<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soccerpedia: Tradisi Gelbe Wand Kebanggaan Dortmund</title><description>Di Eropa, mungkin tak ada yang menyamai atmosfer markas Dortmund yang bikin merinding selain di Anfield.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/08/19/48/1467625/soccerpedia-tradisi-gelbe-wand-kebanggaan-dortmund</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/08/19/48/1467625/soccerpedia-tradisi-gelbe-wand-kebanggaan-dortmund"/><item><title>Soccerpedia: Tradisi Gelbe Wand Kebanggaan Dortmund</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/08/19/48/1467625/soccerpedia-tradisi-gelbe-wand-kebanggaan-dortmund</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/08/19/48/1467625/soccerpedia-tradisi-gelbe-wand-kebanggaan-dortmund</guid><pubDate>Jum'at 19 Agustus 2016 14:08 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/19/48/1467625/soccerpedia-tradisi-gelbe-wand-kebanggaan-dortmund-ln3zJmVhYH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gelbe Wand atau aksi atraktif Tembok Kuning di Signal Iduna Park (Foto: YouTube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/19/48/1467625/soccerpedia-tradisi-gelbe-wand-kebanggaan-dortmund-ln3zJmVhYH.jpg</image><title>Gelbe Wand atau aksi atraktif Tembok Kuning di Signal Iduna Park (Foto: YouTube)</title></images><description>ATMOSFER di stadion jadi fenomena tersendiri yang bisa menambah semangat bagi tim tuan rumah dan seolah jadi &amp;ldquo;teroris&amp;rdquo; yang acap memberi tekanan psikis buat tim tamu. Di Indonesia, atmosfer yang dibawakan suporter fanatik klub maupun tim nasional sudah cukup dunia akan aksi-aksi atraktifnya.
Namun bagaimana di Eropa? Well, bicara tentang atmosfer suporter di benua biru, menurut legenda Bayern Munich dan tim nasional Jerman, Lothar Matth&amp;auml;us, ada dua stadion yang atmosfernya bikin merinding luar biasa &amp;ndash; di Liverpool dan di Dortmund.
Di Liverpool penguasanya adalah para Liverpudlian yang acap memerahkan Stadion Anfield. Sementara di Dortmund ada ultras Borussia Dortmund yang punya tradisi megah &amp;ldquo;Gelbe Wand&amp;rdquo; atau tembok kuning yang juga terkenal dengan aksi-aksi atraktifnya.

Spieler (pemain) Bayern Munich, Thomas M&amp;uuml;ller pribadi dalam satu kesempatan pernah menyatakan, bahwa dia paling senang jika bisa bermain di markas Dortmund, Signal Iduna Park (Westfalenstadion). Bukan hanya karena stadion itu merupakan stadion terbesar (dalam ukuran kapasitas), tapi juga karena atmosfernya.Hal itu diungkapkannya beberapa saat pascamengalahkan Die  Schwarzgelben (julukan Dortmund), di laga DFL Supercup, Senin 15 Agustus  WIB lalu. Yang paling &amp;ldquo;berkesan&amp;rdquo;, tentu reaksi fans Dortmund setiap  verteidiger (bek) baru Bayern, Mats Hummels memegang bola di laga  tersebut.
Betapa tidak. Hummels yang sebelumnya menjabat Kapitan Dortmund,  dianggap berkhianat menyeberang ke Bayern dengan cara yang tidak  baik-baik. Sorakan segenap stadion terdengar nyaring setiap Hummels  menguasai bola dan jadi tekanan tersendiri, kendati Bayern akhirnya  tetap menang 2-0.
Mengulik tentang suporter fanatik Bayern yang acap membentuk &amp;ldquo;tembok  kuning&amp;rdquo; di tribun selatan yang dirangkum dari berbagai sumber, mereka  dikenal sebagai suporter paling atraktif dan berisik di Eropa selain di  Anfield. Hal ini juga turut diakui seorang pembuat film dokumenter, Marc  Quambusch.

&amp;ldquo;Saya tidak ingin terdengar arogan dengan mengatakan Dortmund punya  fans terbaik di dunia. Namun yang pasti mereka fans terbaik di Eropa.  Jika Tembok Kuning bukan yang paling berisik, lalu di mana lagi?,&amp;rdquo; aku  Quambusch.Para fans ultras yang acap membentuk Gelbe Wand ini berhabitat di   S&amp;uuml;dtrib&amp;uuml;ne (tribun selatan) Stadion Signal Iduna Park. Tribun ini keseluruhannya tanpa   tempat duduk alias tribun berdiri.
Tapi tentunya, tribun ini mesti   dilengkapi jaring sebagaimana tribun utara demi mencegah adanya   benda-benda berbahaya yang dilemparkan ke lapangan.
Namun jika stadion ini dipakai sebagai markas tim nasional Jerman  di  laga internasional, pengurus stadion akan memasok kursi-kursi  penonton  di stadion yang berkapasitas 81 ribu orang itu (berkurang jadi  65 ribu  untuk laga internasional).

Tribun berdiri lainnya juga terdapat di sektor bawah sisi utara  yang  biasanya, diperuntukkan para fans tim tamu. Menurut salah satu  dewan  direksi Dortmund, Carsten Cramer, tradisi tembok kuning ini sudah  eksis  sejak 1970an, atau tepatnya di tahun 1974.Tribun selatan itu khusus diperuntukkan para ultras Dortmund nan   loyal  sebagai &amp;ldquo;rumah&amp;rdquo; mereka. Oleh karenanya, pihak klub tetap   menghormati  dengan tidak memasang papan-papan iklan di tribun selatan,   sebagaimana  di tribun barat, utara dan timur.
Soal harga tiket, pihak klub juga tak ingin memberatkan para fans    loyal mereka. Dortmund diketahui punya range harga tiket yang  terbilang   murah di antara klub-klub besar Eropa lainnya.
Paling tinggi, tiket per pertandingannya sekira 80 euro (sekira   Rp1,1  juta) dan yang termurah di tribun selatan tempat bersemayamnya   Gelbe  Wand hanya sekira 11 euro (Rp163 ribu).

&amp;ldquo;Gelbe Wand adalah aset bagi klub kami. Kami ingin terus berusaha    meraih hati fans, bukan meraih uang dari mereka. Karena dengan datang   ke  stadion, mereka sudah memberikan waktu, cinta dan gairah mereka   untuk  klub,&amp;rdquo; papar Cramer.</description><content:encoded>ATMOSFER di stadion jadi fenomena tersendiri yang bisa menambah semangat bagi tim tuan rumah dan seolah jadi &amp;ldquo;teroris&amp;rdquo; yang acap memberi tekanan psikis buat tim tamu. Di Indonesia, atmosfer yang dibawakan suporter fanatik klub maupun tim nasional sudah cukup dunia akan aksi-aksi atraktifnya.
Namun bagaimana di Eropa? Well, bicara tentang atmosfer suporter di benua biru, menurut legenda Bayern Munich dan tim nasional Jerman, Lothar Matth&amp;auml;us, ada dua stadion yang atmosfernya bikin merinding luar biasa &amp;ndash; di Liverpool dan di Dortmund.
Di Liverpool penguasanya adalah para Liverpudlian yang acap memerahkan Stadion Anfield. Sementara di Dortmund ada ultras Borussia Dortmund yang punya tradisi megah &amp;ldquo;Gelbe Wand&amp;rdquo; atau tembok kuning yang juga terkenal dengan aksi-aksi atraktifnya.

Spieler (pemain) Bayern Munich, Thomas M&amp;uuml;ller pribadi dalam satu kesempatan pernah menyatakan, bahwa dia paling senang jika bisa bermain di markas Dortmund, Signal Iduna Park (Westfalenstadion). Bukan hanya karena stadion itu merupakan stadion terbesar (dalam ukuran kapasitas), tapi juga karena atmosfernya.Hal itu diungkapkannya beberapa saat pascamengalahkan Die  Schwarzgelben (julukan Dortmund), di laga DFL Supercup, Senin 15 Agustus  WIB lalu. Yang paling &amp;ldquo;berkesan&amp;rdquo;, tentu reaksi fans Dortmund setiap  verteidiger (bek) baru Bayern, Mats Hummels memegang bola di laga  tersebut.
Betapa tidak. Hummels yang sebelumnya menjabat Kapitan Dortmund,  dianggap berkhianat menyeberang ke Bayern dengan cara yang tidak  baik-baik. Sorakan segenap stadion terdengar nyaring setiap Hummels  menguasai bola dan jadi tekanan tersendiri, kendati Bayern akhirnya  tetap menang 2-0.
Mengulik tentang suporter fanatik Bayern yang acap membentuk &amp;ldquo;tembok  kuning&amp;rdquo; di tribun selatan yang dirangkum dari berbagai sumber, mereka  dikenal sebagai suporter paling atraktif dan berisik di Eropa selain di  Anfield. Hal ini juga turut diakui seorang pembuat film dokumenter, Marc  Quambusch.

&amp;ldquo;Saya tidak ingin terdengar arogan dengan mengatakan Dortmund punya  fans terbaik di dunia. Namun yang pasti mereka fans terbaik di Eropa.  Jika Tembok Kuning bukan yang paling berisik, lalu di mana lagi?,&amp;rdquo; aku  Quambusch.Para fans ultras yang acap membentuk Gelbe Wand ini berhabitat di   S&amp;uuml;dtrib&amp;uuml;ne (tribun selatan) Stadion Signal Iduna Park. Tribun ini keseluruhannya tanpa   tempat duduk alias tribun berdiri.
Tapi tentunya, tribun ini mesti   dilengkapi jaring sebagaimana tribun utara demi mencegah adanya   benda-benda berbahaya yang dilemparkan ke lapangan.
Namun jika stadion ini dipakai sebagai markas tim nasional Jerman  di  laga internasional, pengurus stadion akan memasok kursi-kursi  penonton  di stadion yang berkapasitas 81 ribu orang itu (berkurang jadi  65 ribu  untuk laga internasional).

Tribun berdiri lainnya juga terdapat di sektor bawah sisi utara  yang  biasanya, diperuntukkan para fans tim tamu. Menurut salah satu  dewan  direksi Dortmund, Carsten Cramer, tradisi tembok kuning ini sudah  eksis  sejak 1970an, atau tepatnya di tahun 1974.Tribun selatan itu khusus diperuntukkan para ultras Dortmund nan   loyal  sebagai &amp;ldquo;rumah&amp;rdquo; mereka. Oleh karenanya, pihak klub tetap   menghormati  dengan tidak memasang papan-papan iklan di tribun selatan,   sebagaimana  di tribun barat, utara dan timur.
Soal harga tiket, pihak klub juga tak ingin memberatkan para fans    loyal mereka. Dortmund diketahui punya range harga tiket yang  terbilang   murah di antara klub-klub besar Eropa lainnya.
Paling tinggi, tiket per pertandingannya sekira 80 euro (sekira   Rp1,1  juta) dan yang termurah di tribun selatan tempat bersemayamnya   Gelbe  Wand hanya sekira 11 euro (Rp163 ribu).

&amp;ldquo;Gelbe Wand adalah aset bagi klub kami. Kami ingin terus berusaha    meraih hati fans, bukan meraih uang dari mereka. Karena dengan datang   ke  stadion, mereka sudah memberikan waktu, cinta dan gairah mereka   untuk  klub,&amp;rdquo; papar Cramer.</content:encoded></item></channel></rss>
