<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bara Derby Manchester &amp; Manis Pahitnya Nostalgia Guardiola-Mourinho</title><description>Mourinho dan Guardiola punya cerita nostalgia yang terasa manis dan getir sejak 1996 hingga sekarang jelang Derby Manchester.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/09/06/45/1482860/bara-derby-manchester-manis-pahitnya-nostalgia-guardiola-mourinho</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/09/06/45/1482860/bara-derby-manchester-manis-pahitnya-nostalgia-guardiola-mourinho"/><item><title>Bara Derby Manchester &amp; Manis Pahitnya Nostalgia Guardiola-Mourinho</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/09/06/45/1482860/bara-derby-manchester-manis-pahitnya-nostalgia-guardiola-mourinho</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/09/06/45/1482860/bara-derby-manchester-manis-pahitnya-nostalgia-guardiola-mourinho</guid><pubDate>Selasa 06 September 2016 18:15 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/06/45/1482860/bara-derby-manchester-manis-pahitnya-nostalgia-guardiola-mourinho-zRHk9tnxDL.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/06/45/1482860/bara-derby-manchester-manis-pahitnya-nostalgia-guardiola-mourinho-zRHk9tnxDL.jpg</image><title></title></images><description>DERBY Manchester bakal bikin panas kompetisi Liga Inggris di matchday keempat, Sabtu 10 September mendatang. Partai klasik Manchester United vs Manchester City ini takkan hanya pertarungan pemain yang jadi pusat perhatian, tapi juga perseteruan dua pelatih.
Sebagai dua tim sekota, tentu bara api gengsi bakal meletup di medan laga yang kali ini akan bertempat di Old Trafford. Tapi di sisi lain, belakangan media Inggris lebih gencar mengangkat isu permusuhan pelatih Man United Jos&amp;eacute; Mourinho dengan arsitek Man City Josep &amp;lsquo;Pep&amp;rsquo; Guardiola, ketimbang membahas Wayne Rooney Cs atau Sergio Ag&amp;uuml;ero dkk.
Dari Kawan Jadi Lawan 
Sedikit bernostalgia dan melongok ke belakang, sedianya Mourinho dan Guardiola merupakan sahabat dekat. Di masa-masa masih jadi mediocampista Barcelona, Guardiola acap mencari nasihat atau saran dari Mourinho yang di masa yang sama, menjabat asisten pelatih di Camp Nou (1996-2000).

Tapi sayangnya, hubungan pertemanan keduanya perlahan hancur sejak Guardiola juga menjejaki karier sebagai pelatih. Pertemuan pertama mereka sebagai pelatih adalah saat Barcelona melawan Inter Milan di San Siro pada babak grup Liga Champions 2009.Di kandang Il Biscione (julukan Inter), tim asuhan Mourinho menahan  imbang pasukan Guardiola 0-0. Tapi di laga grup berikutnya di Camp Nou,  Inter dibekap 0-2, kendati Barca tampil tanpa Lionel Messi dan Zlatan  Ibrahimovic.
Pembalasan baru bisa dilakukan Mou saat semifinal yang ternyata  juga bersua Barca. Lewat kemenangan agregat 3-2, Mou memulangkan timnya  Guardiola dan bahkan, menyabet titel Liga Champions musim itu  (2009/2010).
Mulai dari situlah api permusuhan muncul. Mourinho mengungkit  kekalahan Chelsea, eks klub Inggris yang dilatihnya sebelum ke Inter,  soal kontroversi di Stamford Bridge pada Liga Champions musim 2008/2009.

&amp;ldquo;Setahun lalu Chelsea menangis dan Barca tertawa bersama wasit.  Mereka tertawa karena telah menyingkirkan (eks) anak-anak asuh saya di  Chelsea dari tempat yang sudah layak jadi milik mereka,&amp;rdquo; ketus Mou usai  kemenangan Inter atas Barca, dikutip Sky Sports, Selasa (6/9/2016).Kemudian perseteruan Mou vs Guardiola kian tajam setelah pelatih   flamboyan asal Portugal itu, menukangi musuh bebuyutan Barcelona, Real   Madrid pada 2010. Tak satu pun laga El Cl&amp;aacute;sico saat itu yang tidak   memunculkan komentar-komentar pedas Mourinho yang tentu saja dibalas   Guardiola.
Pada suatu konferensi pers jelang laga Madrid vs Barca di  Santiago  Bernab&amp;eacute;u, terjadi perang komentar antara keduanya. &amp;ldquo;Sebelumnya  hanya  sekelompok kecil pelatih yang tak (mau) memprotes wasit dan  sekelompok  besar pelatih yang sering protes wasit,&amp;rdquo; ujar Mou.
&amp;ldquo;Sekarang dengan adanya komentar-komentar Pep, kita sudah memulai   era baru dengan kelompok ketiga yang hanya berisikan satu orang. Satu   orang yang mengkritik meski sang wasit membuat keputusan yang tepat. Ini   benar-benar hal baru buat saya,&amp;rdquo; lanjutnya pasca pertemuan Madrid vs   Barca di Final Copa del Rey, di mana Guardiola protes keras pada wasit.

Guardiola pun membalas: &amp;ldquo;Karena Senor (tuan) Mourinho sudah  menyebut  saya Pep, saya akan memanggilnya Jos&amp;eacute;. Di ruang pers, dia  bosnya. Tapi  saya tidak ingin menantangnya di sini,&amp;rdquo; cetus Guardiola.&amp;ldquo;Saya hanya ingin mengingatkan bahwa saya pernah bekerja  dengannya   selama empat tahun (di Barca). Dia mengenal saya dan juga  sebaliknya.   Saya berusaha belajar dari Jos&amp;eacute; di lapangan. Tapi saya hanya  ingin   belajar sedikit mungkin darinya soal semua hal di luar lapangan,&amp;rdquo;    imbuhnya.
Sejak saat itu pun, mereka &amp;ldquo;resmi&amp;rdquo; jadi musuh bebuyutan. Sebelum    sama-sama bakal terlibat di Derby Manchester ini, Mourinho dan Guardiola    sudah 11 kali bertemu. Lima clash dimenangkan Guardiola, Mourinho   hanya  dua kali, sementara empat bentrokan lainnya berakhir imbang.
Ibra di Antara Mou vs Guardiola 
Pada Derby Manchester akhir pekan nanti, sorotan juga akan  mengarah   pada Ibra. Dari sekian pemain, Ibra merupakan satu pemain yang    masing-masing pernah merasakan diasuh Mou dan Guardiola. Tapi dari dua    sosok ini, Ibra pernah mengutarakan bahwa pemain berpaspor Swedia itu    lebih terkesan pada Mourinho.
&amp;ldquo;Dia (Mou) biasa mengatakan apa yang dia inginkan. Saya menyukainya.    Dia pemimpin dari prajuritnya. Namun dia juga perhatian. Dia sering    mengirim SMS pada saya, bertanya kabar saya saat saya di Inter,&amp;rdquo; sebut    Ibra.

&amp;ldquo;Sosoknya sangat berlawanan dengan Pep Guardiola. Jika Mourinho bak    seorang penerang sebuah ruangan, Guardiola sosok penutup tirainya.    Mourinho adalah orang yang akan saya bela sampai mati,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>DERBY Manchester bakal bikin panas kompetisi Liga Inggris di matchday keempat, Sabtu 10 September mendatang. Partai klasik Manchester United vs Manchester City ini takkan hanya pertarungan pemain yang jadi pusat perhatian, tapi juga perseteruan dua pelatih.
Sebagai dua tim sekota, tentu bara api gengsi bakal meletup di medan laga yang kali ini akan bertempat di Old Trafford. Tapi di sisi lain, belakangan media Inggris lebih gencar mengangkat isu permusuhan pelatih Man United Jos&amp;eacute; Mourinho dengan arsitek Man City Josep &amp;lsquo;Pep&amp;rsquo; Guardiola, ketimbang membahas Wayne Rooney Cs atau Sergio Ag&amp;uuml;ero dkk.
Dari Kawan Jadi Lawan 
Sedikit bernostalgia dan melongok ke belakang, sedianya Mourinho dan Guardiola merupakan sahabat dekat. Di masa-masa masih jadi mediocampista Barcelona, Guardiola acap mencari nasihat atau saran dari Mourinho yang di masa yang sama, menjabat asisten pelatih di Camp Nou (1996-2000).

Tapi sayangnya, hubungan pertemanan keduanya perlahan hancur sejak Guardiola juga menjejaki karier sebagai pelatih. Pertemuan pertama mereka sebagai pelatih adalah saat Barcelona melawan Inter Milan di San Siro pada babak grup Liga Champions 2009.Di kandang Il Biscione (julukan Inter), tim asuhan Mourinho menahan  imbang pasukan Guardiola 0-0. Tapi di laga grup berikutnya di Camp Nou,  Inter dibekap 0-2, kendati Barca tampil tanpa Lionel Messi dan Zlatan  Ibrahimovic.
Pembalasan baru bisa dilakukan Mou saat semifinal yang ternyata  juga bersua Barca. Lewat kemenangan agregat 3-2, Mou memulangkan timnya  Guardiola dan bahkan, menyabet titel Liga Champions musim itu  (2009/2010).
Mulai dari situlah api permusuhan muncul. Mourinho mengungkit  kekalahan Chelsea, eks klub Inggris yang dilatihnya sebelum ke Inter,  soal kontroversi di Stamford Bridge pada Liga Champions musim 2008/2009.

&amp;ldquo;Setahun lalu Chelsea menangis dan Barca tertawa bersama wasit.  Mereka tertawa karena telah menyingkirkan (eks) anak-anak asuh saya di  Chelsea dari tempat yang sudah layak jadi milik mereka,&amp;rdquo; ketus Mou usai  kemenangan Inter atas Barca, dikutip Sky Sports, Selasa (6/9/2016).Kemudian perseteruan Mou vs Guardiola kian tajam setelah pelatih   flamboyan asal Portugal itu, menukangi musuh bebuyutan Barcelona, Real   Madrid pada 2010. Tak satu pun laga El Cl&amp;aacute;sico saat itu yang tidak   memunculkan komentar-komentar pedas Mourinho yang tentu saja dibalas   Guardiola.
Pada suatu konferensi pers jelang laga Madrid vs Barca di  Santiago  Bernab&amp;eacute;u, terjadi perang komentar antara keduanya. &amp;ldquo;Sebelumnya  hanya  sekelompok kecil pelatih yang tak (mau) memprotes wasit dan  sekelompok  besar pelatih yang sering protes wasit,&amp;rdquo; ujar Mou.
&amp;ldquo;Sekarang dengan adanya komentar-komentar Pep, kita sudah memulai   era baru dengan kelompok ketiga yang hanya berisikan satu orang. Satu   orang yang mengkritik meski sang wasit membuat keputusan yang tepat. Ini   benar-benar hal baru buat saya,&amp;rdquo; lanjutnya pasca pertemuan Madrid vs   Barca di Final Copa del Rey, di mana Guardiola protes keras pada wasit.

Guardiola pun membalas: &amp;ldquo;Karena Senor (tuan) Mourinho sudah  menyebut  saya Pep, saya akan memanggilnya Jos&amp;eacute;. Di ruang pers, dia  bosnya. Tapi  saya tidak ingin menantangnya di sini,&amp;rdquo; cetus Guardiola.&amp;ldquo;Saya hanya ingin mengingatkan bahwa saya pernah bekerja  dengannya   selama empat tahun (di Barca). Dia mengenal saya dan juga  sebaliknya.   Saya berusaha belajar dari Jos&amp;eacute; di lapangan. Tapi saya hanya  ingin   belajar sedikit mungkin darinya soal semua hal di luar lapangan,&amp;rdquo;    imbuhnya.
Sejak saat itu pun, mereka &amp;ldquo;resmi&amp;rdquo; jadi musuh bebuyutan. Sebelum    sama-sama bakal terlibat di Derby Manchester ini, Mourinho dan Guardiola    sudah 11 kali bertemu. Lima clash dimenangkan Guardiola, Mourinho   hanya  dua kali, sementara empat bentrokan lainnya berakhir imbang.
Ibra di Antara Mou vs Guardiola 
Pada Derby Manchester akhir pekan nanti, sorotan juga akan  mengarah   pada Ibra. Dari sekian pemain, Ibra merupakan satu pemain yang    masing-masing pernah merasakan diasuh Mou dan Guardiola. Tapi dari dua    sosok ini, Ibra pernah mengutarakan bahwa pemain berpaspor Swedia itu    lebih terkesan pada Mourinho.
&amp;ldquo;Dia (Mou) biasa mengatakan apa yang dia inginkan. Saya menyukainya.    Dia pemimpin dari prajuritnya. Namun dia juga perhatian. Dia sering    mengirim SMS pada saya, bertanya kabar saya saat saya di Inter,&amp;rdquo; sebut    Ibra.

&amp;ldquo;Sosoknya sangat berlawanan dengan Pep Guardiola. Jika Mourinho bak    seorang penerang sebuah ruangan, Guardiola sosok penutup tirainya.    Mourinho adalah orang yang akan saya bela sampai mati,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
