<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Guardiola Tak Pernah Dicintai Fans Bayern</title><description>Begini bedanya Guardiola dan Ancelotti soal menangani Bayern di mata legenda Lothar M&amp;auml;tthaus.</description><link>https://bola.okezone.com/read/2016/08/18/48/1466655/guardiola-tak-pernah-dicintai-fans-bayern</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://bola.okezone.com/read/2016/08/18/48/1466655/guardiola-tak-pernah-dicintai-fans-bayern"/><item><title>Guardiola Tak Pernah Dicintai Fans Bayern</title><link>https://bola.okezone.com/read/2016/08/18/48/1466655/guardiola-tak-pernah-dicintai-fans-bayern</link><guid isPermaLink="false">https://bola.okezone.com/read/2016/08/18/48/1466655/guardiola-tak-pernah-dicintai-fans-bayern</guid><pubDate>Kamis 18 Agustus 2016 11:39 WIB</pubDate><dc:creator>Randy Wirayudha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/18/48/1466655/guardiola-tak-pernah-dicintai-fans-bayern-NIN30tVyxH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Legenda Bayern Munich dan timnas Jerman, Lothar Herbert Matthaus (Foto: Edgard Garrido/REUTERS)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/18/48/1466655/guardiola-tak-pernah-dicintai-fans-bayern-NIN30tVyxH.jpg</image><title>Legenda Bayern Munich dan timnas Jerman, Lothar Herbert Matthaus (Foto: Edgard Garrido/REUTERS)</title></images><description>MUNICH &amp;ndash; Di tangan arsitek anyar, Carlo Ancelotti, Bayern Munich nampak bakal punya prestasi yang lebih cemerlang lagi ketimbang saat klub Raksasa Bavaria itu dibesut Josep &amp;lsquo;Pep&amp;rsquo; Guardiola. Anggapan ini keluar dari mulut legenda Bayern, Lothar Matth&amp;auml;us.
Maestro sweeper Bayern yang juga eks Kapit&amp;auml;n (kapten) tim nasional Jerman tersebut, menilai Bayern akan lebih baik dilatih Don Carletto &amp;ndash; sapaan Ancelotti. Pasalnya, antara Guardiola dan Ancelotti punya dua karakter yang berbeda jauh.
Guardiola sendiri saat ini sudah hijrah melatih klub kaya Premier League, Manchester City. Pun begitu, prestasi Bayern tak terbilang &amp;lsquo;wah&amp;rsquo; saat masih ditangani mantan mediocampista (gelandang) Barcelona tersebut.
Contohnya, dalam tiga tahun lalu Pep Guardiola acap gagal mengentaskan dahaga gelar Bayern akan titel DFL Supercup atau Piala Super Jerman. Namun pada Senin 15 Agustus dini hari WIB lalu, Ancelotti sanggup &amp;ldquo;menyopiri&amp;rdquo; Bayern merebut gelar itu pascamenang 2-0 dari Borussia Dortmund di Signal Iduna Park.Soal karakter keduanya Matth&amp;auml;us punya opini pribadi. Terlebih saat  masih merumput dan berseragam Inter Milan, Matth&amp;auml;us pun pernah beberapa  kali beradu skill di tengah lapangan, baik dengan Guardiola maupun  Ancelotti yang kala itu masih bermain di AC Milan.
&amp;ldquo;Ancelotti punya kepribadian untuk memimpin sebuha tim. Saya  sendiri pernah bermain melawan keduanya. Tapi yang paling terkesan  adalah saat bertemu Ancelotti di laga (Derby della Madonnina) Inter  Milan vs AC Milan,&amp;rdquo; ungkap Matth&amp;auml;us.
&amp;ldquo;Dia (Ancelotti) memang tidak cepat (pergerakannya di lapangan).  Namun dia powerful. Tembakannya juga hebat,&amp;rdquo; lanjutnya, Kamis  (18/8/2016).
Soal karakter melatih pun, Matth&amp;auml;us masih menilai Ancelotti lebih  unggul dari Guardiola. Selain menang pengalaman, Ancelotti punya  karakter yang merangkul pemain dan juga fans.
&amp;ldquo;Guardiola kalah tiga kali di final DFL (Supercup). Tapi sekarang  masanya Ancelotti. Fans memang menyukai Guardiola, tapi mereka tidak  mencintainya,&amp;rdquo; imbuh Matth&amp;auml;us.

&amp;ldquo;Dia (Guardiola) orangnya tangguh, straight terhadap banyak hal.  Namun tidak pernah merayakan kemenangan bersama fans. Beda dengan  Ancelotti. Saya rasa fans (Bayern) akan mencintai Ancelotti,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>MUNICH &amp;ndash; Di tangan arsitek anyar, Carlo Ancelotti, Bayern Munich nampak bakal punya prestasi yang lebih cemerlang lagi ketimbang saat klub Raksasa Bavaria itu dibesut Josep &amp;lsquo;Pep&amp;rsquo; Guardiola. Anggapan ini keluar dari mulut legenda Bayern, Lothar Matth&amp;auml;us.
Maestro sweeper Bayern yang juga eks Kapit&amp;auml;n (kapten) tim nasional Jerman tersebut, menilai Bayern akan lebih baik dilatih Don Carletto &amp;ndash; sapaan Ancelotti. Pasalnya, antara Guardiola dan Ancelotti punya dua karakter yang berbeda jauh.
Guardiola sendiri saat ini sudah hijrah melatih klub kaya Premier League, Manchester City. Pun begitu, prestasi Bayern tak terbilang &amp;lsquo;wah&amp;rsquo; saat masih ditangani mantan mediocampista (gelandang) Barcelona tersebut.
Contohnya, dalam tiga tahun lalu Pep Guardiola acap gagal mengentaskan dahaga gelar Bayern akan titel DFL Supercup atau Piala Super Jerman. Namun pada Senin 15 Agustus dini hari WIB lalu, Ancelotti sanggup &amp;ldquo;menyopiri&amp;rdquo; Bayern merebut gelar itu pascamenang 2-0 dari Borussia Dortmund di Signal Iduna Park.Soal karakter keduanya Matth&amp;auml;us punya opini pribadi. Terlebih saat  masih merumput dan berseragam Inter Milan, Matth&amp;auml;us pun pernah beberapa  kali beradu skill di tengah lapangan, baik dengan Guardiola maupun  Ancelotti yang kala itu masih bermain di AC Milan.
&amp;ldquo;Ancelotti punya kepribadian untuk memimpin sebuha tim. Saya  sendiri pernah bermain melawan keduanya. Tapi yang paling terkesan  adalah saat bertemu Ancelotti di laga (Derby della Madonnina) Inter  Milan vs AC Milan,&amp;rdquo; ungkap Matth&amp;auml;us.
&amp;ldquo;Dia (Ancelotti) memang tidak cepat (pergerakannya di lapangan).  Namun dia powerful. Tembakannya juga hebat,&amp;rdquo; lanjutnya, Kamis  (18/8/2016).
Soal karakter melatih pun, Matth&amp;auml;us masih menilai Ancelotti lebih  unggul dari Guardiola. Selain menang pengalaman, Ancelotti punya  karakter yang merangkul pemain dan juga fans.
&amp;ldquo;Guardiola kalah tiga kali di final DFL (Supercup). Tapi sekarang  masanya Ancelotti. Fans memang menyukai Guardiola, tapi mereka tidak  mencintainya,&amp;rdquo; imbuh Matth&amp;auml;us.

&amp;ldquo;Dia (Guardiola) orangnya tangguh, straight terhadap banyak hal.  Namun tidak pernah merayakan kemenangan bersama fans. Beda dengan  Ancelotti. Saya rasa fans (Bayern) akan mencintai Ancelotti,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
