  mengarungi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, ternyata ada  beberapa pemain yang tampil bersinar.
Okezone mencatat setidaknya  ada delapan pemain yang tampil cemerlang bersama Persib di TSC.  Mayoritas dari mereka adalah pemain baru yang diboyong di putaran  pertama maupun putaran kedua.
Berikut ini delapan pemain yang bersinar bersama Persib di TSC:
1. M Natshir
Sempat  tenggelam dibawah bayang-bayang I Made Wirawan, M Natshir menjelma  menjadi pemain penting bagi Persib. Cedera cukup lama yang dialami Made  membuat Natshir naik menjadi kiper utama dalam banyak laga.
Berstatus  sebagai eks kiper timnas U-23 dan kiper utama Jawa Barat dalam PON  XIX/2016, Natshir secara perlahan mulai menunjukkan kualitasnya.  Kepercayaan yang diberikan pun dijawab dengan penampilan apik.
Ia  kini digadang-gadang jadi kiper masa depan Persib. Jika Made pensiun  atau pindah ke klub lain, Natshir diprediksi akan menjadi pilihan utama  'Maung Bandung' dibawah mistar gawang.
2. Jajang Sukmara
Menjadi  bagian Persib sejak 2011, Jajang Sukmara harus bersabar lebih banyak  duduk di bangku cadangan. Titik balik penampilannya terjadi saat Persib  bertanding di kandang Persipura Jayapura pada putaran pertama TSC,  tepatnya 21 Juli 2016, Jajang terus menjadi langganan di sektor kanan  pertahanan Persib hingga akhir musim.
Grafik permainannya pun  meningkat. Selain mampu menjaga area pertahanan, Jajang juga sering  melakukan overlap dan memberikan crossing tajam ke kotak penalti lawan.
3. Diogo Ferreira
Didatangkan  di putaran kedua untuk melapis Purwaka Yudi yang cedera, Diogo sempat  diragukan penampilannya. Apalagi Diogo merupakan pemain dengan posisi  ideal sebagai gelandang bertahan.
Setelah beradaptasi dalam  beberapa laga, Diogo tampil cukup impresif. Pelatih Djadjang Nurdjaman  pun berhasil meredam keinginan Diogo untuk merebut posisi Hariono  sebagai gelandang bertahan.
Di lini pertahanan, duet Diogo dengan  Vladimir Vujovic bahkan tampil cukup padu. Keduanya bisa saling menutup  dan melengkapi satu sama lain untuk menghindarkan Persib dari  kebobolan.
4. Febri Hariyadi
Di antara para pemain lain, sosok  Febri jadi perbincangan hangat berkat penampilan apiknya. Sempat  menjadi bagian Persib di Piala Jenderal Sudirman, pelan-pelan Febri  tenggelam. Ia pun sempat diturunkan ke Diklat Persib dan dipinjam ke tim  sepakbola Jawa Barat yang berlaga di PON XIX/2016.
Dibawanya  Zulham Zamrun ke skuad timnas pun menjadi berkah bagi Febri. Pada  Oktober 2016, ia kembali masuk ke skuad senior. Bukan hanya jadi  pelengkap, Febri menjelma menjadi pemain penting Persib hingga akhir  musim sejak kembali dipanggil.
Berposisi sebagai sayap kanan,  Febri punya keunggulan dalam hal kecepatan, dribbling, crossing, hingga  handal dalam urusan mencetak gol. Total ia sudah mengoleksi tiga gol.  Bahkan kolaborasinya dengan Marcos Flores menjadi ancaman menakutkan  bagi tim lawan.
5. Kim Kurniawan
Didatangkan dari Pelita  Bandung Raya, Kim sempat disebut-sebut sebagai anak emas pelatih Dejan  Antonic. Kritik tajam, di-bully di media sosial, hingga didemo oleh  Bobotoh menjadi ucapan 'selamat datang' untuk Kim yang di awal musim  dianggap tampil kurang memuaskan.
Tapi hal itu justru memantik  semangat Kim. Ia menjawab semua kritikan dengan penampilan impresif.  Sempat diplot sebagai pembagi bola, Kim bertransformasi menjadi pemotong  serangan lawan. Kombinasinya dengan Hariono pun cukup membuat lawan  kesulitan menembus area pertahanan Persib.
Apiknya penampilan Kim  pun membuat Djadjang Nurdjaman ketagihan memasangnya di sektor tengah.  Apalagi Kim beberapa kali mencetak gol krusial untuk Persib. Total, ia  sudah mengoleksi empat gol untuk 'Maung Bandung'.
6. Robertino Pugliara
Datang  dengan beban berat menggantikan sosok Konate Makan, Robertino sempat  tampil angin-anginan. Apalagi di putaran pertama ia seolah tidak  menemukan tandem sehati di lini tengah. Ia harus bekerja mengatur irama  permainan, membagi bola, hingga membantu pertahanan.
Tapi di  putaran kedua, Robertino tampil apik setelah datangnya Marcos Flores. Ia  bermain lebih leluasa dengan fokus membongkar pertahanan lawan dan  menciptakan assist.
Daya jelajahnya pun cukup berimbas positif  untuk Persib. Ia total sudah mengoleksi enam assist. Itu jadi jumlah  assist terbanyak di antara para pemain Persib yang lain. Ia pun sudah  mencetak tiga gol.
7. Marcos Flores
Hampir sama dengan Diogo  Ferreira dan Robertino Pugliara, Marcos Flores membutuhkan beberapa laga  untuk beradaptasi. Sempat dikritik dan sering disebut butut alias jelek  oleh sebagian Bobotoh, Marcos secara perlahan memperlihatkan  kualitasnya.
Meski sudah tidak gesit karena faktor usia, Marcos  mampu menutupinya dengan permainan penuh visi. Ia mampu mengatur irama  permainan Persib menjadi lebih hidup di putaran kedua.
Bahkan  dalam beberapa laga terakhir, performa Marcos mendapat pujian Bobotoh  dan Djadjang Nurdjaman. Bobotoh bahkan banyak yang menginginkan Marcos  dipertahankan untuk musim depan karena kolaborasinya dengan Febri  Hariyadi sudah sangat padu dan menghibur.8. Sergio van Dijk
Datang  dengan harapan besar Bobotoh, Sergio van Dijk sempat kesulitan mencetak  gol untuk Persib. Di putaran pertama, ia hanya mencetak tiga gol. Tapi  di putaran dua, koleksi golnya jauh lebih bertambah banyak.
Hingga akhir musim, Sergio total mengoleksi 12 gol. Torehan itu jadi yang terbanyak di antara para pemain Persib lainnya.
Sementara  di luar delapan nama itu, ada beberapa pemain yang tampil konsisten  dari musim-musim sebelumnya. Tiga pemain lama yang permainannya stabil  adalah Vladimir Vujovic, Tony Sucipto, dan Hariono. Posisi mereka sangat  sulit digeser pemain lain kecuali dirundung cedera atau terkena  akumulasi kartu kuning.
Di luar mereka, ada juga nama Atep.  Sesekali, Atep dimainkan sebagai pemain utama. Tapi ia juga beberapa  kali harus main sebagai pemain pengganti. Meski begitu, Atep  berkontribusi positif untuk skuad Persib. Ia mengoleksi lima gol dan dua  assist di TSC.
Ada juga sosok Zulham Zamrun. Meski belum kembali  menemukan performa terbaiknya, Zulham mampu menciptakan dua gol dan dua  assist untuk Persib.
Penampilan itu membuat Zulham kembali  dipanggil masuk skuad timnas untuk Piala AFF 2016. Ia pun banyak absen  memperkuat Persib karena harus bergabung dengan timnas.
Yanto  Basna juga cukup banyak absen membela Persib karena menjadi bagian  timnas. Tapi ia cukup menjadi andalan Persib baik saat diplot menjadi  bek tengah maupun bek kanan.
Kiper I Made Wirawan juga tampil  cukup konsisten di bawah mistar gawang Persib. Sebelum dan sesudah  cedera, penampilan Made tetap terjaga. Bahkan di laga terakhir kontra  Arema, ia berhasil memblok tendangan penalti Christian Gonzales.</description><content:encoded>BANDUNG - Meski  banyak pemain yang sinarnya redup bersama Persib Bandung dalam  mengarungi Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, ternyata ada  beberapa pemain yang tampil bersinar.
Okezone mencatat setidaknya  ada delapan pemain yang tampil cemerlang bersama Persib di TSC.  Mayoritas dari mereka adalah pemain baru yang diboyong di putaran  pertama maupun putaran kedua.
Berikut ini delapan pemain yang bersinar bersama Persib di TSC:
1. M Natshir
Sempat  tenggelam dibawah bayang-bayang I Made Wirawan, M Natshir menjelma  menjadi pemain penting bagi Persib. Cedera cukup lama yang dialami Made  membuat Natshir naik menjadi kiper utama dalam banyak laga.
Berstatus  sebagai eks kiper timnas U-23 dan kiper utama Jawa Barat dalam PON  XIX/2016, Natshir secara perlahan mulai menunjukkan kualitasnya.  Kepercayaan yang diberikan pun dijawab dengan penampilan apik.
Ia  kini digadang-gadang jadi kiper masa depan Persib. Jika Made pensiun  atau pindah ke klub lain, Natshir diprediksi akan menjadi pilihan utama  'Maung Bandung' dibawah mistar gawang.
2. Jajang Sukmara
Menjadi  bagian Persib sejak 2011, Jajang Sukmara harus bersabar lebih banyak  duduk di bangku cadangan. Titik balik penampilannya terjadi saat Persib  bertanding di kandang Persipura Jayapura pada putaran pertama TSC,  tepatnya 21 Juli 2016, Jajang terus menjadi langganan di sektor kanan  pertahanan Persib hingga akhir musim.
Grafik permainannya pun  meningkat. Selain mampu menjaga area pertahanan, Jajang juga sering  melakukan overlap dan memberikan crossing tajam ke kotak penalti lawan.
3. Diogo Ferreira
Didatangkan  di putaran kedua untuk melapis Purwaka Yudi yang cedera, Diogo sempat  diragukan penampilannya. Apalagi Diogo merupakan pemain dengan posisi  ideal sebagai gelandang bertahan.
Setelah beradaptasi dalam  beberapa laga, Diogo tampil cukup impresif. Pelatih Djadjang Nurdjaman  pun berhasil meredam keinginan Diogo untuk merebut posisi Hariono  sebagai gelandang bertahan.
Di lini pertahanan, duet Diogo dengan  Vladimir Vujovic bahkan tampil cukup padu. Keduanya bisa saling menutup  dan melengkapi satu sama lain untuk menghindarkan Persib dari  kebobolan.
4. Febri Hariyadi
Di antara para pemain lain, sosok  Febri jadi perbincangan hangat berkat penampilan apiknya. Sempat  menjadi bagian Persib di Piala Jenderal Sudirman, pelan-pelan Febri  tenggelam. Ia pun sempat diturunkan ke Diklat Persib dan dipinjam ke tim  sepakbola Jawa Barat yang berlaga di PON XIX/2016.
Dibawanya  Zulham Zamrun ke skuad timnas pun menjadi berkah bagi Febri. Pada  Oktober 2016, ia kembali masuk ke skuad senior. Bukan hanya jadi  pelengkap, Febri menjelma menjadi pemain penting Persib hingga akhir  musim sejak kembali dipanggil.
Berposisi sebagai sayap kanan,  Febri punya keunggulan dalam hal kecepatan, dribbling, crossing, hingga  handal dalam urusan mencetak gol. Total ia sudah mengoleksi tiga gol.  Bahkan kolaborasinya dengan Marcos Flores menjadi ancaman menakutkan  bagi tim lawan.
5. Kim Kurniawan
Didatangkan dari Pelita  Bandung Raya, Kim sempat disebut-sebut sebagai anak emas pelatih Dejan  Antonic. Kritik tajam, di-bully di media sosial, hingga didemo oleh  Bobotoh menjadi ucapan 'selamat datang' untuk Kim yang di awal musim  dianggap tampil kurang memuaskan.
Tapi hal itu justru memantik  semangat Kim. Ia menjawab semua kritikan dengan penampilan impresif.  Sempat diplot sebagai pembagi bola, Kim bertransformasi menjadi pemotong  serangan lawan. Kombinasinya dengan Hariono pun cukup membuat lawan  kesulitan menembus area pertahanan Persib.
Apiknya penampilan Kim  pun membuat Djadjang Nurdjaman ketagihan memasangnya di sektor tengah.  Apalagi Kim beberapa kali mencetak gol krusial untuk Persib. Total, ia  sudah mengoleksi empat gol untuk 'Maung Bandung'.
6. Robertino Pugliara
Datang  dengan beban berat menggantikan sosok Konate Makan, Robertino sempat  tampil angin-anginan. Apalagi di putaran pertama ia seolah tidak  menemukan tandem sehati di lini tengah. Ia harus bekerja mengatur irama  permainan, membagi bola, hingga membantu pertahanan.
Tapi di  putaran kedua, Robertino tampil apik setelah datangnya Marcos Flores. Ia  bermain lebih leluasa dengan fokus membongkar pertahanan lawan dan  menciptakan assist.
Daya jelajahnya pun cukup berimbas positif  untuk Persib. Ia total sudah mengoleksi enam assist. Itu jadi jumlah  assist terbanyak di antara para pemain Persib yang lain. Ia pun sudah  mencetak tiga gol.
7. Marcos Flores
Hampir sama dengan Diogo  Ferreira dan Robertino Pugliara, Marcos Flores membutuhkan beberapa laga  untuk beradaptasi. Sempat dikritik dan sering disebut butut alias jelek  oleh sebagian Bobotoh, Marcos secara perlahan memperlihatkan  kualitasnya.
Meski sudah tidak gesit karena faktor usia, Marcos  mampu menutupinya dengan permainan penuh visi. Ia mampu mengatur irama  permainan Persib menjadi lebih hidup di putaran kedua.
Bahkan  dalam beberapa laga terakhir, performa Marcos mendapat pujian Bobotoh  dan Djadjang Nurdjaman. Bobotoh bahkan banyak yang menginginkan Marcos  dipertahankan untuk musim depan karena kolaborasinya dengan Febri  Hariyadi sudah sangat padu dan menghibur.8. Sergio van Dijk
Datang  dengan harapan besar Bobotoh, Sergio van Dijk sempat kesulitan mencetak  gol untuk Persib. Di putaran pertama, ia hanya mencetak tiga gol. Tapi  di putaran dua, koleksi golnya jauh lebih bertambah banyak.
Hingga akhir musim, Sergio total mengoleksi 12 gol. Torehan itu jadi yang terbanyak di antara para pemain Persib lainnya.
Sementara  di luar delapan nama itu, ada beberapa pemain yang tampil konsisten  dari musim-musim sebelumnya. Tiga pemain lama yang permainannya stabil  adalah Vladimir Vujovic, Tony Sucipto, dan Hariono. Posisi mereka sangat  sulit digeser pemain lain kecuali dirundung cedera atau terkena  akumulasi kartu kuning.
Di luar mereka, ada juga nama Atep.  Sesekali, Atep dimainkan sebagai pemain utama. Tapi ia juga beberapa  kali harus main sebagai pemain pengganti. Meski begitu, Atep  berkontribusi positif untuk skuad Persib. Ia mengoleksi lima gol dan dua  assist di TSC.
Ada juga sosok Zulham Zamrun. Meski belum kembali  menemukan performa terbaiknya, Zulham mampu menciptakan dua gol dan dua  assist untuk Persib.
Penampilan itu membuat Zulham kembali  dipanggil masuk skuad timnas untuk Piala AFF 2016. Ia pun banyak absen  memperkuat Persib karena harus bergabung dengan timnas.
Yanto  Basna juga cukup banyak absen membela Persib karena menjadi bagian  timnas. Tapi ia cukup menjadi andalan Persib baik saat diplot menjadi  bek tengah maupun bek kanan.
Kiper I Made Wirawan juga tampil  cukup konsisten di bawah mistar gawang Persib. Sebelum dan sesudah  cedera, penampilan Made tetap terjaga. Bahkan di laga terakhir kontra  Arema, ia berhasil memblok tendangan penalti Christian Gonzales.</content:encoded></item></channel></rss>
