<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Telefon Iniesta Dini Hari, Ronaldinho Ngaku Bakal ke Madrid</title><description>Inista ungkap kejeniusan Ronaldinho dalam mind game jelang laga berat El Cl&amp;aacute;sico kontra Real Madrid 2005 silam.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/09/05/46/1481906/telefon-iniesta-dini-hari-ronaldinho-ngaku-bakal-ke-madrid</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/09/05/46/1481906/telefon-iniesta-dini-hari-ronaldinho-ngaku-bakal-ke-madrid"/><item><title>Telefon Iniesta Dini Hari, Ronaldinho Ngaku Bakal ke Madrid</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/09/05/46/1481906/telefon-iniesta-dini-hari-ronaldinho-ngaku-bakal-ke-madrid</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/09/05/46/1481906/telefon-iniesta-dini-hari-ronaldinho-ngaku-bakal-ke-madrid</guid><pubDate>Senin 05 September 2016 19:39 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/05/46/1481906/telefon-iniesta-dini-hari-ronaldinho-ngaku-bakal-ke-madrid-L9gQ6b7Z6f.jpeg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/05/46/1481906/telefon-iniesta-dini-hari-ronaldinho-ngaku-bakal-ke-madrid-L9gQ6b7Z6f.jpeg</image><title></title></images><description>BARCELONA &amp;ndash; Barcelona belakangan tengah dihinggapi keceriaan. Betapa tidak, salah satu mantan jugador (pemain) terbaik mereka Ronaldo de Assis Moreira alias Ronaldinho, comeback ke Katalan.
Memang bukan sebagai pilar lagi di lapangan, melainkan hanya sekadar sebagai duta klub. Tapi dengan kembalinya Ronaldinho, membangkitkan satu momen yang tak terlupakan bagi Andr&amp;eacute;s Iniesta.
Mediocampista senior Barca itu mengaku pernah mendapat telefon yang aneh dari Ronaldinho saat pukul 3 dini hari, jelang laga El Cl&amp;aacute;sico kontra Real Madrid (November 2005). Saat itu, Iniesta mengaku kaget saat superstar asal Brasil itu bilang ingin berkostum Madrid!
&amp;ldquo;Beberapa jari sebelum partai Cl&amp;aacute;sico melawan Madrid, Dinho menelefon rumah saya dini hari. Dia bilang: &amp;lsquo;Andr&amp;eacute;s, saya tahu ini jam 3 dini hari, tapi saya harus memuat suatu pengakuan. Pada Juni (2006) saya akan meninggalkan Barca&amp;rsquo;,&amp;rdquo; ungkap Iniesta dalam bukunya, &amp;lsquo;The Artist: Being Iniesta&amp;rsquo;.&amp;ldquo;Dia melanjutkan: &amp;lsquo;Kakak saya sudah sepakat dengan Real Madrid.  Jumlahnya sangat besar hingga saya tak bisa menolak. Anda masih muda,  pasti akan paham. Tapi tolong jangan bilang siapapun di ruang ganti atau  di klub. Jangan khianati saya. Saya percaya pada Anda lebih dari  siapapun. Selamat malam Andr&amp;eacute;s&amp;rsquo;,&amp;rdquo; imbuhnya.
Telefon itu dimatikan sebelum Iniesta melayangkan kalimat  balasan. Saat latihan beberapa hari sebelum partai terbesar di Spanyol  itu, Iniesta merasakan suasana yang tidak biasa. Pada malam pertandingan  di ruang ganti, Iniesta pun baru tahu bahwa ternyata bukan hanya  dirinya yang ditelefon Ronaldinho.
&amp;ldquo;Dia tidak memberikan saya waktu untuk bicara apapun. Hari  berikutnya saat kami latihan, saya merasakan atmosfer yang aneh di  sekitar saya. Segenap tim diam dan semua menyapa Ronaldinho dengan tidak  biasa...,&amp;rdquo; sambung Iniesta, diwartakan Mirror, Senin (5/9/2016).

Lebih lagi, ternyata telefon &amp;ldquo;iseng&amp;rdquo; ke semua rekan setimnya itu  sekadar trik Ronaldinho, untuk membangkitkan spirit tersendiri dari para  pilar Barca. Sebuah mind game atau permainan psikis jenius seorang  Ronaldinho dalam mendongkrak motivasti timnya.&amp;ldquo;Pada saat pertandingan, di ruang ganti Dinho mengatakan:   &amp;lsquo;Teman-teman, hari ini laga yang sangat penting, mereka (Madrid) tim   kuat. Tapi belakangan saya sudah mengetahui bahwa kita semua seperti   keluarga. Saya menelefon semua orang dan tak satu pun yang membicarakan   itu&amp;rsquo;,&amp;rdquo; tambahnya lagi.
&amp;ldquo;&amp;rsquo;Setelah itu saya sadar bahwa kita sudah siap menderita dalam   hening ketimbang saling mengkhianati. Saya akan bertahan untuk waktu   yang lama di sini...sekarang mari ke lapangan dan beri pelajaran pada   para pemain Real Madrid!&amp;rsquo;,&amp;rdquo; tandasnya.

Hasilnya, Azulgrana menang 3-0 meski tampil di kandang rival,  Santiago  Bernab&amp;eacute;u. Yang lebih luar biasanya lagi, Ronaldinho yang  mencetak  doblete (dwigol) mendapat kehormatan standing ovation dari para   Madridista &amp;ndash; fans fanatik Madrid.</description><content:encoded>BARCELONA &amp;ndash; Barcelona belakangan tengah dihinggapi keceriaan. Betapa tidak, salah satu mantan jugador (pemain) terbaik mereka Ronaldo de Assis Moreira alias Ronaldinho, comeback ke Katalan.
Memang bukan sebagai pilar lagi di lapangan, melainkan hanya sekadar sebagai duta klub. Tapi dengan kembalinya Ronaldinho, membangkitkan satu momen yang tak terlupakan bagi Andr&amp;eacute;s Iniesta.
Mediocampista senior Barca itu mengaku pernah mendapat telefon yang aneh dari Ronaldinho saat pukul 3 dini hari, jelang laga El Cl&amp;aacute;sico kontra Real Madrid (November 2005). Saat itu, Iniesta mengaku kaget saat superstar asal Brasil itu bilang ingin berkostum Madrid!
&amp;ldquo;Beberapa jari sebelum partai Cl&amp;aacute;sico melawan Madrid, Dinho menelefon rumah saya dini hari. Dia bilang: &amp;lsquo;Andr&amp;eacute;s, saya tahu ini jam 3 dini hari, tapi saya harus memuat suatu pengakuan. Pada Juni (2006) saya akan meninggalkan Barca&amp;rsquo;,&amp;rdquo; ungkap Iniesta dalam bukunya, &amp;lsquo;The Artist: Being Iniesta&amp;rsquo;.&amp;ldquo;Dia melanjutkan: &amp;lsquo;Kakak saya sudah sepakat dengan Real Madrid.  Jumlahnya sangat besar hingga saya tak bisa menolak. Anda masih muda,  pasti akan paham. Tapi tolong jangan bilang siapapun di ruang ganti atau  di klub. Jangan khianati saya. Saya percaya pada Anda lebih dari  siapapun. Selamat malam Andr&amp;eacute;s&amp;rsquo;,&amp;rdquo; imbuhnya.
Telefon itu dimatikan sebelum Iniesta melayangkan kalimat  balasan. Saat latihan beberapa hari sebelum partai terbesar di Spanyol  itu, Iniesta merasakan suasana yang tidak biasa. Pada malam pertandingan  di ruang ganti, Iniesta pun baru tahu bahwa ternyata bukan hanya  dirinya yang ditelefon Ronaldinho.
&amp;ldquo;Dia tidak memberikan saya waktu untuk bicara apapun. Hari  berikutnya saat kami latihan, saya merasakan atmosfer yang aneh di  sekitar saya. Segenap tim diam dan semua menyapa Ronaldinho dengan tidak  biasa...,&amp;rdquo; sambung Iniesta, diwartakan Mirror, Senin (5/9/2016).

Lebih lagi, ternyata telefon &amp;ldquo;iseng&amp;rdquo; ke semua rekan setimnya itu  sekadar trik Ronaldinho, untuk membangkitkan spirit tersendiri dari para  pilar Barca. Sebuah mind game atau permainan psikis jenius seorang  Ronaldinho dalam mendongkrak motivasti timnya.&amp;ldquo;Pada saat pertandingan, di ruang ganti Dinho mengatakan:   &amp;lsquo;Teman-teman, hari ini laga yang sangat penting, mereka (Madrid) tim   kuat. Tapi belakangan saya sudah mengetahui bahwa kita semua seperti   keluarga. Saya menelefon semua orang dan tak satu pun yang membicarakan   itu&amp;rsquo;,&amp;rdquo; tambahnya lagi.
&amp;ldquo;&amp;rsquo;Setelah itu saya sadar bahwa kita sudah siap menderita dalam   hening ketimbang saling mengkhianati. Saya akan bertahan untuk waktu   yang lama di sini...sekarang mari ke lapangan dan beri pelajaran pada   para pemain Real Madrid!&amp;rsquo;,&amp;rdquo; tandasnya.

Hasilnya, Azulgrana menang 3-0 meski tampil di kandang rival,  Santiago  Bernab&amp;eacute;u. Yang lebih luar biasanya lagi, Ronaldinho yang  mencetak  doblete (dwigol) mendapat kehormatan standing ovation dari para   Madridista &amp;ndash; fans fanatik Madrid.</content:encoded></item></channel></rss>
