<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Taktik Klopp dan Wenger Ibarat Musik Metal vs Orkestra</title><description>Klopp sebut racikan permainan timnya dengan taktik Wenger bak musik metal vs orkestra.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/09/03/45/1480592/taktik-klopp-dan-wenger-ibarat-musik-metal-vs-orkestra</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/09/03/45/1480592/taktik-klopp-dan-wenger-ibarat-musik-metal-vs-orkestra"/><item><title>Taktik Klopp dan Wenger Ibarat Musik Metal vs Orkestra</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/09/03/45/1480592/taktik-klopp-dan-wenger-ibarat-musik-metal-vs-orkestra</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/09/03/45/1480592/taktik-klopp-dan-wenger-ibarat-musik-metal-vs-orkestra</guid><pubDate>Sabtu 03 September 2016 21:39 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/03/45/1480592/taktik-klopp-dan-wenger-ibarat-musik-metal-vs-orkestra-RROuliYQDd.jpg" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/03/45/1480592/taktik-klopp-dan-wenger-ibarat-musik-metal-vs-orkestra-RROuliYQDd.jpg</image><title></title></images><description>LIVERPOOL &amp;ndash; Selain pertarungan antar pemain bintang, Liga Inggris musim ini turut diramaikan persaingan pelatih jempolan di tepi lapangan. Suasana seperti ini tentu mendongkrak antusiasme pelatih eksentrik macam J&amp;uuml;rgen Klopp.
Dari sekian koleganya macam Antonio Conte, Jos&amp;eacute; Mourinho, Claudio Ranieri, Josep Guardiola, Mauricio Pochettino dan Ars&amp;eacute;ne Wenger, Klopp melihat nama terakhir ini sebagai salah satu pelatih yang paling membuatnya terkesan.
Taktik nakhoda Arsenal itu pun tak luput diperhatikannya. Sampai-sampai, dia membandingkan sendiri taktiknya menukangi Liverpool dengan The Professor (julukan Wenger).
&amp;ldquo;Dia senang (taktik) menguasai bola, menjalankan permainan dengan umpan-umpan. Ibarat sebuah (musik) orkestra. Namun itu musik yang senyap. Saya pribadi lebih suka (permainan seperti) heavy metal,&amp;rdquo; ungkap Klopp kepada The Sun, Sabtu (3/9/2016).
Kendati begitu, bukan berarti Klopp benar-benar menggandrungi musik metal yang dimainkan band-band macam Metallica atau Megadeth. Buatnya, perbandingan itu hanya sekadar candaan.
&amp;ldquo;Itu hanya sekadar lelucon. Saya tidak benar-benar menggemari heavy metal. Maksud saya, saya dulu memang senang mendengarkan (band) Kiss saat masih muda, namun...,&amp;rdquo; imbuhnya tanpa melanjutkan keterangan kalimatnya.
&amp;ldquo;Di Jerman, publik menganggap saya sedikit gila, (perilaku) saya sangat emosional. Akan tetapi hal-hal seperti (musik keras) itu bukan kegemaran saya,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>LIVERPOOL &amp;ndash; Selain pertarungan antar pemain bintang, Liga Inggris musim ini turut diramaikan persaingan pelatih jempolan di tepi lapangan. Suasana seperti ini tentu mendongkrak antusiasme pelatih eksentrik macam J&amp;uuml;rgen Klopp.
Dari sekian koleganya macam Antonio Conte, Jos&amp;eacute; Mourinho, Claudio Ranieri, Josep Guardiola, Mauricio Pochettino dan Ars&amp;eacute;ne Wenger, Klopp melihat nama terakhir ini sebagai salah satu pelatih yang paling membuatnya terkesan.
Taktik nakhoda Arsenal itu pun tak luput diperhatikannya. Sampai-sampai, dia membandingkan sendiri taktiknya menukangi Liverpool dengan The Professor (julukan Wenger).
&amp;ldquo;Dia senang (taktik) menguasai bola, menjalankan permainan dengan umpan-umpan. Ibarat sebuah (musik) orkestra. Namun itu musik yang senyap. Saya pribadi lebih suka (permainan seperti) heavy metal,&amp;rdquo; ungkap Klopp kepada The Sun, Sabtu (3/9/2016).
Kendati begitu, bukan berarti Klopp benar-benar menggandrungi musik metal yang dimainkan band-band macam Metallica atau Megadeth. Buatnya, perbandingan itu hanya sekadar candaan.
&amp;ldquo;Itu hanya sekadar lelucon. Saya tidak benar-benar menggemari heavy metal. Maksud saya, saya dulu memang senang mendengarkan (band) Kiss saat masih muda, namun...,&amp;rdquo; imbuhnya tanpa melanjutkan keterangan kalimatnya.
&amp;ldquo;Di Jerman, publik menganggap saya sedikit gila, (perilaku) saya sangat emosional. Akan tetapi hal-hal seperti (musik keras) itu bukan kegemaran saya,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
