<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gaya Permainan Madrid Berubah 360 Derajat saat Bertemu Barcelona</title><description>Madrid merupakan tim yang menganut permainan atraktif. Namun, pengecualian yang dilakukan saat bersua Barcelona.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/08/19/46/1467994/gaya-permainan-madrid-berubah-360-derajat-saat-bertemu-barcelona</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/08/19/46/1467994/gaya-permainan-madrid-berubah-360-derajat-saat-bertemu-barcelona"/><item><title>Gaya Permainan Madrid Berubah 360 Derajat saat Bertemu Barcelona</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/08/19/46/1467994/gaya-permainan-madrid-berubah-360-derajat-saat-bertemu-barcelona</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/08/19/46/1467994/gaya-permainan-madrid-berubah-360-derajat-saat-bertemu-barcelona</guid><pubDate>Jum'at 19 Agustus 2016 23:04 WIB</pubDate><dc:creator>Ramdani Bur</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/19/46/1467994/gaya-permainan-madrid-berubah-360-derajat-saat-bertemu-barcelona-geyolKVMH2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Madrid bermain pragmatis saat bertemu Barcelona. (Foto: AFP/Lluis Gene)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/19/46/1467994/gaya-permainan-madrid-berubah-360-derajat-saat-bertemu-barcelona-geyolKVMH2.jpg</image><title>Madrid bermain pragmatis saat bertemu Barcelona. (Foto: AFP/Lluis Gene)</title></images><description>REAL MADRID dikenal sebagai tim yang memeragakan permainan atrakftif. Bahkan, ketika ditangani Jose Mourinho (2010-2013) yang dikenal sebagai pelatih pragmatis, Los Blancos &amp;ndash;julukan Madrid&amp;ndash; konsisten mencetak 100 gol di setiap musimnya.

Ketika mulai ditangani Zinedine Zidane pada Januari 2016, permainan Madrid masih seperti musim-musim sebelumnya. Hampir di setiap pertandingan Madrid mendominasi penguasaan bola dan mencetak peluang lebih banyak ketimbang lawan.

Namun, pengecualian terjadi ketika Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan harus menghadapi sang rival yakni FC Barcelona. Tim asal Katalunya itu dikenal sebagai tim yang juga mendewakan penguasaan bola.

Dihuni pemain-pemain berskill tinggi macam Lionel Messi, Luis Suarez, Neymar da Silva dan Andres Iniesta, hal yang &amp;ldquo;bodoh&amp;rdquo; jika suatu tim bermain terbuka untuk meladeni Blaugrana &amp;ndash;julukan Barcelona. Hal itu pernah dilakukan Mou &amp;ndash;sapaan akrab Mourinho&amp;ndash; di musim pertama menangani Madrid pada 2010-2011.

Mengetahui memiliki skuad jempolan, Mou berani meladeni Barca dengan bermain terbuka. Hasilnya? Barca menghancurkan Madrid dengan skor 5-0! Semenjak momen itulah, semua pelatih Madrid yang meneruskan estafet Mou, mulai dari Carlo Ancelotti, Rafael Benitez dan Zidane selalu menerapkan pola serangan balik ketika bersua Barca.

Hasilnya memang tak selalu positif, buktinya Benitez sempat membuat Madrid dikalahkan Barca 0-4 di Santiago Bernabeu di pertemuan pertama La Liga 2015-2016. Namun, di pertemuan kedua, Zizou &amp;ndash;sapaan akrab Zidane&amp;ndash; yang menggantikan posisi Benitez, sukses mematikan permainan Barca dan berhasil membawa Madrid menang 2-1 di Estadio Camp Nou.</description><content:encoded>REAL MADRID dikenal sebagai tim yang memeragakan permainan atrakftif. Bahkan, ketika ditangani Jose Mourinho (2010-2013) yang dikenal sebagai pelatih pragmatis, Los Blancos &amp;ndash;julukan Madrid&amp;ndash; konsisten mencetak 100 gol di setiap musimnya.

Ketika mulai ditangani Zinedine Zidane pada Januari 2016, permainan Madrid masih seperti musim-musim sebelumnya. Hampir di setiap pertandingan Madrid mendominasi penguasaan bola dan mencetak peluang lebih banyak ketimbang lawan.

Namun, pengecualian terjadi ketika Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan harus menghadapi sang rival yakni FC Barcelona. Tim asal Katalunya itu dikenal sebagai tim yang juga mendewakan penguasaan bola.

Dihuni pemain-pemain berskill tinggi macam Lionel Messi, Luis Suarez, Neymar da Silva dan Andres Iniesta, hal yang &amp;ldquo;bodoh&amp;rdquo; jika suatu tim bermain terbuka untuk meladeni Blaugrana &amp;ndash;julukan Barcelona. Hal itu pernah dilakukan Mou &amp;ndash;sapaan akrab Mourinho&amp;ndash; di musim pertama menangani Madrid pada 2010-2011.

Mengetahui memiliki skuad jempolan, Mou berani meladeni Barca dengan bermain terbuka. Hasilnya? Barca menghancurkan Madrid dengan skor 5-0! Semenjak momen itulah, semua pelatih Madrid yang meneruskan estafet Mou, mulai dari Carlo Ancelotti, Rafael Benitez dan Zidane selalu menerapkan pola serangan balik ketika bersua Barca.

Hasilnya memang tak selalu positif, buktinya Benitez sempat membuat Madrid dikalahkan Barca 0-4 di Santiago Bernabeu di pertemuan pertama La Liga 2015-2016. Namun, di pertemuan kedua, Zizou &amp;ndash;sapaan akrab Zidane&amp;ndash; yang menggantikan posisi Benitez, sukses mematikan permainan Barca dan berhasil membawa Madrid menang 2-1 di Estadio Camp Nou.</content:encoded></item></channel></rss>
